September 2019



Media Nasional Cakrawala-Pasuruan

Acara Sosialisasi dan Koordinasi pemakaman adalah pembahasan penting yang selalu diperhatikan oleh masyarakat Kota Pasuruan, hal tersebut merupakan kebijakan yang harus di persiapkan matang dari pihak pemerintah untuk masyarakat sekitar.

Hari senin (30/9/19) bertempatan di Kelurahan Purut rejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan adakan sosialisasi dan koordinasi pengelolahan makam umum di tahun 2019, acara tersebut di hadiri oleh Kepala Dinas Perumahan rakyat dan kawasan permukiman Kota Pasuruan Mita, Kepala Bidang Perumahan rakyat dan kawasan permukiman Kota Pasuruan Uung, kepala UPT pemakaman Wisnu, Lurah setempat, perwakilan Kecamatan Purworejo, Dewan Perwakilan Rakyat Aris Budi, dan beberapa tokoh masyarakat Rt Rw serta anggota Ormas Pospera.

Sambutan pertama di sampaikan oleh kepala Dinas Perumahan rakyat dan kawasan permukiman (Perkim) Mita, menyampaikan kepada masyarakat bentuk sosialisasi dan koordinasi  ini merupakan wacana untuk kedepan agar pemakaman di Kota Pasuruan lebih teratur dan lebih baik khususnya di ruang penataan.

Sementara itu rencana pembangunan makam Purut III lokasi di Desa Purut Kelurahan Purut rejo mendapatkan penolakan dari warga sekitar, adanya rencana pembangunan makam Purut III warga di rugikan karena sebelumnya ada pemandangan hijau yang dapat di buat aktifitas warga tiba-tiba akan di bangun tempat makam, karena menurut warga dalam proses pembangunan makam purut II yang sudah jadi sampai saat ini masih belum di fungsikan.

Bahkan dalam acara tersebut beberapa Rt serta Rw setempat menyuarakan suara nya pada saat sesi tanya jawab diantara isi dalam penyampaian nya mereka menegaskan menolak rencana pembangunan makam Purut III.

Selain itu menurut Rw setempat Sudomo “Tempat yang luas tersebut seharusnya di jadikan area hijau seperti contoh taman bermain sehingga dapat di fungsikan untuk aktifitas warga, karena tempat tersebut juga di pakai warga untuk upacara bendera 17 Agustus tiap tahun nya, tetapi ini malah akan di jadikan tempat makam sehingga akan terkesan horor”, Tegasnya.

Amin Suprayitno wakil ketua DPD Pospera Jatim juga menyampaikan “Pemerintah adalah garda terdepan sebagai pelayan masyarakat seharusnya betul-betul memperhatikan keluhan masyarakat, karena dengan adanya pertemuan sosialisasi dan koordinasi ini ada beberapa usulan tentang keluhan masyarakat , maka dengan itu pemerintah harus dapat memperhatikan, karena Pemerintah adalah bagian dari masyarakat”.imbuhnya.


Namun di sela-sela acara tersebut salah-satu masyarakat juga menanyakan kebijakan ada nya makam yang sudah berkijing yang di bangun permanen, “Apakah kebijakan atau larangan itu hanya untuk mencegah yang hendak membangun kijing, dan yang sudah terlanjur membangun makam berkijing apa tidak mendapat perhatian untuk di tertibkan?”tegas salah satu warga saat bertanya.

Pertanyaan tersebut di jawab oleh kepala UPT Pemakaman Wisnu, “Yang berhak menertibkan makam yang sudah berkijing adalah pihak Satpol PP karena berdasarkan aturan Perda yang berhak menertibkan adalah mereka, Kami sudah pernah konfirmasi mengenai penertiban tersebut namun tidak ada respon dari dinas terkait”, Tegas Wisnu.(Natha)


Pancur Batu |Media Nasional Cakrawala

Tim Penanganan gangguan khusus yang di dengan di pimpin  oleh Inspektur satu Suhaily Hasibuan ,SH,MH dalam tempu waktu 1 Jam berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pria yang telah melakukan pembunuhan di sertai dengan tindakan kekerasan di dalam rumah tangga yang terjadi di Desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu Deli Serdang Sumatera Utara .

Iptu Suhaily Hasibuan ,SH ,MH menceritakan bahwa " tersangka Menang Sitepu alias Gondang ditangkap Tim Pegasus dikarenakan telah melakukan sebuah tindak pidana dimana dirinya melakukan perbuatan yang melanggar hukum , dia telah membunuh anak kandung nya sendiri dikarenakan karena telah melakukan pembunuhan terhadap anak kandung nya sendiri .

Masi kata Suhaily , " Hal tersebut terjadi pada hari juma sekitar pukul 22.30 wib saat itu tersangka sedang bersama dengan istri dan dua orang anak nya sedang mengobrol , pada saat sebelum kejadian terjadi  posisi istri dan kedua anaknya berada di tempat tidur sedang berbaring di kamar , sedangkan posisi tersangka sedang berada di depan pintu kamar , selang beberap waktu kemudian , sang istri pun terbangun dan meliha suaminya berada di lantai di depan pintu kamar tidurnya , melihat sumainya berada di tempat tersebut , sang istri pun langsung menghampirinya dan sang istri pun terkejut melihat tangan suaminya penuh dengan bercah darah.

Melihat tangan suaminy bernodakan bercak darah sang istri juga dikejutkan pada saat milihat buah hatinya sudah tidak bernyawa dikarenakan sebuah tusukan pada lehernya , seketika itu sang istri pun langsung menjerit dengan berkata "  Kau apakan anak kita itu , sambil memeluk tersangka ,dimana pada saat sang istri memeluk tersangka untuk merampas pisau ,namun sang istri juga terkena sabetan benda tajam yang berada di tangan suaminya tersebut .


Tak tahan dengan situasi pada saat itu di kediaman nya , sang istri pun langsung menjerit histeris , sehingga sejumlah tetangga di sekitar langsu datang untuk melihat kejadian peristiwa itu , sang suami yang mendengar dan Melihat istrinya menjerit kuat kuat seketika itu langsung melarikan diri kelokasi perladangan yang  tak jauh dari rumah nya .Sebut Kanit Reskrim Pancur Batu.
" Saya yang mendapatkan kabar tersebut langsung berangkat cepat menuju lokasi dan sesampainya kami di lokasi yang sudah ramai di kerumuni warga setempat , kami langsung memburuh tersangka yang bernama Menang Sitepu Als Gondang (31) , kami melakukan pengejaran ke perladangan yang di maksud , tiba di perladangan tersebut kami langsung meringkusnya .pungkas Suhaily.

ada pun idenditas korban yaitu :  Kristian Sitepu, (12) Meninggal Dunia akibat dua luka tusuk dibagian leher dan satu luka tusuk dibahu belakang sebelah kanan) ,  Natara Br Sembiring (42) istri tersangka (Luka Robek ditangan sebelah kanan disela ibu Jari).

saat ini tersangka dan barang bukti sebuah pisau tajam kami bawa ke komando untuk kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut , dari introgasi kami , motif pelaku kesal karena anak kandung nya kerap  mencuri diperladangan milik warga dan disuruh sekolah juga malas. pungkas Iptu Suhaily Hasibuan,SH,MH Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu .


(Leodepari)




Bondowoso,Media Nasional Cakrawala

Olah raga adalah hal yang baik dan positif untuk menjaga kesehatan seperti yang dilakukan oleh Babinsa desa Taal Sertu Kunaidi anggota Koramil 0822/11 Tapen saat di konfirmasi Media Cakrawala mengatakan Selain Tugas pokok yg dilaksanakan   juga ada Tugas Non program yg dilaksanakan oleh babinsa di desa binaanya
Salah satunya membina pemuda karang Taruna melalui kegiatan olahraga VOLLY Agar Kegiatan Anak muda di desa pada malam hari 
Tidak salah bergaul bahkan terkontaminasi kegiatan yg Negatif.
Kenapa babinsa berbuat pro aktif ,membina pemuda karang Taruna yaitu agar pemuda mempunyai kesibukan yg positif dan bermanfaat dan juga sebagai ajang berkomunikasi tentang hal-hal lain yang positif dan untuk menambah pengalaman sebagai bekal masa depanya nanti.

Danramil 0822/Tapen kapten Caj Anas nahrawi saat di konfirmasi  memberikan Tanggapan yang positif atas
Pembinaan Para babinsa kepada pemuda karang Taruna dan banyak hikmahnya karena menurut beliau ,
Pemuda adalah Aset bangsa sebagai penerus Regenerasi bangsa indonesia di masa depan sehingga keutuhan NKRI bisa Terjaga .(Imm/Hry)



Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Kali ini dukungan terus mengalir dari masyarakat Situbondo yang menginginkan sebuah perubahan untuk daerahnya. Seperti halnya Warga Desa Kotakan yang siap mendukung Ketum Gp Sakera Situbondo, Syaiful Bahri alias Bang Ipoel yang notabanenya pegiat anti korupsi Untuk Maju Pilbup (Pemilihan Bupati) 2020 yang mendatang.

Baca juga (http://www.mediacakrawala.com/2019/09/warga-desa-battal-siap-mendukung-kawan.html)

Walaupun Bang Ipoel sendiri tidak menginginkan hal itu, namun masyarakat Situbondo rupanya terus berupaya agar dapat bisa merubah Situbondo lebih baik. Dirasa perlu dipimpin oleh pemimpin yang mempunyai keberanian dan ketegasan dalam mengambil kebijakan, hal itu yang selalu di eluh eluhkan dan didambakan oleh masyarakat Situbondo.

Hal ini dibuktikan dengan memasang banner foto Bang Ipoel dengan berukuran besar "Kami Siap Mendukungmu, Kawan Bang Ipoel...Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri".

Suherman warga Desa Kotakan membenarkan pemasangan banner yang dengan sukarela membuat dan memasang banner di Jalan Raya Bondowoso Desa Kotakan, "Memang benar mas, saya secara pribadi bersama warga Desa Kotakan siap P Ketum untuk maju dalam Pilbup 2020. Karena  dirasa Situbondo butuh seorang pemimpin yang punya keberanian dan ketegasan, hal itulah yang dipunyai Ketum Gp Sakera Situbondo, SyaifulBahri atau sering disebut Bang Ipoel", jelasnya.

Suherman mengaku, "Kami yakin dengan ketegasan dan keberanian untuk mengambil kebijakan, maka Situbondo akan maju dan berkembang", ujarnya. Senin, (30/09/2019).

Suherman menambahkan, "Walaupun P Ketum sendiri tidak menginginkan namun masyarakat Situbondo menginginkan. Dan perlu diketahui, kalau memang P Ketum tidak mau, kita akan demo kerumahnya. P Ketum kan biasa demo, apa masyarakat juga gak bisa demo", jelasnya dengan tersenyum. (St1)



SUMENEP - MATLINI, Putra Daerah Desa Kecer  Kecamatan Dasok Kabupaten Semenep Madura Jawa Timur yang maju pada Pilkades 2019, termotivasi dengan kondisi daerahnya yang berharap adanya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Baik Bidang Pendidikan, kesehatan, Infrastruktur, Pertanian dan Bidang lainnya yang harus perhatikan.

Dalam pencalonan ini, MATLANI nomor urut 2 menjanjikan pelayanan publik yang transparan, akuntabilitas menuju masyarakat Desa Kecer Kecamatan Dasok yang maju, mandiri dan sejahtera. Selain itu juga peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui sejumlah program pendidikan yang berbasis keagamaan yang akan menjadi sumber pendidikan akhlaq," harapan MATLANI.

Selanjutnya meningkatkan profesional kerja pemerintah desa, sehingga terwujud aparatur desa yang trampil, jujur dan berwibawa dengan melaksanakan tugas sesuai fungsinya. Dalam menentukan arah kebijakan pembangunan desa yang baik dengan institusi yang ada di desa maupun dengan masyarakat," Jelasnya.

Kami juga akan mengembangkan bakat generasi muda dalam menggali potensi yang dimiliki baik di bidang agama, seni budaya, teknologi dan olahraga guna mewujudkan generasi muda yang berfrestasi.

Selain itu juga akan memaksimalkan dalam pelayanan terhadap masyarakat, Sehingga nantinya kepengurusan di Kantor Desa bisa stabil dan tertib," ungkap MATLANI calon kades nomor urut 2 (dua). (RIL Pendem)



MALANG,Media Nasional Cakrawala
Dalam rangka peringati HUT TNI Ke-74, Detasemen Polisi Militer (DENPOM) Divisi Infanteri 2 Kostrad yang terletak di Jl. Tawangsari No.1 Lawang, mengadakan Turnamen Bola Voli Terbuka "GAMA CAKRA CUP" yang di ikuti oleh 48 Tim se-Jawa timur. Minggu (29/9/19)

Dari pantauan media Nasional Cakrawala acara yang digelar di Markas Detasemen Polisi Militer (MADENPOM) Divif-2 Kostrad tersebut di mulai pada pukul 19.00 Wib, dan perlombaan tersebut menggunakan lapangan "Soebandi" sebagai sarananya.

Dalam sambutannya, Dandenpom Mayor Cpm Hanri Wira Kusuma, S.H., M. Han, mengungkapkan, "Salah satu tujuan diadakan turnamen ini adalah sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi dan rasa kebersamaan TNI dengan masyarakat, disamping itu melalui Gama Cakra Cup ini semoga nantinya akan muncul bibit-bibit unggul di kalangan remaja," tutupnya.

Kepada media Nasional cakrawala  Dandenpom juga menyampaikan, "Dalam Gama Cakra Cup ini kami hanya mengambil 48 Tim yang terbaik saja, padahal yang mendaftar waktu itu mencapai 50 Tim lebih. Kami juga menjalankan amanat dari Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S. AP, M. Si, M. Tr, Han, bahwa bagaimana caranya Denpom Divif-2 Kostrad ini bisa menyatu dengan masyarakat, ya salah satu caranya adalah kami mengadakan turnamen Bola Voli ini," jelasnya. (ton/kin)



BONDOWOSO -Media Nasional Cakrawala
Agenda rutin yang di lakukan komunitas Relawan Kironggo Peduli ( RKP),kopdar yang menjadi agenda ritin tiap malam senin di paseban Alun alun Bondowoso, untuk menjaga silahturahim antar pengurus dan member. 

Relawan Kironggo Peduli ( RKP), yang di nahkodai oleh seorang pencinta seni kuda lumping ( Ahmad Sudiono), dan biasa di panggil Kang Singo Joyo, RKP menjalankan poksi dalam bidang sosial. 

Ahmad sudiono menjelaskan, Agenda yang rutin kita gelar tiap malam senin di paseban alun alun Bondowoso bisa di katakan Kopdar antar pengurus dan member Relawan Kironggo Peduli ( RKP), untuk mempererat rasa kekompakan dalam berkomunitas di media sosiai khusnya. 

Arief Wayae Selaku Ketua Komunitas Sosial Media Bondowoso, menyampaikan dengan kehadiran saya dalam rangka kopdar yang di lakukan Rekan rekan RKP merasa terpanggil untuk ikut hadir untuk menjalin rasa persaudaran antar komunitas yang ada di Bondowoso Khususnya.

Tambah Arief, mudah mudahan dengan pertemuan kali ini, rekan rekan RKP bisa saling membantu dalam melakukan sosial dan saling Koordinasi.harapnya


Pantuan Awak Media di paseban alun alun Bondowso, tampak hadir  pengurus RKP dan Member RKP, juga salah satu ketua komunitas Arief  Wayae salah satu ketua komunitas Sosial Media Bondowoso ( SMB).



Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Perhelatan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 disambut baik oleh warga Situbondo. Mendambakan seorang pemimpin yang bisa menyerap aspirasi masyarakat dirasa perlu dan didukung untuk kemajuan Situbondo ke depan.

Salah satunya warga Desa Battal, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo menginginkan dari kaum pergerakan (pegiat anti korupsi) yang tidak asing lagi di Situbondo yakni Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri alias Bang Ipoel untuk ikut andil memajukan daerah. Hal ini dibuktikannya dengan memasang banner foto Bang Ipoel "Kami Siap Mendukungmu, Kawan Bang Ipoel...Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri".

Hal ini dibenarkan oleh Johan warga Desa Battal dengan sukarela membuat dan memasang banner di beberapa titik, "Saya perwakilan warga siap mendukung P Ketum untuk maju dalam Pilbup 2020. Karena harapan kami P Ketum selain dikenal tegas dan berani dalam mengambil sikap, Situbondo akan maju dengan dipimpin oleh beliau".

Johan menambahkan, "Tidak hanya itu, P Ketum juga mampu merangkul kaum muda dalam memajukan daerah di 17 kecamatan yang ada di Situbondo ini," ujarnya, Minggu (29/09/2019).

"Dan Bang Ipoel kami rasa sudah cukup berpengalaman, tidak hanya berhasil menyoroti anti korupsi namun juga berhasil memimpin beberapa perusahaan. Dan kami meminta agar Situbondo dipimpin oleh beliau agar Situbondo baik lagi kedepannya", jelasnya.

Sementara itu, Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri alias Bang Ipoel mendengar masyarakat Situbondo menginginkannya untuk maju langsung mengklarifikasi melalui Media Sosial (Medsos) resminya di akun FB Syaiful Bahri.

"Sy bkn gag mempedulikan tmn2 yg menginginkan sy utk maju... tp sy hny mau fokus dl dgn bbrp pengaduan yg masuk ke GP Sakera krn ini menjd tanggung jawab sy kpd rakyat Situbondo...Dan mohon maaf pula jika ada tmn2 sy yg postingannya mengganggu tmn2 yg lain... 
Sy menganut demokrasi dan kebebasan berpendapat jd sy tdk akan mencampuri atau meengarahkan pendapat mrk senyampang itu Fakta dan Realita...
Agar tdk terjadi gesekan lbh besar... sy tdk akan bercomentar terhadap postingan tmn2 terkait Pilbup 2020..", jelasnya. (St1)


Foto: David Aidil Fitri bersama Presiden Jokowi. (Istimewa).

Jakarta - David Aidil Fitri Koordinator Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) membantah bahwa meminta Presiden Joko Widodo untuk mencopot Kapolri Tito Kanarvian. Katanya, sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Relawan Jokowi hanyalah mencatut nama saja dan bukan dari ARJ.

Bantahan ini disampaikan Aidil Fitri sapaan akrabnya, kepada awal media, Minggu (29/09/2019) di Jakarta. Justru katanya, Aliansi Relawan Jokowi yang disingkat ARJ ini mendukung langkah-langkah Kapolri Tito Kanarvian mengambil tindakan terkait demontrasi yang berakibat anarkis, provokatif, merusak fasilitas negara dan mengganggu ketertiban umum.

"Pak Tito adalah orang yang berprestasi di masa kepemimpinan pak Jokowi. Banyak persoalan besar dalam pengamanan bisa diselesaikan dengan baik. Diantaranya mengamankan persiapan dan pelaksanaan Pemilu Legeslatif dan Pemilu Presiden 2019. Beliau juga berhasil meredam upaya kerusuhan paska Pilpres 2019 dan mengamankan Kantibnas di seluruh Indonesia," jelas Aidil Fitri.

Mengenai masalah Papua, Kapolri Tito Kanarvian dengan sigap bisa mencegah agar kerusuhan tidak meluas. Selain itu dalam penanganan demontrasi mahasiswa dan pelajar, tindakan yang dilakukan Kapolri Tito Kanarvian sudah tetap dengan bertindak preventif dan akomodatif.

"Kalau ada relawan Jokowi, minta Kapolri dicopot hanyalah ngaku-ngaku relawan Aliansi Relawan Jokowi (red-ARJ). Padahal, ARJ terdiri sekitar 800 anggota organisasi relawan," bantahnya.

Aidil Fitri sempat mencari keberadaan orang-orang yang mengatasnamakan ARJ tersebut lewat Saudari Sri salah satu aktivis ARJ. Kata Sri menurut Aidil Fitri, orang yang mengaku-ngaku dan mengatasnamakan Aliansi Relawan Jokowi adalah Saudari Ambar. Namun kata Aidil Fitri, ketika Saudari Sri protes kepada Saudari Ambar.

"Saudari Ambar mengatakan bahwa, tidak pernah membawa nama Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) akan tetapi membawa nama Aliansi Relawan Selamatkan Jokowi (ARSJ). Kalaupun tertuang di media atas nama Aliansi Relawan Jokowi, karena kesalahan penulisan media online www.suarakeadilan.id," jelas Aidil.

Kata Ketua Umum Forum Relawan Demokrasi (Foreder) ini, ARJ lewat Saudari Sri sempat protes ke Saudari Ambar karena mengunakan spanduk saat acara Aliansi Relawan Jokowi. Akan tetapi, lanjut Aidil Fitri, Saudari Ambar tidak membalas dan malah menyuruh berita secara keseluruhan.

"Saudara Ambar sudah tidak memiliki etika dengan membawa gambar ARJ pada berita-beritanya, kami mohon untuk segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada teman-teman ARJ sebelum kita somasi atau pelaporan ke kepolisian," pungkas Aidil Fitri.

Sebelumnya, para relawan Jokowi yang tergabung dalam Aliansi Relawan Selamatkan Jokowi (ARSJ) merasa kepemimpinan Tito karnavian sebagai Kapolri mencederai citra dan marwah Jokowi sebagai seorang presiden. Mereka merasa, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian menghadapi kerusuhan yang terjadi di  Papua dan demonstrasi mahasiswa dan pelajar memberikan kesan bahwa Jokowi tidak pro rakyat.

Demikian dikatakan Ambar selaku Koordinator Aliansi Relawan Selamatkan Jokowi saat ditemui di Hotel Ibis Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019) malam sebagaimana dikutip di www.suarakeadilan.id. Ketua Relawan Jokowi dari Srikandi Kencana Indonesia ini mengaku, aliansi ini merupakan kumpulan dari sekitar 50 relawan Jokowi yang ada di Indonesia.

“Selama ini Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang pro rakyat. Tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian telah membuat para relawan menjadi gelisah. Kami tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Jokowi. Bagi kami, Jokowi adalah harga mati dan harus dua periode,” kata Ambar.

Ia menyayangkan kinerja Kapolri yang dirasa tidak profesional dalam menghadapi massa aksi yang beberapa hari ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Insiden meninggalnya dua mahasiswa Kendari dan ratusan lainnya luka-luka serta ketidakpastian kondisi di Papua adalah contoh kegagalan Kapolri dalam menjaga keamanan negara. Ia melihat apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian justru memperburuk siatuasi.

“Untuk itu, Aliansi Relawan Selamatkan Jokowi meminta Jokowi untuk segera mencopot Tito Karnavian sebagai Kapolri. Kapolri kerjanya gimana? Adik-adik mahasiswa dan pelajar itu generasi penerus bangsa, kok diperlakukan seperti teroris,” tegasnya. (red).



Media Nasional Cakrawala-Pasuruan

Salah satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa adalah ketika khatam Al Quran, Ini merupakan satu diantara pintu-pintu untuk mendapatkan kelapangan dalam hidup.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas terpilihnya sebagai wakil rakyat Kota Pasuruan yang berkantor di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Jl Balaikota Kota Pasuruan Farid Misbah adakan Khotmil Qur’an di kantor Dewan. Minggu(29/9/19)

Mengingat kegiatan khotmil Qur’an adalah kegitan yang memiliki banyak manfaat senantiasa diberikan keberkahan melalui cahaya Al-Qur’an yang kita pedomani dan di junjung tinggi. 

Pada acara tersebut selain  Farid Misbah hadir juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Sulaiman dan Muhammad Arief serta juga di hadiri oleh tokoh masyarakat.

“Khotmil Qur’an ini bentuk rasa syukur dan do’a agar Partai Hanura beserta Fraksinya mampu menjadi wakil rakyat yang amanah dan selalu dalam lindungan ALLAH SWT dalam melaksanakan tugas untuk masyarakat Kota Pasuruan”. imbuh Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Farid Misbah.(Natha)


JEMBER,MEDIA NASIONAL CAKRAWALA
Aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah disambut aksi represi aparat kepolisian. Beragam kekerasan dilakukan untuk menghalau dan memukul mundur para aktivis yang menyuarakan beragam tuntutan. Rupanya, sikap represi polisi tak berhenti pada demonstran saja, tapi juga menyasar jurnalis yang sedang bekerja. Aparat tak hanya menghalang-halangi kerja-kerja jurnalistik, tapi juga merampas bahkan melakukan kekerasan. Sejumlah jurnalis di berbagai daerah dilaporkan terluka dalam peristiwa tersebut.

Laporan sementara yang diterima, ada tiga daerah yang terjadi kekerasan dan menimpa jurnalis. Di antaranya, di Jakarta, Makassar, dan Jayapura. Korban yang tercatat ada 10 jurnalis dari 10 media berbeda. Bentuk kekerasan yang diterima juga bermacam-macam. Ada yang diintimidasi, dirampas alat kerja, hingga mendapat kekerasan fisik. Bahkan, jurnalis pendiri Watchdog Dandhy Dwi Laksono ditangkap dan disangka menyebarkan kebencian. Dhandy dijerat pasal karet UU ITE. Ananda Badudu, penggalang dana untuk membantu mahasiswa yang menggelar aksi di Jakarta juga ditangkap polisi. Tindakan ini sudah jelas melanggar hak berekpresi dan menyampaikan pendapat warga yang dijamin undang-undang. Pemerintah terkesan antikritik, sehingga menggunakan alat negara untuk membungkam warganya. 

Di sisi lain, kekerasan yang dilakukan polisi dan massa terhadap jurnalis juga merupakan tindakan pidana sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 tentang Pers, Pasal 18 Ayat 1 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta. 

Padahal, setiap jurnalis memiliki hak untuk mencari, menerima, mengelola, dan menyampaikan informasi sebagaimana dijamin secara tegas dalam Pasal 4 ayat (3) UU RI No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Khususnya terkait peliputan yang menyangkut kepentingan umum sebagai bentuk kontrol publik.

Menyikapi kekerasan terhadap jurnalis ini, AKAR Jember menyatakan sikap:

1. Mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan anggotanya dan massa aksi di berbagai daerah. 

2. Mendesak kepolisian menghentikan segala bentuk represi yang mengancam kerja jurnalis, serta mendukung kebebasan berpendapat dan berkespresi yang dilakukan masyarakat.


3. Menuntut kepolisian menghukum anggotanya yang terlibat kekerasan kepada jurnalis. Dan penanganan kasusnya dibuka untuk publik.

4. Menuntut kepolisian melucuti senjata para anggotanya yang bertugas menghalau massa. Dan menghentikan semua upaya sweeping kepada peserta aksi maupun jurnalis yang sedang bertugas.

5. Menuntut kepolisian membebaskan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu dari sangkaan pasal karet UU ITE. 

6. Menuntut kepolisian menghentikan penangkapan-penangkapan aktivis yang melakukan kritik dan menyuarakan kepentingan publik.

7. Tuntaskan reformasi di tubuh Polri. 

8. Mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis saat sedang meliput. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU Pers.

9. Mengimbau perusahaan media untuk memberikan alat pelindung diri kepada jurnalis mereka yang meliput aksi massa yang berpotensi terjadi kericuhan.


10. Mendesak Dewan Pers membentuk Satgas Anti Kekerasan guna menuntaskan kasus kekerasan yang terjadi sepanjang aksi penolakan RKUHP dan Revisi UU KPK di berbagai daerah.

AKAR Jember merupakan aksi solidaritas para jurnalis di Jember menyikapi kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi sepanjang pekan ini. AKAR Jember beranggotakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda, Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember. 

Jember, 27 September 2019
Koordinator Aksi



Mahfudz Sunardjie

Penanggung jawab:



1. Ikaran Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda, Tomy Iskandar
2. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember, Mahrus Solih
3. Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember, Ihya Ulumiddin
4. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember, Sigit Maryanto


Prof Dr dr James Tangkudung Sportmed MPd. Foto: Gus Din

Jakarta - Guru Besar Ilmu Olahraga UNJ dan  yang juga Koordinator Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr dr James Tangkudung Sportmed MPd menerangkan saat ditemui di Aula PGI Salemba Jakarta Pusat. Jumat (27/9/19) seusai menjadi narasumber dalam diskusi publik dengan tema " Solusi Damai untuk Papua." 

Menurut Prof James bahwa terkait persoalan damai di Papua sebetulnya sangat mudah diselesaikan apabila pemerintah pusat dan pemerintah Daerah di Papua betul-betul melaksanakan Peraturan daerah Otonomi Khusus (Perdasus) yang dibuat sejak tahun 2001yang diterus diperbaiki pada tahun 2006 itu seharusnya dijalankan dengan konsekwen sesuai dengan pasal-pasal yang langsung harus di inplentasikan diantaranya terutama supaya rakyat Papua senang di jadikan sama seperti di Daerah Istimewa Aceh yang telah menjalankannya Perdasus dengan baik.

"Artinya kepada mereka-mereka sebagian kecil masyarakat Papua yang belum terakomodir yang ingin referendum silahkan diberikan kesempatan untuk membuka Partai lokal dan itu ada di Perdasusnya," terangnya

Lanjut Prof James  bahwa dirinya sebagai ketua Forum Komunikasi Pancasila sudah berulang-ulang kali pada setiap kesempatan diskusi selalu menyampaikan persoalan  perdasus di Papua karena dirinya  mengangap  mungkin perdasusnya waktu itu masih belum jelas, oleh sebab itu ia meminta dan mendorong kepada pemerintah pusat maupun pemeritah daerah di Papua Perdasus tersebut  agar di berdayakan dan diterapkan dengan sebaik-baik untuk kepentingan rakyat di Papua.

"Sehingga nantinya wakil-wakil rakyat di Papua itu benar-benar  menyuarakan rakyat Papua dan tentunya saya selaku Ketua Forum Komunikasi Pancasila sangat mendukung  1000 persen Otsus di Papua harus dilaksanakan dengan sebenar-benarnya," ungkapnya

Selanjutnya Prof James menegaskan bahwa dirinya tidak setuju  gagasan Papua merdeka karena Papua sudah selesai tidak dipisahkan bagian dari NKRI dan bagaimana seperti yang dicita-cita dan  diinginkan Fanding Father negara kita  yang diantaranya ada orang Papua dan bapak saya dari Sulawesi Utara,

"Nah tentunya mereka para pendiri bangsa Indonesia berharap agar rakyat Indonesia sejatera adil dan makmur bersama-sama memasuki tahun 2045, sehingga anak cucu kita nanti dapat menikmatinya sampai pada abad keemasan 100 tahun bangsa Indonesia," ujar Prof James terlihat sangat ramah

Lanjutnya bahwa  bapak Presiden Jokowi  saat ini sudah melakukan dan melaksanakan pembangunan segala bidang  yang merata di seluruh pelosok maupun penjuru tanah air Indonesia  dengan membangun infrastruktur dan menyetarakan harga BBM, bahwa hal ini tujuannya adalah untuk kesan pemerataan.

"Saya rasa kedepan Presiden Jokowi harus lebih memberdayakan lagi khususnya rakyat di Papua," ucap Prof James

Lanjutnya Prof James yang lulusan Jerman ini, bahwa ia sebagai Guru Besar di salah satu Universitas di Jakarta merasa terpanggil untuk membangun bangsa dan negara, dengan memiliki gagasan ingin membangun Papua Siber University di tanah Papua. "Saya kebetulan tamatan Universitas di Jerman  tentunya kita bisa kerjasama dengan universitas-universitas di seluruh Dunia termasuk di Jerman sehingga anak -anak muda  di Papua itu dapat menikmati pendidikan yang setara dengan standar-standar di dalam maupun diluar negeri," ungkapnya

Lebih lanjut Prof James menambahkan bahwa tentunya dalam mencapai pendidikan jaringan berbasis internet (Siber) di Papua, kita perlu mengarahkan Satelit Palapa kita yang lebih cangih agar jaringan online lebih merata di Papua." Saya berharap jaringan internet di Papua lebih di perkuat lagi sehingga jika saya mengajar di Papua bisa menggunakan sistem blandet loning artinya walaupun saya nanti ada di negara Eropa saya masih bisa mengajar lewat jaringan internet tersebut," tandasnya. (red)



Jak T. W. Tumewan Ketua Umum BejO didampingi Zaenal Azis Sekjen BeJO dan jajaran pengurus pusat, pengurus dari Kalimantan, Papua dan dewan Pembina BeJO saat konferensi pers di Jl. Kertanegara 25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019). Tampak hadir juga Dewan Pembina BeJo KH. Mustar Umar dan Naomi Soekarno Ketua Umum Mama-Mama Milenial BeJO. Foto: Gus Din.

Jakarta – Relawan Benteng Jokowi (BeJO) menyatakan siap mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019. Selain itu BeJO menolak upaya sabotase oleh kelompok tertentu yang ingin menggagalkan pelantikan tersebut

BeJO juga menyikapi kondisi terkini terkait maraknya aksi demonstrasi di DPR dan beberapa lokasi lainnya di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Dimana menyerukan kepada seluruh anggota dan simpatisan Benteng Jokowi dari Aceh sampai Papua untuk tetap tenang dan menjaga situasi kondusif.

Hal ini disampaikan Jak T. W. Tumewan Ketua Umum BejO, yang didampingi Zaenal Azis Sekjen BeJO dan jajaran pengurus pusat, pengurus dari Kalimantan, Papua dan dewan Pembina BeJO saat konferensi pers di Jl. Kertanegara 25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019). Tampak hadir juga Dewan Pembina BeJo KH. Mustar Umar dan Naomi Soekarno Ketua Umum Mama-Mama Milenial BeJO.

“Keluarga Besar BeJo sangat tegas menolak unjuk rasa yang berujung pada anarkisme, hal-hal destruktif dan provokasi yang ingin memperkeruh suasana. Kami menyerukan agar aspirasi disampaikan dengan damai dan berkualitas. Jangan sampai ditunggangi kelompok tertentu yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi," kata Jak Tumewan sapaan akrabnya.

Ketua Umum BeJO ini juga menyerukan para relawan dan pendukung Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin untuk tetap solid dan tidak terpengaruh dengan situasi yang ada. Sikap Keluarga Besar Benteng Jokowi selalu mendorong dan berada digaris terdepan mengawal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin periode 2019-2024 sampai tanggal 20 Oktober 2019.

"Selain itu, Bejo juga ingin mengawal program kerja Jokowi serta mendukung semua kebijakan Jokowi tentang UU KPK yang sudah disahkan dan mendukung revisi RUU KUHP atau UU lainnya yang masih dalam pembahasan," tandas Jak Tumewan.

Senada dengan Ketua Umum BeJO, Zaenal Azis Sekjen BeJO menyerukan kepada mahasiswa dan pelajar untuk tidak ikut terprovokasi dan cerdas menyikapi situasi politik saat ini. Pengusaha muda ini mengajak kepada seluruh relawan dan pendukung Jokowi-Amin untuk menyikapi setiap berita apapun, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan agar dipertimbangkan dahulu sebelum menyebarkanya.

“Kami Relawan Benteng Jokowi (red-BeJO) sangat tidak mendukung kegiatan unjuk rasa atau demonstrasi yang berujung provokatif dan anarkis. Sampaikanlah aspirasi dengan santun dan berwibawa agar tidak menganggu situasi ekonomi dan politik dalam negeri yang berimbas pada nama baik Indonesia di luar negeri,” terang Zaenal Azis yang Rabu kemarin, 25/09/2019 kemarin bertemu Jokowi di Istana Negara.

Kata Zaenal Azis, diharapkan semua pihak untuk menjaga ketenangan dan ketertiban khususnya untuk relawan dan pendukung Jokowi. Tentunya juga jangan sampai terprovokasi untuk bertindak anarkis dan tetap menjaga kesatuan dan persatuan antar elemen bangsa.

"Semua kelompok masyarakat janganlah kita bertindak anarkis, karena semuanya akan berhadapan dengan pihak Kepolisian dan aparat TNI. Ayo kita jaga kesatuan dan persatuan bangsa yang telah kita bangun bersama antara etnik suku, agama, golongan dan ras," tukasnya.

Dalam acara konferensi pers BeJO dilakukan pembacaan ikrar dukungan oleh pengurus Dewan Pembina BeJO Kalimantan. Selanjutnya perwakilan BeJO dari daerah pun bersuara menyampaikan pendapatnya.

Nataniel Dasinapa, Ketua BejO Kabupaten Mamberamo Raya, Propinsi Papua mengatakan, Papua tetap mendukung pelantikan Jokowi-Maruf Amin karena pelantikan presiden dan wakil presiden yang sudah menjadi merupakan agenda negara.

Selanjutnya, Ibu Naomi Soekarno, Ketua Mama-Mama Milenial BeJO menghimbau kepada seluruh mama-mama dan ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk  mendukung apa yang telah menjadi keputusan politik bersama. Ia mengajak semua pihak bisa saling menghargai proses politik yang sudah berlangsung demi situasi yang kondusif agar ekonomi berjalan dengan baik.

Sedangkan KH. Mastur Umar menyatakan bahwa sah-sah saja ketika rakyat menyampaikan aspirasi, akan tetapi harus menjaga jangan sampai ada kerusakan dan merongrong kewibawaan bangsa. Sebab katanya, tindakan yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah dan melalukan hal-hal kerusakan dilarang oleh agama Islam.

Berikut pernyataan sikap Benteng Jokowi (BeJO) dalam menyikapi situasi politik terkini;

1.Keluarga Besar Benteng Jokowi menyerukan kepada seluruh anggota dan simpatisan Benteng Jokowi dari Aceh sampai Papua untuk tetap tenang dan menjaga situasi kondusif.

2. Keluarga Besar Benteng Jokowi seluruh Indonesia mendorong dan berada digaris terdepan sampai Pelantikan Presiden dan wakil Presiden Jokowi-Maru’f Amin periode 2019-2024 pada tanggal 20 Oktober 2019.
3.Kami Keluarga Besar Benteng Jokowi mengawal program program kerja Bapak Jokowi, periode ke II 2019-2024.

4. Keluarga Besar Benteng Jokowi mendukung semua kebijakan Bapak Jokowi tentang UU KPK yang sudah disahkan dan mendukung revisi RUU KUHP.

5.Kami Keluarga Besar Benteng Jokowi menyerukan kepada Mahasiswa dan Pelajar untuk tidak terprovokasi dan cerdas menyikapi situasi politik saat ini. (red)

Hj. Sri Hajati dengan suaminya Benny Halim waktu di Polres Sumenep hari Kamis, 26/09 waktu menghadiri panggilan penyidik (Foto : Ist)
SUMENEP, MEDIACAKRAWALA.Com - Hj. Sri Hajati, resmi melaporkan Hj. Ummo Hafida pemilik akun Facebook Fida Abel ke SPKT Polres Sumenep, Madura, Jawa timur.
Dilaporkannya, Hj. Ummo Hafida warga Desa Jungkat Kecamatan Ra’as Kabupaten Sumenep ini karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik dengan menuduh Hj. Sri Hajati selaku Kades Tonduk sebagai penipu kelas kakap melalui media sosial massanger (Inbok) facebook.
Geram dengan tuduhan tersebut, Hj. Sri Hajati yang didampingi pengacaranya mendatangi SPKT Polres Sumenep dan melaporkan Hj. Ummo Hafida yang diduga pemilik akun facebook Fida Abel tersebut pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 sekira pukul 14.00 wib.
Berdasarkan kronologis yang diterima awak media. Pada hari Sabtu, tanggal 20 Juli 2019 sekitar jam 12.00 wib. datang saksi (1) kepada PELAPOR di rumah kontrakannya yaitu di Jalan Agus Salim Pangarangan Sumenep, memberitahukan dan memperlihatkan massanger (inbok) dari akun facebook milik Terlapor dengan nama akun Fida Abel ke massanger (inbok) facebook milik saksi (1) dengan nama akun Suharto Suharto, yang mana di dalam percakapan massanger (inbok) tersebut Terlapor menuduh Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap.
Setelah Pelapor membaca percakapan chatting massanger yang diperlihatkan saksi (1), kemudian saksi (1) juga memperlihatkan history pada akun facebook bernama Fida Abel milik Terlapor yang memampang foto Pelapor dan suaminya (saksi 2) dengan memberikan tulisan “Mungkin ada yang kenal ,saya sedang mencari orang ini.”
Setelah Pelapor membaca percakapan chatting massanger (inbok) dan melihat foto history facebook yang diperlihatkan saksi 1, maka pelapor langsung memanggil suaminya (saksi 2) ke ruang tamu dan pelapor bersama saksi (1) juga memperlihatkan kepada saksi (2) tentang history facebook Terlapor bernama Fida Abel dan juga memperlihatkan percakapan massanger (inbok) Terlapor yang menuduh Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap.
Setelah saksi (2) selesai melihat history facebook terlapor soal tuduhan Terlapor kepada Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap. Maka saksi (2) langsung menyuruh pelapor untuk menelpon dan menanyakan kepada Terlapor apa maksudnya Terlapor memampang foto pelapor di history facebooknya dan apa maksudnya Terlapor menuduh pelapor Penipu Kelas Kakap.
Sehingga di dalam percakapan telpon tersebut terjadi perdebatan dan pada intinya Terlapor mengakui kepada Pelapor kalau terlapor bilang pelapor sebagai penipu kelas kakap (Bukti Rekaman Sebagaimana Terlampir)
Dikarenakan Terlapor tetap ngotot menuduh Pelapor sebagai Penipu Kelas Kakap maka sebagai pilihan terakhir PELAPOR melaporkan kasus ini ke POLRES SUMENEP.
Kini kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut sudah memasuki tahap konfrontir dimana pihak Polres Sumenep dalam hal ini penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap pelapor dan terlapor guna dilakukan konfrontasi pada hari Kamis 26 September 2019.
Ditemui di kantor Mapolres Sumenep Kades Tonduk Hj. Sri Hajati bersama suaminya H. Beny, mengatakan bahwa kedatangannya ke Kantor Mapolres Sumenep dalam rangka untuk memenuhi panggilan penyidik.
“Konfrontasi kasus ITE kemarin itu mas. Kasus yang terjadi pada bulan 7 (September) 2019 kemarin,” katanya kapada awak media Kamis (26/9)
Dikatakannya, perkembanganya kita tetap akan kawal kepada penyidik biar kita tau bagaimana prosesnya ke depan.
“Pencemaran nama baiknya dalam bentuk salah satunya menyampaikan lewat facebook historinya, menyampaikan dengan kata-kata penipu kelas kakap lah, atau makan uang haram lah segala macamnya lah seperti itu mas,” sebut pelapor.
Saat ditanya apakah terlapor juga hadir dalam pemanggilan konfrontir ini…? Menurutnya iya hadir juga.
“Karena saat ini masih ada acara Unras katanya penyidik, makanya ditunda 1 jam dan kami akan kembali lagi nunggu informasi dari penyidik. Dan perkembanganya kasus ini sudah sesui dengan prosedur,” katanya.
Saat sedikit disinggung apakah menurut pelapor pihak polres lambat dalam menangani kasus ini..? Menurut Pelapor tidak lambat. “Tidak mas, Alhamdulillah penyidik Polres Sumenep sudah sesuai dengan prosedur,” ucapnya.
Sementara Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, membenarkan bahwa ada laporan, saat ini pihak Polres Sumenep tengah memanggil pelapor dalam hal ini Pelapor, Hj. Sri Hajati dan terlapor Hj. Ummo Hafida, untuk dilakukan pemeriksaan secara konfrontasi.
“Iya benar, baik pelapor dan terlapor sudah semuanya hadir memenuhi panggilan penyidik dan sudah selesai dikonfrontir,” kata AKP Widiarti SH, kepada pewarta kamis 26/09 di ruang kerjanya.
Lebih lanjut mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menyampaikan bahwa, Penyidik Polres Sumenep juga telah meminta keterangan dari empat orang saksi.
“Dan untuk langkah selanjutnya, lanjut Bu Widi biasa dipanggil, penyidik Polres Sumenep akan meminta keterangan dari saksi ahli, baik dari keterangan saksi ahli bahasa dan saksi ahli lainnya,” imbuhnya (Ivan/NoorIfansyah)



Madina, Media Nasional Cakrawala

Personil Polres Mandailing Natal bersama TNI dari Koramil 13 Panyabungan melaksanakan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Peduli Mandailing Natal di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Madina Sumatera Utara , Jumat (27/9/19) pagi .

sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dprd Kabupaten Madina tersebut menyampaikan isi orasinya  "  Menolak isi RUU KPK dan RKUHP yang tidak pro terhadap rakyat dan tidak sesuai demokrasi Indonesia ,  Mendesak DPR RI untuk meninjau ulang RUU KPK dan RKUHP , Mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas aksi pembakaran hutan yang menggangu rakyat dan  Mengutuk keras tindakan Refresif yang dilakukan oleh aparat kepada seluruh mahasiswa Indonesia.

Usai melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dprd Madina Sekira pukul 11.30 Wib  , sejumlah yang melakukan aksi unjuk rasa yang tergabung dalam "Aliansi Mahasiswa dan Pelajaran Perduli Mandailing Natal" .

Ajun Komisaris Besar Polisi Irsan Sinuhaji ,SIK,MH Kapolres Mandailing Natal yang terlibat langsung dalam pengamanan aksi unjuk rasa tersebut saat di konfirmasi imengatakan bahwa personil Polres Madina dan Personil TNI dari Koramil 13 Panyabungan Kabupaten Madina melaksanakan pengamanan terhadap aksi sejumlah mahasiswa yang orasi di depan Kantor Dprd Madina .

" Saya bersama Bapak Danramil 13 Panyabungan Kapten Inf A.K. Harahap langsung terlibat dalam pengamanan aksi di depan kantor Dprd  yang dimana sejumlah mahasiswa tiba di untuk menyampaikan orasinya pada pukul 09.30 Wib . 

Masi Kata AKBP Irsan  , Setelah menyampaikan orasinya , sejumlah mahasiswa yang melakukan aksinya langsung di sambut oleh Ketua DPRD Kabupaten Madina Erwin Efendi Lubis dan di ijikan untuk masuk ke ruangan rapat paripurna untuk menyampaikan langsung Aspirasi dari mahasiswa pukul 10.00 Wib . 

" Pada saat mahsiswa menyampaikan orasinya Personil Polres Madina dan Personil TNI AD serta Personil Sat Pol Pamong Praja Pemkab Madina bersiaga penuh dalam rangka mengamankan kegiatan dimaksud dan setelah usai melakukan orasi sejumlah mahasiswa membubarkan diri dengan tertib Ungkap Lulusan Akpol 1999 tersebut

Turut hadir dalam pengamanan Aksi unjuk rasa tersbut "  Kabag Ops Polres Mandailing Natal Kompol Agus Maryana, SH , Danramil 13 Panyabungan Kapten Inf A.K. Harahap , Para Kasat  Polres Mandailing Natal ,Kapolsek Panyabungan Akp Andi Gustawi, SH , Para Perwira Staf Polres Mandailing Natal ,Personil Gabungan dan Staf Polres Mandailing Natal , Para Personil Koramil 13 Panyabungan dan Para Personil Sat Pol Pamong Praja Pemkab Madina.

(Leodepari)



Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono, SH SIK MH bersama Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Akhmad Juni Toa, SE.MI.Pol. adakan Diskusi bareng jurnalis se Kabulaten Situbondo untuk mencegah HOAX.

Pantauan Tim S One FGD Polres Situbondo dihadiri oleh puluhan Jurnalis se Kabupaten Situbondo dan Pejabat Utama Polres Situbondo dan Kapolsek jajaran yang bertempat di Dapoer Livs, Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia. Kamis, (26/09/2019) malam.

Kapolres AKBP Awan menyampaikan bahwa dengan diadakannya FGD bertujuan untuk semakin mempererat sinergitas Polres Situbondo dengan wartawan dan media guna memperlancar pelaksanaan tugas masing-masing.

Menurutnya, peran media dan wartawan sangatlah penting dalam menjaga kamtibmas terutama saat ini diwilayah Situbondo akan digelar Pilkades Serentak dengan informasi yang sifatnya edukatif dan positif kepada masyarakat guna meminimalisir dan menangkal berita hoax.

Kapolres menambahkan, "Terkait situasi kamtibmas nasional hendaknya kita mendoakan agar semua tetap tertib, masyarakat tidak mudah terprovokasi info hoax. Inilah peran penting rekan rekan wartawan", ujarnya.

Lebih jauh lagi, menurut Kapolres rekan-rekan media agar mengajak masyarakat dalam memberitakan yang sifatnya memberikan edukasi. Sehingga Situbondo menjadi aman dan damai.

"Dengan melakukan komunikasi dan silaturahmi yang baik, maka Situbondo akan maju, karena wilayah Situbondo sangat potensi sekali. Mari bersama sama untuk membangun Situbondo", imbuhnya.

Sementara itu,Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Ahmad Juni Toa, SE, MI.Pol., berterimakasih dan memberikan apresiasi kegiatan FGD yang sangat baik sebagai media komunikasi, memperkuat sinergitas Polri, TNI dengan Media dalam upaya menjaga kamtibmas Situbondo tetap kondusif. "Sepakat yang disampaikan Kapolres, bahwa peran media sangatlah luar biasa dan wartawan sebagai 4 pilar demokrasi", jelasnya.

Dandim 0823 Situbondo, Juni Toa berharap, "Jadilah wartawan yang profesional dan semua bekerja sesuai dengan etika profesinya, karena jari jari wartawan bisa merubah dunia". (St1)


Bondowoso,media nasional Cakrawala
Senin, 23 September 2019, team dari Yatim Mandiri Jember menyalurkan bantuan pendistribusian Air Bersih, Jerigen, Paket Gizi, dan Alat mandi untuk bantuan sosial kemanusian bagi warga yang terdampak kekeringan di Dusun Kedawung Desa Botolinggo Kecamatab Botolinggo Kabupaten Bondowoso.

Desa Botolinggo ini terdiri dari beberapa dusun, lokasi yg akan dituju dibagi menjadi beberapa pos, yaitu Dusun Kedawung, Dusun Kedawung Tengah, dan Dusyn Kedawung Timur.

Perjalanan kelokasi melewati medan yang ekstrem, curam, sempit dan terjal, tekstur perbukitan dan batu-batu besar dijalan tanpa aspal membuat kami harus ekstra hati-hati dalam mengendari mobil yang berat dan penuh dengan muatan bantuan saat berangkat ujar Muhammad Hasyim.

Setelah perjalanan sekitar 1.5 jam dari titik apel akhirnya sampai di Dusun Kedawung Timur, disini kami disambut oleh warga yang sudah dari pagi menunggu untuk bantuan air dan jerigen, dilokasi ini kami menyalurkan 50 Jerigen berisi air, paket alat mandi dan 5 Paket Gizi dan Super Gizi Qurban ibu hamil untuk penanggulangan bayi stunting.

Setelah selesai di Kedawung Timur  menuju titik selanjutnya yaitu Kedawung Tengah, lokasinya ada diatas Kedawung Timur dengan medan yang lebih ekstrem dan jalan dilereng-lereng bukit.

Ditengah terik mantahari sampai dikedawung Tengah, dilokasi ini kami mendistribusikan 50 Jerigen berisi air, Paket Alat mandi dan 5 paket gizi ibu hamil, dan dilokasi ini pula yang sekaligus menjadi titik terakhir kami mengajak warga untuk Shalat Istisqok (shalat meminta hujan).

Saat pelaksanaan Shalat Istisqok, Khotib menyampaikan pada kami dan seluruh warga untuk tidak bergantung harapan pada manusia, karena apapun kondisi yang tengah menimpa warga dilokasi kekeringan pasti akan ada hikmah dibaliknya.

Semoga dengan pendekatan bantuan kemanusiaan dan spiritual warga Desa Botolinggo kembali bisa tersenyum dan menuai harapan baru untuk bertahan ditengah kekeringan dengan terus berdoa semoga Allah segera menurunkan hujan. Amin (Red)


JEMBER,MEDIA NASIONAL CAKRAWALA
Kamis, 26 September 2019. Rangkaian Tahapan Kegiatan Pemilihan Kepala Desa secara serentak di Kab. Jember sudah berlangsung, untuk kali ini adalah rangkaian kegiatan yang keempat kalinya, dimana Pilkades serentak di Kab. Jember sudah tiga kali dilaksanakan dan berlangsung aman dan lancar, untuk yang keempat kalinya sekarang ini sedang berlangsung, untuk Yonif Raider 514 Kostrad tidak pernah absen dalam kegiatan Pengamanan, sinergi antara TNI Polri terlihat sangat akrab dan penuh kekeluargaan dalam kegiatan pengamanan ini, untuk kegiatan pengamanan yang ketiga ini Yonif Raider 514 Kostrad mengerahkan 20 Orang Prajurit di pimpin Sertu I Wayan Kari.

Kegiatan Pengaman Pilkades serentak yang keempat kalinya ini Yonif Raider 514 Kostrad terbagi menjadi 2 tempat, dimana 10 Orang Prajurit di pimpin Sertu I Wayan Kari di Desa Sukorambi dan 10 Orang lagi di gabung dengan Prajurit Denma Brigif Raider 9 Kostrad di sebar ke Desa yang butuh pengamanan lebih intensif tetapi masih di wilayah kecamatan Sukorambi kab. Jember. 

Sertu I Wayan Kari sangat mengapresiasi kegiatan pengamanan gabungan TNI Polri dalam kegiatan Pilkades serentak ini, menurut beliau kegiatan pengamanan gabungan ini sangat bagus dan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman serta damai untuk mengawal jalannya pesta Demokrasi pemilihan pilkades secara serentak di Kab. Jember.

Kegiatan Pengamanan gabungan TNI Polri di kegiatan Pilkades serentak di Kab. Jember ini sangat bagus, kami sangat mengapresiasi dan Yonif Raider 514 Kostrad sangat mendukung, kita bersama-sama ciptakan rasa aman, nyaman dan damai supaya Masyarakat bebas menentukan pilihannya demi terwujudnya Desa yang maju dan Kab. Jember yang sejahtera, kita berharap dengan hadirnya TNI khususnya dari Yonif Raider 514 Kostrad bisa membuat pesta Demokrasi Pilkades di Kab. Jember ini berjalan dengan aman dan nyaman” ujar Sertu I Wayan Kari.(Red)



PASURUAN-Media Nasional Cakrawala
Permasalahan Penjaringan dan Penyaringan Sekdes Desa yang terjadi di Desa Karangasem Kecamatan Wonorejo mendapat tanggapan dari Saiful Rizal selaku aktifis di LSM Penjara Indonesia Pasuruan.

Ditemui disela rutinitasnya di Hotel Horison (Kamis, 26/9/2019), Pria berkumis itu mengurai bahwa wadulnya para calon kepada anggota dewan komisi A tidak akan terjadi jika Camat sudah melaksanakan Tupoksinya dengan baik dan benar.
 “Saya menangkap inti aspirasi para calon adalah adanya dugaan  Panitia yang bertujuan meloloskan calon tertentu sehingga kemudian pada proses seleksinya pun terkesan ditutupi. Nah pada saat proses tersebut berlangsung seharusnya Camat ada disana untuk mengawasi,” ujar  Saiful tegas.

Masih menurut Saiful, ketua Lsm penjara indonesia bahwa ketika dalam proses tersebut terdapat aturan yang ditabrak oleh panitia, maka pihak kecamatan harusnya segera mengingatkan pada saat itu juga. Contoh permasalahan dalam pengumuman hasil ujian. Pihak Kecamatan seharusnya tidak boleh pasrah begitu saja kepada panitia. 
“ Jika Camat atau jajarannya sudah ada disana, namun diam saja pada saat mengetahui panitia melaksanakan proses yang menabrak aturan, maka tidak menutup kemungkinan Camat juga ada dugaan main mata,” tandas Saiful.

Sementara itu Warda yang mewakili dari empat calon Sekdes Karangasem menyampaikan kepada awak media Nasional  Cakrawala bahwa pihaknya sudah menyiapkan data data dan berkas yang diminta Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pasuruan pada agenda hearing kedua nanti.

“Semua data yang meliputi berkas dan rekaman pada waktu proses awal sampai akhir, sudah kami inventaris untuk kita tunjukkan pada waktu hearing kedua nanti,” tandas Warga melalui sambungan seluler.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa, para calon Sekdes  Desa Karangasem wadul kepada DPRD karena merasa kecewa dengan hasil ujian Penyaringan Sekdes yang dinilai sarat dengan kecurangan.puskas nya (Shodikin)





Situbondo | Media Nasional Cakrawala

Tournament Sepak Bola yang melibatkan antar pelajar Tingkat  SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas) memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cup II Tahun 2019. Kamis, (26/09/2019).

Perlu diketahui Tournament Sepak Bola antar pelajar ini panitia menyediakan total hadiah 15.000.000 (lima belas juta rupiah) yang berlangsung di Stadion Gelora Mohammad Saleh, Situbondo dan diikuti 30 (tiga puluh) sekolah se-Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Pertandingan dimulai 01 September dan berakhir 26 Oktober 2019.

Tournament Sepak Bola Bupati CUP II Tahun 2019 dianggarkan melalui kantong pribadi selaku Ketua Panitia Penyelanggara H. Rachman yang tidak lain adalah pecinta dan pemerhati sepak bola Situbondo.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Panitia Penyelanggara, H. Rachman Fadli Kurniawan, SH. MM., yang juga anggota Polisi muda yang berdinas bagian Patwal Jajaran Lantas Polres Situbondo yang peduli pesepak bolaan di Situbondo mengatakan bahwa, "Pertandingan sepak bola Bupati Cup II antar pelajar tingkat SMP dan SMA ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Harjakasi ke 201", ucapnya saat berada di Lapangan Stadion Gelora Mohammad Saleh dengan didampingi istri tercinta. Sabtu, (21/09/2019).

Disinggung, dari mana anggaran Tournament Sepak Bola ini H. Rachman mengaku, "Anggaran kegiatan ini diinisiasi dari kantong pribadi mas", ucapnya sambil tersenyum.

H. Rahman menambahkan, "Hal inilah dengan dilaksanakannya turnamen Bupati Cup II untuk mencari bibit baru di kalangan tingkat pelajar SMP dan SMA. Di tangan generasi muda nasib bangsa akan ditentukan, karena sebagai penerus bangsa akan mempunyai peran penting untuk kemajuan bangsa di masa mendatang".

Lebih jauh lagi, menurut H. Rahman dengan berolahraga akan tercipta jiwa sportifitas bagi generasi muda tersebut. "Dan kami salah satu bagian dari Forkopimda serta Polres Situbondo punya tanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas dan mengarahkan generasi muda ke tindakan-tindakan positif. Salah satu dengan cara melaksanakan dengan menggelar Tournament sepak bola antar pelajar ini", pungkasnya. (St1)


Pasuruan-media nasional cakrawala
Di Kecamatan Nguling,  kabupaten pasuruan,    terjadi  Sebuah tindakan yang sempat membuat perbincangan masyarakat luas  dan juga geram  warga sekitar,  kejadian yang di lakukan oleh beberapa orang tepatnya ada enam(6) orang yang mengatas namakan Dirinya adalah Dep Collektor (DC) dari perusahan Mata Dewa Indonesia (MDI),                         

kejadian tersebut menimpa  pada seorang Wanita    38thun ber inisial (HRN) Alamat dusun krajan,desa Tambakrejo, kecamatan Tongas, kabupaten probolinggo, jawatimur,    

(HRN) adalah seorang wanita  dengan 3 anak yatim hasil pernikahan dengan sang suami yang sekira setahun yang lalu meninggal dunia,          semenjak di tinggal (alrm)sang suami setahun yang lalu (HRN) sehari harinya selalu di sibukkan dengan pekerjaannya banting tulang seorang diri,  demi untuk menghidupi keluarga dan anak anaknya yang masih kecil kecil, dan selain dari pada itu (HRN) ibu dari tiga(3) anak yatim ini juga mempunyai  kewajiban atau                  tanggung jawab yang tak lain menuruskan tanggungan angsuran kredit mobil di salah satu (BANK finan)  yang di kredit semenjak suami masi hidup,

Selama  melakukan pembayaran kreditnya ke  (BANK FINAN) Walaupun  sebenarnya terasa berat akan tetapi dengan segala daya dan upaya  (HRN) selalu seportif   melakukan pembayaran dan bahkan hampir tidak pernah telat untuk membayar cicilannya,        karna baginya mobil satu satunya ini adalah suatu amanah dan riwayat penting dari (almr) suaminya yang patut harus bisah di perjuangkan walau bagaimanapun cara dan kondisinya,     

Hingga pada menginjak  angsuran yang ke-28 dan ke-29 atau dua(2)  bulan terakhir  (HRN) Benar benar dalam keadaan sedang sulit ke uangan, karna banyaknya kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak anaknya,         sehingga jadi menunggak sampai 2bulan dan (HRN) pun  jadi tak sempat berfikir akan hal hal yang buruk terjadi karna baginya masih menunggak dua(2)bulan, dan lagi teguran atau somasi dari pihak  (BANK finan) pun masih baru satu(1) kali di layangkan kepadanya.       akan tetapi dirinya bukan berarti diam saja namun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mecarikan uang supaya secepatnya bisa  membayar tunggakannya,     

Sampai  Hal yang tak pernah di duga dan di sangka oleh (HRN) terjadi,         tepatnya pada hari RABU tgl-18- septmber-2019   saat kerja (HRN) di datangi oleh beberapa orang ke tempat kerjanya di kemamatan nguling, kab.pasuruan,       karna merasa tidak enak sama rekan rekan kerjaNya  (HRN) meminta orang orang tadi yang setelah di ketahui mereka adalah Dep Collektor(DC)  untuk menunggu di rumahnya, akan tetapi tidak di hiraukan oleh  kumpulan DepCollektor (DC) tersebut,  bahkan meminta (HRN) waktu itu juga harus ikut dengan mereka, karna dari itu dengan sangat terpaksa (HRN) memutuskan untuk ijin dari kantor tempat kerjanya     dan ikut mereka ,           awalnya (HRN) di suruh masuk mobil mereka yang berkaca serba gelap,    dan (HRN) yang  sebelumnya  mengira jumlah mereka hanya dua(2) atau tiga (3)orang saja ternyata setelah masuk mobil jumlah mereka (DC) ada 6 orang dengan muka seram gaya preman,       di dalam mobil itulah (HRN) di ajak ngobrol/debat yang intinya pada hari itu juga (HRN) di suruh bayar dua(2) kali angsuran keterlambatan berikut dendanya dan juga di minta bayar biaya tarik mobil sebesar rp-15jt     awalnya,  yang kemudian di turunkan biaya tarik mobilnya menjadi rp-10jt, atau kalau tidak bisah mobil akan tetap di bawah oleh komplotan Dep Collektor   tersebut.    karna merasa takut dia seorang wanita sendirian di dalam mobil gelap di hadapi enam(6) orang Dep Collektor  (HRN) sangat  merasa takut dan tidak bisah berbuat banyak sehingga akhirnya pasrah di minta apapun tanpa bisah berfikir sehat lagi  bahkan saat di mintai untuk menanda tangani lembar berkas atau surat yang kata dari sala satu (DC) adalah surat untuk pengambilan mobil bila sudah menyelesaikan pembayaran berikut denda dan biaya tarik mobil.      (HRN) pun tidak kuasa untuk membaca isinya terlebih dahulu karna merasa  sangat takut  dalam tekanan kejiwaan dan mentalnya.     

Stelah itu (HRN) Di minta keluar dari mobil (DC) dan di suruh naik mobilnya sendiri di barengi dengan dua(2)orang dari enam(6) komplotan(DC)  yang dalinya mau di ajak ke malang ke kantor FINAN(OTO) dan empat (4)orang  lainnya naik mobil milik (DC) mengikuti di belakang,         
akan tetapi di tengah jalan (HRN) berusaha di bujuk dan di minta untuk turun di sebuah pom bensin di daera kab.pasuruan  di suruh pulang naik ojek atau apapun katanya dan (DC) juga meminta pada (HRN) agar mau di ajak kerja sama atau tidak bikin ruwet agar mereka juga tidak berbuat ruwet.  Dalam keadaan tertekan dan Rasa takut yang sangat (HRN) pun menyerah tidak bisah lagi mengendalikan dirinya cuma  dan pasrah dan menangis membiarkan  mobilnya di bawah walaupun sebenarnya sangat tidak rela tapi apa daya baginya seorang wanita,    (HRN) juga di minta  secepatnya mencari uang sebesar 15jt untuk bisah mengambil lagi mobil miliknya. 

Di tulis berdasarkan  keterangan langsung dari  NARASUMBER yang tidak lain dalam hal ini adalah yang bersangkutaN (HRN).     Dalam keterangannya pula (HRN) mengatakan  bahwa pihaknya saat ini sudah melaporkan kejadian tersebut di atas kepada pihak berwajib dalam hal ini KEPOLISIAN RI (POLRES PASURUAN) dan  sangat berharap kepada pihak berwajib berharap agar benar benar bisah menegak hukum dan rasa keadilan se adil adilnya kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum pungkasnya.( Team//MNC)

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget