Diduga Dana PIP Diselewengkan oleh Oknum Kepala Sekolah di Situbondo - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

08 February 2020

Diduga Dana PIP Diselewengkan oleh Oknum Kepala Sekolah di Situbondo




Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan taraf pendidikan untuk anak bangsa, seperti halnya Program Indonesia Pintar (PIP) yang diluncurkan untuk anak tidak mampu. Program bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP). Siapa yang tidak senang ketika mendapatkan PIP untuk yang membutuhkan. Namun hal itu tidak dinikmati oleh penerima manfaat. Diduga dana PIP diselewengkan dan digelapkan oleh pihak sekolah. Akhirnya berujung dilaporkan ke Kepolisian.


Hal itu dibenarkan oleh Ari Samsul Arifin, Ketua LBH Cakra "Benar hari ini Senin, (03/02/2020) saya melaporkan ke Polres Situbondo terkait dugaan penyelewengan dan penggelapan dana PIP terkait dengan hak yang seharusnya diterima oleh siswa sekolah khususnya siswa SMK di salah satu di Kecamatan Besuki. Adapun nilai dari bantuan Dana PIP tersebut pada tahun 2018 tercatat sejumlah 97 juta secara keseluruhan", jelasnya.


Lanjut Ari, "Dan pada tahun 2019 tercatat sejumlah 81 juta. Dinyatakan bahwa dari keseluruhan jumlah siswa yang tercatat pada data statistik Siswa SMK di Besuki dimana disebutkan pada tahun 2018 sebanyak 123 siswa dan pada tahun 2019 sebanyak 111 siswa, sejumlah siswa telah menerima bantuan dana PIP yang terdiri dari Dana Aspirasi dan Dana PIP Reguler", jelasnya.


Ari menambahkan, "Namun diduga telah terjadi penyelewengan dan penggelapan oleh HS, oknum Kepala Sekolah SMK dalam proses penyaluran Dana PIP tersebut. Hal ini terkait dengan adanya temuan dan pengaduan dari beberapa pihak yakni LBH Cakra", ujarnya.


Lebih jauh lagi, "Ada beberapa siswa yang namanya tercatat sebagai penerima Dana PIP bahkan orang tua dari beberapa siswa tersebut juga sudah pernah dipanggil ke sekolah dalam rangka pemberitahuan tentang penerimaan Dana PIP tersebut. Namun kenyataannya mereka tidak pernah menerima dana bantuan yang dimaksud. Hal ini dikuatkan dengan Surat Pernyataan bermaterai dari 3 siswa SMK di Besuki".


Ari mengaku, "Namun HS selaku oknum Kepala Sekolah membantah adanya penyelewengan dan penggelapan yg dituduhkan kepadanya. Dan menerangkan bahwa penyaluran hak siswa tersebut sudah dilaksanakan sebagai mana mestinya". (Baim)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages