Articles by "Kriminal"


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Ramai menjadi pembincangan dan diberitakan sebelumnya, terdakwa FR terkait sidang kasus penganiayaan mantan istri sirrinya di tuntut oleh jaksa penuntut selama 1 tahun penjara karena menurut Jaksa, Terdakwa FR sudah memenuhi pasal yang didakwakan.

Hari ini sudang memasuki sidang pledoi atau pembelaan dakwaan. Sidang dimulai hari Selasa, (22/01/2019) sekitar pukul 11.00 WIB dan dipimpin oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Situbondo, Hj. TOETIK ERNAWATI, S.H.,M.H . Kuasa Hukum Terdakwa FR mengajukan penundaan pembacaan pembelaan dengan alasan belum siap, "Yang mulia, kami selaku kuasa hukum memohon untuk ditundanya sidang pembacaan pembelaan karena kami belum siap", ucap Kuasa Hukum Jayadi.

Namun permohonan penundaan yang diajukan oleh Kuasa Hukum ditolak Majelis Hakim karena sering terjadinya penundaan dan Hakim Ketua mempersilahkan Terdakwa FR untuk melakukan pembelaan langsung secara lisan.

Kepada Majelis Hakim Terdakwa FR mengatakan, "Saya hanya menampar satu kali dan saya menyesal, saya mohon keringanan yang mulia karena saya menjadi tulang punggung keluarga".

Menanggapi pembelaan terdakwa FR Hakim Ketua mengatakan, "Permohonan Terdakwa kami catat dan akan di pertimbangkan untuk sidang putusan akan dilaksanakan tanggal 7 Februari 2019".

Sementara itu Ketum GP Sakera dan sekaligus Pembinan S One mengatakan "Saya apresiasi ketegasan Majelis Hakim untuk tetap melanjutkan sidang dan tentang pembelaan terdakwa bahwa hanya menampar saja itu adalah hak terdakwa", ucap Syaiful Bahri.

Lanjut bang Ipoel panggilan akrabnya, "Namun fakta sidang baik bukti maupun saksi pembelaan terdakwa terbantahkan, semoga saja melalui ketokan palu Hakim, korban yang seorang wanita lemah bisa mendapatkan keadilan dengan putusan yang maksimal".

"Putusan Majelis Hakim tanggal 7 Februari nanti akan menjadi tolak ukur apakah Pengadilan Negeri Situbondo akan memberikan keadilan kepada korban sebagai hak wanita untuk dilindungi", pungkasnya. (St1)


Asahan, Media Nasional Cakrawala - Empat orang pelaku komplotan pembobol kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dengan modus mengganjal slot (tempat kartu ATM) di mesin berhasil di bekuk petugas  Sat Reskrim Polres Asahan . Ke empat pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki mereka , karena berusaha melawan petugas pada saat disergap .

Masing-masing pelaku yakni ” Saparudin (42) warga jalan Brigjen Katamso Medan, Efendi Syahputra (24) warga Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, Abdi Putra (32) warga jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung dan Bob Zulfikar (32) warga Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.

Informasi yang diterima Polres Asahan , komplotan ini melakukan aksi nya Rabu (16/01/2019) di mesin ATM yang ada di kawasan supermarket Desa Aek Loba Kabupaten Asahan. Salah Seorang tersangka terlebih dahulu masuk ke bilik ATM untuk untuk menjalankan aksinya dengan cara mengganjal slot (tempat memasukkan kartu ATM).


Selanjutnya jika ada seseorang yang  hendak mengambil uang dari mesin ATM tersebut dan mengalami kesulitan . tersangka Kemudian datang kebilik ATM yang kerap berpura-pura menjadi teknisi datang dan lansung menawarkan bantuan kepada calon korbanya , dengan modus membantu kesulitan korban nya , dan menyuruh korban memasukkan PIN (Personal Identification Number) ATM nya agar bisa bertransaksi.

Namun kartu ATM milik korban tersangkut sehingga korban melapor ke kantor BRI Aek Loba dan terkejut melihat saldo di rekening nya sudah terkuras 2 juta rupiah. Korban yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Raja Polres Asahan.

Petugas Kepolisian yang menerima laporan, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas para pelaku. Komplotan pembobol kartu ATM dengan modus mengganjal slot kartu ini dibekuk petugas unit Jatanras Polres Asahan dibantu personil Sat Reskrim Polres Labuhan Batu, saat berada di jalan SM. Raja Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara Rabu (16/01/2019) malam.

Ke empat pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki, karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat hendak ditangkap. Ke empat pelaku kemudian dibawa ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kota Kisaran untuk mendapat perawatan medis.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Jatanras Ipda Khomainisaat  menjelaskan , bahwa dari hasil penyelidikan sementara , komplotan ini sudah beraksi di berbagai kota di Sumatera Utara. ” Untuk wilayah Kabupaten Asahan , mereka kerap melakukan aksinya di kawasan Kota Kisaran, Simpang Empat, dan Aek Ledong. Sedangkan kota lain nya yakni Medan, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, dan kemungkinan juga sudah beraksi di Labuhan Batu karena mereka kita tangkap disana”, ungkap Faisal

Dari para tersangka disita barang bukti kartu ATM sebanyak 31 lembar, 4 unit handphone, uang tunai tujuh juta seratus lima puluh ribu rupiah, 1 pack tusuk gigi, serta 1 unit mobil Toyota Calya BK 1991 FB yang digunakan untuk melakukan aksinya.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan bantuan atau yang mengaku sebagai teknisi. “Jika ada kendala saat bertransaksi di mesin ATM, segera lapor dengan mendatangi kantor Bank terdekat. Jangan percaya dengan tawaran bantuan orang yang tidak dikenal, apalagi sampai meminta nomor PIN”, ujar Mantan Kapolres Nias Selatan .

Mantan Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara ini juga memberi peringatan kepada para pelaku kejahatan agar tidak melakukan tindakan kriminal di wilayah hukum nya. “Jangan coba-coba melakukan tindak pidana di Kabupaten Asahan, pasti akan kami kejar dan diberi tindakan tegas”, pungkas Faisal. (Leo depari)

Sumenep, Media Nasional Cakrawala -Seorang kuli tinta kembali dikabarkan dianiaya oleh oknum Pokmas dikabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur saat sedang melakukan tugasnya sebagai seorang jurnalis.

Sebagaimana dilansir dari beberapa media bahwa kejadian penganiayaan tersebut bermula saat Faisol (22), wartawan MEMOonline.co.id yang bertugas di Pamekasan dicekik lehernya oleh oknum Pokmas.

Saat itu Faisol menjalankan tugas meng investigasi lima paket bantuan hibah ke Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Sebab sesuai informasi yang diterima, dari lima paket bantuan hibah yang ditempatkan di Desa Plakpak-Pamekasan tersebut, diduga bermasalah.

Karena, dari lima Paket bantuan hibah yang diterima lima Pokmas, yakni pokmas Kencana, Mutiara, Ispalmisjah, Sehati dan An-Nur, dan ditempatkan di Desa Plakpak, dikabarkan hanya dua yang dikerjakan. Sementara tiga pokmas lainnya, tidak diketahui keberadaannya.

Ditambahkan Faisol, kronologis detail peristiwa pencekikan itu bermula saat dirinya meminta kepada Sekretaris Desa (Sekdes), beberapa perangkat desa dan operator desa Plakpak untuk memfasilitasi dirinya bertemu dengan kedua pokmas yang ada.


Namun, setelah salah seorang ketua pokmas yang datang itu marah-marah dan langsung melakukan tindak kekerasan kepadanya.

"Salah seorang ketua pokmas dari salah satu pokmas tersebut datang marah-marah dan langsung mencekik leher saya. Tak hanya itu, bahkan si Jubri sempat mau memukul saya dengan asbak kayu besar yang dipegangnya itu," tuturnya.

Melihat kejadian menyedihkan tersebut, Ikatan Wartawan Online Kabupaten Sumenep menyayangkan kekerasan terhadap kuli tinta kembali terjadi.

"Kami sangat menyayangkan kekerasan terhadap kuli tinta ini kembali terjadi, seharusnya halayak umum terutama pemerintah setempat tau bahwa para kuli tinta saat bertugas dilindungi oleh undang-undang" tutur Trisno Surya ketua IWO Sumenep. Selasa (08/01/2019).

Pihaknya menyampaikan bahwa Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Wartawan Online (DPD IWO) Kabupaten Sumenep mengecam keras terhadap pelaku kekerasan kepada wartawan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur. 

"Dan kami minta, pihak Polres Pamekasan mengusut tuntas kasus ini, karena jika tidak saya yakin seluruh wartawan akan terpanggil untuk membela sesama wartawan, apalagi kasus ini adalah kasus kekerasan" pungkasnya.(IWO)

Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Pada hari Minggu tgl 6 Januari 2019, telah menangani perkara membawa senjata tajam tanpa hak di Kepulauan Kangean Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Madura Jawatimur 

Atas nama  tersangka Jefri Hermanto,umur 25 th, swasta,Dusun Kalowang Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep

Dasar:
1. Laporan Polisi nomor : 03/I/2019/Jatim/Ressumenep/Sekkangean, tanggal 05 Januari 2019
2. Spindik Nomor : 03/I/2019/Polsek, tanggal 05 Januari 2019.
Sedangkan tempat kejadian di Desa Laok Jang-Jang Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep. 

Manurut Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri Pada hari Sabtu tanggal 05 Januari 2019, sekira pukul 10.00 wib petugas juga mendapatkan informasi bahwa Terlapor sedang mengendarai sepeda motor dari arah timur ke arah barat,yang sebelumnya Terlapor di duga sebagai pelaku curas di Desa Arjasa  Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep."Ungkap Heri

Setelah dilakukan pengejaraan dan telah tertangkap di Desa Laok Jang - jang dan terlapor kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit yang diselipkan di perutnya. 
Adapun terhadap perkara Curas No.lp : 02/I/2019/Sek Kangean, tanggal 5 Januari 2019,pelapor Atmawati alamat Dusun Mangong mangong Desa Arjasa dengan cara diancam mau dibunuh dengan parang,lalu kemudian kalung ditarik se berat 30 gram sampai leher terluka,dan bukan hanya itu saja dia juga uangpun diambil sebesar Rp 450.000,- , ciri ciri pelaku pakai kaos hitam,sarung hitam batik putih,rambut kanan kiri tipis tengahnya panjang,tangan kiri cacat tidak bisa digerakkan." Imbuhnya


Adapun ciri ciri tersebut diatas sesuai dengan ciri ciri tersangka Jefri Hermanto namun tersangka tersebut mungkir terhadap prilakunya sendiri.Untuk kasus Curas akan diberkas lain sambil melengkapi barang bukti dan saksi mengingat tersebut mungkir dan berbelit belit mempersulit proses penyidikan."Pungkasnya 

Namun barang bukti kasus sajam berupa:
- Sebilah Celurit lengkap dengan sarungnya ukuran panjang 54 Cm.
Korban Dedy (Polri)
Kemudian barang bukti kasus curas yaitu berupa:
_ Kaos hitam lengan pendek
_ Sarung hitam batik putih
_ Parang disita di TKP
Korban Atmawati

Dan kemudian Perkara tanpa hak membawa, memiliki atau menguasai senjata tajam berupa sebilah celurit, sebagaimana dimaksud  pasal 2 ayat(1) UU.Nomor : 12/Drt/1951."begitu paparnya.(Saleh)

Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Pada hari Rabu tgl 2 Januari 2019, telah melakukan penangkapan dan di lanjutkan dengan Polres Sumenep Melakukan Penahanan tersangka terkait dengan kasus ILEGAL 
LOGING Sumenep Madura Jawatimur 

Pelaku di tangkap di Jalan setapak Desa Pandeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep,dan barang bukti yang sudah di amankan berupa satu unit mobil Cerry tanpa spanten Plat nomor L 9532 AA yang memuat 30 batang kayu jati bentuk gelondongan.
17 batang kayu jati yang diamankan di TKP kawasan hutan Jati petak 24, RPH Sawah Sumur.

Sedangkan korban kali ini Perhutani RPH Sawah Sumur BKPH Kangean Barat Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep,adapun tersangka bernama HERMAN,umur 29 th,pekerjaan Supir,Dusun Pasar Desa Pandemam Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep.

Menurut info Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri Pada hari Minggu tanggal 30 Desember 2018, sekira pukul 12.00 wib petugas perhutani mendapatkan informasi bahwa ada penebangan kayu jati di dalam kawasan hutan jati di petak 24 RPH sawah sumur Desa Pandeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep."Ungkap Heri

"Setelah dilakukan patroli dan pengecekan benar telah terjadi penebangan kayu jati dan di TKP diketemukan kayu jati sebanyak 17 batang dan 47 tonggak yang masih basah,setelah di lakukan pencurian kayu jati yang lainnya di ketemukan di area perkebunan dalam keadaan ditumpuk,tidak di ketahui siapa pemiliknya." Imbuhnya


Selanjutnya Petugas Perhutani melakukan penyanggongan dan pada pukul 17.50 wib telah datang seseorang yang bernama DULHANNAN dan menunggui kayu tersebut dan tak seberapa lama datang mobil Cerry dan memuat kayu - kayu tersebut.

Setelah mobil berjalan meninggalkan lokasi Petugas Perhutani melakukan penghadangan dan saat mobil berhenti DULHANNAN yang duduk di belakang diatas kayu langsung melarikan diri dan sopir atas nama HERMAN tidak bisa menunjukkan surat keterangan kayu yang diangkutnya tersebut.begitu paparnya. (Saleh)


Medan, Media Nasional Cakrawala  - KAPOLDASU Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH mengatakan selama Tahun 2018 terjadi penurunan beberapa kasus kejahatan.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 14 % jika dibandingkan dengan Tahun 2017 yang ditangani Poldasu dan Polres se-jajaran.

“Selama tahun 2018, jajaran Poldasu telah menangani kejahatan atau gangguan kamtibmas sebanyak 35.065 kasus dan penyelesaian sebanyak 23.523 kasus atau 67%,” kata Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH didampingi Wakapolda Sumut, Brigjend Pol H Mardiaz Khusin Dwihananto SIK MHum pada konferensi pers akhir Tahun 2018 di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis (27/12/2018).

Jika dibandingkan dengan Tahun 2017, disebutkannya, Polri menangani 40.775 kasus kejahatan, terjadi penurunan tingkat kejahatan sebanyak 5.710 kasus atau 14%.

Kapoldasu mengatakan kasus-kasus yang mengalami penurunan konvensional Tahun 2017 dari tindak pidana (TP) 34.458 dan dituntaskan sebanyak 21.556 yang tertuntaskan sebanyak 62,5% dan di Tahun 2018 BB tindak pidana terjadi 28.629 yang tertuntaskan sebanyak 18.154 atau 63,4%.

Sedangkan kejahatan trans nasional Tahun 2017 sebanyak 6.255 TP dan selesai sebanyak 5.841 kasus tertuntaskan atau 62,5%.


Di tahun 2018 ada 28.629 kasus dan dituntaskan 18.154 kasus atau 63,4%.

“Kejahatan terhadap kekayaan negara ada 62 TP dan 62 sudah tertuskan atau 101,6%. Di tahun 2018 Poldasu menangani 61 kasus dan tuntas ada 45 kasus atau 73,7%. Kejahatan implikasi kontijensi,” sebut Alumnus Akpol Tahun 1989 ini.

Lebih lanjut diungkapkan mantan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Mabes Polri ini, kejahatan konvensional dengan jumlah tindak pidana sebanyak 34.458 dan tertuntaskan 21.556 yang turun 56% Tahun 2017 dan Tahun 2018, dari 28.629 dan dituntaskan ada 18.154 atau 63,4%.

“Kejahatan transaksional ada sebanyak 5970 kasus yang ditangani dan dituntaskan 5.683 kasus atau 85%,” ungkap Irjend Agus.

Dituturkan Kapoldasu, kejahatan transaksional, Poldasu dan Polres se-jajaran, seperti narkoba, penyelundupan/kepabeanan, cyber crime, trafficking, hate speech, teroris dan penylahgunaan bahan peledak.

Dari kasus transaksional, peringkat pertama kasus yang menonjol narkoba yang mengalami kenaikan dari Tahun 2017 ada 5.897 kasus dan dituntaskan ada 5.621 kasus.

“Untuk tahun 2018 Poldasu menangani 5.926 kasus dan tuntas sebanyak 5.066 kasus. Sedangkan kasus pencurian dengan pemberatan terjadi penurunan dari 5.065 kasus tahun 2017 (56%) dan tahun 2018 ada 28.629 kasus dan tuntas 18.154 kasus (63%),” tandas orang nomor satu di Mapolda Sumut. (Leo)

Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018, sekira pkl 18.00 wib, di pinggir jalan raya Pragaan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, Unit Resmob telah berhasil ungkap kasus dan melakukan penangkapan terhadap pelaku tanpa hak 
membawa, memiliki, menyimpan kendaraan bermotor (mobil) tanpa dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah dan patut diduga hasil kejahatan.

Adapun kejadian terjadi Pada hari Sabtu, tanggal 22 Desember 2018, sekira pkl 18.00 wib. 
Di pinggir jalan raya Pragaan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep.

Sedangkan Tersangka bernama HUSAIRI, Sampang/20 Juli 1990 (umur 28 tahun),  Kewarganegaraan Indonesia, Suku  Madura, Jenis kelamin laki-laki, Agama Islam, Pekerjaan guru honorer/mahasiswa, alamat Dusun Laeran Desa Daleman Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang.


Menurut keterangan Kasubag Humas Polres AKP Mohammad Heri Tersangka membeli 1 unit mobil tanpa dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah, hanya dilengkapi dengan STNK saja dengan harga Rp. 38.000.000,-.
- Selanjutnya selang 3 bulan kemudian tersangka meminta orang bernama SUNARTO untuk mengurus STNK dan BPKB tersebut dengan membayar Rp 17.000.000,-.
- Setelah dilakukan penangkapan dan pengecekan terhadap STNK dan BPKB yang dimiliki oleh tersangka, ternyata STNK dan BPKB tersebut diduga palsu."Uangkap Heri

Kemudian barang yang sudah di sita berupa 1 (satu) unit mobil merk Toyota Avanza warna abu-abu metalik, tahun 2011, Nopol : M-1989-P, Noka : MHFM1BA3JBK330281, Nosin : DH-764496.
- 1 (satu) buah STNK diduga palsu.
- 1 (satu) BPKB diduga palsu.
- 2 (dua) lembar faktur pembelian diduga palsu."Paparnya (Saleh)


Medan, Media Nasional Cakrawala - Ristani Samosir seorang Ibu rumah tangga  yang berdomisili di sidikalang kembali mengutarakan kekesalan nya terhadap Polres Dairi.

Pasalnya ,  laporan nya dengan nomor Lp 45 / V  yang ia laporkan pada tahun 2013  tepatnya 5 tahun yang lalu hingga kini belum terungkap sepenuhnya pelakunya .

Ristani samosir menuturkan bahwa ada Beberapa pria yang melakukan pengrusakan ke ladang nya  . hal tersbut sudah ia laporkan ke polisi

5 tahun sudah berlalu namun Polres dairi hanya mampu menangkap satu orang saja sementara yang lain nya belum ditangkap ,ungkap Ristani melalui telepon selular kepada awak media (Senin 17 desember 2018)

Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan ,Sik saat di konfirmasi mengenai hal tersebut pada (18/12) mengatakan " Maaf ya td saudara sdh komunikasi dng kasat , saya pikir sudah sangat jelas .

Sementara Kasat Reskrim Polres Dairi AKP J Nainggolan saat di konfirmasi pada waktu yang sama mengenai hal tersebut mengatakan " Saya Lagi di medan pak..akan kita cek dan beritahu. (Leo depari)


Bondowoso, Media Nasional Cakrawala - Patut diacungi jempol kinerja jajaran Polsek Tapen dibawah Pimpinan AKP ADMADI YUDA LEKSANA yang dengan cepat menangkap dan mengamankan tersangka  SUJONO alias P.PRI bin ASBI 40.th warga Dusun kebun agung Desa Jurang Sapi Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso.

Kejadian hari Kamis tanggal 6 Desember 2018  sekitar jam 06.45 wib TKP polindes desa gunung Anyar Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso sesuai keterangan saksi 1.sutini, 2.susilowati, 3.mifta ( bidan ) 4.heni ( perawat ) 5.maya ( bidan ) 6.Ira ( bidan ) pelaku SUJONO pernah dihukum dalam perkara pembunuhan dan perampokan sehingga korban merasa takut dan memberikan sejumlah uang kepada pelaku.

Hasil konfirmasi dengan Kanit Reskrim Polsek Tapen AIPTU SUMO REDJO FAJAR NYOTO . SH mengatakan berdasarkan informasi dan laporan IDA NOVIA RINI 39.th Bidan Dusun Krajan lama Desa Gunung Anyar Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso dengan nomor laporan : LP/3/23/X11/2018/Jatim/res bws/sek Tapen tgl 6 Des 2018 saya turun bersama BRIPKA WIJIANTO dan BRIPKA ANDI WIJIANTO bergerak cepat mencari posisi pelaku SUJONO dan meringkus pelaku walaupun ada sedikit perlawanan dan digelandang ke mapolsek Tapen guna penyidikan lebih lanjut beserta barang bukti uang tunai 45.ribu, 1 unit sepeda motor, 1 bilah pisau, berdasarkan hasil interogasi pelaku juga meminta uang dengan cara yang sama kepada SUSILOWATI ( bidan desa taal ) dan MIFTAH ( bidan polindes desa taal ).


Komentar tokoh masyarakat desa Tapen BUDI menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Tapen yang telah berhasil menangkap dan mengamankan tersangka SUJONO yang tindakan nya meresahkan masyarakat ungkapnya kepada wartawan Media Nasional Cakrawala.(imam/red).


Bondowoso, media Nasional Cakrawala - Beberapa LSM dan WARTAWAN yang tergabung dalam forum komunikasi LSM dan WARTAWAN sambangi ahroji ke polres Bondowoso sebagai rasa solidaritas kepedulian terhadap tersangka ahroji  yang sekarang masih menjalani proses hukum atas penangkapan dirinya di depot laris jalan raya Situbondo kecamatan klabang beberapa waktu yang lalu.

Menurut salah satu LSM yang tergabung dalam forum komunikasi menyatakan bahwa penangkapan saudara ahroji oleh tim saber pungli terkesan sedikit Janggal karena tim saber pungli yang seharusnya juga menyebutkan oknom kades kecamatan creme yg menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka tapi sampai saat ini identitas nya ditutupi dan hal ini yang menjadi pertanyaan besar yang seharusnya dia juga dijelaskan kades desa mana dan apa kapasitas nya sehingga dia mau menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka padahal untuk menemui teman - teman LSM dan WARTAWAN sulitnya setengah mati dan oknum kepala desa tersebut juga harus turut diproses karena hukum itu clausal dan Jangan sampai ada diskriminasi terhadap LSM dan WARTAWAN  ungkapnya kepada wartawan media nasional cakrawala .(imam/red)


Warga dusun/desa pohgading kecamatan Pasrepan kabupaten Pasuruan digemparkan suara bom bondet yang menewaskan seorang wanita, diketahui oleh warga sekitar wanita tersebut bernama Husnia 40thn warga dusun Winong desa Pohgading kecamatan Pasrepan kabupaten Pasuruan, wanita tersebut dilempar bom bondet mengakibatkan luka pada kepala dan tersungkur, mengakibatkan korban meninggal di TKP.

Saat media cakrawala menanyai saksi mata warga disekitar kejadian, korban sempat diikuti sepulang kerja, seseorang yang mengikuti dari arah Utara, korban diikuti setelah mau sampai jarak -/+ 1km dari rumah korban dilempar bom bondet, mengakibatkan korban meninggal seketika, pelaku lari kearah selatan.

Warga langsung kontak petugas kepolisian Polsek setempat, dan langsung olah TKP, korban sudah meninggal. Pelaku pelemparan bom bondet masih dalam pengejaran serta penyelidikan kepolisian.


Media Nasional Cakrawala - Bondowoso, Beberapa awak media yang hadir dalam acara ngopi pagi bersama Kapolres Bondowoso AKBP.Febriansyah ,S.I.K yang baru menjabat sebagai Kapolres Bondowoso dalam pertemuan tersebut beliau menyampaikan agar dapatnya awak media sebagai mitra polres dalam menyajikan informasi kepada publik harus aktual dengan Nara  sumber yg jelas sehingga masyarakat mengerti dan paham isi berita yg disajikan dan polres membuka pintu selebar - lebarnya kepada awak media untuk menggali berita dari polres Bondowoso akan tetapi ada informasi yang bisa dipublikasikan langsung ke publik dan juga ada berita yang harus menunggu untuk dipublikasikan jika menyangkut pengembangan suatu kasus penyidikan demi lancarnya proses penanganan suatu kasus dan disarankan menghubungi humas polres untuk menggali berita pungkas Kapolres kepada insan pers yg hadir,dan acara dilanjutkan deklarasi damai dengan harapan Bondowoso aman kondusif menjelang pilpres tahun 2019.

Usai acara deklarasi damai dilanjutkan dengan PRESS CONFERENCE terkait OTT oknum LSM LIRA berinisial A (47.th) yg ditangkap tim saber pungli yg terdiri dari Reskrim polres Prim Afrianto Kejari Bondowoso Saman dan inspektorat pemkab Hasim dirumah makan laris jalan raya Situbondo kecamatan klabang dalam OTT tersebut diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar 40.juta pecahan seratus ribu rupiah dua hand phone, KTP dan dua kartu anggota LSM LIRA serta satu unit mobil grand Livina yg dipakai oleh tersangka untuk melakukan aksinya.


Laporan informasi nomer : LI/05/X/2018 sat Reskrim tgl.30 Oktober 2018 dan laporan polisi nomer : LP/442/X1/2018/Jatim/res BWS tgl.23 November 2018 dan tersangka dijerat pasal berlapis yaitu pasal 368 KUHP subsider pasal 378 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman yang menurut Kapolres tidak bisa dibenarkan sebab sudah melanggar aturan terangnya,dan setelah dinyatakan sempurna atau P21 maka pihak penyidik akan menyiapkan semua yang berkaitan dengan BAP termasuk tersangka yang sekarang diamankan dipolres Bondowoso untuk dilimpahkan ke kejaksaan negeri guna menjalani proses sidang semua dilakukan agar penanganan bisa selesai sesuai prosedur hukum dan penyidik bisa maksimal melakukan tugasnya maka dari itu kita rilis hari ini ungkap Kapolres kepada awak media.

Hasil konfermasi melalui via telepon dengan gubernur LIRA ( lumbung informasi rakyat ) Jawa timur SUTRISNO mengatakan OTT dibondowoso bukan LIRA  di pihak kami tersangka berinisial A (47.th) dibawah kepemimpinan JUSUF RIJAl  LIRA Indonesia bukan LIRA kepemimpinan OLLIES DATAU ini yg perlu kami luruskan bahwa antara LIRA dan LIRA Indonesia itu berbeda jika ada pihak yg membawa nama LIRA ( lumbung informasi rakyat ) melakukan perbuatan melawan hukum silahkan konfermasi kepada kami serta terkait logo juga aksesoris yang masih sama DPP LIRA sedang melakukan proses paten HAKI ( hak kekayaan intelektual ) untuk dipakai pihak lain dan hal senada juga disampaikan oleh AHMAD SUYANTO selaku ketua pemuda LIRA Bondowoso bahwa OTT dibondowoso adalah LIRA Indonesia bukan lembaga saya yg dipimpin oleh OLLIES DATAU pungkasnya kepada wartawan media nasional cakrawala.(Hery Efendi)


JAKARTA – Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan penerimaan hadiah dan janji terkait proyek-proyek di lingkungan pemerintah Kota Pasuruan yang menggunakan APBD 2018. Kasus ini  menjerat Wali Kota Pasuruan Setiyono. Pada Kamis (8/11), penyidik KPK memeriksa lima orang saksi dan dua tersangka.

"Para saksi diperiksa untuk tersangka WTH, MB dan SET. Kepada para saksi, penyidik masih terus mendalami terkait pengadaan proyek-proyek di beberapa Dinas di lingkungan Kota Pasuruan dan aliran fee proyek kepada Walikota," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (8/11).

Dalam kasus ini selain Setiyono dan Baqir, KPK juga menjerat pelaksana harian Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahya, Staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto.

Setiyono  diduga menerima hadiah atau janji sekitar 10 persen dari proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Pemkot Pasuruan dengan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2018. Penerimaan suap tersebut dilakukan secara bertahap

Total penerimaan suap yang diterima oleh Setiyono yakni, pada 24 Agustus 2018, M Baqir mentransfer kepada Wahyu Tri Hadiarto sebesar Rp20 juta untuk Pokja sebagai tanda jadi. 

Kemudian, M Baqir kembali menyetorkan uang tunai Setiyono melalui pihak-pihak perantara sebesar 5 persen atau sekira Rp115 juta.

Atas perbuatannya sebagai pihak pemberi suap, M Baqir disangkakan melanggar Pasal ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan‎ UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai penerima suap, Setiyono, Diwi Fitri Nurcahyo, dan Wahyu Tri Hardianto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Syafi'i. SH)


Ketua DPC LSM PENJARA Jember resmi memberhentikan salah satu anggotanya, M.lutfi yang telah dianggap banyak merugikan lembaga. H. Faruq mengatakan dalam wawancaranya, alasan memecat M.lutfi dari keanggotaan karena sudah banyak merugikan dan mencoreng nama baik lembaga LSM PENJARA.

Bahkan H.Faruq ketua DPC jember ini mengatakan bahwa M.lutfi ini sudah banyak melakukan penipuan dan penggelapan terhadap dirinya. Yaitu satu unit mobil RUSH Tahun 2017 digelapkan oleh dia, dan juga puluhan juta uang, kata H.faruq menjelaskan saat wawancara. 

Dan kini H. Faruq sudah resmi memecatnya dan apabila orang tersebut diaatas masih bekerja dan mengatas namakan LSM PENJARA, maka H.FARUQ sebagai ketua DPC LSM PENJARA jember akan bertindak keras terhadapnya.dan beliyau berpesan siapapun yang melihat atau bertemu dgn M.lutfi anggota yg sudah dilepas dr lembaga ini, mohon segera melapor ke DPC LMS PENJARA JEMBER.tuturnya. ( Bagus )

Entah apa yang ada di benaknya, seorang paru baya harus diamankan tim buser Polres Pasuruan Kota dari amukan massa lantaran kedapatan telah mencuri sebuah kotak amal parkir milik masjid jamik Al-Anwar Kota Pasuruan pada Kamis (11/10) sekira pukul 23.00 WIB.

Pelaku Muhammad Said yang diketahui warga Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan tersebut tidak dapat berkutik setelah aksi pencuriannya di pergoki oleh penjaga parkir atau Banser.

Dengan menggunakan tang (alat tangan) jepit, pelaku Said membuka paksa kotak amal tersebut. Naas, bukannya menikmati hasil dari aksi pencurian itu pelaku harus berurusan dengan pihak berwajib.

Seperti yang di tuturkan Arizal (24) warga sekitar. Bahwasanya pelaku dalam tiga hari terakhir sempat mondar mandir di dalam area parkir milik masjid. 

"Pelaku membongkar paksa kotak amal yang ada di parkiran milik masjid, namun di pergoki oleh salah satu penjaga parkir. Dari situ spontan warga langsung beramai ramai mengamankan pelaku dan beruntung petugas dari kepolisian tiba dan membawa pelaku", Ujar Arizal, salah satu pedagang kaki lima setempat.

Mendengar informasi terkait adanya aksi pencurian, spontan Kanit Buser bersama anggota lain dari Polres Pasuruan Kota langsung membawa pelaku ke kantor Mapolres untuk menghindari amukan massa. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan proses penyidikan lebih lanjut terhadap pelaku Said.

"Kami langsung membawa pelaku dari amukan massa dan ketika kita tanya pelaku berbelit dan sempat mengaku pecatan dari anggota TNI AD dari Siliwangi Bandung", Kata Hasbih, Kanit Buser Polres Pasuruan Kota.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut, saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan petugas. Dan harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolres Pasuruan Kota. (Teguh Krisnata)


LSM Penjara di Kecamatan Kejayan, Sabtu (6/10) dini hari dibuat gempar. Ini menyusul terdengarnya suara ledakan yang ada disana.

Suara ledakan itu terjadi di kantor DPD LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Negara). Kuat dugaan ledakan itu berasal dari lemparan bondet.

Tofa anggota DPD LSM Penjara Provinsi Jatim mengaku dibuat terkejut atas insiden itu. Sebab, akibat lemparan bondet itu, pagar dan kaca kantor, menjadi rusak.

“Saya tahu kejadiannya jam dari grup WA dan diebutkan ada bondet di kantor,” kata Tofa.

Dia pun langsung menuju kantor dan mengecek kesana. Dan benar saja, ada beberapa bagian kantor yang rusak.

Informasi yang dihimpun, insiden itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30. Adapun yang mengetahui insiden tersebut pemilik warung yang ada di dekat kantor LSM Penjara.

“Pemilik warung sebelumnya hendak menutup warungnya. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan cukup keras,” kata Tofa.

Di sekitar lokasi ditemukan serbuk seperti ada bekas benda terbakar. Meski kerusakan tidak terlalu parah, insiden itu membuat pengurus LSM Penjara terkejut. Para pengurua pun yakin, insiden itu berkaitan dengan rencana aksi mereka yang akan digelar pada 10 Oktober nanti. (Tegu h Krisnata)

Jakarta, ( 5/10/2018) – Wali Kota Pasuruan Setiyono ditahan KPK seusai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah dan janji terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan yang menggunakan APBD 2018.

"Diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur oleh Wali Kota melalui tiga orang dekatnya menggunakan istilah Trio Kwek-Kwek dan ada kesepakatan 'commitment fee' rata-rata antara 5 dan 7 persen untuk proyek bangunan dan proyek pengairan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat (5/10).

Setiyono diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Pasuruan, Kamis (4/10). Setiyono diduga menerima 10 persen "fee" dari nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 2,297 miliar ditambah 1 persen untuk kelompok kerja (pokja) terkait dengan proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Miro di Pemkot Pasuruan dengan sumber dana APBD pada tahun anggaran 2018.

"Teridentifikasi penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini, yaitu 'ready mix' atau campuran semen dan 'apel' untuk "fee" proyek dan 'Kanjengnya' yang diduga berarti wali kota," ungkap Alex.

"Terhadap empat tersangka dalam kasus Pasuruan dilakukan penahanan selama 20 hari pertama, SET (Setiyono) ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Jakarta, Jumat.
KPK juga menahan tiga orang tersangka lainnya.

"MB (Muhammad Baqir) ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) dan DFN (Dwi Fitri Nurcahyo) ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat," ungkap Febri.

Keempatnya tidak menyampaikan apa pun saat dibawa dari gedung KPK ke rumah tahanan masing-masing menggunakan mobil tahanan KPK.

KPK mengamankan 7 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pasuruan pada Kamis (4/10) yaitu Wali Kota Pasuruan periode 2016-2021 Setiyono, Staf Ahli/Pelaksana Harian Kadis PU kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo, Staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto, swasta/perwakilan CV Mahadir Muhammad Baqir, swasta/pemilik CV Mahadir Hud Muhdlor, staf Bapedda/keponakan Setiyono dan pengelolaan keuangan Hendrik dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Siti Amini.

Pemberian "fee" itu dilakukan secara bertahap yaitu pertama, pada 24 Agustus 2018 M 2018, Muhammad Baqir mentransfer kepada Wahyu Tri Harianto sebesar Rp 20 juta atau 1 persen untuk pokja sebagai tanda jadi. Pada 4 September 2018, CV Mahadir ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 2,21 miliar.

Kedua, pada 7 Spetember 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang, Muhammad Maqir melakukan setor tunai kepada wali kota Pasuruan Setiyono melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau sekitar Rp 115 juta. Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka termin pertama proyek cair.

"Sudah berkali-kali kepala daerah terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan), jadi masalah kenapa kepala daerah tidak jera-jera juga berdasarkan evaluasi KPK salah satu disebabkan fungsi pengawasan internal tidak diberdayagunakan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK.

Kegiatan OTT yang dilakukan KPK di Pasuruan seperti dirilis Antaranews merupakan OTT ke-22 pada 2018 dengan total jumlah tersangka mencapai 79 orang.

Khusus pelaku kepala daerah, KPK sangat menyesalkan masih cukup banyak kepala daerah yang diduga melakukan korupsi dan dijerat proses hukum tindak pidana korupsi. Pada 2018 hingga saat ini, ada 16 kepala daerah sudah diproses dari kegiatan OTT itu yang terdiri dari 1 orang gubernur, 13 orang bupati dan 2 orang wali kota.

"Dalam banyak kasus aparat pengawas intern pemerintah (APIP) bukan tidak tahu ada penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa, tapi mereka tidak memiliki kewenangan atau memiliki kemampuan untuk mengingatkan atau untuk meluruskan penyimpangan karena kedudukan inspektorat di bawah kepala daerah dengan pertanggungajawaban ke kepala daerah.

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget