Kemarau mulai memuncak petani kejayan gelar bersih bersih sungai hingga 10 kilometer Demi mendapatkan air



Pasuruan,Media nasional cakrawala

musim kemarau mulai memuncak petani kecematan kejayan kabupaten pasuruan,mulai ke sulitan air hingga rela bersih-bersih sungai, demi mendapatkan air untuk di salurkan ke sawahnya

Aksi bersih bersih 
sungai di lakukan pada hari selasa kemarin (13/08/19)setelah sejumlah petani di Tiga desa di wilayah kecamatan  kejayan telah mengalami gagal panen, petani menyadari perlu usaha  lebih ,agar tanaman di lahan pertaniannya mendapatkan air

Ke Tiga desa itu adalah desa kedung pengaron,kepuh,dan Desa lorokan 

Hanya berbekal sabit dan  alat sederhana lainya mereka memulainya dulu  sungai yang berada di seputar sumber air desa kalipucang kecamatan tutur,

Berbagai ranting dan dahan coba di bersihkan   batu yang di perkirakan menghambat aliran air juga di singkirkan,

Kegiatan gotong royong puluhan petani itu terus dilanjutkan  ke sumber air gentong hingga sumber air gunung abang kecamatan kejayan.

Setidaknya.sungai sepanjang 10kilometer seharian disusuri demi mendapatkan air yang cukup untuk tanamannya.di aliran air sungai itupun lebih leluasa sampai kemudian saling berbagi ke aliran desa desa yang sedang mengalami kekeringan tersebut.

"junaidi adalah salah satu petani yang menceritakan kondisi kekeringan yang di alaminya sekarang, adapun taman yang kecil-kecil pun tak bisa tumbuh karna tak ada air mas"punkasnya

Hanafi selaku kepala desa kedung pengaron ungkab pada awak media nasional cakrawala, beberapa terakhir keluhan warga soal air ini, hampir setiap waktu dia menerimanya dan memuncak tatkala beberapa petani mengaku tak mendapatkan hasil dari berbagai macam tanamanya, 
Sehingga kami memutuskan untuk bersama sama mencari air kedaerah lain,meskipun harus menanggung beban untuk membersihkan sungai tersebut,

"semua warga kami menjerit kerena mereka gagal panen, nah kalau bersih beesih(kali pucang,tutur,)  ini mulai dari sumber gentong sampai ke gunung Abang pungkas Hanafi

 Di ungkap"sebenarnya petani di kejayan bisa memanfaaatkan sumur bor untuk mendapat kan air,
Hanya saja cara ini cukup mahal, karena mesin pompa tentunya mengandalkan bahan bakar.lebih-lebih pada desa yang saat ini tak memiliki sumur bor sehinga harus mengeluarkan modal yang lebih besar untuk membangunnya.($hodikin)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget