Diduga Korupsi hingga Rp 2,9 M, Mantan Kades dan Ketua BPD Bulusari Ditangkap KEJARI - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

18 October 2019

Diduga Korupsi hingga Rp 2,9 M, Mantan Kades dan Ketua BPD Bulusari Ditangkap KEJARI



Pasuruan, -media nasional cakrawala 
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan berhasil menangkap Yudono mantan Kepala Desa dan Bambang Nuryanto mantan Ketua BPD Bulusari, Kecamatan Gempol, kabupaten setempat. Keduanya ditangkap lantaran diduga melakukan tindak korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari Gempol senilai Rp 2,9 M.

Penangkapan kedua tersangka ini, dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra  pada Kamis (17/10/2019) pagi sekitar pukul 05:00 wib di rumahnya masing-masing.

Saat kami lakukan penangkapan di rumahnya masing-masing Tersangka tanpa ada perlawanan. Bahkan, tersangka Yudono kami tangkap saat sedang tertidur pulas, ” ujar Kasi Pidsus, Denny Saputra kepada media 

Dijelaskan, sebelum dilakukan penangkapan atas kedua tersangka tersebut, pihak tim penyidik tindak pidana khusus telah melakukan 3 x panggilan atas keduanya secara layak. Namun kedua tersangka awalnya tidak hadir dengan alasan sakit dan dibuktikan surat keterangan sakit yang dikeluarkan oleh RS Bhayangkara Porong. Dan pada panggilan kedua dan ketiga kedua tersangka tidak menghadiri tanpa alasan yang jelas serta menghindar dari panggilan tersebut,  imbuhnya.

Ditambahkan, selama dalam buruan petugas, kedua tersangka ini selalu berpindah-pindah tempat. Pada malam hari pulang ke rumah dan saat habis sholat subuh kembali keluar rumah.

“Hal itu sengaja dilakukan keduanya agar tidak terendus oleh kami, akan tetapi tim pantau dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan selalu mendeteksi keberadaan keduanya siang-malam. Sehingga setelah hampir satu pekan kami pantau dan dipastikan keduanya berada di dalam rumah, saat itu juga langsung di lakukan penggerebekan  kami tangkap dan kami gelandang ke kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan,  bebernya.

Setelah dilakukan pemeriksaan atas kedua tersangka, akhirnya kami menahan keduanya untuk 20 hari kedepan. Penahanan terhadap keduanya terpaksa kami lakukan karena keduanya tidak kooperatif, melarikan diri, berusaha menghilangkan alat bukti dan mempengaruhi para saksi,  tambah kang Deny sapaan pria yang hobi mengkoleksi satwa langka tersebut.

Sementara itu, Nur Chosim penasehat hukum tersangka Yudono, saat dikonfirmasi mengaku, sangat kecewa dengan penahanan terhadap kliennya yang telah dilakukan oleh pihak Kejari Kabupaten Pasuruan.

Hal ini karena obyek yang diperkarakan masih kami gugat secara perdata di PN Bangil dan penetapan status tersangkanya juga telah kami ajukan pra peradilan ucapnya.

Menurutnya, diduga penahanan terhadap kliennya itu ada muatan politis.

“Klien kami saat ini sedang mengikuti kontestasi Pilkades, sehingga secara otomatis dengan penahanan ini sangat jelas ada upaya penjegalan atas diri klien kami. Untuk itu kami akan melakukan upaya hukum yakni penangguhan tahanan,  ungkap Nur Chosim pengacara asal Mojokerto.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, sejumlah warga desa pada akhir tahun 2015 lalu mempertanyakan keberadaan TKD Bulusari yang berada di Dusun Jurang Pelen desa setempat, yang diexploitasi menjadi tambang galian C oleh pihak Yudono dan Bambang.

Kala itu sempat santer kabar bahwa  tanah seluas 4,5 hektar tersebut bukan TKD namun milik CV Punika.Bahkan pihak Yudono hendak melegalkan atau membalik nama TKD atas nama CV. Punika, padahal dalam lembar SPPT dengan peta blok nomor 12 Dusun Jurang Pelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan  yang dikeluarkan oleh pihak KPP Pajak Pratama Pasuruan tertulis Tanah Kas Desa Bulusari.

Proses penyidikan hingga penetapan tersangka atas perkara tersebut selain memakan waktu lama dan biaya besar, juga membuat pihak penyidik tindak pidana khusus harus mendatangkan beberapa saksi ahli. Di antaranya ahli geodesi, pertanahan dan BPKP. Kasus inipun mendapatkan atensi dari Presiden Jokowi dan Kejaksaan Agung RI serta merupakan kasus korupsi kepala desa rekor nasional yang nilai kerugian negara mencapai 2,9 miliar.(MNC)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages