DEP COLLEKTOR MAKIN MERAJARELA - MEDIA NASIONAL CAKRAWALA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

26 September 2019

DEP COLLEKTOR MAKIN MERAJARELA


Pasuruan-media nasional cakrawala
Di Kecamatan Nguling,  kabupaten pasuruan,    terjadi  Sebuah tindakan yang sempat membuat perbincangan masyarakat luas  dan juga geram  warga sekitar,  kejadian yang di lakukan oleh beberapa orang tepatnya ada enam(6) orang yang mengatas namakan Dirinya adalah Dep Collektor (DC) dari perusahan Mata Dewa Indonesia (MDI),                         

kejadian tersebut menimpa  pada seorang Wanita    38thun ber inisial (HRN) Alamat dusun krajan,desa Tambakrejo, kecamatan Tongas, kabupaten probolinggo, jawatimur,    

(HRN) adalah seorang wanita  dengan 3 anak yatim hasil pernikahan dengan sang suami yang sekira setahun yang lalu meninggal dunia,          semenjak di tinggal (alrm)sang suami setahun yang lalu (HRN) sehari harinya selalu di sibukkan dengan pekerjaannya banting tulang seorang diri,  demi untuk menghidupi keluarga dan anak anaknya yang masih kecil kecil, dan selain dari pada itu (HRN) ibu dari tiga(3) anak yatim ini juga mempunyai  kewajiban atau                  tanggung jawab yang tak lain menuruskan tanggungan angsuran kredit mobil di salah satu (BANK finan)  yang di kredit semenjak suami masi hidup,

Selama  melakukan pembayaran kreditnya ke  (BANK FINAN) Walaupun  sebenarnya terasa berat akan tetapi dengan segala daya dan upaya  (HRN) selalu seportif   melakukan pembayaran dan bahkan hampir tidak pernah telat untuk membayar cicilannya,        karna baginya mobil satu satunya ini adalah suatu amanah dan riwayat penting dari (almr) suaminya yang patut harus bisah di perjuangkan walau bagaimanapun cara dan kondisinya,     

Hingga pada menginjak  angsuran yang ke-28 dan ke-29 atau dua(2)  bulan terakhir  (HRN) Benar benar dalam keadaan sedang sulit ke uangan, karna banyaknya kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak anaknya,         sehingga jadi menunggak sampai 2bulan dan (HRN) pun  jadi tak sempat berfikir akan hal hal yang buruk terjadi karna baginya masih menunggak dua(2)bulan, dan lagi teguran atau somasi dari pihak  (BANK finan) pun masih baru satu(1) kali di layangkan kepadanya.       akan tetapi dirinya bukan berarti diam saja namun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mecarikan uang supaya secepatnya bisa  membayar tunggakannya,     

Sampai  Hal yang tak pernah di duga dan di sangka oleh (HRN) terjadi,         tepatnya pada hari RABU tgl-18- septmber-2019   saat kerja (HRN) di datangi oleh beberapa orang ke tempat kerjanya di kemamatan nguling, kab.pasuruan,       karna merasa tidak enak sama rekan rekan kerjaNya  (HRN) meminta orang orang tadi yang setelah di ketahui mereka adalah Dep Collektor(DC)  untuk menunggu di rumahnya, akan tetapi tidak di hiraukan oleh  kumpulan DepCollektor (DC) tersebut,  bahkan meminta (HRN) waktu itu juga harus ikut dengan mereka, karna dari itu dengan sangat terpaksa (HRN) memutuskan untuk ijin dari kantor tempat kerjanya     dan ikut mereka ,           awalnya (HRN) di suruh masuk mobil mereka yang berkaca serba gelap,    dan (HRN) yang  sebelumnya  mengira jumlah mereka hanya dua(2) atau tiga (3)orang saja ternyata setelah masuk mobil jumlah mereka (DC) ada 6 orang dengan muka seram gaya preman,       di dalam mobil itulah (HRN) di ajak ngobrol/debat yang intinya pada hari itu juga (HRN) di suruh bayar dua(2) kali angsuran keterlambatan berikut dendanya dan juga di minta bayar biaya tarik mobil sebesar rp-15jt     awalnya,  yang kemudian di turunkan biaya tarik mobilnya menjadi rp-10jt, atau kalau tidak bisah mobil akan tetap di bawah oleh komplotan Dep Collektor   tersebut.    karna merasa takut dia seorang wanita sendirian di dalam mobil gelap di hadapi enam(6) orang Dep Collektor  (HRN) sangat  merasa takut dan tidak bisah berbuat banyak sehingga akhirnya pasrah di minta apapun tanpa bisah berfikir sehat lagi  bahkan saat di mintai untuk menanda tangani lembar berkas atau surat yang kata dari sala satu (DC) adalah surat untuk pengambilan mobil bila sudah menyelesaikan pembayaran berikut denda dan biaya tarik mobil.      (HRN) pun tidak kuasa untuk membaca isinya terlebih dahulu karna merasa  sangat takut  dalam tekanan kejiwaan dan mentalnya.     

Stelah itu (HRN) Di minta keluar dari mobil (DC) dan di suruh naik mobilnya sendiri di barengi dengan dua(2)orang dari enam(6) komplotan(DC)  yang dalinya mau di ajak ke malang ke kantor FINAN(OTO) dan empat (4)orang  lainnya naik mobil milik (DC) mengikuti di belakang,         
akan tetapi di tengah jalan (HRN) berusaha di bujuk dan di minta untuk turun di sebuah pom bensin di daera kab.pasuruan  di suruh pulang naik ojek atau apapun katanya dan (DC) juga meminta pada (HRN) agar mau di ajak kerja sama atau tidak bikin ruwet agar mereka juga tidak berbuat ruwet.  Dalam keadaan tertekan dan Rasa takut yang sangat (HRN) pun menyerah tidak bisah lagi mengendalikan dirinya cuma  dan pasrah dan menangis membiarkan  mobilnya di bawah walaupun sebenarnya sangat tidak rela tapi apa daya baginya seorang wanita,    (HRN) juga di minta  secepatnya mencari uang sebesar 15jt untuk bisah mengambil lagi mobil miliknya. 

Di tulis berdasarkan  keterangan langsung dari  NARASUMBER yang tidak lain dalam hal ini adalah yang bersangkutaN (HRN).     Dalam keterangannya pula (HRN) mengatakan  bahwa pihaknya saat ini sudah melaporkan kejadian tersebut di atas kepada pihak berwajib dalam hal ini KEPOLISIAN RI (POLRES PASURUAN) dan  sangat berharap kepada pihak berwajib berharap agar benar benar bisah menegak hukum dan rasa keadilan se adil adilnya kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum pungkasnya.( Team//MNC)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages