Pers Release Bela Tito Karnavian, ARJ Gelar Aksi Di Mabes Polri



Selasa (4/6/2019), Mabes Polri, Jakarta Selatan

Jakarta,Media nasional cakrawala 
Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) terdiri atas lebih dari 875 organ relawan pendukung pasangan Ir. H. Joko Widodo - KH.Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 menggelar aksi dalam rangka memberikan support kepada POLRI untuk segera  menuntaskan kasus kerusuhan sekaligus menangkap otak pelaku di belakang aksi yang rusuh dan anarkis tanggal 21-22 Mei 2019 di Bawaslu RI. Aksi yang bertema SAVE KAPOLRI ini sekaligus sebagai dukungan penuh ARJ kepada Kapolri, Tito Karnavian agar tetap tegar, terus semangat dan tidak takut kepada berita bohong dan fitnah yang menerpa dirinya dan jajarannya dalam rangka penyelesaian kasus tanggal 21-22 Mei.

Dalam aksi tersebut massa ARJ juga membentangkan spanduk berukuran 30 meter yang bertuliskan SAVE KAPOLRI-NKRI Harga Mati.


Kordinator Aksi ARJ Lisman Hasibuan: Kami datang ke sini, ke Mabes Polri, untuk mendukung Polri. Polri tidak boleh kendor, Polri harus usut para pelaku dari tanggal 21 dan 22 Mei 2019 pasca kerusuhan di Bawaslu. Dan kita mendorong supaya masyarakat juga jangan sampe terkotak-kotak diadu domba antara polisi dengan masyarakat, ini kan sangat bahaya



Kordinator ARJ David Adil Fitri: Save Polri adalah bentuk dukung dari kami kepada Polri dan TNI yang mana dalam hal ini Polri lebih dipojokan, padahal kita tahu Polri sdh bertindak sesuai konstitusi.

Saya sebagai kordinator ARJ dan Ketum Foreder mendukung penuh agar Kapolri  pak Tito jangan ragu, tetap tegas bahwa apa yang beliau lakukan saat ini sudah benar. Yang mau makar harus di tumpas sampai ke akar-akar nya jangan biarkan tumbuh berkembang. Rakyat Indonesia sudah jenuh muak dengan para provokator biang kerusuhan di Jakarta. 

TNI dan Polri harus tetap solid dan kuat karena banyak provokator yang mencoba memecah belah antar TNI dan Polri.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi di tanggal 21- 22 Mei itu kalo TNI dan Polri solid.

Karena saatnya rakyat bergerak mendukung beliau.

Jangan ragu segera tangkap dalang kerusuhan 21-22 Mei.

Penanggung Jawab ARJ Haidar Alwi: 

Melihat kejadian aksi rusuh dan anarkis di Bawaslu 21-22 Mei kemarin, yang ada saat ini, hati kita menjadi miris ketika melihat segelintir orang yang konon dikatakan sebagai tokoh namun justru lebih terlihat sebagai provokator jalanan yang tidak berpendidikan.

Saat ini justru segelintir orang yang katanya 'tokoh' malah merangkai kalimat demi kalimat dengan sengaja untuk memprovokasi orang  melakukan tindakan anarkis dan brutal seperti yang terjadi pada kerusuhan 'ByDesign' bulan Mei lalu.

Ironisnya, para provokator jalanan ini semakin menunjukkan kebodohannya. Dimana, saat ini mereka berusaha mencuci tangannya dengan mencari kambing hitam atas kerusuhan yang mereka ciptakan. Salah satunya, mereka menggunakan logika sesaat yang sesat dengan mengkambing hitamkan Kapolri. Dengan tujuan, agar tercipta opini di masyarakat bahwa; aksi anarkis dan brutal pada Mei lalu dipicu oleh tindakan represif aparat kepolisian. Dengan harapan, masyarakat dapat dengan mudah percaya begitu saja. Sehingga, pada akhirnya mereka dapat menggulinggkan Presiden RI setelah Kopolri yang tegas melawan intoleransi, radikakisme dan terorisme dicopot dari jabatannya.

Semua masyarakat sudah mengetahui bahwa; aksi anarkis dan brutal itu bukan dipicu oleh Kapolri beserta jajarannya. Tetapi, rentetan persoalan itu dimulai sejak provokator jalanan ini secara terstruktur, sistematis dan masif mengatakan pemilu curang. Padahal, saat itu pemilunya belum dimulai. Dan, sudah dikatakan curang. Lebih bodohnya lagi, provokator jalanan ini justru berani mengatakan pemilu curang secara terstruktur, sistematis dan masif. Faktanya, provokator jalanan itu sendiri yang secara terstruktur, sismatis dan masif mengkampanyekan pemilu curang.

Oleh karena itu, sangatlah naif jika provokator jalanan itu mengkambing hitamkan Kapolri dari rentetan persoalan yang terjadi karena sebab akibat yang dibuatnya sendiri. Karena, semua peristiwa yang terjadi saat ini adalah sebuah mata rantai pemilu. Dan, tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Kalau kita mau bicara obyektif, maka seharusnya kita meminta pertanggung-jawaban Gubernur DKI. Karena, aksi anarkis dan brutal yang berakhir rusuh terjadi diwilayah hukum Provinsi DKI Jakarta. Dan, seharusnya Gubernur DKI Jakarta sudah koordinasi dari awal dengan Polri TNI untuk mengantisipasi para perusuh dari luar kota yang ingin memporak-porandakan DKI Jakarta. Karena, sudah kewajiban Gubernur DKI menjamin keamanan dan kenyamanan warganya.

Organ yang hadir di Mabes Polri :

1.   Foreder
2.   DJM
3.   SM JAMIN
4.   KTT
5.   WLJ
6.   PARASUT
7.   LBN
8.   BK-NKRI
9.   LBP
10. BMP
11. PMIC
12. BPAN
13. IMA JOKOWI
14. Rejo muda indonesia (RMI)
15. R. BTI
16. GARINDO
17. IPAB (IKATAN PEREMPUAN DAN ANAK BANGSA)
18. HAWA
19. PATMACITA
20. Emak emak jos
21. Young Celebes JKW2P
22. Negeriku Indonesia Jaya.
23. RLAPD
24. JOMAKU
25. Perjuangan Rakyat Nasionalis (PARMONAS)
26. GNC
27. Solidaritas Nusantara
28. Lingkaran Satu
29. GAPSI
30. RNJ
31. Jokower Jakarta ( kerJA KARya nyaTA)
32. BRIB
33. Garda Muda JKW2P
34. Selendang pertiwi 
35. Komunitas BelGI
36. Pojok Satu
37. PENTER
38. Pronata
39. Fortune
40. Tim 88
41. 01 Rajawali Emas Nusantara
42. PIPN
43. Garuda Jokowi
44. Gemar Jokowi
45. PIT Pro - Jokowi
46. RMI
47. AMO
48.Lady & Gent Orange
49. Benteng NKRI Patriot Nusantara
50. Laskar Rakyat Jokowi (LRJ)
51. Gaman
52. N4J
53. Pelangi Nusantara
54. BPJW
55. RKM
56. Bem Jokowi
57. Alumuni SMA Bandung Ngahiji
58. Pena Jokowi
59. Rumah Muda Indonesia (RMI)
60. JOP99
61. Nusantara Untuk Jokowi ( N4J )
62. PROJO JATI (Pro Jokowi Sejati)
63. FOR BEJO
64. ISTIKOMAH
65. Rapernas 17
66. LPB
67. SKI
(Red)

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget