Kapolres Pasuruan Kota Konferensi Pers Kasus Pencabulan Suami Jual Istri - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

10 February 2020

Kapolres Pasuruan Kota Konferensi Pers Kasus Pencabulan Suami Jual Istri



Media Nasional Cakrawala Pasuruan

Kapolres Pasuruan Kota adakan konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana pencabulan suami Jual Istri, di Joglo Parama Satwika Polres Pasuruan Kota alamat Jl. Gajah Mada No.19 Kota Pasuruan, Hari Senin 10 Februari 2020.

Koferensi pers di hadiri oleh, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H., Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, S.H.,M.H., Kasubag Humas AKP. Endi Purwanto, S.H., Kasat Tahti IPTU Soekarsono, KBO Sat Reskrim IPTU Zudianto, S.H., Kanit Tipidter IPTU Hajir Sujalmo, S.H., Kanit Tipidek IPDA Anton dan Awak Media / Pers

Sekira pukul 08.50 Wib Kapolres Pasuruan Kota melaksanakan Interogasi kepada tersangka Moch. Sabik Salim Setiyawan, Laki-laki, umur 28 tahun, pekerjaan swasta (Pabrik), alamat Dusun. Babatan Rt. 001 Rw. 002 Desa Sambirejo Kec. Rejoso Kabupaten Pasuruan.

Kronologi kejadian sekitar bulan Februari 2019 di Dusun Regek Desa Sambirejo Kec. Rejoso Kabupaten Pasuruan telah terjadi Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan atau setiap orang yang memaksa orang yang menetap dalam rumah tangganya melakukan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial atau tujuan tertentu.

Adapun Keterangan dalam konfresi pers, Pada tahun 2016 pelapor inisial (F I), perempuan, umur 23 tahun, islam, ibu rumah tangga, alamat Ds. Kejayan Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Desa Sambirejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan dan terlapor (Moch Sabik Salim Setiyawan) menikah, selama pernikahan keduanya tinggal di rumah terlapor di Dusun Regek Desa Sambirejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Selang setahun kemudian dikaruniai anak laki-laki bernama Muhammad Ilham Kalamulloh, Namun sekira bulan Februari 2019 sekira jam 00.00 wib ketika berada di dalam kamar terlapor (Moch Sabik Salim Setiyawan) bersama pelapor, tiba-tiba datang BASIR teman terlapor, kemudian terlapor menawarkan kepada pelapor tidur dengan temannya BASIR, mengetahui hal tersebut pelapor menolak, namun terlapor memaksa pelapor dengan cara memukul tubuh pelapor.

Karena takut, pelapor menuruti kemauan terlapor dan melakukan persetubuhan tersebut dengan Basir sebanyak 5 kali, dan perlakuan tersebut dilakukan oleh terlapor kepada pelapor melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain antara lain Roni sebanyak 4 kali, Adi sebanyak 3 kali, Eko sebanyak 2 kali, dan Heri sebanyak 3 kali. Pada hari Minggu tanggal 09 Februari 2020 sekira jam 10.00 wib pelapor dijemput saudara pelapor Nur Khotib kemudian pelapor  diajak ke rumah Heru yang berada di desa Regek.

Setelah sampai pelapor ditunjukkan video yang berisi adegan hubungan badan pelapor dengan Heri yang direkam oleh terlapor dan video dibenarkan oleh pelapor, dan diakui bahwa persetubuhan tersebut dilakukan karena paksaan terlapor dengan diberi upah Rp.50.000,- setiap hubungan badan namun uang tersebut dikuasai oleh terlapor.

Barang bukti yang di amankan 1 (satu) buah sprei warna merah terdapat gambar burung merak warna biru, 1 (satu) buah Handphone merk Evercross warna hitam. Tersangka atau pelaku terkait di kenakan pasal Pasal 47 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 12 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.(Nt)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages