SEKILAS BIOGRAFI AL HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID TANGGUL - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

07 June 2020

SEKILAS BIOGRAFI AL HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID TANGGUL



Situbondo,Media Nasional Cakrawala
Dahulunya Habib Sholeh sering mengikuti pengajian KH. Ahmad Qusyairi di Tanggul, tetapi setelah tanda-tanda kewalian Habib Sholeh mulai nampak, KH. Qusyairi lah yang mengaji kepada Habib Sholeh.
 Awal perjalanan suluk beliau dimulai ketika bertemu Nabi Khidir di stasiun Tanggul Jember...Diriwayatkan beliau uzlah selama 3 tahun...kemudian beliau berangkat haji setelah mendapat isyarah dari datuknya Rasulullah saw untuk mengunjunginya di Madinah...Sepulang dari haji beliau kaget melihat rumahnya yg sederhana telah dipugar oleh masyarakat, dengan sedikit menyesal beliau mengatakan, "Padahal di rumah itu saya sholat berjamaah dengan Rasulullah lima waktu".
  Beliau khalifahnya al Quthb Habib Abu Bakar Assegaf Gresik...Habib Abu Bakar sendiri yg memakaikan imamah di atas kepala Habib Sholeh yg mulia.
 Wirid harian beliau adalah Dalailul Khoirot dan beliau merasakan kelezatan setiap mengamalkannya.
 Nasehat yg paling sering beliau sampaikan adalah: Agar berbakti kepada orangtua, Menjaga sholat jamaah lima waktu, dan Mengisi waktu antara maghrib dan isya dengan membaca quran. Kyai Hasan Genggong, Mbah Malik bin Ilyas Purwokerto, Ky_.Seluruhnya mengakui ketinggian maqom beliau... sampai kyai Hamid Pasuruan dulu sering berpesan kepada murid2nya : 'kalau berpergian ke arah timur hadiahkan alfatihah untuk Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Tanggul kalau berpergian ke arah barat hadiahkan fatihah untuk Habib Husen bin Abu Bakar al Aidrus Luarbatang'...
 Beliau Habib Sholeh saat menjamu tamu tanpa pandang kelas,semuanya dilayani denga baik dan ramah,bahkan beliau sendiri yg menimba air dari sumur untuk keperluan tamu-tamu.
Ketika para tamu tidur nyenyak Habib Sholeh dengan sabar mengelilingi mereka dan meletakkan obat nyamuk bakar, agar semua tamu terhindar dari gigitan nyamuk,
Saat fajar menyingsing, beliau memberi makan kambing dengan kulit pisang, bahkan ikan di kamar mandinya pun tak luput dari perhatian belas kasihnya,termasuk semut yg ada di kediaman mulianya tak lepas dari perhatiannya dengan taburan gula sebagai makanannya.Beliau sangat luar biasa kasih sayangnya kepada makhluk-makhluk Allah.
 
KAROMAH beliau;
*MENGOBATI PUTRI RAJA SAUDI*

Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki Makkah adalah ulama’ besar yang jadi rujukan hampir semua ulama pada masanya. Beliau juga salah satu penasehat Raja Saudi. Saat itu, Raja memiliki anak cacat sejak lahir. Anak itu tidak punya lubang dubur, karena lubang duburnya ada di pinggang.

Tentu saja, sang raja sudah datang ke pengobatan dimana saja. Tapi hasilnya belum membuahkan hasil yang memuaskan. Akhirnya Sayyid Alawi menyarankan agar sang raja mengundang seorang habib penuh karomah dari Indonesia yang bernama Habib Sholeh Bin Muchsin Al-Hamid atau akrab disapa Habib Sholeh Tanggul.

Sang raja akhirnya mengirimkan utusan untuk meminta Habib Sholeh Tanggul berkenan datang ke Arab Saudi. Habib Sholeh akhirnya bersedia dan berangkat bersama utusan sang raja.

Sang raja sudah menyiapkan jamuan istimewa kepada tamunya yang dikenal keramat ini. Sebelum bertemu langsung dengan raja, Habib Sholeh ngobrol santai terlebih dulu dengan Sayyid Alawi, baru kemudian menghadap sang raja. Anak sang raja sudah duduk di kursi kebesarannya.

Disamperin anak itu kemudian ditepuk-tepuk belakangnya sambil berkata: “Bekher Ente, Bekher Ente, InsyaAllah Bekher.”

Setelah mengucapkan itu, Habib Sholeh berkata kepada Sayyid Alawi Al-Maliki: ”Ayo Habib, kita pergi dari sini, Ana pingin ke tempat antum saja.”

Sang Raja Arab yang mendengar ucapan itu langsung berkata:

”Ya Habib Alawi, inikah yang antum bilang habib keramat itu, tidak ada salam tidak ada perbincangan, malah mau pergi begitu saja.”

Sayyid Alawi tetap bersikap santai dan tenang saja. Selang beberapa saat, anak raja yang duduk di kursi tadi berteriak.

”Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lubang yang ada di pinggang ketutup berubah ke belakang sebagaimana manusia normal Lainnya. Oh iya, tadi belakang saya ditepuk-tepuk sama Habib Sholeh.”

Akhirnya sang Raja menawarkan satu peti berisi emas kepada Habib Sholeh.

“Simpan saja emasmu, Ana lebih kaya dari ente. Kalau perlu ana yang kasih ente,” jawab Habib Sholeh.

“Ya Habib Sholeh, Ana punya anak perempuan. Kalau mau putri ana, akan saya nikahkan denganmu lalu antum aku beri jabatan tinggi di sini,” kata sang raja.

“Simpan saja putri ente. Ana punya syarifah di rumah. Ana gak butuh jabatan dari Ente. Ana sudah punya jabatan dari Allah SWT.” jawab Habib Sholeh.

Mendengar pembicaraan ini, Sayyid Alawi Al-Maliki akhirnya menyarankan Habib Sholeh agar mau menerima emas tadi.

“Ya Habib Sholeh, kita di Hadromaut punya saudara-saudara yang susah. Ambil saja dan kasihkan kepada saudara-saudara kita di sana.”

Habib Sholeh akhirnya menerima saran Sayyid Alawi. Kemudian hadiah itu dibagikan kepada saudara-saudara di Hadramaut. Karena kisah ini, Habib Sholeh Tanggul di Hadramaut sana dikenal sebagai *Habib paling kaya di Indonesia* karena sering membantu saudara-saudara yang ada di Hadramaut.

Pernah di sebuah desa terjadi wabah penyakit ganas,yaitu orang sakit sore keesokan paginya mati dan bila paginya sakit maka sorenya mati. Orang-orang menyebutnya penyakit 'pagebluk'. Akhirnya ada seorang penduduk desa yang datang ke Tanggul membawa sebotol air agar didoakan Habib Sholeh. 

Ajaib, setelah meminum air barokah dari Habib Sholeh itu, ia langsung sembuh total dari penyakitnya. Berita kesembuhannya pun tersebar ke seantero desa. Keesokan harinya Masyarakat desa sebanyak 3 truck datang ke kediaman Habib Sholeh untuk meminta air barokah. 

Habib Sholeh tentu kaget dan bingung, ada apa orang sebanyak itu datang ke rumahnya ? Setelah mengetahui maksud kedatangan mereka, Habib Sholeh memanggil perwakilan penduduk desa itu. 

Habib lalu mengambil secarik kertas, menuliskan sesuatu, menggulungnya lalu berkata : 

"Ini kertas lemparkan di danau, nanti semua penduduk suruh minum dari situ.. " 

"Baik bib.. "

Mereka lalu pulang dan melaksanakan apa yang di perintahkan Habib Sholeh. Dan benar saja, semua penduduk yang minum dari air danau itu sembuh dan sehat wal afiat. Tidak ada satupun yang mati oleh penyakit mengerikan itu. 

Lurah desa takjub sekaligus penasaran apa tulisan dibalik kertas ajaib itu ? 

Lalu ia pergi ke danau dan mengambil lagi kertas itu. Ia membukanya dan mencoba membaca tulisan yang ada di dalamnya. Ternyata, yang ditulis dalam kertas itu bukan rajah-rajah Arab atau semacamnya. Disitu hanya terdapat sebuah tulisan latin  yang berbunyi : 

Suatu ketika, Habib Soleh didatangi oleh seorang pemuda yg menjadi seorang nelayan...pemuda tersebut menceritakan kepada Habib Soleh dan minta didoakan agar mendapat tangkapan ikan yg sangat besar biar bisa dijual mahal,
Kata nya dengan logat madura.
"Bib, doakan saya bib semoga nanti malam manceng dapat ikan yg de gede bib. Ayo bib angkat tangannya bib doakan saya"

Kata Habib Soleh,
"Kan lebih baik kecil2 tapi setiap hari ?
Dikit2... bersyukur nanti ALLAH pasti tambah lagi"

"Bosen saya bib...
Tiap hari cil kecil teros...
Sekali2 yg guede bib..."

Karena dipaksa Habib pun mengangkat tangannya...
"Semoga ALLAH beri ente ikan yg besar...Amin..."

Alangkah senengnya pemuda tersebut...
Setelah mencium tangan Habib ia pun pergi langsung melaut pada malam hari nya,

Namun masya Allah...demikianlah doa waliallah.
Betul hari itu ia mendapat ikan yg sangat besar tapi ia tak mau ambil. Cepat" ia kembali ke darat, Habis Subuh ia datangi lagi rumah Habib Soleh agar membatalkan permohonannya kepada Allah, Sambil ketakutan dan masih gemetaran ia menyampaikan ceritanya.

"Sudaaaahhh...Sudaaaahhh bib...kensel bib...kensel...batal bib. Jangan berdoa lagi bib..."

"Kenapa ?" tanya Habib.
"Saya saat mau tarik pancing yg pertama kali nongol matanya bib....Mata nya itu sak tempeh bib.
( maksud nya sak Tempeh itu se nampan besar)
"Ampuuuuunnn bib...Mata nya aja sudah sak perahu saya bib...Lebih baik saya syukur dah dg yg kecil" aja bib..."

Habib Soleh hanya tersenyum saja

Cerita ini pernah diutarakan oleh ''Al Habib Muhammad bin Sholeh Al Hamid Tanggul ''.

Dulu, ada pecinta Habib Sholeh di daerah Ampel Surabaya, Dia sedang sangat membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan keluarganya, Di rumahnya terpajang foto Habib Sholeh Tanggul dan setiap ia melihat foto tersebut selalu bermohon kepada Allah dengan berkah Habib Sholeh, semoga ia mendapatkan uang yang ia butuhkan, hal itu dilakukannya berkali-kali.

Sampai pada akhirnya, Habib Sholeh didatangi oleh beberapa pejabat pemerintah utusan Adam Malik, mereka datang membawa hadiah untuk Habib sejumlah Uang yang banyak, pada waktu itu Habib Sholeh berkata pada para pejabat yang hadir di rumahnya.

"Coba ambil uang yang kalian bawa sejumlah sekian juta, dan serahkan uang itu kepada fulan yang rumahnya di daerah Ampel Surabaya, bilang ini dari Habib Sholeh Tanggul atas karunia yang Allah berikan untuknya, hanya itu saja, selebihnya kalian bawa kembali."

Waktu itu Habib Sholeh meminta kepada putranya, yaitu Habib Muhammad bin Sholeh AlHamid, untuk menulis alamatnya, dan surat kepada si penerima uangnya.

Tidak lama utusan pejabat itu sampai di rumah orang yang dimaksud Habib Sholeh,  lalu menyerahkan uang tersebut sebagaimana arahan Habib. Orang tersebut jatuh tersungkur sambil berucap Alhamdulillah, barakah cucu Rasulullah, lalu ia buka surat dari Habib Sholeh yang isinya:

"Uang ini yang kau butuhkan sebagaimana permintaanmu kepada Allah di saat memandang gambarku."

Subhanallah.....

Malam itu beliau dan beberapa santrinya tidak  bertemu dengan Habib Sholeh Tanggul, akhirnya beliau putuskan untuk menginap di Kota Tanggul. Pagi harinya beliau beserta murid-muridnya langsung bertemu dengan Habib Sholeh dan bercengkrama tentang kalam salaf-salaf bani alawiy, lalu beliau semua makan bersama.

Singkat cerita 
Maka Al-Habib Muhamad Al-Bahar (datuknya Wan Sehan Sang Wali Majdzub) menyenandungkan Qosidah Nabi dengan suara yang teramat merdu sekali disertai tetabuhan Marawis dan Gendang Hajir, kemudian Guru Tua Palu Sulawesi Tengah Al-Alim Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri menari Zafin bersama-sama yang lainnya.

Kisah ini diceritakan langsung oleh saksi mata kejadian yaitu Waliyah Syarifah Hababah Khadijah binti Al Quthb Al 'Allamah Al Habib Sholeh bin Muchsin Al-Hamid Maula Tanggul Jember atau Umik Njun { Ibunda Habib Hadi Assery }
Sungguh tidak akan merugi di dunia dan di akhirat orang-orang yg hatinya terikat dg kekasih-kekasih Allah.(Jemi)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages