Articles by "Artikel"

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, bukan sekedar sebagai manusia yang cuman bisa melayani suami, kita namun banyak sekali sesuatu yang lebih bermakna yang harus dilakukan oleh seorang wanita, memang tidak dipungkiri meskipun wanita berasal dari tulang rusuk suami, kita tidak boleh merasa selalu lemah. Namun memang benar kodrat kita memang dibawah laki-laki, namun percayalah walau wanita memang makhluk yang lemah, percayalah bahwasannya wanita merupakan makhluk yang paling sempurna dibanding laki-laki.

Kenyataan itu sudah dikatakan dalam kitab suci Alqur’an bahwasannya wanita diciptakan di dunia ini untuk memperbanyak keturunan di dunia ini, namun yang diharapkan-Nya keturunan yang bisa menjadikan isi dunia ini bisa lebih baik dari sebelumnya, bukan bisa melahirkan banyak keturunan hanya cuman keturunan yang bisa merusak alam dunia ini, semua itu merupakan hal yang tidak mudah, mungkin kalau cuman berbicara dan menulis saja sangat mudah sekali untuk kita telaah namun kenyataannya sampai zaman nabi adam dan hawa di turunkan di dunia ini banyak sekali cerita yang sebenarnya tak ingin semua itu bisa terjadi.
Sampai zaman sekarangpun katakanlah zaman ini merupakan zaman akhir yakni zaman nabi Muhammad merupakan zaman akhir dimana manusia yang hidup di zaman akhir ini, terutama dengan umurnya struktur tubuh dan banyak yang lainnya, sudah sangat terlihat sekali matahari mulai tambah pendek untuk kita lihat, itu kelihatan dari mata kita, namun percayalah meskipun kita dilahirkan di zaman akhir ini patutlah harus bersyukur kita masih bisa menjadi makhluk Alloh yang paling sempurna yakni di ciptakan sebagai  manusia, apalagi kalau jenis kelamin kita seorang perempuan sebab di dalam kenyataan hidup ini perempuan merupakan makhluk yang paling di tunggu oleh siapapun sebab bila masih ada banyak perempuan yang lahir meskipun kita hidup di zaman akhir ini kita harus yakin berarti masih banyak sekali keturunan kita nanti.
Bukan cuman sekedar cerita bahwa seorang perempuan yang baik bisa dilihat terutama bila pada waktu dia hamil sampai melahirkan tidak ada keluhan apapun, apalagi wanita itu bisa melahirkan secara normal dan tidak sobek atau apapun dan keadaan bayipun sehat dan ibunya juga sehat, itu merupakan salah satu kenyataan wanita bisa dikatakan sempurna, namun ini bukan hanya sampai di sini saja perjuangan sebagai seorang wanita. Sebab wanita yang bisa menutup rapat rahasia keluarga juga bisa dikatakan wanita sempurna, dan ada lagi wanita yang bisa mendidik anaknya ke jalan yang benar itu juga wanita yang sempurna dan masih banyak lagi kesempurnaan yang ada pada seorang wanita.


Bukti yang paling sangat bisa dilihat pada seorang wanita dikatakan sempurna yang paling mudah yakni wanita yang bisa melahirkan secara normal, sebab wanita yang bisa seperti itu hendaknya mulai sejak proses sebelum hamilpun wanita ini sudah punya rencana untuk selalu mendidik anaknya kelak harus mulai sejak dini, maksudnya wanita seperti ini tidak mau dinikahi seorang calon suami yang tidak soleh, apalagi orang yang tidak bisa jadi imam, pasti yang dicari ya seorang suami yang bisa selain bertanggung jawab hendaknya juga harus bisa jadi imam dalam keluarga,  kelak namun bila kita masih percaya adat daerah, bila kita orang suku jawa ada istilah carilah pasangan bibit,bobot,dan bebetnya. Supaya nanti kamu tidak terjerumus kalau menjalankan hidupmu nanti.

Kenapa saya sebagai seorang penulis bisa menulis seperti ini, kita hidup cuman sekali tidak akan bisa hidup lagi, sebab manusia hidup di dunia cuman sesaat saja. Kelak kita akan lama di akherat nanti, dan kenapa pula saya menulis sosok seorang wanita sempurna, saya contohkan dengan wanita yang bisa melahirkan secara normal sebab secara logika kita di lahirkan dari sosok perempuan yang bernama hawa, dan hawa bisa melahirkan dengan normal tanpa bantuan siapapun kecuali adam sang suamilah yang selalu membantunya, padahal pada saat itu belum ada manusia siapapun yang ada di dunia ini secara logisnya, bahwasannya hawa merupakan manusia yang harus kita contoh kecerdasannya, walau dia di takdirkan untuk melahirkan keturunan manusia yang ada di dunia ini, hawa tidak pernah minta tolong siapapun dan selalu kuat menghadapi apapun.

Nah percayalah wanita merupakan makhluk yang harus di beri dorongan, untuk selalu kuat menghadapi apapun, sebab melahirkan seorang manusia wanita ini sangat berat bahkan nyawanyapun tidak dihiraukan, yang penting bisa melahirkan secara normal, rasanya sudah sangat sempurnalah kita sebagai seorang wanita.
Dan mengapa juga bisa dikatakan pada nabi kita, bahwasanya surga ada pada telapak kaki ibu, itu karena ibu yang melahirkan kita di dunia ini perjuangannya sangat banyak dan bila kita bayar ada yang mengatakan lempengan emas seribu bukitpun tidak bisa membayar perjuangan seorang ibu atau wanita yang melahirkan kita, tetapi kalau wanita yang memiliki surga ada di telapak kakinya itu paling tidak seorang wanita yang bisa melahirkan secara normal.

Sekian cerpen ini kami buat dengan segala kekurangan yang ada pada penulis bila ada salah ucapan atau tulisan yang menyinggung pembaca saya sebagai penulis minta maaf saya menulis bukan untuk menyinggung siapapun ini ,semoga bermanfaat pada seseorang yang membacanya dan bisa dijadikan sebagai pelajaran hidup supaya kita selalu percaya bahwa kesempurnaan itu cuman milik Allah,  tetapi kesempurnaan itu juga bisa kita lakukan bila kita selalu bersyukur dan berusaha dalam menjalani hidup ini,sekian dan terima kasih.
Karya ; Krisna Palupi


Pada mulanya secara sareat semua manusia harus beribada kpd Allah.akan tetapi apakah ibada dapat telaksana tanpa kekuatan iman yg tertanam didalam hati manusia dan JiN....??? Apakah dapat dikatakan taat jika beribada hanya sekedar untuk menutupi kewajiban...??? MARI KITA BAHAS BERSAMA...iman adalah meyakini adanya suatu hal yg Gaib terutama adanya sang maha pencipta(ALLAH) dgn adanya iman kita dapat melaksanakan aktivitas spiritual kpd sang kholoq.dgn iman kita dapat waspada disetiap prilaku, baik yg samar maupun terang terangan.akan tetapi untuk mencapai tingkatan ibadah yg lebih optimal tidak hanya mengutamakan keimanan.karna tanpa pertolongan (hidayah)dari Allah kita tidak dapat melaksanakan suatu ibadah dgn baik,tanpa perlindungan dari Allah kita tidak dapat pula untuk menghindar dari suatu dosa.hakikat permohonan adalah meminta pada Allah agar kita selaku hamba alangkah baiknya jika memohon tambahan kekuatan untuk menjalankan perintahnya dan meminta perlindungan dari sesuatu yg diangap dosa...

IBADAH bukan hanya diperuntukkan orang orang yg husus,akan tetapi pada HAKIKATNYA semua mahluk diwajibkan untuk beribadah,kita selaku manusia beribadah sangat dianggap gampang dalam pelaksanaan akan tetapi sangatlah sulit untuk mencapai kesungguhan didalam menerapkan ibada tersebut,dikarnakan terlalu banyak hal hal yg mengganggu untuk mencapai tingkatan ma'rifat.akan tetapi kita selaku manusia yg selalu lalai dan lupa alangkah indahnya jika kita memohon ampunan atas kelalaiyan dalam menjalankan ibadah,dan memohon petunjuk kpd Allah agar selalu dikaruniai toriq yg benar didalam beribadah..dgn adanya petunjuk dari Allah maka dipastikan tingkat ibadah kita akan mencapai pada tingkatan keikhlasan(tanpa menharap apapun dari ALLAH kecuali Ridhonya) dan yg terahir perlu kita cermati bersama adalah....

ALLAH TIADA HIJAB OLEH SESUATU APAPUN,SEBALIKNYA ENGKAULAH YG TERHIJAB, SEHINGGA TIDAK DAPAT MELIHAT ADANYA ALLAH.SEBAB SEKIRANYA ADA SESUATU YG MENGHIJAB ALLAH BERARTI SESUATU ITU DAPAT MENUTUPI ALLAH.DAN ANDAI KATA ADA TUTUP BAGI ALLAH,BERARRTI WUJUD ALLAH DAPAT TETKURUNG,DAN SESUATU YG MENGURUNG ITU DAPAT MENGUASAI YG DIKURUNG,PADAHAL ALLAH YG BERKUASA ATAS SEMUA MAHLUKNYA-...(ABD HAFID.P)

Pasuruan,Media Nasional Cakrawala - Lahirlah beberapa manusia yang di lahirkan oleh seorang ibu ,ya katakan saja ibu yang tidak memikirkan bagaimana kalau aku punya anak banyak tapi aku cuman bisa memberinya makan saja ,tapi ibu ini termasuk orang yang memiliki karakter diam tetapi punya watak yang semestinya tidak di tularkan oleh anak-anaknya kelak yakni sifatnya sombong .Pada hal bila di lihat keturunannya memang sih dari keluarga yang cukup mampu memiliki tanah yang lumayan luas namun karena sifat sombongnya yang tidak terkira ini lahirlah seorang anak sebanyak sebelas anak dari sebelas anak itu anak yang kelima ini pada waktu dia hamil banyak sekali rintangan penyakit halangan dan segala yang termasuk dalam duniawi pasti si bayi ini masih dalam perut sudah kelihatan bahwasannya anak inilah yang nanti bisa membawa keluarga tersebut pada suatu hal yang bakal saudara yang lain merasa iri. Umur dari anak tersebut sudah menjelang lulus sekolah sma namun ibunya tidak pernah memperhatikan anak ini sebab anak ini termasuk anak yang paling nurut di antara sebelas anak yang lain,walau dia sering sakit karena kurang perhatian orang tuanya yang masih kecil kurang memperhatikannnya namun anak ini tetap saja patuh terhadap ibu yang dak pernah memberikan kasih sayang padanya ,mungkin takut karena saudaranya yang lain ada yang tidak lulus di sekolahkannya jadi anak ini merasa takut pada saudaranya yang lain

Waktu cepat sekali berlalu hingga anak inipun lulus sma ,keinginan untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi memang cita-citanya sejak lama namun karena kebanyakan saudara dan beban hidup yang begitu banyak walaupun anak ini pintar bisa masuk dalam kedokteran namun cita-cita itu kandas juga ini di karenakan kedua orang tua tersebut tidak bisa membayar biaya sekolah anaknya itu,namun semua kehidupan keluarga siapapun bila seorang ibu memiliki keinginan untuk anak yang memiliki kelebihan ini supaya derajat keluarganya bisa berubah maka bisa tercapailah,cita- cita tinggal cita-cita ibunya malah membiarkan anak yang memiliki kelebihan ini untuk bekerja namun di sekolahkan di universitas yang tidak sesuai dengan kecerdasannnya akhirnya kuliahnyapun terbengkalai dan semua anaknya tidak ada yang berhasil jadi apapun

Ibu yang selalu memikirkan keadilan pada seorang anak tidak akan membeda-bedakan anak yang seperti itu namun ini lain seolah anak yang pintar ini bisa di jadikan umpan untuk menakut-nakuti usahanya agar usaha keluarganya selalu lancar dan seorang ibu yang seperti itu selalu memikirkan anak yang cuman bisa memberi uang saja namun untuk anak yang akan bisa membahagiakan keluarganyapun selalu di abaikan

Doa dan ucapan seorang ibu merupakan doa buat anak-anaknya namun bila kita sebagai orang tua bila selalu membeda-bedakan anak apalagi tidak berhasil dalam masalah keadilan apapun itu entah kasih sayang uang pengorbanan apalagi yang lebih berbahaya soal harga diri pasti ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga, meski anak ini di jadikan tameng oleh semua keluarganya namun anak ini selalu diam sebab ia sosok anak yang takut durhaka pada seorang ibu yang bisa di katakan ibu yang dak layak punya surga di kakinya maka dari itu sebenarnya surga itu bukan di tujukan dari seorang ibu saja namun yang lebih baik surga itu patutlah di jabarkan lebih mendalam lagi yakni ibu yang baik dalam segala hal terutama pada cara kita mendidik dan memberikan kasih syang harta atau apapun pada anak sebab meskipun kita bisa melahirkan anak sebelas namun kita tidak bisa memberikan kasih sayng pada anak kita kelak kita nanti akan di hujat anak kita nanti walau tidak di dunai di akheratpun anak kita akan menuntut bahwa seoarang ibu itu sangat berat buakan hanya bisa melahirkan saja namun mendidiklah yang sulit 

Saudara saudara anak itu semakin menjadi jadi untuk menjadikan anak tersebut sebagai cadar yang kokoh dalam keluarganya namun anak ini tetap bertahan walau keadaannya tidak terlalu baik bahkan sudah terpurukpun di pada ibuny tetap baik.

Waktu semakin cepat berlalu hingga anak ini menemukan seorang jodohnya namun dia menikah juga walau jodohnya ini seorang perempuan yang biasa saja dia mau terhadap istrinya itu,meskipun sudah menikah beberapa tahun sikap saudara dia terhadap dia semakin menjadi-jadi malah menganggapnya sebagai seorang pembantu dalam menyelamatkan keluarganya,namun sebagai seorang yang selalu patuh terhadap ibunya dia tetap bertahan walau selalu di seperitukan oleh semua saudaranya

Suatu hari sakitlah sosok seorang ayah ini lalu satu tahun kemudian meningggal,ibunya sih biasa saja di tinggal suaminya sebab dia merasa memiliki seorang anak yang selalu memberinya uang untuk hidup namun perlakuan terhadap anak kelimanya ini masih tetap bahkan makin kelihatan sekali kalau dia tidak pernah menyayangi anak tersebut sampai-suatu ketika istrinyapun protes dan merasa tidak pernah dapat apapun dari ibu suaminya tersebut meskipun dalam keadaan hamil anak kedua sesekalipun tidak pernah di tanya apapun,namun istri tersebut sabar saja hingga akhirnya melahirkannnyapun dengan sangat mudah dan tidak ada kenadala apapun bahkan anaknya juga sehat walau tidak pernah di tanya ibu suaminya itu kamu hamil apa tidak,di lihat dari itu sudah kelihatan mana ibu yang memliki surga di kakinya dengan ibu yang tidak memiliki surga di kakinya

Delapan tahun kemudian ibu ini meninggal bagi anak yang tak pernah mendapatkan apapun dalam hidupnya biasa saja tetapi bagi anak yang lain yang suka mendoliminya sangat berat sekali sebab semasa hidupnya selain anak yang kelima ini semua di anggap anak sama dia cuman anak kelima ini saja yang dak di anggap anak sama dia.Tetapi Alloh memang sangat adil siapa yang selalu berbuat dolim pada keluarganya pasti akan mendapat hal yang setimpal oleh perbuatan tersebut,setelah ibu ini meningggal anak yang selalu di bangga banggakan itu sanagt susah hidupnya namun kebalikannnya anak yang selalu di dolimi oleh saudara kandungnya ini hidupnya perlahan lebih baik dengan segala hal dan kesadaran nak itupun mulai membaik sebab sekarang lebih fokus ke pekerjaan dari pada mengurusi saudaranya yang mendoliminya itu

Sekian cerita saya buat hanya untuk menambah wawasan buat kita bahwasannya orang yang sabar itu pasti tidak akan kalah dan orang yang benar selamanya akan benar dan oarang yang dolim terhadap siapapun pasti hidupnya akan sengsara,dan jangan lupa hidup ini kita buat dengan sandiwara kita sendiri jadi buatlah sandiwara hidup ini dengan sesuatu yang baik berguna dan bermanfaat sebab berbuat yang baik itu pasti banyak tantangan godaan dan cobaan,terima kasih buat pembaca semoga bisa buat pelajaran buat kita semua dalam hidup ini.(karya krisna palupi)

Bermacam macam perkara yang terjadi di sekitar kita namun kita kadang dan bahkan kita tidak pernah ingat sama sekali kepada yang maha kuasa,padahal Rasulullah sebagai nabi kita selalu melaksanakan kewajiban walau dalam keadaan apa saja, contoh kecil yang selalu di lakukan oleh Nabi Besar Muhammad SAW yaitu tentang Wudhu, dan itupun di sampaikan dalam sebuah hadist bahwa barang siapa yang berwudhu, di saat hendak tidur dan memohon kepada allah supaya di berikan kebaikan dunia dan akhirat Insyaallah allah akan mengabulkan bahkan bila perlu memperbaharui wudhu'tiap kali akan sholat. 

Dan barang siapa dalam keadaan suci allah akan catatkan sepuluh kebaikan baginya dan salah satu wujud cinta kita kepada baginda kita Nabi muhammad saw adalah dengan membaca sholawat kepada beliau setiap saat, menurut para ulama dan kyai mengatakan bahwa barang siapa yang membacakan sholawat tigakali sehari Insyaallah akan di jauhkan dia dari sifat tercela seperti rasa dengki, hasyut, riak, sombong dan lain sebagainya. Jika sholawat sampai tiga puluh tiga dalam sehari maka dapat menjernihkan hati serta akan mudah memahami suatu ilmu yang di pelajari dan juga akan memperoleh ketenangan dalam hidup nya. Dan bila kita berniat mandi untuk sholat jum, at kemudian memakai wangi wangian lalu melakukan sholat jum, at maka dosanya akan di ampuni hingga jum, at yang akan datang (HR. AHMAD). 

Setelah sholat Nabi Muhammad SAW selalu memohon ampun atau membaca istighfar tiga kali dan dalam riwayat lain kadang kadang Nabi beristighfar tujuh puluh lima kali sehari dan ketika Nabi tidur beliau membaca surat al ikhlas ,AI Falahq dan surat An Nas lalu meniup telapak tangan serta menyapu ke seluruh tubuh memohon perlindungan kepada allah swt, selain itu sebelum tidur Nabi senantiasa Wudhu, terlebih dahulu dan banyak lagi sifat sifat serta tingkah laku yang di lakukan oleh seorang Rasul allah Nabi kita yaitu Nabi muhammad SAW. Dengan demikian jangan kan kita dapat menyamai dengan apa yang dilakukan oleh beliau mirip mirippun kita sudah besar manfaatnya. Untuk itu wahai saudara saudaraku yang seiman dan seagama marilah kita renungkan bahwa jika kita melakukan dosa haruslah ingat jika besok kita akan mati akan tetapi kita lupakan waktu dan payah bila kita melakukan ibadah kepada allah SWT, semoga apa yang kita lakukan dengan niat ibadah allah akan melindungi kita amiin ya rabbal alamin. (Suyanto).


Bondowoso, Cakrawala - Dusun Taman RT.08 Desa Mrawan Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso mengadakan  renovasi Masjid sebagai sarana ibadah ummat Islam khususnya dan hasil konfermasi dengan ketua takmir masjid baitur rahim ustad JUHARI mengatakan diperkirakan membutuhkan biaya kurang lebih 400.juta sedangkan dana yang tersedia sementara sampai saat ini masih terkumpul 137.juta jadi masih banyak kekurangan biaya agar pelaksanaan kegiatan pembangunan Masjid berjalan lancar sesuai harapan masyarakat.

Hasil pantauan wartawan  cakrawala dialokasi ada hal yang menarik dalam kegiatan renovasi Masjid nampak di sana beberapa personil TNI dan POLRI ikut membantu pembongkaran bangunan Masjid yaitu anggota Koramil Tapen Kapten CAJ Anas Nahrawi beserta 5 orang anggotanya yaitu Kopral Satu Suryadi selaku Babinsa Desa Mrawan dan Pelda Alwi selaku Batuud Koramil Tapen dan Serda Kunaidi Kopda Rosidi Sertu Trie.s serta satu anggota kepolisian sektor Tapen BINMAS Desa Mrawan Bripka Mamik Santuso dan hasil konfirmasi dengan tokoh masyarakat yang sekaligus anggota takmir Masjid baitur rahim H.Musattar memang patut diacungi jempol.

Kinerja dan antusias dari anggota TNI juga POLRI khususnya Babinsa dan Binmas Desa Mrawan Kopral Satu Suryadi dan Bripka Mamik Santuso yang selalu turun ke masyarakat setiap ada kegiatan termasuk renovasi Masjid Baitur Rahim selamanya TNI dan POLRI tetap melekat di hati masyarakat khususnya warga Desa Mrawan dan H.Musattar mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya agar pembangunan Masjid berjalan lancar sesuai harapan bersama karena sumber dana renovasi tersebut sebagian besar diperoleh dari penarikan amal di jalan raya Mrawan ke arah Mangliwetan.


Di lain pihak Komentar  Heri Efendi salah satu tokoh masyarakat Desa Mrawan yang sekaligus anggota LSM -  GEPAR Bondowoso mengatakan pemerintah dan dinas terkait jangan menutup mata karena ini menyangkut fasilitas umum dan sarana ibadah diharapkan dapat memberikan bantuan untuk renovasi Masjid Baitur Rahim di dusun taman Desa Mrawan pungkasnya. (Imam Imron).


PONOROGO - Sebelum masuknya agama-agama 'impor' ke Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu), masyarakat Indonesia sudah ber-Tuhan dan menjunjung tinggi prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa di atas segala-galanya. Karena itu, tuduhan para penganjur "negara agama", justru sangat ahistoris, sangat bertentangan dengan kenyataan sejarah.

Sebaliknya, sejarah membuktikan bahwa Dasar Negara Pancasila berakar pada kepribadian bangsa dalam rentangan perjalanan sejarahnya selama ribuan tahun yaitu sebagai bangsa yang luwes, toleran dan terbuka. Sejak awal sejarahnya yang paling dini, pengaruh agama-agama luar diterima dengan ramah, tetapi direfleksikan kembali dalam prinsip Ketuhanan yang lebih universal, mengatasi "agama-agama terorganisasi" (organized religions) yang cenderung sektarian dengan sikap monopoli Kebertuhanan atau dalam bahasa ilmiahnya: "imperialisme doktriner"- yang membahayakan keutuhan bangsa, bahkan peradaban manusia.

Sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa, sebetulnya merupakan pengakuan (rekognisi) terhadap kehidupan dan kemerdekaan beragama rakyat Indonesia. Sayang, rumusan kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa", seperti dipakai dalam UUD Proklamasi 1945, UUD RIS, dan UUDS 1950, membuka peluang penyangkalan (misrekognisi) terhadap penganut aliran kepercayaan atau agama-agama lokal nusantara yang lebih dulu hidup di Nusantara.
 

Dan itu terjadi di zaman Orde Baru. Dimulai dari Penetapan Presiden (Penpres) Nomor 1/PNPS/1965 junto Undang-undang Nomor 5/1969, yang menyebut enam agama yang dianut oleh rakyat Indonesia: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Namun, Konghucu dipinggirkan di masa Orde Baru. Berdasar Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri tahun 1974, kolom agama di KTP harus diisi dengan pilihan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu ,dan Budha. 

Lalu perlahan-lahan muncul istilah agama resmi dan tidak resmi. Di luar lima agama itu, hanya dianggap aliran kepercayaan saja, termasuk agama lokal. Padahal, menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003, pernah ada 245 agama lokal di Indonesia. Karena tidak diakuinya agama lokal, muncul anggapan bahwa orang Indonesia tidak beragama sebelum abad pertama.

Menurut Parsudi Suparlan dalam buku 'Agama Dalam Analisis dan Interpretasi Sosiologis' (1988), agama sebagai seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan Tuhan, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya. Secara khusus, agama didefinisikan sebagai suatu sistem keyakinan yang dianut dan tindakan-tindakan yang diwujudkan oleh suatu kelompok atau masyarakat dalam menginterpretasi dan memberi tanggapan terhadap apa yang dirasakan dan diyakini sebagai yang gaib dan suci. 

Mengacu pada definisi Parsudi Suparlan, jika agama itu seperangkat peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, maka tak hanya keenam agama yang diakui pemerintah yang layak disebut agama. Aliran kepercayaan pun layak disebut agama, bukan?

Sayang sekali, praktik misrekognisi warisan Orba itu masih terwariskan hingga sekarang. Jelaslah bahwa pembatasan terhadap hanya 6 agama yang diakui pemerintah,(dan ini semestinya di luar kewenangan pemerintah untuk mengu-rusinya) − jelas-jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tampak sekali "definisi agama" yang melatarbelakangi munculnya berbagai kebijakan diskriminatif terhadap agama nusantara adalah jelas-jelas definisi agama menurut agama tertentu. Misalnya, syarat-syarat bahwa agama harus mempunyai konsep Tuhan, Kitab Suci, dan Nabi adalah jelas-jelas definisi Islam. Diantara agama-agama semitik saja (Yahudi, Islam dan Kristen), konsep Nabi, Kitab Suci dan pe-wahyuan saja sudah berbeda, lebih-lebih lagi agama-agama non-Semitik, seperti Hindu dan Buddha.

Kondisi ini berangkat dari persinggungan antara kekuasaan negara dan keyakinan agama. Jika kekuasaan negara menjadi alat mayoritas untuk menguasai dan menancapkan legitimasi agama tertentu, maka hal ini akan menjadikan agama sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebagaimana ditulis Charles Kimball dalam 'When Religion Becomes Evil' (2002): "Alih-alih mengharapkan kedamaian dan keadilan yang menjadi muatan utama agama, malah sebaliknya, sakralitas agama pun dinodai oleh umatnya demi menuruti ambisi sesaatnya. Agama pun, menjadi semacam 'makhluk' menakutkan yang hanya menebar kejahatan (evil)."

Otoritas kekuasaan yang bersandar pada agama, atau sebaliknya, agama yang bersandar pada kekuasaan negara, hanya menjadikan negara berkuasa mutlak. Memutuskan sesuatu hal seenaknya, mengabaikan "yang lain" yang berbeda, serta menjadikan agama sebagai legitimasi kekuasaan belaka tanpa menciptakan keadilan bagi semua masyarakat.

Oleh : Wanda I. Ramadhan
  • Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fitrah
Penulis : Sayadi

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget