Simak ! Demo Marathon Akhirnya Wabup Situbondo Angkat Bicara


SITUBONDO,Media Nasional Cakrawala
 Kali ini Kamis, (16/05/2019) aksi turun jalan oleh Gp Sakera yang berafiliasi dengan LPKP2HI, LPKN, S One, Gempar, Teropong beserta ratusan element masyarakat menggeruduk kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo (Pemkab), Kamis (16/5). Mereka meminta agar laksanakan dan jalankan PERDA Nomor 27 Tahun 2004 yang sudah dibuat.

Baca juga (http://www.mediacakrawala.com/2019/05/hari-kedua-aksi-demo-lpkpn-situbondo.html)

Aksi demo ini sudah sampai dipuncak namun jika memang tidak ada tindakan lagi, kami siapkan demo yang lebih besar. Karena kami menilai upaya penertiban tempat prostitusi yang dilakukan oleh instansi terkait selama ini tidak ada keseriusan dan terkesan mandul karena PERDA sudah berusia 15 tahun.

Ratusan peserta demo memaksa masuk untuk bertemu langsung dengan Bupati, namun tidak ada respon, sempat terjadi tarik-menarik peserta demo beserta Aparat Kepolisian, akhirnya pihak instansi memberikan negosiasi untuk hearing duduk bersama untuk memberikan solusi dalam penutupan lokalisasi di Situbondo.

Dalam kesempatan itu, Fauzi yang mewakili LPKP2HI menjelaskan bahwa, "PERDA harus ditegakkan atau dilegalkan sekali. Jangan terkesan dibiarkan selama ini", teriaknya.

Dilanjutkan oleh Ketua S One dalam orasinya juga mengemukakan, "Sependapat dengan rekan-rekan semua karena kami Tim S One selalu mendampingi saat demo pertama yang dilakukan oleh Gp Sakera dan elemen masyarakat setahun yang lalu dan kami tetap komitmen untuk menyampaikan dan mendampingi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Karena sudah jelas PERDA nya, dilaksanakan atau ditiadakan selesai sudah. Jangan memunafikkan diri, sudah setahun lalu kan sudah jelas statement SEKDA kalo disana sdh dilakukan pembinaan bahkan dikucurkan dana. Trus PERDA sudah berusia 15 tahun apa harus menunggu umur PERDA dewasa?", tanyanya.

Lanjut Ketua Generasi Muda Pembela Aspirasi Rakyat (Gempar) Situbondo, Sumyadi dari wilayah Besuki dalam orasinya menjelaskan, "Jangan jadikan kota ini kota yang tidak baik, karna ini kota santri, berikan penjelasan yang baik biar kami mengetahui dengan baik, perda tersebut apakah sudah diperlakukan tapi jangan diperjual belikan", ujarnya.

"Coba berapa keuntungan yang kalian dapat hingga kota kalian dibuat begini, ini kota santri jangan dikotori, saya berharap lakukan yang terbaik buat Situbondo", imbuh Sumyadi.

Ketum GP SAKERA dalam orasinya  juga menuturman, "Kami sudah buktikan janji kami, jika memang tidak ada reaksi yang baik untuk Maslah ini, kami sudah siapkan 300 orang dari luar kota yang sudah menuju ke kota tercinta kita ini Situbondo, mungkin 500 orang lagi akan menyusul hingga puncaknya, akan juga menggelorakan dikota ini. Kalau memang tidak ada respon yang baik. Itu janji kami", geramnya.

Bang Ipoel panggilan akrabnya menambahkan, "Kami butuh bukti jangan kami bohongi, kami tunggu", tegasnya.

Kemudian massa pendemo sempat ingin memaksa masuk dan terjadi dorong dorongan karena massa tidak boleh masuk ke dalam untuk menemui pemangku kebijakan. Beberapa menit kemudian pemangku kebijakan yang salah satunya Wakil Bupati Situbondo, Ir. Yoyok Mulyadi bersedia untuk menemui peserta demo di Lantai II Pemkab Situbondo. Peserta demo yang masuk diwakili oleh beberapa yakni dari Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri didampingi Bendum, Supriyati, Ketua S One, Dwi Atmaka dan Moh Al Hafiz, Ketua Gempar, Sumyadi, Ketua LPKPN, Fiki P, LPKP2HI yang diwakili Fauzi, Teropong yang diwakili Yadik dan perwakilan tokoh masyarakat H. Fahmi dari Desa Sumberejo.

Dalam kesempatan itu, Wabup Situbondo, Ir Yoyok Mulyadi menjelaskan, "Sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan sekalian untuk menutup lokalisasi secara permanent dengan memberikan solusi yang baik. Namun semua harus duduk bersama untuk melakukan hal tersebut dan saya bersedia untuk duduk bersama rekan-rekan sekali", jawabnya yang menjadi tuntutan rekan-rekan sekalian. (St1)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget