Dari Pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Angka Kemiskinan Di Muratara Setiap Tahun Menurun - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

05 August 2020

Dari Pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Angka Kemiskinan Di Muratara Setiap Tahun Menurun


Musi Rawas Utara,Media Nasional Cakrawala

Maratara- Untuk mengukur kemiskinan di kabupaten Musi Rawas Utara (muratara) provinsi Sumatra Selatan, badan pusat statistik ( BPS) menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. 

Dalam hal ini, kepala Bappeda kabupaten muratara, Rabu 5/8/2020. Erwin  memaparkan, Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan diukur dari sisi pengeluaran, sedangkan Metode yang digunakan untuk menghitung Garis Kemiskinan (GK) yang terdiri dari 2 komponen yaitu GK Makanan dan GK non Makanan, untuk GK Makanan merupakan nilai pengeluaran minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori/kapita/hari. Paket kooditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur, susu, sayuran, buah-buahan, minyak dan lain-lain)

Sedangkan Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita/bulan dibawah GK. Untuk Kabupaten Muratara GK tahun 2019 sebesar Rp 470.485/kapita/bulan itu merupakan angka yang sangat tinggi di bandingkan dengan Garis Kemiskinan yang ada di Provinsi Sumatera Selatan bahkan di salah satu kabupaten ada yang hanya Rp. 315.699,-.
Untuk Kabupaten Muratara persentase penduduk miskin di tahun 2016 sebesar 20,00% atau 36.950 jiwa. Selama 3 tahun berturut-turut terjadi laju penurunan 0,88%. Untuk progres laju penurunan prosentase kemiskinan Muratara menduduki urutan ke-7 laju penurunan prosentase kemiskinan penduduknya. 

"Artinya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara sangat fokus dan benar benar serius didalam penanganan terhadap kemiskinan di kabupaten muratara ini" jelasnya.

berdasarkan data BPS, untuk di Sumatera Selatan laju penurunan prosentase kemiskinan selama     3 tahun terakhir masih di atas rata-rata Sumsel yaitu sebesar 0,83%.
Seperti tahun 2019 lalu walaupun prosentase kemiskinan Kabupaten Muratara stagnan di angka 19,12% tetapi kita tetap bersyukur karena masih ada                       6 kabupaten/kota di Sumsel angka kemiskinannya semakin meningkat. 

 Dalam hal ini, pemerintah Muratara tetap serius dan benar benar fokus menangani kemiskinan dengan anggaran yang terbatas dan semua sektor harus diperhatikan maka diperlukan komitmen dari semua stakeholder terkait, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Pusat, DPRD, masyarakat, dunia usaha, perusahaan dan juga termasuk anggota DPR RI yang mewakili Muratara. 

"Apa yang telah kita lakukan setiap tahun untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Muratara yang kita cintai ini tidak cukup dengan “OMDO” tetapi butuh kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas" tutupnya. (Asropil).

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages