KEGIGIHAN PEMUDA DALAM MENCARI KEHIDUPAN - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

18 April 2020

KEGIGIHAN PEMUDA DALAM MENCARI KEHIDUPAN



MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Mentari yang selalu bersinar terang di luar sana semoga apa yang aq tulis tentang pemuda ini tidak akan membuat pembaca merasa resah, tentang cerita yang aq buat cuman sekedar menambah wawasan agar kita dalam hidup tetap akan berusaha dan berdoa dalam keadaan apapun.
Si Dito, dia adalah pemuda yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana dan hidupnyapun tidak banyak menuntut apapun, apalagi kalau di desa memang untuk kita berbuat yang tidak baik pada siapapun rasanya malu, sebab apa yang ada di desa kebanyakan orangnya semua hidupnya sederhana, semua itu di jalani si Dito sejak ia lahir sampai ia menginjak remaja.
Waktu begitu cepat berganti dan sekarang si Dito, sudah bersekolah menginjak kelas 7 yang katanya anak sekarang dan lebih jelasnya sudah kelas 1 SMP. Jarak ke rumah si Dito bersekolah dari rumahnya lumayan jauh sekitar 7km  dari rumahnya, karena banyak teman-temannya yang bersekolah menemaninya,  jadi semangat untuk mencari ilmu itu sangat kuat, bahkan kalau waktunya hujan-hujan sampai membawa baju gantian,  supaya baju seragam sekolah itu tidak kotor. Dan sesampai di sekolah, baru ganti baju dengan baju seragam sekolah.
Di desa,  si Dito itu anak yang bersekolah melanjutkan, waktu itu sangat minim sekali anak-anak yang melanjutkan sekolah di SMP, semua itu memang kesadaran segelintir orang tua. Bahwasannya ilmu itu lebih penting dari pada harta, sebab orang yang berilmu tidak akan hidupnya terjerumus dengan sesuatu yang menyesatkan. Sebab ilmu itu adalah pengetahuan yang harus kita ketahui sejak kita lahir sampai kita meninggal nanti, tidak ada ilmu itu yang membuat orang tidak berguna yang membuat orang sesat,  adalah bukan ilmu tapi perlakuan manusia sendiri, karena tidak bisa menguasai nafsu pada diri orang itu sendiri. Makanya banyak orang yang bilang orang gila itu kepinteren, sebetulnya salah orang gila itu pinter ilmunya, tetapi orang gila itu orang yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya jadinya bisa gila.
Tidak terasa sekarang si Dito sudah kelas 2 SMP, namun semangat untuk mencari ilmu harus kita contoh,  sebab Dito adalah salah satu murid yang jarang tidak masuk, kalau tidak sakit dan tidak ada kepentingan yang sangat penting,  pasti si Dito selalu masuk, dia bisa dikatakan Dito ini anak yang rajin dan semangat sekali dalam mencari ilmu. Meski setiap hari dia jalani berjalan dari rumahnya 7km, berangkat dan pulang 7km, jadi setiap hari Dito berjalan 14km demi mencari ilmu untuk masa depannnya nanti.
Nah inilah salah satu kegigihan yang harus kita tiru dari Dito, selain dia juga rajin dalam beribadah, selalu menghormati dan nurut sama orang tua, dia adalah anak yang rajin dalam mencari ilmu, makanya sebagai generasi muda kita harus mengikuti jejak pemuda yang seperti ini, sebab orang gigih itu seperti orang yang memiliki keahlian, namun belum nampak bila masih remaja,  sebab bila kita lihat kelak kesuksesan itu kita lihat kebanyakan seseorang bukan karena kecerdasan, namun orang bisa sukses kebanyakan orang yang hidupnya gigih dalam segala hal dan tak mau menyerah, namun semua itu harus seimbang, contohnya seperti bila kita menginginkan sesuatu janganlah kita lihat seseorang dari enaknya dulu, lihatlah dari kegigihannya kenapa orang itu bisa sukses dan tidak lupa dengan cara selain berusaha kita harus berdoa supaya rejeki yang kita miliki, bisa berkah untuk semua keluarga kita.
3 tahun sudah Dito lakukan berjalan setiap hari 14km, tidak terasa semua itu sudah Dito lakukan selama 3 tahun. Dito merasa lega, ternyata sekolah pendidikan SMP sudah lulus dan berjalan kaki setiap hari 14km, hendaknya sudah berakhir , dan sekarang Dito mau melanjutkan sekolah yang lebih tinggi yakni SMA, memang waktu itu sekolah semuanya bayar SPP, namun dengan semangat dan kegigihan Dito bisa meyakinkan kedua orang tuanya agar bisa melanjutkan sekolah SMA, supaya ilmunya lebih banyak dan bertambah. Alhamdulillah ternyata dengan melihat semangat anaknya yang seperti itu, orang tua Dito setuju kalau Dito melanjutkan sekolah yang lebih tinggi yakni SMA. Saat itu Dito sangat senang, sebab bila ia bisa bersekolah yang lebih tinggi, Dito yakin ilmu yang di dapatpun akan lebih banyak dan dengan berjalannya waktu, semuanya telah Dito lakukan seperti para pemuda-pemuda lain.
Dito menjalankan aktivitas selama 3 tahun bersekolah di SMA cepat sekali berganti, sudah 2 tahun bersekolah di SMA. Alhamdulillah orang tua Dito bisa membelikan Dito sepeda motor untuk Dito, dan sepeda itu di buat Dito untuk sekolah SMA, Dito amat senang dan berterima kasih kepada orang tuanya karena bila Dito naik sepeda hendaknya ongkos untuk berangkat sekolah tidak mengeluarkan uang banyak dan bisa irit, karena Dito memang anak yang biasa hidup sederhana uang saku yang Dito biasanya buat untuk ongkos ternyata bisa Dito simpan sebagian, karena Dito biasa hidup sederhana uang yang biasanya buat ongkos di simpan untuk kebutuhan Dito sendiri.
3 tahun sudah berlalu akhirnya Dito_pun sudah lulus sekolah SMA. Lega sudah rasanya Dito bisa lulus sekolah SMA, sekarang yang ada di pikiran Dito adalah dimanakah aku bisa kerja supaya ekonomi keluargaku itu tidak seperti itu-itu saja, akhirnya Dito_pun di terima di sebuah perusahaan  yang lumayan besar,  gajinya walau sebagai karyawan produksi, namun semua itu Dito jalani dengan ikhlas dan selalu ingin menjalani hidupnya dengan semangat dan selalu berjuang.
Di lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya Dito menyimpan sebuah keinginan ingin sekali melanjutkan lagi sekolah yang lebih tinggi yakni kuliah, karena Dito adalah salah satu karyawan yang gigih dan rajin dalam bekerja makanya dia terpilih salah satu dari temannya bisa kuliah dengan biaya pabrik, tapi harus tepat waktu selesainya. Syukur Alhamdulillah selalu Dito panjatkan pada Allah SWT, sebab karena kegigihan Dia sekarang keinginan itu bisa ia wujudkan dengan belajar dan bekerja walau dengan cara seperti itu tak menyurutkan Dito untuk selalu semangat, dan gigih mencari ilmu. Sebab bagi Dito kesempatan yang baik ini tidak akan datang dua kali, makanya Dito sangat semangat dengan gigih bisa kuliah sambil bekerja, Dito sadari itu adalah sebagian dari sebuah doa dari kedua orang tuanya yang tidak putus-putusnya mendoakan. Dia supaya kelak menjadi anak yang selalu mengerti kepada orang tua dan semua keluarganya kelak.
Sudah berjalan 6 tahun Dito menjadi karyawan pabrik, namun Dito sekarang sudah memiliki titel yakni seorang Sarjana Ekonomi, jadi di pabriknya Dito naik jabatan sebagai seorang Staf dan gajinyapun lebih banyak,  dari pada jadi karyawan produksi karena memiliki ijasah sarjana, sekarang Dito sudah menginjak 27 tahun terusik di dalam lubuk hatinya keinginan ingin memiliki seorang pendamping hidup, Alhadulillah sejak keinginannya itu jelang 2 tahun, Dito menemukan pendamping hidupnya itu dan menikahlah dengan jodohnya, lalu menikah dan Alhamdulillah usia pernikahan Dito sudah 2 tahun sudah memiliki seorang anak yang sudah berumur satu tahun dan anak tersebut lucu sekali.
Kedua orang tua Dito, tak lelah-lelahnya mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah, sebab dengan memiliki anak seperti Dito yang selalu gigih dalam mengerjakan apapun ternyata di kabulkan_Nya, juga yakni Dito yang selalu menurut apa yang dikatakan orang tua dan melakukan segala sesuatu dengan tekun. Akhirnya bisa menjadikan ekonomi keluarganya bisa lebih baik dari sebelumnya dan semua itu harus kita tiru.
Dito_pun sekarang hidup berbahagia dengan pendamping hidupnya dan anak-anaknya, semoga hal ini bisa menjadikan pelajaran yang berharga bagi kita semua dengan cara memetik pelajaran yang baik dari cerita Dito.
Sebagai seorang penulis yang selalu ingin tulisan ini bisa menjadikan pelajaran serta ilmu untuk kita semua,  maka contohlah cerpen yang saya tulis ini sebagai pelajaran hidup yang harus kita contoh yang baik, demi untuk kelangsungan hidup yang lebih baik dan demi semua yang membacanya. juga bisa memberikan komen supaya saya penulis ini lebih mengerti apa yang sebenarnya kita cari hidup ini, adalah sebuah cerita hidup yang kelak lebih baik ceritanya dari apa yang kita jalani saat ini, semoga kita semua bisa memetik pelajaran yang baik dari tulisan yang penulis buat ini, sekian dari saya kurang lebihnya saya minta maaf dan terima kasih. (KRISNA PALUPI)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages