Kesedihan Mendalam Imron Rosadi Papa Thoriq




Bondowoso,Media Nasional Cakrawala
Diketemukannya Jenazah Thoriq Rizky Ahmad Maulidan calon pelajar SMAN 2 ini membuat luka yang amat dalam khususnyauntuk
Imron Rosadi.Spd(54)
Kepala Sekolah SDN Gubrih 2 Bondowoso. Hampir setiap hari Imron Rosadi naik kelokasi Tempat Kejadian Musibah (TKM)
sambil merenung dan sering meneteskan air mata.

"Thoriq dimata Bapak anak yang baik dan walaupun saya orang lain tapi kedekatan hati,sejak kecil Thoriq bersama keluarga kami hidup diperumahan SDN Gubrih 2,Thoriq memanggil saya dengan panggilan Papa dan keistri saya Mama,sedangkan ke orang tua aslinya Ayah dan Ibu. Hari-hari kami bersama keluarga Thoriq diperumahan SD jauh sebelum Pak Arif sekeluarga pindah ke perumahan Villa Kembang a
asri Sukowiryo" ujarnya.

Thoriq Rizki Ahmad Maulidan,kelahiran Sidoarjo 26 april 2004, lahir bertepatan disaat masa Nur Khabibah ibu kandung Thoriq,lolos tes CPNS menjadi pengajar di Bondowoso, pada saat itu ibunya sedang hamil tua. 
Keluarga Pak Arif Subagyo memilih kelahiran Thoriq di Sidoarjo.
Kami tetangga dengan keluarga Pak Arif diperumahan SD suka duka kami jalani di Wringin.

"Kami sangat berterima kasih kepada saudara-saudara semua yang telah menyempatkan tenaga,waktu untuk mencari anak kami Thoriq Risky Ahmad Maulidan hingga diketemukan.
Kami tidak bisa berkata apa-apa hanya ucapan doa terbaik dan beribu-ribu terima kasih yang terhingga"tutup Imron Rosadi.(Guz,Red)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget