H. Andi Soleh Goib : Festival Condet Minim Tampilkan Budaya Betawi



Jakarta Timur ; Media Nasional Cakrawala 
Festival Condet yang menjadi pro dan kontra, dinilai para tokoh budaya sesepuh Betawi asal Condet, hanya sebagai ajang pungli. 

Soalnya kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari itu  di duga keras hanya untuk meraup untung 
Lebis jelasnya di sulap berubah menjadi bazar Condet.

"Sesepuh Betawi Condet, H. Andi Soleh Goib (69) menilai kegiatan tersebut sudah tak murni menonjolkan kebudayaan. Pasalnya, festival yang digelar selama dua hari itu hanya dipenuhi tenda jualan dan hanya diselipkan sedikit kebudayaan.

“Sudah tak murni lagi kebudayaan, karena semua dipenuhi dengan stand pedagang,” katanya, Selasa (30/7/2019).

Dikatakan pria yang juga mendirikan Yayasan Cagar Budaya Betawi Condet, dengan banyaknya stand yang disewakan, pastinya demi meraup untung banyak. 
"Sehingga acara itu dijadikan ajang bisnis, apalagi terdengar kabar bahwa satu tenda yang ditempati pedagang dipatok dengan harga Rp,2 juta.

“Jadi hanya festival Condet itu sudah tidak asli menampilkan kebudayaan, yang ada hanya kumpulan pedagang,” ungkap H. Andi.

Terkait masalah Gubernur DKI Anies Baswedan yang tak datang ke lokasi, dinilai H. Andi merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, berdasarkan data yang ia dapat, memang acara yang digelar 27 dan 28 Juli kemarin tak memiliki izin. “Acara itu hanya memiliki izin keramaian dari polisi, tidak ada izin penutupan jalan. Jadi acara itu ilegal,” tegasnya.

H. Andi menambahkan, tak didapatkannya izin penutupan jalan, karena memang banyak warga sekitar yang merasa terganggu dengan kegiatan tersebut.

Pasalnya, diakhir pekan itu aktivitas warga merasa terganggu dengan keberadaan tenda jualan sepanjang 2 kilometer.

“Apalagi tenda yang dipasang panitia tepat di depan rumah warga dan toko,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kramatjati Eka Darmawan menambahkan, pihaknya memang tak memberikan izin pelaksanaan festival Condet berdasarkan hasil evaluasi dalam dua tahun terakhir. Evaluasi itulah yang akhirnya disarankan Pemkot Jakarta Timur agar kegiatan tahunan tersebut tak lagi dilakukan di jalan raya umum.

“Dari pelaksanaan selama dua tahun itu, banyak pengaduan masyarakat yang menyatakan keberatan,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan festival Condet kemarin, kata Eka, pihaknya juga sudah melakukan rapat dengan ketua yayasan cagar budaya Condet Iwan Setiawan. Dimana pada rapat 18 Juni lalu di aula Kelurahan Batuampar meminta pelaksanaan festival Condet tidak di jalan raya, namun malah dilakukan, ini kan pelanggaran,” tegasnya.

Pihaknya, kata Eka, menyarakan kegiatan itu harus dilakukan di pinggir kali Ciliwung seperti pada 2016 lalu. Karena dengan digelarnya ditempat tersebut bisa menjadi edukasi tentang sejarah Jakarta. “Bukan semata-mata di Jalan Raya Condet, toh yang pertama Festival Condet dilakukan di pinggir Kali Ciliwung, itu kan bagus antusias warga untuk mengenal Kali Ciliwung,” tegas Eka. (An/Ag)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget