Ketua DPC PDIP Situbondo Akan Gugat RSAR Situbondo



Situbondo Media Nasional Cakrawala

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Situbondo akan gugat Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem (RSAR) yang beralamat Jalan Anggrek Nomor 68 Kabupaten Situbondo terkait surat Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Timur, nomor B/020/LM.13-15/0260.2018/IV/2019 tertanggal 12 April 2019 perihal Pemberitahuan Pelaksanaan LAHP oleh Terlapor Narwiyoto, Ketua DPC PDI Perjuangan Situbondo perihal hasil psikotes Calon Legislatif (Caleg) ada sekitar 11 (sebelas) caleg.

Menurut info yang dihimpun Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur telah menerbitkan LAHP menyatakan bahwa berdasarkan pendapat dan bentuk Mal Administrasi, Ombudsman yang perlu dilakukan beberapa tindakan korektif. Caleg yang mendaftar dalam psikotes di RSAR sekitar 200 an Calon Legislatif.

Direktur RSAR Situbondo, dr. Tony Wahyudi saat diklarifikasi oleh Tim S One, Dwi Atmaka dan Andaru dikantornya terkait surat yang dikeluarkan oleh Ombudsman RI Perwakilan Jatim mengatakan bahwa, "Kami sudah melakukan teguran kepada petugas poliklinik jiwa dan kemudian kami juga mengajukan permohonan kepada Propinsi dan Kabupaten untuk mendapatkan dokter spesialis".

dr. Tony menambahkan, "Dari pihak RSAR tidak hanya melayani tahunan, dan ini untuk pelayanan lainnya, kendala kita dikarenakan dokter spesialis yang di Situbondo hanya satu, itu pun satu minggu sekali di hari Sabtu, sisanya di Bondowoso Senin sampai dengan hari Jumat", ujarnya.

"Dengan kejadian ini, pihak RSUD mau memperbaiki pelayanan publik dan mengantisipasi agar tidak terjadi seperti ini lagi. Dan tahun berikutnya kalau kita tidak mampu, akan dialihkan ke Bondowoso atau Jember", imbuhnya

Di tempat terpisah, menanggapi hal tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan angkat bicara, Narwiyoto, Sh menjelaskan kepada Tim S One bahwa, "Meminta RSAR melakukan perubahan revolusioner atas pelayanan publik yang menjadi kewajibannya. Karena rilis kepuasan publik atas kinerjanya yang dimuat pada LKPJ bupati tahun 2018 dengan tingkat kepuasan diatas 70% cacat dengan kejadian hasil pendapat Mmbudsman dan diragukan,  saya menyakini banyak pasien yg mendiamkan pelayanan buruk RSAR".

"Kami sedang merencanakan untuk melakukan gugatan hukum atas kerugian materii dan imateriil yang menimpa banyak orang pada waktu itu", geram Narwiyoto. (Red)

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget