Ketua LBH PC Ansor Bondowoso Sebut Jeratan Hukum ITE Larang Gus Nur Pergi Ke Luar Kota

Dedi Rahman Hasyim, Advokat, Ketua LBH PC Ansor Bondowoso.

BONDOWOSO,Media Nasional Cakrawala 
Santernya sorotan kepada Sugi Nur Raharja alias Gus Nur yang diundang dalam acara Pengajian Pondok Pesantren Al-Islah September mendatang, memunculkan banyak respon dari masyarakat, aktivis, dan Tokoh Agama di Bondowoso.

Sorotan dan penolakan sejumlah elemen masyarakat tersebut ternyata timbul bukan tanpa alasan. Sebelumnya, diketahui bahwa Gus Nur merupakan tokoh yang dikenal kontras dengan organisasi keislaman Nahdatul Ulama (NU). Demikian pula Gus Nur diketahui kerap melontarkan pidato-pidato yang bermuatan  provokatif sehingga dikhawatirkan menimbulkan perpecahan umat terutama di kota damai Bondowoso.

Sorotan dari perspektif berbeda dilontarkan oleh Ketua LBH PC Ansor Bondowoso, Dedi Rahman Hasyim, S.H., M.H.,  ia menyoroti status Gus Nur yang hingga saat ini masih terjerat permasalah hukum ITE yang belum rampung.

Dedi mengungkapkan, "Gus Nur hingga saat ini masih menghadapi masalah hukum yakni berstatus sebagai terdakwa pada perkara pidana nomor 1233/Pid.Sus/2019/PN.Sby di Pengadilan Negeri Surabaya."

Bahwa lebih lanjut, dia menuturkan, "Ia (Gus Nur) didakwa telah melakukan pelanggaran terhadap  Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) UU ITE atas video yang dibuatnya berjudul  "Generasi Muda NU Penjilat", saat ini masih dalam tahapan petuntutan JPU, pembacaan tuntutannya dijadwalkan pada hari kamis tanggal 29 Agustus 2019."

Praktisi Hukum yang juga merupakan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia  (DPC PERADI) Bondowoso tersebut menilai, status terdakwa dan status penahanan yang disandang Gus Nur saat ini, dapat menjadi salah satu alasan hukum ia tidak boleh datang ke Bondowoso.

Dedi mengemukakan, "Berdasarkan data valid yang kita telah akses dari SIPP Pengadilan Negri Surabaya, status penahanan Gus Nur tidak ditahan di Rutan. Maka, berdasarkan jenis penahan menurut Pasal 22 KUHAP, berlaku baginya adalah tahanan rumah atau setidak-tidaknya tahanan kota, dimana kedua jenis penahanan tersebut melarang seorang terdakwa untuk bebas melanggang ke kota lain, termasuk untuk datang ke Bondowoso." Pungkasnya.

Dedi menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak penegak hukum untuk mengawal penegakan hukum UU ITE sebagaimana didakwakan kepada Gus Nur.

Dia menuturkan, "LBH Ansor akan terus mengkawal dan terus berkoordinasi dengan para penegak hukum dalam proses penegakan hukum atas pelanggaran UU ITE tersebut. Tutupnya.(Red)

Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget