Diduga Mencemarkan Nama Baik, Pemilik Akun Facebook Fida Abel Dilaporkan ke Polres Sumenep - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

28 September 2019

Diduga Mencemarkan Nama Baik, Pemilik Akun Facebook Fida Abel Dilaporkan ke Polres Sumenep

Hj. Sri Hajati dengan suaminya Benny Halim waktu di Polres Sumenep hari Kamis, 26/09 waktu menghadiri panggilan penyidik (Foto : Ist)
SUMENEP, MEDIACAKRAWALA.Com - Hj. Sri Hajati, resmi melaporkan Hj. Ummo Hafida pemilik akun Facebook Fida Abel ke SPKT Polres Sumenep, Madura, Jawa timur.
Dilaporkannya, Hj. Ummo Hafida warga Desa Jungkat Kecamatan Ra’as Kabupaten Sumenep ini karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik dengan menuduh Hj. Sri Hajati selaku Kades Tonduk sebagai penipu kelas kakap melalui media sosial massanger (Inbok) facebook.
Geram dengan tuduhan tersebut, Hj. Sri Hajati yang didampingi pengacaranya mendatangi SPKT Polres Sumenep dan melaporkan Hj. Ummo Hafida yang diduga pemilik akun facebook Fida Abel tersebut pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 sekira pukul 14.00 wib.
Berdasarkan kronologis yang diterima awak media. Pada hari Sabtu, tanggal 20 Juli 2019 sekitar jam 12.00 wib. datang saksi (1) kepada PELAPOR di rumah kontrakannya yaitu di Jalan Agus Salim Pangarangan Sumenep, memberitahukan dan memperlihatkan massanger (inbok) dari akun facebook milik Terlapor dengan nama akun Fida Abel ke massanger (inbok) facebook milik saksi (1) dengan nama akun Suharto Suharto, yang mana di dalam percakapan massanger (inbok) tersebut Terlapor menuduh Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap.
Setelah Pelapor membaca percakapan chatting massanger yang diperlihatkan saksi (1), kemudian saksi (1) juga memperlihatkan history pada akun facebook bernama Fida Abel milik Terlapor yang memampang foto Pelapor dan suaminya (saksi 2) dengan memberikan tulisan “Mungkin ada yang kenal ,saya sedang mencari orang ini.”
Setelah Pelapor membaca percakapan chatting massanger (inbok) dan melihat foto history facebook yang diperlihatkan saksi 1, maka pelapor langsung memanggil suaminya (saksi 2) ke ruang tamu dan pelapor bersama saksi (1) juga memperlihatkan kepada saksi (2) tentang history facebook Terlapor bernama Fida Abel dan juga memperlihatkan percakapan massanger (inbok) Terlapor yang menuduh Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap.
Setelah saksi (2) selesai melihat history facebook terlapor soal tuduhan Terlapor kepada Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap. Maka saksi (2) langsung menyuruh pelapor untuk menelpon dan menanyakan kepada Terlapor apa maksudnya Terlapor memampang foto pelapor di history facebooknya dan apa maksudnya Terlapor menuduh pelapor Penipu Kelas Kakap.
Sehingga di dalam percakapan telpon tersebut terjadi perdebatan dan pada intinya Terlapor mengakui kepada Pelapor kalau terlapor bilang pelapor sebagai penipu kelas kakap (Bukti Rekaman Sebagaimana Terlampir)
Dikarenakan Terlapor tetap ngotot menuduh Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap maka sebagai pilihan terakhir PELAPOR melaporkan kasus ini ke POLRES SUMENEP.
Kini kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut sudah memasuki tahap konfrontir dimana pihak Polres Sumenep dalam hal ini penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap pelapor dan terlapor guna dilakukan konfrontasi pada hari Kamis 26 September 2019.
Ditemui di kantor Mapolres Sumenep Kades Tonduk Hj. Sri Hajati bersama suaminya H. Beny, mengatakan bahwa kedatangannya ke Kantor Mapolres Sumenep dalam rangka untuk memenuhi panggilan penyidik.
“Konfrontasi kasus ITE kemarin itu mas. Kasus yang terjadi pada bulan 7 (September) 2019 kemarin,” katanya kapada awak media Kamis (26/9)
Dikatakannya, perkembanganya kita tetap akan kawal kepada penyidik biar kita tau bagaimana prosesnya ke depan.
“Pencemaran nama baiknya dalam bentuk salah satunya menyampaikan lewat facebook historinya, menyampaikan dengan kata-kata penipu kelas kakap lah, atau makan uang haram lah segala macamnya lah seperti itu mas,” sebut pelapor.
Saat ditanya apakah terlapor juga hadir dalam pemanggilan konfrontir ini…? Menurutnya iya hadir juga.
“Karena saat ini masih ada acara Unras katanya penyidik, makanya ditunda 1 jam dan kami akan kembali lagi nunggu informasi dari penyidik. Dan perkembanganya kasus ini sudah sesui dengan prosedur,” katanya.
Saat sedikit disinggung apakah menurut pelapor pihak polres lambat dalam menangani kasus ini..? Menurut Pelapor tidak lambat. “Tidak mas, Alhamdulillah penyidik Polres Sumenep sudah sesuai dengan prosedur,” ucapnya.
Sementara Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, membenarkan bahwa ada laporan, saat ini pihak Polres Sumenep tengah memanggil pelapor dalam hal ini Pelapor, Hj. Sri Hajati dan terlapor Hj. Ummo Hafida, untuk dilakukan pemeriksaan secara konfrontasi.
“Iya benar, baik pelapor dan terlapor sudah semuanya hadir memenuhi panggilan penyidik dan sudah selesai dikonfrontir,” kata AKP Widiarti SH, kepada pewarta kamis 26/09 di ruang kerjanya.
Lebih lanjut mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menyampaikan bahwa, Penyidik Polres Sumenep juga telah meminta keterangan dari empat orang saksi.
“Dan untuk langkah selanjutnya, lanjut Bu Widi biasa dipanggil, penyidik Polres Sumenep akan meminta keterangan dari saksi ahli, baik dari keterangan saksi ahli bahasa dan saksi ahli lainnya,” imbuhnya (Ivan/NoorIfansyah)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages