MERASA TIDAK PUAS DENGAN PELAYANAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA,TOLAK ANSORI MELALUI KUASA HUKUMNYA ADUKAN RUMKIT BHAYANGKARA KEPADA KAPOLDA JATIM - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

17 July 2020

MERASA TIDAK PUAS DENGAN PELAYANAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA,TOLAK ANSORI MELALUI KUASA HUKUMNYA ADUKAN RUMKIT BHAYANGKARA KEPADA KAPOLDA JATIM


Tolak ansori, 45 tahun warga Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso Kota Kabupaten Bondowoso Jawa Timur melalui Kuasa Hukumnya yang tergabung di Yayasan Dharma Satya Wangsa LBH BHANU CHANDRA mengadukan Rumkit Bayangkara Bondowoso yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto gang Rantai Mas Nomor 41A Kademangan Bondowoso, pasalnya Rumkit Bayangkara Bondowoso tersebut ada dugaan melakukan pelayanan medis yang tidak paripurna kepada almarhum IMAM SYAFII umur 20 tahun (anak pertama TOLAK ANSORI 

Di jelaskan pada Media MNC sambil menunjukkan Surat Pengaduan tertanggal 03 Juli 2020, BAKTI ONGKO WIYONO, S.H, Kuasa Hukum Tolak Ansori mengatakan bahwa pada awalnya hari Selasa tanggal 09 Juni 2020 sekira pukul 21.30 WIB terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Jaksa Agung Suprapto (depan Lapas Bondowoso) antara IMAM SYAFII dan PANCA NUR FADILAH umur 5 tahun (adik ke 5 IMAM SYAFII) yang mengendarai sepeda motor dengan sebuah mobil, kedua kakak beradik tersebut terluka dan segera dibawa ke IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso, diketahui IMAM SYAFII mengalami luka robek di jari kelingking kaki kiri dan lecet di kening sebelah kiri, sedangkan PANCA NUR FADILAH mengalami luka terbuka di pelipis sebelah kiri dan pihak keluarga yang pertama kali hadir di IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso adalah SITI KHOTIMAH (adik ke 2 IMAM SYAFII), oleh karena itu yang bersangkutan segera menghubungi kedua orang tuanya, selanjutnya TOLAK ANSORI datang bersama SRIATUN (ibu IMAM SYAFII) disusul keluarga lainnya ke IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso.

Beberapa saat di IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso, IMAM SYAFII diketahui muntah dengan ada bau alkohol dimuntahannya, TOLAK ANSORI disambut satpam dan diingatkan untuk bersabar dan meminta untuk ke kasir dahulu serta diberikan penjelasan oleh petugas medis seputar luka di jari kelingking dengan alternatif tindakan. TOLAK ANSORI setuju dan menandatangi berkas yang disodorkan petugas medis, selanjutnya oleh petugas medis diarahkan untuk ke kasir melakukan pendaftaran, tidak beberapa lama kemudian TOLAK ANSORI kembali ke petugas medis untuk menanyakan kondisi IMAM SYAFII yang tidak sadar tersebut dan diperoleh jawaban apabila kodisi IMAM SYAFII stabil, TOLAK ANSORI segera beranjak dari IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso ke kantor Satlantas Polres Bondowoso setelah diajak keluarga pengendara mobil yang kecelakaan dengan kedua anaknya, SRIATUN yang menunggu di luar ruang IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso dimintai masuk oleh adik TOLAK ANSORI karena petugas medis meminta tanda tangan untuk persetujuan tindakan medis, setelah menandatangi berkas, SRIATUN kembali keluar ditemani oleh adik TOLAK ANSORI untuk membeli obat yang diminta petugas medis di apotek rumkit, begitu SRIATUN dan adik TOLAK ANSORI kembali masuk ke IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso dengan membawa obat, mereka berdua melihat IMAM SYAFII telah dipindahkan dari tempat tidur perawatan ruang IGD ke tempat tidur dorong dan siap keluar ruang IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso, akhirnya sekira pukul 23.30 WIB IMAM SYAFII didorong keluar dan dinaikkan becak untuk pergi dari IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso dalam keadaan tidak sadar, pada dasarnya keluarga mengharapkan ada penanganan yang lebih dari Rumkit Bhayangkara Bondowoso karena kondisi IMAM SYAFII dalam keadaan tidak sadar, mengingat sampai hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 tidak kunjung sadar, maka pada hari itu sekira pukul 15.00 WIB IMAM SYAFII dibawa kembali ke IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso untuk diperiksakan, selanjutnya pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 tersebut, IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso melakukan tindakan medis berupa rontgen di kepala dan paru-paru, yang dari hasil foto rontgen tersebut diperoleh kesimpulan awal yaitu ada pendarahan di otak atau syaraf sehingga IGD Rumkit Bhayangkara Bondowoso memberikan rujukan ke RSU dr. Subandi Jember untuk operasi dengan esitimasi biaya operasi antara 45jt-50jt dan karena mengingat keterbatasan biaya, maka IMAM SYAFII dibawa kembali pulang dan pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada hari Minggu tanggal 14 juni 2020 di rumahnya.

Dari Kejadian tersebut Tolak Ansori sekeluarga merasa kecewa atas pelayanan Rumkit Bhayangkara Bondowoso sehingga mengadukan kepada Kapolda Jatim untuk menindak tegas langkah Rumkit Bhayangkara tersebut.

Dikatakan oleh BAKTI ONGKO WIYONO, S.H Selaku Kuasa Hukum Tolak Ansori bahwa Langkah pelayanan Rumkit Bhayangkara Bondowoso di duga tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Bhayangkara.

Sampai berita ini di unggah, Tim TR masih terus mengikuti perkembangan Pengaduan Tolak Ansori, sampai sejauh mana penanganan Pihak Polda Jatim terkait dengan Langkah pelayanan Rumkit Bhayangkara Bondowoso pada Pasien.(Red)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages