Ketum LSM SITI JENAR minta Kasus Positif di PT SALM jangan terlalu di buat suatu Stigma. - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

08 August 2020

Ketum LSM SITI JENAR minta Kasus Positif di PT SALM jangan terlalu di buat suatu Stigma.


SITUBONDO,MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Terkait Polemik PT SALM SITUBONDO ketua LSM SITI JENAR "SITUBONDO INVESTIGASI JEJAK KEBENARAN" Eko Febrianto juga angkat bicara. 


Menurut Eko,  karena ini berkenaan juga bagian dengan perputaran Ekonomi di Situbondo termasuk 6000 para pekerja yang ada di Perusahaan tersebut seyogyanya kita harus bersikap bijak dan utuh dalam menyikapi hal ini.  Jangan hanya Cluster dan jumlah positif yang kita ulas melainkan dampak ekonomi orang banyak juga kita harus fikirkan. apalagi cluster penurannya terindikasi dari angkutan antar jemput nya bukan di dalam tempat kerja.


Karena yang saya paham kalau ditempat kerja nya sebelum ada pandemi ini mereka menerapkan sistem kerja yang cukup baik dari sisi kebersihan dan keamanan pekerja. Tapi mungkin di masa pandemi ini sektor angkutan yang harus dibenahi.


Apalagi Pemerintah Indonesia saat ini secara nasional sudah menerapkan tatanan kehidupan baru (new normal) dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19.

Kementerian Kesehatan bahkan telah menerbitkan protokol normal baru (new normal) bagi perkantoran dan industri dalam Keputusan Menteri Kesehatan.


Nah Implementasi new normal ini diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Ujar Eko.


Memang Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 telah menyatakan bahwa PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Tapi bagaimana dengan nasib para pekerja itu juga kita harus pikirkan.


Saya kira. dunia usaha tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan. Peliburan karyawan dalam jangka waktu yang lama dinilai Eko, bisa mengakibatkan ekonomi kita terhenti. Kan bisa kita siasati dengan Jarak Karyawan di Kantor dan Pabrik Minimal 1 Meter toh.


Maka sebelum kita menyuarakan penutupan seyogyanya kita pelajari dulu panduan lengkap aturan new normal yang harus dipatuhi perusahaan di tempat kerja, baik di perkantoran maupun industri ( pabrik), sebagaimana dirangkum dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020, ucap Eko Sabtu (8/7/2020)


Tapi di sisi lain Eko juga menghimbau kepada menejemen PT SALM agar Perusahaan wajib membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan surat keputusan dari pimpinan tempat kerja mereka.


Yang mana Pimpinan di perusahaan tersebut memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas) untuk dilakukan pemantauan khusus oleh petugas kesehatan.


Walau di perusahaan tersebut sudah terdapat dan dilakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19. Itu di gerbang masuk nya para pekerja yang datang. Pungkas Eko,(Santoso)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages