August 2019


Bondowoso,media nasional cakrawala
Pembukaan Festival Muharram Tahun 2019 berlangsung sangat meriah di Alun-Alun Kab. Bondowoso, ribuan Masyarakat  Bondowoso sangat antusias menyaksikan rangkaian kegiatan dan hiburan yang disajikan untuk menyemarakan pembukaan Festival Muharram Tahun 2019 dimana kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Bondowoso Drs. KH. Salwa Arifin yang didampingi oleh jajaran Forkopimda Kab. Bondowoso.
Kegiatan pembukaan Festival Muharram Tahun 2019 ini diawali dengan pertunjukan kesenian Singo Ulung yang merupakan kesenian khas Kab. Bondowoso, tampak wajah antusias para penonton dari seluruh lapisan Masyarakat Bondowoso yang telah dari sore hari menunggu pertunjukan ini, usai pertunjukan Singo Ulung dilanjutkan dengan sambutan Bupati Bondowoso Drs. KH. Salwa Arifin yang disambut tepuk tangan meriah oleh Masyarakat Bondowoso, dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih kepada jajaran Forkopimda dan seluruh lapisan Masyarakat Bondowoso yang telah sangat antusias mendukung dan mengikuti kegiatan ini, Bupati Bondowoso juga berharap dengan adanya Festival Muharram Tahun 2019 ini kita bisa menggali segala macam potensi yang ada untuk mewujudkan Bondowoso melesat.
Wadanyonif Raider 514 Kostrad Mayor Inf Dwi Purwanto, S.H.yang ikut mendampingi Bupati Bondowoso sangat mengapresiasi kegiatan Festival Muharram Tahun 2019 ini “ Dengan adanya kegiatan ini kita berharap segala pontensi yang dimiliki oleh Masyarakat Bondowoso bisa tergali, sehingga cita-cita atau impian Bondowoso melesat secepatnya bisa kita wujudkan bersama, Yonif Raider 514 Kostrad yang merupakan satu-satunya Batalyon Tempur yang ada di Bondowoso ikut memeriahkan acara ini, kita akan menampilkan seperti apa perlengkapan yang dimiliki oleh TNI, sehingga generasi muda yang melihat bisa terinspirasi untuk masuk atau daftar TNI untuk mengabdi kepada Negara yang sangat kita cintai bersama” Ujar Mayor Inf Dwi Purwanto, S.H.(Red)



Teks: Acara dialog Saung Pancasila Nusantara dengan tema ‘Pancasila Hari Ini, Esok dan Akan Datang Apakah Masih Ada?’, Sabtu (31/8/2019) di Cikini, Jakarta Pusat. Foto: KMI/dok.

Jakarta, Media Nasional Cakrawala

Pancasila adalah titik kompromi Pancasila yang disepakati sebagai  nilai-nilai luhur, untuk berjalanya bahtera Republik Indonesia. Sejak lahir hingga kini, Pancasila masih relevan menjaga dengan kokoh eksistensi NKRI Pancasila, sebagai pengikat persatuan perjalanan berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan, Bayu Neneng Wahyuni dalam acara dialog Saung Pancasila Nusantara dengan tema ‘Pancasila Hari Ini, Esok dan Akan Datang Apakah Masih Ada?’, Sabtu (31/8/2019) di Cikini, Jakarta Pusat.

“Pancasila adalah nilai-nilai persatuan berbangsa dan bernegara yang merupakan konsensus seluruh rakyat Indonesia, sejak dulu hingga kini. Namun, gangguan terhadap Pancasila kita ketahui telah terjadi semakin  massif dan terang-terangan,” kata Bayu sapaan akrabnya yang juga Ketua Umum Love Jo ini.

Menurutnya, para penganggu dan perusak itu hendak memberi periode terlalu pendek  kepada Pancasila, untuk segera diganti dengan ide-ide yang puritanistik-primordial, khilafah dan ideologi lainnya.

“Begitu maraknya ide-ide puritanistik-pimordial yang tak tahu malu ingin memaksakan dogma-dogmanya. Jika hal ini dibiarkan, tidak dilawan dengan tindakan-tindakan pencerahan, maka akan berpotensi merusak dan meresap di masyarakat. Sehingga menjadi racun yang berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Bayu.

Kata perempuan berparas cantik ini, untuk itu seluruh putra-putri yang memiliki kewarasan dan kesadaran tinggi tidak boleh berdiam diri menghadapi situasi ini.

Tindakan-tindakan kesadaran berbangsa dan bernegara secara rasional wajib mendapat dorongan dan dukungan, untuk melawan gerakan bawah tanah mereka yang terdeteksi meluas dengan aneka ragam kamuflase.

“Untuk itu sebagai komitmen kecintaan kepada negara ini dan negara kita semua. Kami Saung Pancasila Nusantara melakukan inisiatif menyumbangkan sumber daya kami untuk ikut berpartisipasi menjadi bagian dari benteng yang mengawal dan menjaga keutuhan NKRI. Di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera,” terang Bayu.

Sementara itu, Eko Sriyanto Galgendu berpendapat, jika melihat kondisi saat ini, dibutuhkan sebuah revolusi pola pikir dan landasan dasar yang kuat dalam memahami Pancasila.

Menurutnya, pola pikir dan landasan dasar Pancasila terdapat pada spirit kebangsaan. Jika spirit kebangsaan lemah maka spirit kenegaraannya pun akan lemah.

“Dengan demikian tidak ada cara lain kita harus merevolusi spirit kebangsaan,” ujarnya.

Selain itu Adi Bunardi, sosok Intelektual Publik pada kesempatan ini mengatakan, Pancasila memang pernah dirumuskan, akan tetapi tidak pernah menjadi kenyataan sosial. Meskipun katanya, sudah terjadi perubahan politik mulai dari rezim orde baru hingga saat ini.

“Untuk mewujudkan agar Pancasila menjadi kenyataan sosial, ini menjadi tanggung jawab bersama. Seharusnya Pancasila itu tumbuh melalui percakapan publik agar muncul sebuah kesadaran dan tumbuh revolusi berfikir,” tandasnya. (red)



Media cakrawala Nasional 

Pasuruan- acara malam puncak HUT  Ri 74 sekaligus merayakan HUT (1) Hijriyah 1441 H. pemerintahan desa sumber banteng kecamatan kejayan kabupaten pasuruan gelar acara pencak  silat ("sumber wangi") yang di gelar di dalam pendopo sumber banteng  sabtu,malam minggu 31/08/2019  

semua masyarakat sangat merasa ter hibur dengan acara ini.karna baru sekali ini pemerintahan desa sumber banteng mengadakan acara pecak silat ini.hanya  untuk merayakan HUT Ri 74 sekaligus juga  merayakan HUT (1 ) Hijriyah yang ke 1441H. 2019.

"Abdul Rohim" selaku kepala desa. Ungkab pada awak media cakrawala Nasional tujuan acara ini hanya untuk menghibur warga saja, biar warga tidak pernah meluapakan sejarah kegiatan peninggalan leluhur kita  atau seseppuh desa ini mas. terangnya

tapi sebelum malam puncak ini di selenggarakan kami juga mengadakan kompetisi sepak Bola per,(RT) kebetulan di desa kami ini ada (18)  RT  di  tiga pedukuhan,  desa ini.

Dan alhamdulillah semua pemerintahan desa dan juga semua warga desa sangat ansutias untuk mendukung acara ini sampai selasai.pungkasnya

Muda -mudahan untuk tahun depan kami bisa lebih memeriyahkan acara HUT Ri ini agar masyarakat semua ikut merasakan dan memeriyah HUT Ri ini mas.($hodikin)



Jakarta,Media Nasional Cakrawala
Imam Imron Ketua Umum Relawan Cakrawala Nasional (CN) mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membutuhkan menteri yang ahli bidang ekonomi mikro, kecil dan menengah. Mengingat katanya, Indonesia di tengah era globalisasi dan liberalisasi ekonomi yang kuat, perlu ahli dan sosok berpengalaman yang memahami pelaksanaan di lapangan.

Karena itulah dirinya dan relawan lainnya yang tergabung dalam Persatuan Relawan Jokowi-Amin (PRJA) mengajukan figur H. Bustan Pinrang sebagai Menteri koperasi dan UKM atau staf ahli Presiden dalam bidang ekonomi mikro. 

Lanjut Imam Imron, sosok H. Bustan sejak tahun 90-an sudah bergelut dalam bidang koperasi, perdagangan, ekonomi kerakyatan dan kebutuhan sembako.

"Beliau (red-H. Bustan) sudah banyak makan garam dalam bidang ekonomi mikro. Pengalaman beliau sangat dibutuhkan pemerintahan Jokowi. Sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan pengusaha sukses dirinya pas menjadi Menteri atau Staf Ahli Presiden bidang ekonomi mikro," kata Imam Imron Ketua Umum Relawan Cakrawala Nasional (CN), saat dihubungi, Sabtu (31/08/2019).

Sementara itu Syafrudin Budiman SIP Kordinator Persatuan Relawan Jokowi Amin (PRJA) mengaku terus mengawal usulan agar H. Bustan Pinrang bisa masuk kabinet Jokowi-Amin. Saat ini kata pria yang disapa Gus Din ini, pihaknya sudah mengirimkan 30 surat dukungan dan usulan organisasi relawan kepada Presiden Jokowi.

"Semoga usulan ini bisa menjadi pertimbangan Pak Jokowi. Semua kewenangan memilih menteri, tetap menjadi kewenangan Presiden Jokowi. Sosok H. Bustan juga sudah banyak mengayomi relawan dan berjuang untuk kemenangan Jokowi di Indonesia Timur," jelas Gus Din.

Menurutnya, pengalaman H. Bustan dalam bidang bisnis, perdagangan umum, UKM dan Koperasi menjadikannya sosok pengusaha handal dari Indonesia Timur. Banyak orang sudah berguru padanya tentang pengembangan UKM dan Koperasi di berbagai daerah.

"H. Bustan adalah pengusaha ulet dan sukses, walaupun lulusan SD sampai SMA adalah persamaan Paket A/B/C dirinya dikenal jenius. Bagaimana tidak? Lulusan persamaan aja bisa memperkerjakan tenaga berijasah SMA, S1, S2 dan S3 di perusahaannya," terang Gus Din menjabarkan sosok Bustan.

Ketua Umum Relawan Barisan Pembaharuan (BP) ini mengatakan, figur Bustan mirip Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pujiastuti yang hanya lulusan SMP tetapi paham betul dunia perikanan Indonesia dan Internasional.

“Bustan walau hanya lulusan Paket C, dirinya berhasil mengembangkan usahanya yang meluas kemana-mana," pungkas Gus Din. Editor,(Hery,Red)




Jakarta,Media Nasional Cakrawala
PT Ridho Agung Mitra Abadi selaku produsen dalam negeri yang membuat peralatan dan perlengkapan TNI/Polri kedatangan rombongan Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI di markasnya di kawasan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Kamis (29/8) lalu.  Rombongan yang terdiri dari 52 Pasis Dikreg XLVI Sesko TNI TA 2019 tersebut dipimpin oleh Komandan Korps (Dankorp) Sesko TNI, Brigjen TNI (Mar) Bambang Suhartono beserta 10 perwira pendamping. Kedatangan itu disambut gembira Direktur Utama PT Ridho Agung Mitra Abadi, Jhoni Tanoto bersama seluruh staf. Pada kesempatan tersebut, Komandan Sekolah Staf Dan Komando (Dansesko) TNI , Masdya TNI Trisno Hendradi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Dankorp Sesko TNI, Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno menyampaikan kedatangan Pasis Sesko TNI tersebut merupakan kunjungan ke objek strategis yang menjadi bagian dari kurikulum pendidikan Sesko TNI yang wajib diikuti Pasis Dikreg XLVI. 

Kegiatan ini bertujuan agar pasis dapat mencari dan mengumpulkan data yang dibutuhkan sebagai bahan analisis guna dapat memberikan ide dan gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan tentang kemampuan industri pertahanan yang dikunjungi dalam rangka mendukung tugas pokok TNI" kata Dansesko TNI. Lebih jauh dirinya  juga menjelaskan tujuan kunjungan tersebut yakni agar pasis dapat memberikan ide dan gagasnnya tentang pemberdayaan industri pertahanan sehingga hasil kemampuannya dapat diproyeksikan untuk kepentingan pengembangan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI serta untuk pemenuhan ketersediaan alutsista TNI. "Untuk itu, kiranya dalam kunjungam ini pasis diberi kesempatan untuk meninjau fasilitas perusahaan sehingga tugas yang diberikan dapat berjalan dengan baik" pungkasnya.

Pasis angkatan 46 Sesko TNI TA 2019 ini  seluruhnya berjumlah 152 orang, yang terdiri dari 133 orang perwira TNI dengan komposisi TNI AD 67 orang, TNI AL 40 orang, TNI AU 26 orang, Polri 12 orang, serta 7 orang Pasis negara sahabat yang berasal dari Australia, Arab Saudi, India, Filiphina, Malaysia dan Singapura.(Herry,Red)


Teks: Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum Barisan Pembaharuan, Korlap dan memimpin aksi massa Koalisi Pejuang Keadilan di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jl. Kuningan Persada Kav-4. Jakarta Pusat, Jumat (30/09/2019). Foto: Demos.

Jakarta, Media Nasional Cakrawala

Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Pejuang Keadilan (KPK) menyerukan stop propaganda dan politiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menggelar aksi massa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jl. Kuningan Persada Kav-4. Jakarta Pusat, Jumat (30/09/2019).

500 aktivis demonstran yang terdiri dari Pemuda, Mahasiswa, Aktivis Perempuan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pegiat demokrasi ini menggunakan kaos putih-putih lengan panjang. Dimana bertuliskan 'Stop Propaganda Pelemahan KPK' dan WP KPK Berpolitik Bubarkan!'.

Syafrudin Budiman Kordinator Lapangan (Korlap) aksi massa mengatakan, yang melemahkan KPK bukan dari luar, tetapi justru dari internal KPK itu sendiri. Yaitu yang mengatasnamakan Wadah Pegawai (WP KPK). Buktinya, sikap dan reaksi WP KPK resisten alias menolak calon-calon komisioner KPK yang masih dalam proses seleksi.

"Nampak sekali bahwa ada aroma hambar ditubuh Wadah Pegawai KPK dan juga terlihat sekali orkestra dan drama politik yang dimainkan Wadah Pegawai KPK," kata Gus Din sapaan Syafrudin Budiman SIP yang pernah aktivis mahasiswa 98 di Surabaya ini.

Gus Din menyatakan, kejadian ini juga semakin membenarkan asumsi publik bahwa ada 'hama' di internal KPK yang mencoba mempropaganda dan membangun opini publik. Terutama terkait seleksi Capim KPK yang dinilai tidak transparan oleh WP KPK.

"Padahal seleksi Capim KPK sudah dilakukan secara sangat terbuka sesuai amanah UU KPK, serta melibatkan elemen civil society maupun pihak-pihak terkait. Jelas sekali bahwa tuduhan pegawai KPK sangat tendensius dan tidak berdasar," terang Gus Din dalam orasinya.

Gus Din yang juga Ketua Umum Barisan Pembaharuan (BP) ini juga menyesalkan tudingan ini, karena sangat miris dan menyesatkan. Sebab pegawai KPK menunding institusi KPK akan dilemahkan oleh pimpinan KPK yang terpilih nantinya.

"Karena itu, publik jangan sampai terprovokasi, apalagi terpengaruh dengan propaganda politik dan politisasi Wadah Pegawai KPK yang menyesatkan tersebut. Artinya, publik juga harus tau bahwa Wadah Pegawai KPK sedang menggiring opini publik untuk menutupi kebusukan dan kepentingan  terselubung mereka," himbaunya.

Terakhir kata Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) ini mengajak semua elemen masyarakat perlu merapatkan barisan untuk menggelorakan semangat perubahan dan perbaikan di tubuh KPK. Selain itu menjaga KPK dari pengaruh negatif perkumpulan 'hama' yang bernama WP KPK yang sesungguhnya penyakit yang dapat merongrong KPK kedepan.

"Analogika-nya Wadah Pegawai KPK hanyalah tangan dan kaki dalam struktur tubuh manusia, tidak mungkin bisa mengatur kepala. Yang bisa memeritah dan mengatur tangan dan kaki adalah kepala yang berisi otak akal. Kok bisa-bisanya Wadah Pegawai KPK tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), malah sibuk mengatur seleksi Capim KPK yang diberikan amanah oleh Presiden Jokowi," pungkas Gus Din.

Aksi ini juga diisi orasi-orasi politik dari aktivis Koalisi Pejuang Keadilan (KPK). Tampak juga berorasi Ucha Mahasiswa Fakultas Hukum Univeritas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)/Ketua Front Mahasiswa dan Pemuda Bersatu (FMPB), Wasil Direktur Sosial Media for Civic Education (SMCE), Ainul Hasan Kordinator Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD), Rifki Basit aktivis Forum Santri Indonesia (Forsi) dan beberapa aktivis dari Kaukus Muda Indonesia (KMI).

Berikut seruan tuntutan dan desakan dasar Koalisi Pejuang Keadilan (KPK) kepada pihak pimpinan KPK dan Pansel Capim KPK:

1. Stop propaganda dan hentikan politisasi serta pelemahan institusi KPK.

2. Awas! kepentingan Terselubung Wadah Pegawai KPK.

3. Bubarkan Wadah Pegawao KPK karena mereka adalah perkumpulan hama yang merusak serta sumber segala persoalan di institusi KPK

4. Meminta sekaligus mendesak Wadah Pegawai KPK agar tidak mengganggu dan intervensi terhadap Pansel KPK, karena Wadah Pegawai KPK bukan penguasa maupun penentu di KPK. (red)




Bondowoso, Media Nasional Cakrawala

Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad melaksanakan kegiatan pengajian, santunan dan doa bersama anak yatim dari Yayasan AZ-ZAHRA Desa Locare Kec. Curahdami Kab. Bondowoso Jawa Timur di Masjid Nurul Yaqin Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad.anak yatim didampingi oleh Ustad Muhammad Syaifudin, Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas pokok sebagai seorang Persit.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud syukur atas anugerah serta rejeki yang telah diberikan oleh Allah SWT, untuk itu kita perlu berbagi dengan saudara-saudari kita anak yatim dari Yayasan AZ-ZAHRA Desa Locare Kec. Curahdami Kab. Bondowoso, selain itu kegiatan ini juga untuk mendekatkan diri kepada  Allah SWT agar terhindar dari berbagai godaan serta untuk mendoakan keselamatan serta keberhasilan para Prajurit Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad yang sedang melaksanakan penugasan di wilayah Papua” Ungkap Ny. Danang Biantoro selaku Ketua Persit Kartika Candra Kirana Ranting 3 Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad

Diakhir kegiatan, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad didampingi seluruh ibu-ibu Persit bersalaman dan memberikan santunan kepada anak Yatim dari Yayasan AZ-ZAHRA Desa Locare Kec. Curahdami Kab. Bondowoso dengan tujuan untuk dapat terus menjalin tali silahturahmi dan kebersamaan dengan keluarga besar Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad.

Ustad Muhammad Syaifudin yang mendampingi anak-anak yatim dari Yayasan AZ-ZAHRA Desa Locare Kec. Curahdami Kab. Bondowoso mengaku sangat senang dengan kepedulian Ibu-Ibu Persit Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad terhadap anak-anak yatim, “semoga ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada di Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad selalu dalam lindungan Tuhan, untuk bapak-bapak yang sedang tugas di Papua semoga selalu dalam lindungan Tuhan dan diberikan kesehatan serta kesuksesan” Ujar Ustad Muhammad Syaifudin.(red)



Bondowoso, Media Nasional Cakrawala
Jumat (30/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB, Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf.Jadi, SIP yang baru menjabat datang berkunjung ke kediaman H.Rahmad Suhermanto selaku tokoh agama di Desa Mangli Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, didampingi unsur Muspika Pujer.

Kapolsek Pujer kepada Cakrawal.com mengatakan ' Silaturahmii Dandim 0822 Bondowoso ke kediaman H.Rahmad Suhermanto selaku tokohbagama ini, didampingi unsur Muspika Pujer, karena ajang silaturahmi salah satu unsur Muspida  dengan tokoh agama sangatlah penting dilakukan untuk menjalin komonikasi yang erat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan di wilayah kecamatan Pujer.' kata AKP Asib, SH

Selain bersilaturahmi dengan tokoh agama. Dandim 0822 Bondowoso juga datang ke Koramil 0822/09 Pujer untuk bersilaturahmi dengan Danramil 0822/09 Pujer berikut anggot Koramil 0822/09 Pujer didampingi  Kapolsek Pujer AKP Asib SH sambil  ngopi bareng.

Dipastikan ajang silaturahmi baik pihak Muspika maupun  Muspida Bondowoso dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, rokoh pemuda, dan sejumlah lapisan masyarakat akan dilakukan berkesinambungan untuk memelihara kondusifitas keamanan di wilayah kabupaten Bondowoso.

Reporter : Cipto
Editor.      : Imam Imron



Bondowoso, Media Nasional Cakrawala

Peranan Polri tidak hanya fokus terhadap proses pengamanan Kamtibmas, pengamanan suatu Kegiatan saja, akan tetapi kini Polri dibutuhkan secara langsung dalam proses perencanaan kegiatan pemerintahan desa maupun kecamatan  

Seperti koordinasi yang dilakukan, Kanit Intel Polsek Pujer, Aipda Anton Adhi Bintoro dengan PAW Kades Mengok Kecamatan Pujer, Nur Fajriah bersama perangkat desa Mengok membahas rencana kegiatan pawai Obor atau lampu lampion serta Pengajian dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H bertempat di pendopo balai desa Mengok.

Kanit Intel Polsek Pujer mengatakan ' Saya memang harus menjadi bagian dari pemerintahan desa  ketika mempunyai rencana akan melaksanakan kegiatan seperti kegiatan peringatan 1 Muharram 1441 H ini sehingga pihak Polsek Pujer bisa menentukan sistem pengamanan yangbakan dilakukan agar kegiatan berjalan aman, tenang, dan kondusif ' ujar Aipda Anton Adhi Bintoro
yang akan diharus berkoordinasi dengan pemerintahan desa ketika 

Selain membahas rencana kegiatan, koordinasi juga membahas tentang Rencana Pengamanan (Renpam) dari pihak Polsek Pujer pada acara nanti,  agar kegiatan dapat berjalan lancar dan kondusif.

Reporter : Cipto Haryono
Editor.      : Imam Imron



Bondowoso,Media Nasional Cakrawala

Peningkatan di bidang pendidikan harus ditunjang sejumlah fasilitas atau sarana dan prasarana yang memadai karena dengan itu semua maka proses belajar mengajar tidak akan menemui kendala.

Namun fakta yang terjadi di Kabupaten Bondowoso jika masih ditemukan sebuah SDN memiliki kursi belajar 3 buah dan meja belajar hanya 1 atau 2 buah saja dengan kondisi sangat tidak layak bahkan meja kursi untuk guru pengajarpun tidak ada.

Kondisi ini terjadi di SDN Trotosari 4 Kecamatan Tlogosari yang hanya memiliki 3 ruang kelas dimana satu ruang kelas di sekat menjadi 2 ruang kelas.

Tiidak hanya itu, sebagian besar kondisi gedung sekolah banyak mengalami kerusakan parah, baik pada bagian langitan  atau internit depan ruang kelas maupun lantai keramik sudah banyak yang lepas dan retak.

Kondisi ini diakui Kepala Sekolah SDN Trotosari 4, dalam keterangannya mengatakan ' kondisi ini waktu saya masih belum bertugas disini, dan saya akui ketika pertama masuk saya terkejut melihat keadaan sekolah ini, dengan jumlah murid hanya belaaan orang sedang pada ajaran baru ini kita hanya memilik murid 1 orang saja ' keluhnya.

Kondisi SDN Trotosari 4 seperti ini memang jadi salah satu penyebab ketidak tertarikan para orang tua dan anak untuk mandaftar sebagai murid sehingga dengan tidak memadainya fasilitaa dan gedung sekolah,  maka dipastikan tidak akan ada lagi orang tua akan menyokolahlan anaknya di SDN Trotosari 4 sehingga pihak Dinas terkait diharpakan segera mengambil langkah.

Reporter : Cipto Haryono 
Editor.     :  Hery Efendi



PASURUAN,Media Nasional Cakrawala


Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi atau orasi di depan Kantor DPRD Kota Pasuruan,Jalan Balaikota no 11 Kota Pasuruan, Jumat (30/8/2019) siang Sekitar pukul 13.00 WIB.

Mereka adalah aliansi Posko Perjuangan Rakyat(POSPERA) se-Kota Pasuruan yang terdiri dari berbagai elemen aktivis berserta masyarakat,aksi itu juga bersamaan dengan adanya Pelantikan dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Pasuruan Masa Jabatan 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pasuruan

Para peserta dalam aksinya menyatakan menolak segala macam tindak korupsi, penyalahgunaan jabatan, bekerja harus sesuai dengan tupoksi nya dan lain lain yang dilakukan oleh para anggota DPRD Kota Pasuruan. Demonstran juga membawa sejumlah spanduk berisi aspirasi yang ditujukan untuk anggota DPRD yang terpilih.

Dpc Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA)Kota Pasuruan Amin Suprayitno menyampaikan”bahwa aksi ini merupakan getaran tindakan dari hati untuk mengingatkan kinerja DPRD Kota Pasuruan bekerja sesuai dengan tupoksi,bekerja secara profesional untuk kepentingan rakyat, sebagai contoh: Kontrol kerja Aparatur,Memaksimalkan Anggaran untuk masyarakat,kunker yang bermanfaat/profesional, Pelayanan Rumah sakit, Tuntaskan jalur lingkar utara, Retribusi makam, Penertiban parkir dll”.

Isi orasi juga menyampaikan yang terpenting siang ini merupakan momentum yang pas saat pelantikan anggota DPRD. Kami ingin mengingatkan para anggota Dewan supaya tidak memiliki hobi nakal bahwa mereka dipilih oleh rakyat jadi harus berpihak kepada rakyat.(Natha)



Situbondo | Media Nasional Cakrawala - Hari Pertama Satlantas Polres Situbondo menindak 113 pengendara yang melanggar peraturan saat Operasi Patuh Semeru 2019, Kamis, (29/08/2019),

Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Hendrik mengatakan, operasi digelar serentak hari ini Kamis, (29/08/2019) mulai pukul 10.00 WIB.

Pantauan Tim S One Polisi menindak 113 pengendara, baik yang tidak memiliki surat izin mengemudi hingga melanggar kelengkapan berkendara. Dan operasi tersebut terdapat 3 titik yakni di Jalan Basuki Rahmad (depan Kejaksaan Situbonfo), Jalan Pemuda dan Jalan A. Yani.

"Untuk kendaraan yang kita tindak dalam Operasi Patuh Semeru 2019 pertama itu totalnya 113 tilang pelanggaran," ujar Supoyo.

Supoyo menjelaskan, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm.

Operasi Patuh Semeru 2019 digelar serentak hari ini 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019. Operasi digelar untuk meningkatkan ketertiban dan kepatuhan dari masyarakat dalam berkendara. (St1)


Ridwan Daali, SE., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia (ALPEKSI). Foto: Istimewa.

Jakarta,Media Nasional Cakrawala

Nama Ridwan Daali, SE., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia (ALPEKSI) digadang-gadang menjadi Menteri Kabinet Jokowi-Amin. Ridwan Daali yang pernah menjabat Kepala Sekretariat Nasional Adkasi (Asosiasi DPRD Kabupten Seluruh Indonesia) dinilai layak menjadi menteri bidang politik dan pemerintahan.

Usulan ini disampaikan Ilo Anshar, SH Ketua Umum Relawan Loyalis Erick Thohir (Letho) for Jokowi-Amin saat dihubungi, Kamis, (29/08/2019). Ilo Anshar yang juga Ketua Umum Relawan Muda Sulawesi (Remusa) menyatakan, orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dalam pemerintahan.

"Sebagai Ketua Umum ALPEKSI, beliau (red-Ridwan Daali) dinilai memiliki konstribusi yang besar dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Ridwan Daali dikenal sebagai Bapaknya instruktur dan bimbingan teknis (bimtek) bagi ASN, Kepala.Desa dan DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Se Indonesia," kata Ilo sapaan pria asal Makassar Sulawesi Selatan ini.

Selain itu juga, Ridwan Daali lewat wadah ALPEKSI yang dm di berikan ruang oleh pemerintah  melalui Permedagri 52 Tahun 2015 oleh pemerintah. Ia memimpin dan menjadi assesornya lembaga-lembaga non pemerintah yg bergerak di bidang pengembangan SDM baik itu  pelatihan, workshop, seminar dan bimtek serta kajiaan kajian untuk pemerintah daerah dan swasta.

"Beliau (red-Ridwan Daali) sudah ratusan dan mungkin ribuan kali melakukan kegiatan peningkatan kapasitas SDM baik itu ASN, para kepala desa dan perangkatnya ,pkk dan dharma wanita serta DPRD se Indonesia lewat ALPEKSI. Jadi Ridwan Daali sudah dikenal dan memiliki jaringan yang kuat se Indonesia," terang Ilo.

Ketika ditanya pantas dimana Ridwan Daali sebagai menteri Kabinet Indonesia Kerja II Jokowi Amin? Ilo menjawab, paling pas untuk Ridwan Daali adalah sebagai menteri PDTT (Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).

"Ridwan Daali sangat paham bagaimana meningkatkan kapasitas SDM aparatur desa. Sehingga ilmu yang didapatkan dalam melakukan bimbingan teknis kepada kepala desa di seluruh Indonesia, bisa dijadikan modal kalau dirinya menjadi menteri nantinya," jelas Ilo.

Menurutnya, Ridwan Daali sangat memahami persoalan kepala desa, bukan hanya sebatas regulasi. Akan tetapi kata Ilo, bagaimana supaya mempunyai semangat untuk membangun desanya masing-masing, dengan pengetahuan yang matang dari ALPEKSI selama ini.

"Indonesia butuh menteri yang memang ahli dan paham tentang pemerintahan desa secara detail. Mulai pengaturan anggaran, aparatur pemerintahnya, pelayanan, pengembangan dan pembangunan desa secara menyeluruh," tukas Ilo memuji Ridwan Daali.

Terakhir lanjut Ilo, Ridwan Daali merupakan salah satu pendiri sekaligus Dewan Pembina Letho dan Remuda. Dirinya, banyak membantu pergerakan relawan Letho for Jokowi-Amin, mulai dari deklarasi sampai dengan logistik.

"Sebagai Dewan Pembina Letho dan Remusa for Jokowi Amin, Ridwan Daali seorang yang peduli akan visi-misi Indonesia Maju milik Jokowi-Amin, karena itu dirinya ikut berjuang bersama para relawan," pungkas Ilo menyudahi wawancaranya.


Biodata Diri:
Nama lengkap : Ridwan Daali,SE
Istri 1
Anak 7
Organisasi:
Ketua IKA SDN Tauladan U.Tanah Makassar
Ketua IKA SMP Hang Tuah
Ketua Umum IKA Smea Neg 2/SMK 4 Makassar
Dewan Pembina Remusa
Dewan Pembina Letho
Dewan Pembina Jendela Pendidikan Nusantara
Ketua Umum DPP ALPEKSI (Asosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas SDM Indonesia).

(SB)

BONDOWOSO,MEDIA NASIONAL CAKRAWALA
Selama ini militer kerap diidentikkan dengan sosok yang tegas dan sangat disiplin. Namun melalui karya fotografi, siswa SMK Negeri 1 Tapen mampu menampilkan sisi humanis dari personil militer. Sisi yang selama ini kurang terpublikasikan secara luas.

Seperti tampak pada dua hasil karya yang ditampilkan pada lomba fotografi tingkat pelajar di aula Kodim 0822 Bondowoso, terlihat sosok tentara yang tanpa sekat berbaur dengan para petani saat panen padi tiba. Kedua karya ini sukses mencuri perhatian juri yang langsung mengganjar dengan titel juara.

Foto karya Ahmad Samsul Arifin, siswa kelas 12 MM 3, yang menampilkan tentara sedang menikmati kopi bersama petani di sela panen padi dinobatkan sebagai juara pertama, sedangkan Dafir, juga siswa kelas 12 MM 3, yang foto tentara membantu petani saat panen padi meraih juara harapan 2.
Prestasi ini pun disambut dengan sukacita oleh seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Tapen, terutama oleh pembimbing dan peserta. Setelah sesi pemberian hadiah, pembimbing lomba Haris Nurtanio, menyatakan awalnya hanya memiliki ekspektasi untuk merebut satu titel juara dari dua foto yang dikirimkan. “Jerih payah anak-anak selama proses pengambilan gambar terbayar lunas”, ujarnya bangga.
Gelar juara ini tak pelak semakin membangkitkan motivasi sekolah untuk lebih berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Bahkan Wakil Kepala Sarana Prasarana, Adi Sumantri, berjanji untuk semakin melengkapi fasilitas demi menunjang prestasi yang lebih baik. “Dengan fasilitas standar saja sudah tampil maksimal, nanti akan kami tingkatkan fasilitas agar level kami semakin naik”, pungkasnya.(Herry Red)



Media Nasional Cakrawala

KARAWANG - "Selamat Tinggal Dewan Pers," ucapan Ketua Umum IWO Karawang: Jodi Yudhono, mengakhiri sambutan dalam acara Pe~lantikan PD IWO Karawang periode 2019-2024 di Swiss Bellin Karawang, Selasa (27/8/2019).

Dalam sambutannya, Jodi menyampaikan beberapa pandangan tentang peran media online  di era 4.0. Bahkan tupoksi Dewan Pers juga dinilai tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

“Bahwa wartawan harus tersertifikasi dan sertifikasi di Dewan Pers itu tidak sesuai dengan regulasi. Biarkan sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang semestinya,” sambutnya.

Oleh karena itu, ia meyakini profesionalisme media yang mengarah pada era industri 4.0. Adalah media yang bisa ikut serta membangun bangsa dengan fungsi controlnya.

“Jadi dunia saat ini dalam genggaman. Jangan jadi wartawan yang hanya menerima rilis,” ungkapnya. (IWO)


Teks: Hendrik Yance Adum Ketua Umum DPN GERCIN didampingi Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd., Ketua Dewan Pakar DPN GERCIN dan Sandra Charlotha Leluly Wakil Sekjen GERCIN saat menggelar konferensi pers terkait gejolak di tanah Papua, di Pondok Indah Mall 2 lantai LG, Jakarta Selatan, Selasa (28/09/2019). Foto: Syafrudin Budiman.

Jakarta -media nasional cakrawala
Hendrik Yance Udam Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN GERCIN) menilai gejolak yang terjadi di tanah Papua, disebakan otonomi khusus belum berjalan maksimal. Sehingga menimbulkan rasa ketidakpuasan dan ketidakpercayaan pada pemerintah pusat.

"Menyikapi persoalan Papua sangatlah komplek dan tidak bisa sepotong-sepotong (red-parsial), akan harus dilihat secara komprehensif dari kacamata nasional dan internasional. Saat ini penerapan otonomi khusus di Papua belum berjalan maksimal dan sempurna," ujar Hendrik Yance sapaan Ketua Umum DPN GERCIN ini saat menggelar konferensi pers di Pondok Indah Mall 2 lantai LG, Jakarta Selatan, Selasa (28/09/2019).

Menurutnya saat ini, persoalan Papua masih berjalan ditempat, dimana otonomi khusus yang menjadi keputusan pemerintah, baru dijalankan satu poin saja. Dimana yang berjalan hanyalah pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP). 

Selain itu katanya, MRP adalah sebuah lembaga di provinsi Papua, Indonesia yang beranggotakan penduduk asli Papua yang berada setara dengan DPRD. Dalam materi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, Bab V, Bentuk dan Susunan Pemerintahan, secara eksplisit disebutkan bahwa pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Papua terdiri dari tiga komponen. 

"Tiga komponen itu adalah Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP/DPRD), Pemerintah Daerah (gubernur beserta perangkatnya), dan MRP. Pelaksanaan otonomi khusus inilah yang tidak bisa berjalan makasimal, seharusnya bisa berjalan sesuai Undang-Undang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua," terang Hendrik Yance.

Katanya, DPRP berkedudukan sebagai badan legislatif, Pemerintah Provinsi sebagai eksekutif, dan MRP sebagai lembaga representatif kultural orang asli Papua. Sebagai lembaga legislatif, DPRP berwenang dalam melaksanakan fungsi legislatif, yang mencakup legislasi, budgeting (penganggaran), dan pengawasan. Pemerintah provinsi sebagai eksekutif berwenang dalam melaksanakan fungsi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat serta melaksanakan program pembangunan. 

"MRP sudah dibentuk oleh pemerintah pusat, namun kewenangan tugas pokok dan fungsinya belum bisa dijalankan," tandas Hendrik Yance.

Hendrik Yance menilai Pancasila sebagai idiologi sudah final sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Lanjutnya, Pancasila dan NKRI tidak bisa ditawar-tawar lagi dan Papua adalah bagian utuh dari NKRI

“GERCIN hadir untuk memperkuat posisi politik NKRI bahwa Pancasila telah final sebagai ideologi bangsa. Proses perjuangan bukan hanya tugas pemerintah tapi juga semua elemen masyarakat, termasuk GERCIN terdepan mengawal NKRI,” tegas Hendrik Yance.

Terkait peristiwa yang dialami masyarakat Papua di Surabaya, Hendrik menyatakan, kondisi Indonesia akan sangat rumit, karena akan dihadapkan dengan berbagai kepentingan. Papua memang sedang berkonflik, tapi saya tampil dari Papua sebagai anak bangsa menyatakabn bahwa sudah final adalah Papua bagian dari negara ini.

“Situasi Papua dalam keadaan kondusif, peristiwa Papua adalah oknun tapi intinya saya Papua, saya hitam dan saya Indonesia. Saya berharap oknum tersebut diproses secara hukum, supaya terobati luka masyarakat Papua,” jelasnya.

GERCIN menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Joko Widodo yang bergerak cepat dalam menanggulangi berbagai kerusuhan khususnya Polri yang telah terjun langsung untuk meredam konflik dan isu rasisme yang terjadi akhir-akhir ini di bumi Papua. 

"Kami mengutuk keras terhadap gerakan-gerakan yang anarkis sehingga merusak fasilitas pemerintah negara yang ada di sana. Kami juga sangat menghargai dan apresiasi atas perhatian dari Presiden Joko Widodo yang sudah membangun Papua menjadi lebih baik," kecamnya.

Menurut Hendrik Yance, peristiwa tersebut harus diusut tuntas siapa dibalik aksi-aksi yang bisa memcederai kerukunan, persatuan sebagai anak bangsa juga merupakan sebuah proses pembelajaran kepada bangsa ini bahwa tidak ada diskriminatif terhadap siapapun dan golongan manapun. Untuk itu dirinya menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI.

"Kita jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu rasialis yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan agenda politik mereka untuk memperkeruh suasana damai dan kerukunan yang telah tercipta selama ini," tuturnya.

Rekonsiliasi, Partai Politik Lokal dan Majelis Rakyat Papua (MRP)

Senada dengan Hendrik Yance, Ketua Dewan Pakar Gercin Indonesia, Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd., mengatakan saat ini otonomi khusus di tanah Papua belum berjalan maksimal dan sempurna. Pembentukan MRP masih sebatas simbolis dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

James Tangkudung mendukung upaya penerapan rekonsiliasi dan pembentukan partai politik lokal di tanah Papua, sebagai wujud nyata mengakomodir aspirasi dan kepentingan politik lokal.

"Kalau di Aceh bisa terwujud rekonsiliasi dan terbentuk partai politik lokal. Kenapa tidak untuk tanah Papua bisa terbentuk partai politik lokal untuk menampung aspirasi warga lokal dan warga adat istiadat yang tidak tersalurkan ke pemerintah pusat," kata James Tankudung. 

Selain itu seharusnya kata James Tangkudung, nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam lima sila Pancasila bisa dijalankan dengan baik di tanah Papua.

"Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan, Keadaban, Persatuan, Kepemimpinan, Kehikmatan, Kebijaksanaan, Permusyawaratan, Keterwakilan dan Keadilan Sosial. Apakah semuanya sudah terlaksana di tanah Papua, tentu belum berjalan maksimal, karena itulah kita akan perjuangkan bersama-sama untuk pemerataan dan kesetaraan pembangunan di Papua," lugasnya.

Menurut James Tangkudung, bahwa lima pasal yang terkandung dalam Pancasila merupakan cita-cita bersama dalam berbangsa dan bernegara. Terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dimana sudah ada oknum-oknum yang ingin melakukan kekacauan dan mengadu domba dengan tujuan-tujuan kepentingan sesaat.

“Saya menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh tujuan-tujuan oknum tertentu yang ingin mencari nama. Kita harus sadar menyikapi kondisi tersebut jangan sampai kita ikut-ikutan, Pancasila adalah dasar negara untuk dihayati sebagai pemersatu bangsa," ujar James Tangkudung yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Kita Pancasila (FKKP).

Selain itu Sandra Charlotha Leluly Wakil Sekjen DPN GERCIN mengajak semua pihak bisa menahan diri menyikapi masalah Papua. Katanya, pemerintah harus bisa merangkul dengan pendekatan sosial budaya, pendekatan adat dan dialog.

"Kita harus kedepankan dialog untuk masalah Papua. Sehingga aspirasi dan tuntutan warga Papua bisa didengar dan bisa diterima aspirasinya. Kalau dialog enak, tinggal pelaksanaanya dilakukan secara maksimal oleh pemerintah pusat," kata Sandra. 

Sandra mengatakan komitmen untuk menjaga keutuhan bersama bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, sebab setiap orang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda-beda dalam menyikapi masalh papua. Namun, Sandra yakin masalah Papua bisa diselesaikan dengan baik oleh Presiden Jokowi yang memiliki komitmen untuk berjuang menjaga keutuhan NKRI.

“Kita percaya pada pemerintahan Jokowi yang baru terpilih lagi, bisa menyelesaikan masalah Papua dengan pendekatan sosial budaya, pendekatan adat dan pendekatan dialog. Jokowi orang yang mendengar aspirasi rakyat Papua,” terang Sandra.

Dalam konferensi pers ini hadir juga mendampingi Hendrik Yance Adum Ketua Umum DPN GERCIN, yaitu Teddy Surya, S.Sos Sekjen DPN GERCIN, Amri Mamonto Ketua Bidang Pertanian dan Perikanan, dan Dra. Irma Indriani Ketua Bidang Humas DPN GERCIN. Tampak hadir puluhan awak media cetak, elektronik dan online hadir pada acara tersebut.

( Syafrudin Budiman )


BONDOWOSO-MEDIA NASIONAL CAKRAWALA
Pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2019 sekitar pukul 08.00 WIB Tim Wasrik dari Kostrad berjumlah 5 orang dipimpin oleh Kolonel Cba M. Imran S. M. datang ke Mayonif Raider 514 Kostrad Untuk melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan yang nanti akan menjadi acuan bagi kinerja Yonif Raider 514 Kostrad.
Saat tiba Mayonif Raider 514 Kostrad Tim Wasrik Kostrad diterima langsung oleh Wakil Komandan Yonif Raider 514 Kostrad Mayor Inf Dwi Purwanto, S.H. di dampingi Pasipers Lettu Inf Jumarto di ruang Transit Mayonif Raider 514 Kostrad.

Dalam kegiatan ini Tim Wasrik Kostrad langsung melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap produk-produk dan pertanggungjawabannya yang telah disiapkan Staf-Stap Yonif Raider 514 Kostrad dan dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa temuan kecil yang nantinya akan membangun dan menjadi bahan evaluasi serta acuan untuk di perbaiki selain itu juga agar kinerja satuan lebih professional dibidangnya masing- masing. Pengawasan dan Pemeriksaan ini bukan dimaksudkan untuk mencari- cari kesalahan tetapi untuk mengetahui sudah sejauh mana pencapaian sasaran yang ditetapkan dalam program kinerja satuan itu sendiri.

Wakil Komandan Yonif Raider 514 Kostrad Mayor Inf Dwi Purwanto, S.H. mengatakan bahwa setiap temuan ini akan menjadi perbaikan bagi satuan dan dalam setiap program yang di berikan supaya berjalan dengan lebih baik lagi agar bisa mencapai sasaran sesuai dengan target yang sudah ditentukan, ujarnya. Selaku yang tertua dalam Tim Wasrik Kostrad Kolonel Cba M. Imran S. M. mengucapkan terimakasih karena cukup puas dengan kinerja Yonif Raider 514 Kostrad walaupun ada beberapa temuan kecil yang kurang memenuhi sasaran.
Walaupun demikian temuan tersebut masih bisa di perbaiki kedepannya supaya Yonif Raider 514 Kostrad bisa lebih profesional lagi dalam masing- masing bidang kinerja stafnya.(Red)



PASURUAN,Media Nasional Cakrawala

Guna memotivasi kepedulian warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Pemerintah Kota Pasuruan Kecamatan Panggungrejo mengadakan giat lomba hias Pos Kamling antar desa khususnya di wilayah Kecamatan Panggungrejo Rabu(28/08/19)

Desa Panggungrejo, ikut serta dalam acara lomba hias pos keamanan lingkungan (Pos kamling).
Kepala Desa/Lurah Hermanto SE, mengatakan “Lomba menghias Pos Kamling dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan RI ke-74, yang di adakan oleh Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, Adapun tujuan dari lomba tersebut untuk memotivasi kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)”.


Menurutnya dalam lomba hias Pos Kamling diikuti 13 Desa dalam 1 Kecamatan, yang setiap Desa memiliki Pos Kamling satu unit perwakilan yang ikut perlombaan. Sedangkan, tim juri dihadirkan langsung dari Pemerintah Kecamatan Panggungrejo, dihadiri oleh Sekertaris Kecamatan H.Muhammad Nasir, Kasi tantib Adi  Suprayono, serta beberapa staf yang lain.

Adapun lomba Pos Kamling mempunyai beberapa kategori contoh,kategori  kebersihan dan kelengkapan Poskamling,bentuk Pos Kamling,ketertiban dan kreatif dll, Dengan adanya acara seperti ini masyarakat Desa Panggungrejo beserta Tokoh masyarakat sangat antusias ikut hadir dalam proses hias Pos Kamling serta ikut hadir melihat dalam proses penilaian dari Kecamatan Panggungrejo.

Di kesempatan ini Lurah Panggungrejo Hermanto SE menyampaikan kepada masyarakat “Keberadaan Pos Kamling merupakan wujud peran masyarakat untuk menciptakan rasa aman di lingkungan. Ini wujud nyata peran serta masyarakat bersama Polri dan didukung oleh TNI guna menciptakan kamtibmas”.(Natha)



Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Asal Situbondo langsung dilarikan ke Rumah Sakit lantaran mencoba bunuh diri dengan minum racun serangga. Wanita yang diketahui bernama Siti Aisah (32) warga Dukuh Pondok Langgar, Kampung Sawah, Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

IRT tersebut dalam keadaan kritis dilarikan ke RSUD Abdurrahem Situbondo setelah sebelumnya menerima tindakan medis di RSUD Asembagus. Rabu, (28/08/2019).

Korban diketahui sudah terkapar di dalam rumah dalam keadaan muntah- muntah dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Polisi mengamankan barang bukti  cairan yang diduga sisa obat hama tanaman jenis Decis yang ditaruh di dalam botol bekas air mineral kapasitas 1,6 ml.

Menurut keterangan saksi Asmad,  sebelumnya obat tersebut ditaruh di bawah kursi tempat korban ditemukan dalam keadaan muntah-muntah dan mulut mengeluarkan busa.

Awalnya sewaktu Khoiri (anak korban) pulang kerumahnya, saat akan masuk rumah memanggil-manggil nama ibunya sambil menggedor pintu rumah yang ditutup dari dalam, dan sewaktu Khoiri membuka paksa pintu dapur rumah, saat itu Khoiri melihat korban sudah muntah-muntah dan mulut mengeluarkan busa dan tercium bau obat yang menyengat.

Kemudian Khoiri memanggil kakaknya yang bernama Dedi. Setelah itu Dedi memanggil Sumriyani untuk membantu membawa korban ke RSUD Asembagus.

Selanjutnya, Sumriyani menghubungi Asmat yang bekerja dan memberitahu bahwa Siti Aisah minum obat dan dibawa ke RSUD Asembagus karena kondisimya kritis akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Situbondo.

Kapolsek Asembagus Iptu Achmad Sulaiman membenarkan kejadian itu, "Korban dibawa ke rumah sakit Situbondo malam hari ini," pungkasnya. (St1)



Pasuruan-media nasional cakrawala

Pada Hari Rabu 28 Agustus 2019 Sekira Pukul 15.21 Wib di Jalan Pattimura tepatnya didepan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Sakinah telah terjadi tragedi seseorang meninggal dunia salah satu peserta GERAK JALAN INSTANSI / UMUM Pemkot Pasuruan

Adapun Identitas Korban : 
An. SUKRAN , tempat Lahir Pasuruan , 08 Februari 1971 , Agama Islam, Pekerjaan Swasta , Jl. Patiunus Gg X No. 10 Kel. Krampyangan Kec. Bugul Kidul Kota Pasuruan

Dan Identitas Saksi : adalah 
 SITI FATIMAH ( Istri Korban ) , 39 Tahun , Jl. Patiunus Gg X No. 10 Kel. Krampyangan Kec. Bugul Kidul Kota Pasuruan

Kronologi kejadian,  Awal Mula Korban merupakan salah satu peserta GERAK JALAN INSTANSI / UMUM yang diselengarakan oleh Pemerintah Kota Pasuruan dalam rangka Rangkaian HUT RI Ke 74 Tahun 2019 , bersama 9 (sembilan) peserta orang lainnya dari Ikatan Alumni SMAK Tahun 1990 dengan Nomer Peserta : 126 . 

Regu GERAK JALAN INSTANSI / UMUM Ikatan Alumni SMAK Tahun 1990 Nomer Peserta : 126 berangkat dari Start GOR Untung Suropati Jl Sultan Agung Kota Pasuruan sekira Pukul 15.00 Wib

Kemudian sesampai di TKP sekira Pukul 15.21 wib Korban yang berada di Posisi Barisan tengah depan tiba-tiba terjatuh sempat kejang-kejang  dan tidak sadarkan diri Melihat kejadian tersebut  kemudian Danton gerak jalan  menghentikan pasukannya untuk memberikan pertolongan pertama pada korban. Melihat kondisi korban yg tidak memungkinkan selanjutnya  rekan rekan korban satu group menaikkan korban ke mobil pick up untuk secepatnya dibawa ke Rumah Sakit //DR. S0EDARSONO Kota Pasuruan.      Namon Tuhan berkehendak lain  
Sesampai di UGD Rumah Sakit Korban dinyatakan telah Meninggal dunia

Atas kejadian ini 
Pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan visum dan menganggap kematian korban adalah wajar Karna 
Riwayat korban menderita sakit darah tinggi . (Sofi/mnc)


PAPUA-MEDIA NASIONAL CAKRAWALA
Pendiv2 - Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad, berhasil membantu seorang ibu dari Desa Wonorejo, Pir 4, Kabupaten Keerom, Papua yang melahirkan di dalam ambulans. Rabu (28/8).

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 16.30 WIT, ketika Eti mengalami kontraksi, kemudian dievakuasi menggunakan ambulan milik Puskesmas Desa. Dalam perjalanan dari desa menuju rumah sakit terdekat yang jaraknya tidak memungkinkan, tiba-tiba ambulans berbelok masuk kedalam Pos Kout Arso Tami milik Yonif Raider 509 Kostrad.

Mengetahui hal tersebut, Prajurit Yonif Raider 509 Kostrad, Praka Feby dan Prada Goffar yang kebetulan sedang melaksanakan penjagaan pos berinisiatif membawa Eti masuk kedalam pos guna mendapatkan pertolongan dari Dokter Satgas.

Perjalanan dari Desa menuju rumah Sakit Arso 2 menempuh waktu sekitar 1 jam, dengan kondisi jalan yang tidak rata dan rusak.

Sesampai di Pos Arso Tami, kondisi Eti kian lemah. Dokter Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, Letda Ckm Abraham Valent pun tanpa pikir panjang segera melakukan tindakan yang dibantu oleh bidan desa.

“Ini pengalaman yang tak akan terlupakan, putri kami melahirkan di dalam ambulan dan ditolong oleh bapak-bapak TNI", tutur Rusminah ibu dari Eti.

Dirinya bersama anaknya berterima kasih atas bantuan anggota Satgas Yonif Raider 509 Kostrad sehingga proses persalinan berjalan dengan lancar dan selamat.

“Alhamdulilah putra kami lahir dengan selamat dan sehat, sebagai rasa syukur kami akan memberikan nama Cakra sesuai permintaan Dokter yang menolong kami," tutur Eti usai persalinan.

Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Yonif Raider 509 Kostrad, Kapten Inf Rhetorica Tiertha Amandica, S.IP. menyampaikan, ”Apa yang dilakukan Satgas, merupakan implementasi dari komitmen kami sejak awal penugasan, yakni melaksanakan tugas yang berorientasi pada kebermanfaatan diri bagi lingkungan dan masyarakat di perbatasan,” tegasnya.

“Kami berharap anak tersebut, menjadi anak yang taat kepada kedua orang tuanya dan berguna bagi agama, bangsa dan negara,” imbuhnya Wadansatgas.(Red)



Pasuruan,Media nasional cakrawala

 Indonesia
24/08/2019 jam 16.00
Kegiatan Aksi demo kemarin yang di lakukan oleh Lpk Barata & Lembaga suwadaya masyarakat (LSM) kota pasuruan,yang telah melakukan aksi demo kemaren di PT.Tirta Investama,  di desa tenggilis kecamatan Gondang Wetan kabupaten pasuruan, kini telah menjadi bahan pembicaraan semua warga sekitar,karna tlah di anggap hanya  demi Kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. Bukan Demi kepentingan masyarakat,

 "Misbah"selaku ketua LPKSM GAJAH MADA  ungkab pada awak media cakrawala nasional indonesia,  Memprotes terkait Aksi demo yang telah  di lakukan oleh LPK Barata  dan LSM-LSM  kota pasuruan, itu, 

Karna semua yang di lakukan itu di anggap hanya untuk kepentingan  pribadi dan kepentingan golongan, bukan demi untuk kepentingan  masyarkat  sekitar.

karna semua LSM-LSM   itu  dari kota dari kota  pasuruan semua mas.

sedangkan masyarakat setempat tidak ada gejolak atau tuntutan ke pihak PT.
 Tirta Investama tersebut, 

sedangkan yang di permasalahkan itu tidak ada sama sekali.terang nya.


 Adapun dari PT.Tirta Investama semua kebutuhan masyarakat sekitar dan pengajuan permohonan profosal Dari Lsm apapun  sudah terpenuhi semua. Tuturnya

MISBAH" ketua LPKSM GAJAH MADA  memprotes  dengan adanya kegiatan LPK BARATA  dan semua LSM yang ada di kota pasuruan, yang  kemarin telah melakukan Aksi demo Di PT.Tirta Investama, yang berada dilokasi 
desa  Tenggilis kecamatan Gondang wetan kabupaten pasuruan,

Itu semua hanya untuk kepentingan pribadi dan kepentingan golongan  dan tidak ada kepentingan untuk masyarakat.

Terkait sumur bor yang ada di dalam PT Tirta Investama tersebut, yang jelas perusahaan itu sudah memenuhi semua ijin-ijinnya atau sudah sesuai dengan aturan- aturan pemeritahan kota atau kabupaten pasuruan ini.

dalam arti apa teman teman LPK barata dan semua LSM kota pasuruan yang datang kemarin,apa sudah
 menguasai Teksnik kayak gitu,

Jadi saya mengharapkan kepada LPK barata  ataupun dari LSM yang ada di kota  pasuruan ini, harus berjalan sesuai dengan Reilnya,dan memang betul sesuai dengan Lembaga suwadaya masyarakat (LSM), dan memang betul betul   demi kepentingan masyarakat.bukan karana materi atau kepentingan pribadi dan galongan pungkas misbah selaku ketua LPKSM Gajah mada.      

Adapun sehubungan dengan penarikan berita yang sempat di publikasikan oleh media nasional cakrawala(mnc) kemarin  sempat ramai menjadi perbincangan khalayak luas terutama di kalangan Media atau lembaga swadaya masyrakat(lsm) se kota pasuruan.  

Setelah di konfirmasi oleh team Redaksi(mnc)  Kejadian tersebut terjadi akibat ulah salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab dan masih dalam penyelidikan Redaksi media nasional cakrawala(mnc) pungkas pimpinan redaksi (Team/mnc)



Bondowoso, Media Nasional Cakrawala

Para santri Ponpes Al Islah Kecamatan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, asal Papua menyampaikan ikrar di depan kantor pusat Ponpes Al Islah Kecamatan Grujugan jika mereka cinta damai dan tidak mau diprovokasi oleh siapapun juga.

Sambil membawa kibaran dua bendera meeah putih, para santri asal Papua tersebut menyatakan bahwa mereka merasa aman, tentram, dan damai di bumi Bondowoso dengan dipertegas ikrar perdamaian di depan Gedung Kantor Pusat Ponpes Al Islah.

Menurut para santri asal Papua tersebut,  Islam mengajarkan cinta damai dan tetap memjaga Kedaulatan NKRI dengan semboyan NKRI harga mati bahkan Ikrar para santri Ponpes Al Islah Bondowoso asal Papua itupun viral

Reporter : Cipto



Jakarta, Media Nasional Cakrawala

Teks Foto: Diskusi media yang diselenggarakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema 'Medsos, Rekonsiliasi Nasional dan Ancaman Radikalisme, Selasa (27/8/2019) di Hotel Central, Jl. Pramuka, Jakarta Pusat. Foto: KMI/dok.

Jakarta – Abdul Kadir Karding Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan saat ini kelompok radikalisme agama menjadikan media sosial (medsos) sebagai alat propaganda dan perjuangan politik. Sehingga kata anggota DPR RI ini, walaupun mereka tidak ketemu tatap muka, akan tetapi tetap bisa merekrut anggota baru.

"Radikalisme lahir disebabkan keyakinan orang cenderung radikal, karena mendapatkan pemahaman agama dengan menisbatkan dirinya sebagai orang yang paling suci," kata Abdul Kadir Karding dalam diskusi media yang diselenggarakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema 'Medsos, Rekonsiliasi Nasional dan Ancaman Radikalisme, Selasa (27/8/2019) di Hotel Central, Jl. Pramuka, Jakarta Pusat.

Menurut Karding sapaan akrabnya, Ide dan gagasan dari luar sampai di Indonesia, karena juga peran media dan massifnya di era revolusi digital 4.0 ini. Bahkan, kenapa organisasi moderat seperti NU dan Muhammadiyah gagal dalam medsos?  Karena mereka tidak mampu membuat konten-konten yang ringan seperti pada era sekarang.

"Rata rata gerakan radikalisme seperti membuat bom atau teror itu bisa belajar dari online tanpa tatap muka. Medsos salah satu polarasisasi dalam politik atau politik identitas," jelasnya.

Selain itu kata Karding, medsos juga bisa melapetaka bagi bangsa, sebab orang yang radikal pasti tidak paham beragama karena mereka dicekoki oleh paham dari luar.

"Cara untuk menghentikan radikalisme yaitu ada di kurikulum pendidikan kita. Cara mengatasi radikalisme diantaranya, harus ada pendidikan literasi kepada masyarakat, harus ada mengurangi politik identitas yang berlebihan dan harus mendiskusikan pers yang tidak partisan," katanya.

Selanjutnya menurut Karding, menangkal radikalisme juga harus memperbaiki ekonomi di masyarakat, karena sebagian orang tidak puas terhadap pemerintah. Keadaan sosial dan pemimpin harus diperbaki juga dan tugas pemerintah harus memuaskan masyarakatnya.

"Ada sekitar 68 juta orang yang belum puas terhadap pemerintahan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itulah kalau ada kepuasan pada masyarakat, saya pikir masyarakat tidak mudah terpengaruh radikalisme. Meskipun di gembosin lewat medsos," ujar Karding.


Sementara itu Prof. Dr Indria Samego, Pengamat Politik dari LIPI Universitas Indonesia mengatakan, pers itu merupakan kekuatan ke 4 demokrasi di Indonesia. Selain itu pers merupakan jembatan atau lidah rakyat. 

"Pers di masa orba sangat dibungkam oleh penguasa dan pers itu kalau mau mengeluarkan berita harus pamit Kejaksaan, TNI dan lain-lain  karena pers (koran) dianggap ancaman terhadap pemerintah pada orde baru," jelasnya.

Kata Indria Samego, peran wartawan mulai ditakuti sejak Soeharto lengser. Jatuhnya Soeharto ada peran dari majalah di hongkong yang menceritakan kisah Soeharto dan keluarganya. Hal itu merupakan salah satu tekanan proses percepetan lengsermya Soeharto.

"Dengan gadget yang kita punya, kita bisa mentransfer kemana saja dengan mudah. Bahkan kita sendiri bisa menjadi aktor yang cendrung ke kebanyakan berita negatif," tukas Indria Samego.

Menurut Idria Samego, Kominfo yang pernah membatasi medsos, seperti pasca pilpres. Hal itu bisa menimbulkan reaksi besar dari masyarakat kalau pembatasanya terlalu lama.

"Adanya revolusi teknologi pasca reformasi, kita termasuk negara yang sangat bebas. Yang mana kebebasan tersebut bermacam-macam digunakan ada untuk ekonomi, politik, bahkan ke negatif pun digunakan. Sehingga lahirnya berita pencemaran nama baik," ungkapnya.

Selain itu Roy Abimayu dari Kantor Staf Preside (KSP) mengatakan, saat ini masyarakat di medsos itu tidak lengkap mendapatkan berita, akan tetapi masyarakat menjadi paham karena pengaruh medsos. 

"Yang terpenting dari pengguna medsos, yaitu jangan terlalu percaya berita yang ada di medsos, dalam artian masyarakat harus kritis. Negatifitas yang ada di medsos itu ada kelompok-kelompok tertentu, yang itu harus kita sadari," kata Roy Abimanyu.

Menurutnya, ada yang merepotkan pengguna medsos, yaitu kelompok-kelompok kecil yang tidak suka terhadap Indonesia. Karena beda etnis dan ideologi itu yang sangat berbahaya.

"Kalau hanya beda politik itu bisa diselesaikan dengan cara rekonsiliasi, tapi kalau masalah ideologi itu merupakan tantangan bagi kita," tandas Roy Abimanyu.

Terakhir katanya, kelompok-kelompok kecil tersebut yang harus kita selesaikan dengan berbagai cara. Karena itu menurut Roy Abimanyu, Ideologi tidak bisa dibubarin maka kita harus lawan dengan ideologi juga.

Pembicara terakhir, Hafys Marshal, Pimpinan Redaksi KataIndonesia.com mengatakan, paling banyak yang menyebarkan berita hoax itu emak-emak. Mereka ketika dapat berita di medsos kebanyakan langsung di share tanpa difilter terlebig dahulu.

"Saya mengajak kepada teman-teman untuk memproduksi berita yang positif, seperti konten menjaga keutuhan NKRI, menjaga kerukunan dan perdamaian," katanya.

Kata Hafys sapaan akrabnya, media online atau media cetak memiliki peran penting sebagai penyeimbang dan kontrol terhadap apapun di era kebebasan informasi ini.

"Kita perlu mendidik masyarakat (red-warganet) memahami mana konten-konten yang negatif, mengandung ujaran kebencian, hoax dan adu domba. Peran pers dan media menyampaikan hal ini kepada masyarakat (warganet) agar lebih bijak bersosial media," pungkas Hafys. (red)

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget