Kantor Bawaslu Dikepung Oleh Ratusan Warga Saronggi Akibat Tidak Bersikap Tegas




Sumenep - media nasional cakrawala - Di depan kantor Bawaslu Jalan KH. Mansyur Pangarangan, Kecamatan Kota Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 02 meliputi Kecamatan Bluto, Lenteng, Gili Genting, Saronggi, kepung kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep Madura Jawa Timur 

Adapun aksi unjuk rasa kali ini, masyarakat meminta Bawaslu Sumenep segera menyikapi kasus Politik Uang (Money Politic) yang dilakukan oleh Lima Tim Sukses (Timses) yang tertangkap tangan (OTT) Polisi Sektor (Polsek) Saronggi beberapa pekan lalu, saat Pemilihan Umum m yang serentak pada 17 April 2019 kemarin.

Sampai saat ini tidak ada tindakan yang jelas oleh Bawaslu Kabupaten Sumenep, tidak ada tindak lanjut, kami meminta Undang - undang harus diperlakukan,” teriak orator Aksi Supardi selaku Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Supardi. Rabu 8/5/2019 

Pihaknya juga meminta hasil putusan dari Penegak Hukum Terpadu (GAKKUMDU) atas kasus money politic yang dilakukan ke lima Timses tersebut.

“Saya minta terbitkan rekom. Manakala rekom tidak terbitkan oleh Bawaslu, kami akan duduki kantor Bawaslu,” katanya. Masyarakat juga meminta ketegasan Bawaslu dalam menuntut keadilan dan kecurangan Pemilu yang menjadi pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia.

“Kami tidak mau Dapil kita di curangi oleh pihak - pihak yang tidak bertanggungjawab,” teriak orator aksi yang bergiliran menuangkan aspirasinya.

"Disana sini melakukan politik uang dan itu sudah cukup bukti. Kami meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi Caleg tersebut dan Kami tidak akan pulang ketika belum ada kejelasan dan kepastian dari Bawaslu.” Ungkap Supardi 

Namun Ketua Bawaslu ACH Noris, SH. Juga berkomentar bahwa sanya selama ini sudah melakukan langkah - langkah penyelesaian karena hal ini bukan dari laporan Masyarakat ini hanya temuan kita artinya Bawaslu tidak hanya tinggal diam ketika ada transaksi disana pada saat itu pula teman - teman panwascam saronggi menyampaikan pada kami hawa dengan adanya bukti - bukti itu mereka berpendapat suadah ada tindakan." Uangakap Noris 

Sedangakan yang mereka sangkakan adalah pasal 523 padahal semua itu kami sudah di mintai keterangan dan melakukan pemanggilan terus sampai saat ini kami masih melakukan pencermatan dan mencoba mendalami kasus tersebut." Imbuhnya 

Namun sampai saat ini masyarakat masih menunggu kepastian Bawaslu yang tengah melakukan rapat bersama Gakkumdu. Diperkirakan hasil rapat selesai sekitar sore hari nanti.(Saleh)

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget