Bekas Tambang Illegal Situbondo Akan Disulap Jadi Perumahan



Situbondo -media nasional cakrawala
Diberitakan sebelumnya di beberapa media online dan cetak tentang penertiban penambangan illegal di Kabupaten Situbondo oleh Kapolres AKBP Awan Hariono, SH SIK MH menyisakan permasalan baru di Kabupaten yang terkenal dengan sebutan Kota Santri.

Bagaimana tidak menyisahkan permasalahan, akibat penambangan illegal yang di lakukan orang-orang tidak bertanggung jawab ini Lingkungan Hidup dan topografi di Kabupaten Situbondo berubah menjadi rusaknya perbukitan dan jurang-jurang akibat penggalian yang tanpa pengawasan dan tidak adanya biaya Reklamasi. Kemudian tempat yang di gali di biarkan begitu saja karena sudah kurang hasilnya ataupun karena takut di lakukan penertiban.

Tentunya keprihatinan ini sangat di rasakan oleh pegiat lingkungan hidup dan juga masyarakat sekitar tak terkecuali kondisi Penambangan yang dilakukan inisial "T". Penambang Illegal dengan inisial T yang melakukan penambangan tanpa ijin sudah bertahun tahun lamanya di daerah sekitar jalan tembus ini.

Namun beruntung Situbondo kedatangan Kapolres AKBP Awan yang di kenal kalem namun tegas sehingga sekitar bulan Maret 2019, Penambang Illegal T ini yang terkesan kebal hukum karena Kapolres-kapolres sebelumnya tidak berdaya menghadapinya berhasil di tundukkan oleh Kapolres dengan melakukan Penyitaan dan sekarang sedang berproses hukum di Polres Situbondo.

Akibat dari penambangan pegunungan kapur yang di lakukan T ini menyebabkan rusaknya kawasan gunung kapur sehingga tidak lagi dapat di gunakan atau ditumbuhi tanaman baik yang semusim ataupun tanaman tahunan.

Hal inilah menarik Pengusaha asal Bondowoso P. Kunheru yang berinisiatif membeli tanah bekas penambangan illegal. Banyak pihak yang terheran-heran kenapa P. Kun mau membeli tanah yang sudah tidak berproduktif tersebut bahkan bisa dikatakan sudah tidak dapat dipakai lagi. Namun pemikiran pengusaha ini memang patut di acungi jempol, bagaimana tidak tanah yang sudah rusak tersebut akan di sulap menjadi perumahan sehingga menambah nilai jual dan juga akan bermanfaat pula dengan penambahan PAD untuk kas Pemkab Situbondo.

Suherman warga Kotakan yang di percaya untuk menjadi wakil Kun Heru di Situbondo kepada team S One mengatakan

"Bapak Kun memang sangat peduli dengan Kabupaten ini, ketika banyak tanah baik yang bisa di gunakan untuk perumahan justru memilih kawasan yang kurang baik, tapi itulah Bapak yang merasa sangat menyayangkan jika kawasan ini tidak dimanfaatkan", ujar Suherman warga asal Desa Kotakan yang dipercaya oleh P. Kun Heru. Senin, (09/09/2019).

Lanjut Suherman, "Semua perijinan untuk pembangunan kawasan perumahan sudah selesai semua, hanya memang dibutuhkan pematangan lahan dari bekas penambangan illegal tersebut karena limbah dari pematangan lahan ini tidak di jual oleh perusahaan kami maka kami berikan gratis kepada Pihak Kedua, saya meminta doa restu kepada masyarakat Situbondo agar pembangunan berjalan lancar".

Hamzah warga Desa Sumberkolak yang menjadi perbatasan dengan Desa Kotakan menyambut gembira dengan rencana di jadikannya kawasan penambangan illegal tersebut menjadi perumahan, "Kalau nanti sudah ada perumahan saya yakin kawasan jalan tembus tersebut akan semakin ramai sehingga perekonomian akan lebih meningkat dan yang lebih penting lagi kawasan itu tidak menyeramkan lagi seperti sekarang", katanya.

Sementara itu Ketum GP Sakera Syaiful Bahri mengatakan, "Syukurlah kalau ada pengusaha yang mau mereklamasi kawasan bekas tambang illegal karena dengan di reklamasinya kawasan tersebut maka keamanan terutama keindahannya akan lebih baik daripada di biarkan terbengkalai oleh ulah penambang liar itu".

Bang Ipoel panggilan akrabnya berharap "Semoga saja lebih banyak lagi pengusaha pengusaha yang peduli dengan kota ini dan semoga juga Pengusaha yang datang ke kota ini untuk membangun tidak di ganggu oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab". (St1)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget