Rumah Diduga Dukun Santet Jadi Amukan Warga Desa Sumberejo, Situbondo - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

02 May 2020

Rumah Diduga Dukun Santet Jadi Amukan Warga Desa Sumberejo, Situbondo




Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Polemik diduga punya ilmu santet jadi bulan bulanan warga Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jumat, (01/05/2020).


Hal ini terjadi ketika ada perselisihan antara Lik Asto dan warga Dusun Leduk, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih mengakibatkan jatuhnya korban Pak Rais atau yang lebih dikenal dengan Pak Warnija, 70 th. Korban sementara ini dirawat di ruang ICU 3 RSUD Asembagus sejak malam kejadian Selasa, (27/04/2020 hingga saat ditemui oleh awak media.


Korban mengalami cidera pada kepala belakang sebelah kanan akibat dari trauma oleh benda keras dan leher. Anehnya menurut warga, luka pada leher korban akibat dari sabetan benda tajam. Namun hanya meninggalkan bekas hitam memanjang tanpa luka apapun.


Seperti diketahui setelah terjadi bentrokan antara warga dengan Lik Asto yang diketahui oleh warga sekitar adalah seorang dukun santet atau "Tokang Pola" (dukun santet). Warga yang geram dengan kelakuan Lik Asto akhirnya melakukan tindakan anarkis dengan cara melempari dan berujung merubuhkan rumah dari Lik Asto.


Sebuah mobil Carry juga menjadi bahan bulan-bulanan warga. Mobil itupun akhirnya dibawa oleh pihak kepolisian menuju Mabes Polres Situbondo sebagai barang bukti. Lik Asto pada saat itu dibantu oleh dua orang temannya dari pulau Sepudi dan juga istrinya yang bernama Warnija dalam menghadapi serangan warga. Namun karena merasa tidak mampu menghadapi warga Lik Asto dan kedua teman dan juga istrinya akhirnya melarikan diri.


Namun sebelum itu mereka sempat melakukan perlawanan terhadap serangan warga. Pak Rais atau Pak Warnija yang kebetulan adalah orang tua dari Warnija, mertua dari Lik Astro akhirnya jatuh terkapar akibat serangan benda tumpul dan benda tajam dari Lik Asto.


Menindak lanjuti hal tersebut di atas, Kades Sumberejo dan Camat Banyuputih didampingi oleh Kepolisian dan Koramil Situbondo akhirnya turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut. Setelah dilakukan kesepakatan antara pihak penguasa dan perwakilan warga, akhirnya menghasilkan kesepakatan dengan menyetujui keinginan warga agar Lik Asto tidak boleh lagi menginjak apalagi tinggal di wilayah Dusun Ledok selamanya.


Anang Suharianto, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa Lik Asto menyetujui keinginan warga. Namun saat mediasi dilakukan, Lik Asto tidak bisa hadir.


Sementara itu, Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto, SH juga mengharapkan agar setelah dilakukan mediasi ini, situasi bisa segera menjadi kondusif dan kembali seperti sedia kala. Kapolsek juga memberikan jaminan bahwa jika nanti ada pelanggaran dari perjanjian yang sudah disepakati oleh Lik Asto.


"Kemudian warga diharap segera melaporkan kepada pihak yang berwajib dan menghindari aktifitas yang bersifat anarkhis", pungkasnya. (Baim/St1)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages