TANGGAPAN KETUA DPC BMI KOTA PASURUAN MENGENAI ADANYA KONFLIK PARTAI BERLAMBANG MONCONG PUTIH YANG SAAT INI MEMANAS



Media Nasional Cakrawala-Pasuruan

Menyikapi Permasalahan yang terjadi di internal partai PDI Perjuangan Kota Pasuruan,terkait keputusan Hasil Konfercab yang di selenggarakan di Surabaya, BMI Kota Pasuruan sangat menyayangkan. Di sini saya sangat prihatin dan menyesalkan atas peristiwa yang terjadi di internal PDI Perjuangan Kota Pasuruan hingga viral di media sosial maupun di masyarakat Pasuruan,sebagai kader muda partai berlambangkan banteng moncong putih sangat kecewa dengan permasalahan yang terjadi di PDI Perjuangan Kota Pasuruan. Kalau saya menilai, tidak ada yang salah ,partai terus mengamanatkan untuk tegak lurus menghormati segala keputusan , tetapi saya mengamati dan menganalisa bahwa semua ini merupakan imbas dari sistem kepartaian yang belum maksimal dalam mengedepankan asaz musyawarah mufakat. Melihat dan menganalisa PP No .28 tahun 2019 terdapat pasal yang rawan menimbulkan konflik dalam penentuan kepengurusan, disebutkan poin , bahwa untuk menjadi Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) minimal harus menjadi anggota partai selama tujuh tahun.
Keanggotaan itu dibuktikan melalui kartu anggota partai, sedangkan di poin lain pasal 44 menyatakan DPP PDIP dapat menetapkan Ketua, Sekretaris, dan atau Bendahara DPC, dan DPD atas dasar pertimbangan kepentingan strategis partai. Kedua poin tersebut sangat rawan konflik ,terbukti di hampir seluruh daerah terjadi konflik ketidak puasaan kepengurusan kader banteng dalam kepetusuan DPP dalam hal merekomendasikan penetapan Ketua ,Sekretaris, Bendahara.
Ini harus menjadi evaluasi DPP PDI Perjuangan dalam mengeluarkan peraturan partai, harus tidak berbenturan dengan AD/ART partai , apalagi partai saya ini sangat menjunjung tinggi demokrasi dan mengedepankan musyawarah mufakat. Harapan saya semoga konflik ini bisa terselsaikan dengan secepatnya, tanpa ada yang tersakiti. Karena pada hakekatnya adanya partai politik berdiri itu untuk memperjuangkan kedaulatan dan kemakmuran rakyat bukan hanya kepentingan golongan semata,(Ujar Bung Son). Mengutip pidato Soekarno "Pasalnya partai politik suka main sikut dan berkonflik terus. Panggung politik pun selalu gaduh. Padahal stabilitas amat dibutuhkan bagi bangsa yang baru merdeka.
"Ke luar kita selalu berkata: bersatu, bersatu, bersatu! Bahkan aktif mempersatukan, aktif mempersatukan! Paradoks ke dalam bagaimana, saudara-saudara? Kita sikut-sikutan satu sama lain!Sekarang ini saudara-saudara kita terpecah belah! Dan terpecah-belah bukan hanya oleh rasa suku, bukan oleh rasa kedaerahan. Ada penyakit yang kadang-kadang bahkan lebih hebat  daripada rasa suku dan rasa daerah! Yaitu penyakit apa? Penyakit kepartaian saudara-saudara! Ya, terus terang saja saudara-saudara: penyakit kepartaian.”
(Natha)

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget