Articles by "Kriminal"


Bondowoso, Media Nasional Cakrawala - Patut diacungi jempol kinerja jajaran Polsek Tapen dibawah Pimpinan AKP ADMADI YUDA LEKSANA yang dengan cepat menangkap dan mengamankan tersangka  SUJONO alias P.PRI bin ASBI 40.th warga Dusun kebun agung Desa Jurang Sapi Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso.

Kejadian hari Kamis tanggal 6 Desember 2018  sekitar jam 06.45 wib TKP polindes desa gunung Anyar Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso sesuai keterangan saksi 1.sutini, 2.susilowati, 3.mifta ( bidan ) 4.heni ( perawat ) 5.maya ( bidan ) 6.Ira ( bidan ) pelaku SUJONO pernah dihukum dalam perkara pembunuhan dan perampokan sehingga korban merasa takut dan memberikan sejumlah uang kepada pelaku.

Hasil konfirmasi dengan Kanit Reskrim Polsek Tapen AIPTU SUMO REDJO FAJAR NYOTO . SH mengatakan berdasarkan informasi dan laporan IDA NOVIA RINI 39.th Bidan Dusun Krajan lama Desa Gunung Anyar Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso dengan nomor laporan : LP/3/23/X11/2018/Jatim/res bws/sek Tapen tgl 6 Des 2018 saya turun bersama BRIPKA WIJIANTO dan BRIPKA ANDI WIJIANTO bergerak cepat mencari posisi pelaku SUJONO dan meringkus pelaku walaupun ada sedikit perlawanan dan digelandang ke mapolsek Tapen guna penyidikan lebih lanjut beserta barang bukti uang tunai 45.ribu, 1 unit sepeda motor, 1 bilah pisau, berdasarkan hasil interogasi pelaku juga meminta uang dengan cara yang sama kepada SUSILOWATI ( bidan desa taal ) dan MIFTAH ( bidan polindes desa taal ).


Komentar tokoh masyarakat desa Tapen BUDI menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Tapen yang telah berhasil menangkap dan mengamankan tersangka SUJONO yang tindakan nya meresahkan masyarakat ungkapnya kepada wartawan Media Nasional Cakrawala.(imam/red).


Bondowoso, media Nasional Cakrawala - Beberapa LSM dan WARTAWAN yang tergabung dalam forum komunikasi LSM dan WARTAWAN sambangi ahroji ke polres Bondowoso sebagai rasa solidaritas kepedulian terhadap tersangka ahroji  yang sekarang masih menjalani proses hukum atas penangkapan dirinya di depot laris jalan raya Situbondo kecamatan klabang beberapa waktu yang lalu.

Menurut salah satu LSM yang tergabung dalam forum komunikasi menyatakan bahwa penangkapan saudara ahroji oleh tim saber pungli terkesan sedikit Janggal karena tim saber pungli yang seharusnya juga menyebutkan oknom kades kecamatan creme yg menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka tapi sampai saat ini identitas nya ditutupi dan hal ini yang menjadi pertanyaan besar yang seharusnya dia juga dijelaskan kades desa mana dan apa kapasitas nya sehingga dia mau menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka padahal untuk menemui teman - teman LSM dan WARTAWAN sulitnya setengah mati dan oknum kepala desa tersebut juga harus turut diproses karena hukum itu clausal dan Jangan sampai ada diskriminasi terhadap LSM dan WARTAWAN  ungkapnya kepada wartawan media nasional cakrawala .(imam/red)


Warga dusun/desa pohgading kecamatan Pasrepan kabupaten Pasuruan digemparkan suara bom bondet yang menewaskan seorang wanita, diketahui oleh warga sekitar wanita tersebut bernama Husnia 40thn warga dusun Winong desa Pohgading kecamatan Pasrepan kabupaten Pasuruan, wanita tersebut dilempar bom bondet mengakibatkan luka pada kepala dan tersungkur, mengakibatkan korban meninggal di TKP.

Saat media cakrawala menanyai saksi mata warga disekitar kejadian, korban sempat diikuti sepulang kerja, seseorang yang mengikuti dari arah Utara, korban diikuti setelah mau sampai jarak -/+ 1km dari rumah korban dilempar bom bondet, mengakibatkan korban meninggal seketika, pelaku lari kearah selatan.

Warga langsung kontak petugas kepolisian Polsek setempat, dan langsung olah TKP, korban sudah meninggal. Pelaku pelemparan bom bondet masih dalam pengejaran serta penyelidikan kepolisian.


Media Nasional Cakrawala - Bondowoso, Beberapa awak media yang hadir dalam acara ngopi pagi bersama Kapolres Bondowoso AKBP.Febriansyah ,S.I.K yang baru menjabat sebagai Kapolres Bondowoso dalam pertemuan tersebut beliau menyampaikan agar dapatnya awak media sebagai mitra polres dalam menyajikan informasi kepada publik harus aktual dengan Nara  sumber yg jelas sehingga masyarakat mengerti dan paham isi berita yg disajikan dan polres membuka pintu selebar - lebarnya kepada awak media untuk menggali berita dari polres Bondowoso akan tetapi ada informasi yang bisa dipublikasikan langsung ke publik dan juga ada berita yang harus menunggu untuk dipublikasikan jika menyangkut pengembangan suatu kasus penyidikan demi lancarnya proses penanganan suatu kasus dan disarankan menghubungi humas polres untuk menggali berita pungkas Kapolres kepada insan pers yg hadir,dan acara dilanjutkan deklarasi damai dengan harapan Bondowoso aman kondusif menjelang pilpres tahun 2019.

Usai acara deklarasi damai dilanjutkan dengan PRESS CONFERENCE terkait OTT oknum LSM LIRA berinisial A (47.th) yg ditangkap tim saber pungli yg terdiri dari Reskrim polres Prim Afrianto Kejari Bondowoso Saman dan inspektorat pemkab Hasim dirumah makan laris jalan raya Situbondo kecamatan klabang dalam OTT tersebut diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar 40.juta pecahan seratus ribu rupiah dua hand phone, KTP dan dua kartu anggota LSM LIRA serta satu unit mobil grand Livina yg dipakai oleh tersangka untuk melakukan aksinya.


Laporan informasi nomer : LI/05/X/2018 sat Reskrim tgl.30 Oktober 2018 dan laporan polisi nomer : LP/442/X1/2018/Jatim/res BWS tgl.23 November 2018 dan tersangka dijerat pasal berlapis yaitu pasal 368 KUHP subsider pasal 378 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman yang menurut Kapolres tidak bisa dibenarkan sebab sudah melanggar aturan terangnya,dan setelah dinyatakan sempurna atau P21 maka pihak penyidik akan menyiapkan semua yang berkaitan dengan BAP termasuk tersangka yang sekarang diamankan dipolres Bondowoso untuk dilimpahkan ke kejaksaan negeri guna menjalani proses sidang semua dilakukan agar penanganan bisa selesai sesuai prosedur hukum dan penyidik bisa maksimal melakukan tugasnya maka dari itu kita rilis hari ini ungkap Kapolres kepada awak media.

Hasil konfermasi melalui via telepon dengan gubernur LIRA ( lumbung informasi rakyat ) Jawa timur SUTRISNO mengatakan OTT dibondowoso bukan LIRA  di pihak kami tersangka berinisial A (47.th) dibawah kepemimpinan JUSUF RIJAl  LIRA Indonesia bukan LIRA kepemimpinan OLLIES DATAU ini yg perlu kami luruskan bahwa antara LIRA dan LIRA Indonesia itu berbeda jika ada pihak yg membawa nama LIRA ( lumbung informasi rakyat ) melakukan perbuatan melawan hukum silahkan konfermasi kepada kami serta terkait logo juga aksesoris yang masih sama DPP LIRA sedang melakukan proses paten HAKI ( hak kekayaan intelektual ) untuk dipakai pihak lain dan hal senada juga disampaikan oleh AHMAD SUYANTO selaku ketua pemuda LIRA Bondowoso bahwa OTT dibondowoso adalah LIRA Indonesia bukan lembaga saya yg dipimpin oleh OLLIES DATAU pungkasnya kepada wartawan media nasional cakrawala.(Hery Efendi)


JAKARTA – Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan penerimaan hadiah dan janji terkait proyek-proyek di lingkungan pemerintah Kota Pasuruan yang menggunakan APBD 2018. Kasus ini  menjerat Wali Kota Pasuruan Setiyono. Pada Kamis (8/11), penyidik KPK memeriksa lima orang saksi dan dua tersangka.

"Para saksi diperiksa untuk tersangka WTH, MB dan SET. Kepada para saksi, penyidik masih terus mendalami terkait pengadaan proyek-proyek di beberapa Dinas di lingkungan Kota Pasuruan dan aliran fee proyek kepada Walikota," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (8/11).

Dalam kasus ini selain Setiyono dan Baqir, KPK juga menjerat pelaksana harian Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahya, Staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto.

Setiyono  diduga menerima hadiah atau janji sekitar 10 persen dari proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Pemkot Pasuruan dengan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2018. Penerimaan suap tersebut dilakukan secara bertahap

Total penerimaan suap yang diterima oleh Setiyono yakni, pada 24 Agustus 2018, M Baqir mentransfer kepada Wahyu Tri Hadiarto sebesar Rp20 juta untuk Pokja sebagai tanda jadi. 

Kemudian, M Baqir kembali menyetorkan uang tunai Setiyono melalui pihak-pihak perantara sebesar 5 persen atau sekira Rp115 juta.

Atas perbuatannya sebagai pihak pemberi suap, M Baqir disangkakan melanggar Pasal ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan‎ UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai penerima suap, Setiyono, Diwi Fitri Nurcahyo, dan Wahyu Tri Hardianto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Syafi'i. SH)


Ketua DPC LSM PENJARA Jember resmi memberhentikan salah satu anggotanya, M.lutfi yang telah dianggap banyak merugikan lembaga. H. Faruq mengatakan dalam wawancaranya, alasan memecat M.lutfi dari keanggotaan karena sudah banyak merugikan dan mencoreng nama baik lembaga LSM PENJARA.

Bahkan H.Faruq ketua DPC jember ini mengatakan bahwa M.lutfi ini sudah banyak melakukan penipuan dan penggelapan terhadap dirinya. Yaitu satu unit mobil RUSH Tahun 2017 digelapkan oleh dia, dan juga puluhan juta uang, kata H.faruq menjelaskan saat wawancara. 

Dan kini H. Faruq sudah resmi memecatnya dan apabila orang tersebut diaatas masih bekerja dan mengatas namakan LSM PENJARA, maka H.FARUQ sebagai ketua DPC LSM PENJARA jember akan bertindak keras terhadapnya.dan beliyau berpesan siapapun yang melihat atau bertemu dgn M.lutfi anggota yg sudah dilepas dr lembaga ini, mohon segera melapor ke DPC LMS PENJARA JEMBER.tuturnya. ( Bagus )

Entah apa yang ada di benaknya, seorang paru baya harus diamankan tim buser Polres Pasuruan Kota dari amukan massa lantaran kedapatan telah mencuri sebuah kotak amal parkir milik masjid jamik Al-Anwar Kota Pasuruan pada Kamis (11/10) sekira pukul 23.00 WIB.

Pelaku Muhammad Said yang diketahui warga Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan tersebut tidak dapat berkutik setelah aksi pencuriannya di pergoki oleh penjaga parkir atau Banser.

Dengan menggunakan tang (alat tangan) jepit, pelaku Said membuka paksa kotak amal tersebut. Naas, bukannya menikmati hasil dari aksi pencurian itu pelaku harus berurusan dengan pihak berwajib.

Seperti yang di tuturkan Arizal (24) warga sekitar. Bahwasanya pelaku dalam tiga hari terakhir sempat mondar mandir di dalam area parkir milik masjid. 

"Pelaku membongkar paksa kotak amal yang ada di parkiran milik masjid, namun di pergoki oleh salah satu penjaga parkir. Dari situ spontan warga langsung beramai ramai mengamankan pelaku dan beruntung petugas dari kepolisian tiba dan membawa pelaku", Ujar Arizal, salah satu pedagang kaki lima setempat.

Mendengar informasi terkait adanya aksi pencurian, spontan Kanit Buser bersama anggota lain dari Polres Pasuruan Kota langsung membawa pelaku ke kantor Mapolres untuk menghindari amukan massa. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan proses penyidikan lebih lanjut terhadap pelaku Said.

"Kami langsung membawa pelaku dari amukan massa dan ketika kita tanya pelaku berbelit dan sempat mengaku pecatan dari anggota TNI AD dari Siliwangi Bandung", Kata Hasbih, Kanit Buser Polres Pasuruan Kota.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut, saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan petugas. Dan harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolres Pasuruan Kota. (Teguh Krisnata)


LSM Penjara di Kecamatan Kejayan, Sabtu (6/10) dini hari dibuat gempar. Ini menyusul terdengarnya suara ledakan yang ada disana.

Suara ledakan itu terjadi di kantor DPD LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Negara). Kuat dugaan ledakan itu berasal dari lemparan bondet.

Tofa anggota DPD LSM Penjara Provinsi Jatim mengaku dibuat terkejut atas insiden itu. Sebab, akibat lemparan bondet itu, pagar dan kaca kantor, menjadi rusak.

“Saya tahu kejadiannya jam dari grup WA dan diebutkan ada bondet di kantor,” kata Tofa.

Dia pun langsung menuju kantor dan mengecek kesana. Dan benar saja, ada beberapa bagian kantor yang rusak.

Informasi yang dihimpun, insiden itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30. Adapun yang mengetahui insiden tersebut pemilik warung yang ada di dekat kantor LSM Penjara.

“Pemilik warung sebelumnya hendak menutup warungnya. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan cukup keras,” kata Tofa.

Di sekitar lokasi ditemukan serbuk seperti ada bekas benda terbakar. Meski kerusakan tidak terlalu parah, insiden itu membuat pengurus LSM Penjara terkejut. Para pengurua pun yakin, insiden itu berkaitan dengan rencana aksi mereka yang akan digelar pada 10 Oktober nanti. (Tegu h Krisnata)

Jakarta, ( 5/10/2018) – Wali Kota Pasuruan Setiyono ditahan KPK seusai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah dan janji terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan yang menggunakan APBD 2018.

"Diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur oleh Wali Kota melalui tiga orang dekatnya menggunakan istilah Trio Kwek-Kwek dan ada kesepakatan 'commitment fee' rata-rata antara 5 dan 7 persen untuk proyek bangunan dan proyek pengairan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat (5/10).

Setiyono diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Pasuruan, Kamis (4/10). Setiyono diduga menerima 10 persen "fee" dari nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 2,297 miliar ditambah 1 persen untuk kelompok kerja (pokja) terkait dengan proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Miro di Pemkot Pasuruan dengan sumber dana APBD pada tahun anggaran 2018.

"Teridentifikasi penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini, yaitu 'ready mix' atau campuran semen dan 'apel' untuk "fee" proyek dan 'Kanjengnya' yang diduga berarti wali kota," ungkap Alex.

"Terhadap empat tersangka dalam kasus Pasuruan dilakukan penahanan selama 20 hari pertama, SET (Setiyono) ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Jakarta, Jumat.
KPK juga menahan tiga orang tersangka lainnya.

"MB (Muhammad Baqir) ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) dan DFN (Dwi Fitri Nurcahyo) ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat," ungkap Febri.

Keempatnya tidak menyampaikan apa pun saat dibawa dari gedung KPK ke rumah tahanan masing-masing menggunakan mobil tahanan KPK.

KPK mengamankan 7 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pasuruan pada Kamis (4/10) yaitu Wali Kota Pasuruan periode 2016-2021 Setiyono, Staf Ahli/Pelaksana Harian Kadis PU kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo, Staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto, swasta/perwakilan CV Mahadir Muhammad Baqir, swasta/pemilik CV Mahadir Hud Muhdlor, staf Bapedda/keponakan Setiyono dan pengelolaan keuangan Hendrik dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Siti Amini.

Pemberian "fee" itu dilakukan secara bertahap yaitu pertama, pada 24 Agustus 2018 M 2018, Muhammad Baqir mentransfer kepada Wahyu Tri Harianto sebesar Rp 20 juta atau 1 persen untuk pokja sebagai tanda jadi. Pada 4 September 2018, CV Mahadir ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 2,21 miliar.

Kedua, pada 7 Spetember 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang, Muhammad Maqir melakukan setor tunai kepada wali kota Pasuruan Setiyono melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau sekitar Rp 115 juta. Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka termin pertama proyek cair.

"Sudah berkali-kali kepala daerah terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan), jadi masalah kenapa kepala daerah tidak jera-jera juga berdasarkan evaluasi KPK salah satu disebabkan fungsi pengawasan internal tidak diberdayagunakan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK.

Kegiatan OTT yang dilakukan KPK di Pasuruan seperti dirilis Antaranews merupakan OTT ke-22 pada 2018 dengan total jumlah tersangka mencapai 79 orang.

Khusus pelaku kepala daerah, KPK sangat menyesalkan masih cukup banyak kepala daerah yang diduga melakukan korupsi dan dijerat proses hukum tindak pidana korupsi. Pada 2018 hingga saat ini, ada 16 kepala daerah sudah diproses dari kegiatan OTT itu yang terdiri dari 1 orang gubernur, 13 orang bupati dan 2 orang wali kota.

"Dalam banyak kasus aparat pengawas intern pemerintah (APIP) bukan tidak tahu ada penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa, tapi mereka tidak memiliki kewenangan atau memiliki kemampuan untuk mengingatkan atau untuk meluruskan penyimpangan karena kedudukan inspektorat di bawah kepala daerah dengan pertanggungajawaban ke kepala daerah.

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget