Tergugat CLS Bupati Situbondo Cs Kembali Tidak Hadir di PN Situbondo, Ada Apa ?



Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Gugatan CLS (Citizen Law Suit) atau gugatan warga negara oleh Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri Cs terus bergulir dan sempat tertunda karena beberapa pihak dari tergugat tidak datang.

Berita terkait :
1. (http://www.mediacakrawala.com/2019/08/sidang-perdana-gugatan-bupati-dan-wabup.html)

2. (http://www.mediacakrawala.com/2019/09/babak-baru-sidang-lanjutan-gugatan-cls.html)

Pantauan Tim S One kali ini pihak-pihak Tergugat maupun saksi Tergugat turut hadir di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo. Namun tetap pihak tergugat masih tetap seperti biasa hanya diwakili kuasa hukumnya.

Diawali dari pihak Penggugat dan Tergugat maupun Saksi Tergugat berkumpul di ruang mediasi PN Situbondo yang sebelumnya Ketua Majelis I Ketut Suarta yang menunjuk sebagai mediator yakni Novi Nuradhayan, SH MH. Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri Cs yakni Ahmat Fatoni dan Sumyadi sebagai Penggugat.

Diikuti oleh Tergugat yakni Bupati Situbondo dan Pimpinan DPRD Situbondo diwakili kuasa hukumnya Reno W, SH. Kemudian Saksi Tergugat dihadiri langsung oleh Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, S.H, S.I.K, M.H. dan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf. Akhmad Juni Toa, SE, MI.Pol. Rabu, (18/09/2019) sekitar pukul 11.00 Wib sampai selesai.

Dalam upaya mediasi ketiga ini pihak Penggugat terkait tidak dilaksanakannya Perda Kabupaten Situbondo nomor 27 Tahun 2004. Penggugat tetap komitmen bahwa pelaksanaan Perda harus tetap dilaksanakan.

Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri menyampaikan bahwa, "Mediasi di mulai sekitar pukul 11.00 WIB, ketika mediator membacakan kehadiran para pihak, Kuasa Hukum Reno memberikan 4 lembar Surat dari Principal Tergugat 1, 2, 3, 4 atas ketidakhadirannya".

Menanggapi hal itu Bang Ipoel panggilan akrab Ketum Gp Sakera mengatakan, "Membaca alasan ketidak hadiran isi surat yang tidak jelas Bang Ipoel langsung menanyakan alasan specifik kepada Kuasa Hukum Reno bahwa hanya tertera alasan kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan".

Lebih jauh lagi Bang Ipoel mengaku meminta saudara kuasa hukum untuk menjelaskan alasan rinci alasan kekompakan ketidak hadiran para Tergugat, menurut Bang Ipoel, saudara kuasa hukum tidak bisa menjelaskan,

"Kuasa Hukum tidak bisa menjelaskan alasan kekompakan ketidakhadiran para Tergugat dan kami para penggugat bersepakat untuk tidak lagi bersedia melakukan Mediasi lanjutan", jelas Bang Ipoel.

Dengan ketidakhadiran Para Tergugat, mediator Novi Nuradhayan, SH MH, mengatakan, "Mediasi keempat akan di laksanakan hari kamis 26 Sepetember 2019, semoga saja semua pihak hadir dan menemui kesepakatan untuk kebaikan Kabupaten Situbondo".

Dengan tidak hadirnya Bupati dan Wabup Situbondo serta Pimpinan DPRD Situbondo, Sumyadi Ketua LSM Gempar menyampaikan, "Saya sangat kecewa dan ini benar-benar sudah melukai masyarakat terutama kami sebagai Penggugat, bagaimana kami tidak kecewa para Tergugat sangat kompak untuk tidak menghadiri mediasi ini dengan alasan yang tidak jelas", geramnya.

Ahmat Fatoni aktivis GP Sakera yang juga Penggugat II tidak kalah geram dengan Penggugat III, "Ini bukti nyata bahwa Bupati dan Wabup benar-benar tidak menghargai hukum dan Pengadilan Negeri, tidak hanya janji-janji busuk mereka. Ketika kami berdemo atau hearing, bahkan Pengadilan pun diabaikan".

Para Penggugat yang semula bersih keras menolak untuk di lakukan mediasi lagi akhirnya runtuh dan memberi kesempatan untuk melakukan mediasi setelah Turut Tergugat I dan II dengan kebesaran hati menghadiri mediasi tersebut, "Beliau beliau Bapak Kapolres dan Bapak Dandim Situbondo meskipun pendatang sangat peduli dengan darurat Aids di kota ini dengan siap mendukung pelaksanaan Perda".

"Sedang Bupati dan Wabup yang di pilih oleh rakyat justru tidak menghadiri dengan alasan tidak jelas, saya bersedia melakukan mediasi lagi karena rasa hormat saya kepada beliau berdua", tandasnya.

Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, S.H, S.I.K, M.H. menyampaikan kepada Tim S One, "Demi Situbondo apapun kesibukan saya selama saya ada di Situbondo akan hadir jika kami di butuhkan".

Menurut Kapolres AKBP Awan Hariono, "Hari inipun sesungguhnya kami Polres Situbondo ada giat, namun karena persoalan ini sangat penting maka saya bersama Dandim hadir, sangat miris ketika melihat angka penderita Aids yang terus meningkat setiap Tahunnya di kota Santri ini".

Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf. Akhmad Juni Toa, SE, MI.Pol mengatakan kepada Tim S One, "Saya juga sepakat apa yang disampaikan Bapak Kapolres dan saya sangat mengapresiasi langkah penggugat. Karena langkah ini adalah langkah yang sangat elegan dan menjadi pencerdasan sendiri untuk masyarakat Situbondo daripada hanya sekedar berkoar-koar dengan berdemonstrasi. Memang dengan demo tidak dilarang namun itu monolog".


Dandim berharap, "Semoga saja langkah GP Sakera Cs akan diikuti oleh LSM lain, sehingga Situbondo menjadi percontohan bagaimana LSM itu bertindak cerdas dalam menyampaikan aspirasinya", jelasnya.

Sementara itu Kuasa Hukum Reno, SH saat disinggung kenapa Tergugat tidak menghadiri mediasi kali ini. Ia mengatakan, "Tergugat masih ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. Saya akan sampaikan kepada para principal dan saya sendiri menghormati langkah hukum yang di lakukan penggugat".

"Saya sendiri sangat setuju dengan penertiban dan penegakan perda ini dengan di dukung semua pihak demi Situbondo yang sehat dan berahlak", pungkasnya. (St1)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget