TEAM AKTIVIS INDEPENDENT JAKARTA (AIJ) LAPORKAN DUGAAN PENYIMPANGAN PENGELOLAAN DANA DESA (DD) DAN (ADD) DESA CANDI KECAMATAN DUNGKEK - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

27 January 2020

TEAM AKTIVIS INDEPENDENT JAKARTA (AIJ) LAPORKAN DUGAAN PENYIMPANGAN PENGELOLAAN DANA DESA (DD) DAN (ADD) DESA CANDI KECAMATAN DUNGKEK



Sumenep, Media Nasional Cakrawala

Warga Desa Candi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, mengaku resah terhadap sikap Kepala Desa (Kades) Sunaryo. Diduga telah terjadi manipulasi dalam mengelola anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) selama masa jabatannya dari  2013 hingga 2019.

Hal ini disampaikan pelapor Team Aktivis Independent Jakarta/Londo (36th) warga Palmerah Jakarta barat, RT 002/RW 006, melalui rilis yang diterima media ini (27/01/2020).


Londo membeberkan dugaan tindakan manipulatif yang dilakukan Kades Sunaryo Di antaranya, beberapa item kegiatan pembangunan infrastruktur desa yang tidak rampung dikerjakan. Selain itu, terdapat bantuan raskin/rastra (beras miskin/beras sejahtera) yang fiktif.

Menurut salah satu warga, tindakan kades ini tidak terlepas dari sikapnya yang tidak transparan dalam pengelolaan ADD/DD. Ia memberikan contoh pembangunan irigasi dan pembangunan paving di beberapa dusun di desanya yang di kerjakan dikerjakan asal asalan hingga sekarang.

Bahkan sejak terpilihnya kembali sebagai kades,keamanan di dusun makin kurang baik banyak terjadi Curanwan bahkan Polindes di biarkan Begitu saja Sampai Ambruk Sehingga sarana publik yang bertujuan untuk mempermudah Pengobatan warga setempat itu tidak dapat dinikmati warga.

"Ada beberapa program pemerintah yang tidak Transparan. bahkan Hanya ada papan nama dan Papan Nama saja di jalan. Tetapi pekerjaan ini hanya Fiktif.kata salah seorang warga.

Parahnya lagi, lanjut salah satu, raskin/rastra yang seharusnya disalurkan ke penerima manfaat ternyata tidak disalurkan dengan semestinya. Sejak sunaryo dilantik pada 2013 hingga terpilih kembali  di periode kedua .

Salah satu warga mengaku sudah mengingatkan kades yang bersangkutan. Namun, hal itu diabaikan dengan alasan kades itu "Asal Bukan Malaikat Saja yg datang ke Desa Candi.

"Kami minta kejaksaan dan Polres Sumenep menindaklanjuti laporan kami. Kami juga melampirkan surat pernyataan PRONA dari BPN Sumenep bahwa Prona di desa Candi Juga terdapat Pungutan liar (Pungli) di laporan itu," tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum salah satu warga Candi , meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menindaklajnuti laporan tersebut.Kalau awal-awalnya saja ada pelaporan, dia semangat. Tapi seketika sudah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, terkadang tindak lanjutnya tidak jelas," ucapnya.


Di sisi lain, salah satu warga sempat mengatakan bahwa Kades Sunaryo sempat menantang kliennya tersebut agar kasus ini dibawa ke jalur hukum. "Kades Sunaryo ini malahan menantang. Padahal kami menunggu iktikad baik secara kekeluargaan. Tapi malah di sana pasang badan," ujarnya.

Selain melaporkan ke Kejari Sumenep, pelapor juga menyampaikan tembusan ke menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi RI, KPK RI, jaksa agung, Pengadilan Tinggi Jatim, Kejaksaan Tinggi Jatim, Polda Jatim, Pengadilan Negeri Sumenep, dan Polres Sumenep.

Apa tanggapan Kades Sunaryo? Sampai berita ini ditulis, Sunaryo siap Membeli Hukum dan Asal Bukan Malaikat yg datang saat di konfirmasi melalui ponselnya.(red)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages