Alumni Orange Atma Jaya Menolak Aksi-aksi Anarkis Yang Membuat Situasi Tidak Kondusif


Iqnatius Indro Pimpinan Alumni Orange Atma Jaya saat bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Jakarta,Media Nasional Cakrawala

Alumni Orange Atma Jaya menolak aksi-aksi unjuk rasa yang anarkis yang membuat situasi tidak kondusif. Hal ini disanpaikan Ignatius Indro Pimpinan Alumni Orange Atma Jaya Jakarta melalui rilisnya lewat pesan elektronik, Senin (01/10/2019).

Indro sapaan akrabnya, prihatin dengan situasi politik yang kian memanas akhir-akhir ini, dengan maraknya aksi demonstrasi yang dilakukan banyak elemen yang berujung anarkis. Katanya, terkait hal telah diundang-undangkannya RUU KPK dan RUU lainnya yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat, seharusnya disampaikan secara damai dan konstitusional.

"Sayang sekali, aksi-aksi yang menjadi bagian dari proses demokrasi kali ini, sudah syarat dengan muatan politik yang ingin menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019 mendatang," kritiknya.

Menurut Indro, hal ini bisa dilihat dari aksi unjuk rasa yang selalu diakhiri dengan bentrokan dengan aparat keamanan. Sehingga lanjut Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) ini, tentu membuat situasi semakin tidak kondusif dan membuat resah masyarakat yang terdampak aksi tersebut.

"Atma Jaya sebagai civitas akademika yang seharusnya ikut dalam menciptakan suasana kondusif di negara ini, malah tercoreng dengan keikutsertaan beberapa mahasiswa yang ikut dalam aksi yang berujung ricuh tersebut. Saya berharap mahasiswa Unika Atma Jaya Jakarta bisa berdemontrasi dengan damai dan menghindari benturan kekerasan," pintanya.

Sementara itu Violen M, SH, Alumni Fakultas Hukum Unika Atmajaya menambahkan bahwa, berdasarkan fakta tersebut, pihaknya sebagai Alumni Orange Unika Atma Jaya menyatakan, mengutuk usaha pendomplengan terhadap aksi murni mahasiswa dan diarahkan menjadi penggagalan terhadap pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Selain itu, Violen meminta kepada para Mahasiswa khususnya mahasiswa Unika Atma Jaya untuk menghentikan aksi-aksi yang membuat negara semakin tidak kondusif.

"Menolak kampus Unika Atma Jaya dijadikan tempat berkumpulnya aksi-aksi yang dilakukan dan mengganggu keamanan bangsa. Karena sejatinya kampus Atma Jaya lebih bersifat kemanusiaan," tegas pengacara berambut pirang ini.

Violen juga berharap mahasiswa Unika Atma Jaya untuk segera melakukan kajian ilmiah dan/atau melakukan segala bentuk kritik terhadap UU maupun RUU melalui jalur Konstitusional yang baik dan benar.

"Alumni Orange Atma Jaya menetapkan diri berada bersama Presiden Joko Widodo untuk membangun bangsa ini di periode 2019-2024," terang Violen mengakhiri pernyataan sikapnya. (red)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget