KKN UNEJ BERDAYAKAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA LENGKONG - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

09 August 2020

KKN UNEJ BERDAYAKAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA LENGKONG



Jember,Media Nasional Cakrawala

Dimasa pandemi Covid-19 ini, Universitas Jember (UNEJ) tetap melaksanakan kegiatan 

Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, pelaksanaan KKN pada periode ini berbeda dengan KKN 

sebelumnya karena  Pelaksanaan KKN kali ini dilakukan secara mandiri dan bertemakan Back 

To Village. 


Terdapat sebanyak 3.997 mahasiswa UNEJ yang terdaftar sebagai peserta KKN UNEJ dan Pelaksanaan KKN dilakukan sejak tanggal 01 Juli 2020 sampai 14 Agustus 2020.


Jember merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 31 kecamatan, 226 desa dan 22 kelurahan termasuk Salah satu desa yang terletak di Kabupaten Jember adalah Desa Lengkong.


Batas wilayah Desa Lengkong yaitu sebelah utara 

adalah Desa Wirowongso, sebelah selatan adalah Desa Kawang Rejo, sebelah timur adalah Desa 

Mumbulsari, dan sebelah barat adalah Desa Jenggawah. Desa Lengkong memiliki 4 dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Bulangan, Dusun Peji, dan Dusun Jambesari dan untuk ke Desa Lengkong dapat 

dijangkau dengan mudah dari pusat kota Jember dan Jumlah penduduk Desa Lengkong kurang lebih sebanyak 7810 jiwa yang terdiri dari 3603 laki-laki dan 4207 perempuan dengan jumlah KK 

sebanyak 2000 KK.


Masyarakat Desa Lengkong mayoritas bersuku Jawa dan Madura Sebagian 

besar masyarakat Desa Lengkong bekerja sebagai petani Karena Desa Lengkong memiliki tanah yang cukup subur sehingga cocok dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan,Lahan 

tanah di Desa Lengkong ditanami berbagai jenis tanaman seperti padi, jagung, karet, tebu, 

tembakau, cabai, dan sebagainya. Selain itu, Banyak pula masyarakat desa yang memanfaatkan halaman rumah untuk menanam berbagai macam tanaman.


Sejak akhir Februari 2020 Corona Virus atau Covid-19 mulai menyebar di Indonesia hingga saat ini Virus atau Covid-19 merupakan virus yang menyerang pernapasan manusia yang bermula terjadi di Wuhan, Tiongkok dan sekarang menjadi pandemi diseluruh dunia dan Hingga saat ini belum ditemukan vaksin dari Corona Virus atau Covid-19 tersebut.


Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin meningkat dan Desa Lengkong awalnya masuk dalam kategori zona hijau tetapi baru-baru ini terdapat salah satu warga yang terkonfirmasi sebagai pasien positif Covid-19, Namun warga Desa 

Lengkong seakan masih mengabaikan pandemi virus Covid-19.


Hal tersebut dikarenakan adanya pengetahuan 

yang minim terkait virus Covid-19 dan Banyak warga Desa Lengkong yang masih belum memahami bagaimana pencegahan Covid-19. 


Padahal jumlah positif Covid-19 sebanyak 1 warga bukan 

berarti menandakan Desa Lengkong masih dalam situasi aman dari virus Covid-19 Apalagi 

Tingkat penularan Coronavirus atau Covid-19 diprediksi akan terus meningkat apabila 

masyarakat tidak ikut andil bersama-sama memutus penularan dan mencegah Corona virus atau Covid-19 dan Ada berbagai cara untuk mencegah Coronavirus atau Covid-19 ini. 


Pencegahan Coronavirus atau Covid 19 yang dapat dilakukan diantaranya dengan menggunakan masker,social distancing, meningkatkan imunitas tubuh, mencuci tangan, menggunakan handsanitizer, dan sebagainya. Oleh karena itu, Yulita memilih topik “Inovasi Tehnologi/Informasi Pencegahan 

Covid-19.” Alasan Yulita memilih topik tersebut untuk memberi inovasi pencegahan Covid-19 

yang murah dan mudah kepada warga Desa Lengkong dengan memanfaatkan bahan yang mudah 

ditemukan di sekitar lingkungan warga. Selain itu, tujuan lainnya untuk mengajak warga Desa 

Lengkong berpatisipasi dalam aplikasi PeduliLindung yang telah diciptakan Kominfo.


Sasaran yang dipilih adalah warga yang berada disekitar tempat tinggal Yulita (warga RT 10 Dusun Krajan).Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan Yulita bersama sasaran. Kegiatan yang 

dilakukan dengan penyuluhan dan pendampingan pembuatan handzsanitiser secara alami dan Bahan 

yang digunakan dalam pembuatan handzanitiser alami adalah daun sirih. Karena daun sirih 

banyak ditemukan disekitar rumah warga. Selain itu, Yulita memberikan pencegahan Coronavirus atau Covid-19 dengan penyuluhan dan pendampingan pembuatan teh daun kelor.


Daun kelor dipercaya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga cocok dikonsumsi disaat pandemi Coronavirus atau Covid-19. Tanaman kelor juga mudah ditemukan di 

sekitar rumah warga dan  Kegiatan lainnya yang dilakukan Yulita yaitu memperkenalkan aplikasi PeduliLindungi yang dirancang oleh pemerintah untuk melacak sebaran Covid-19. Karena partisipasi masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi sangat membantu 

pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Coronaviirus atau Covid-19. 


Kegiatan KKN 

tersebut dilakukan secara tatap muka dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan. Selain itu, 

disela-sela kegiatan program kerja Yulita juga ikut menjaga pos relawan pencegahan Covid-19 di 

kantor Desa Lengkong. Yulita berharap KKN kali ini dapat memberikan pengaruh positif bagi 

sasaran khususnya dalam mencegah Covid-19.


Nara Sumber : (Yulita Indah P/KKN 42/Jember/drg. Agustin Wulan Suci D, MDSc)


Editor      : Imam Imron.SE

Pewarta. : Agus

Publisher: Hery Efendi

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages