INTERPELASI DPRD MEMINTA PENJELASAN WAKIL WALIKOTA TERKAIT MUTASI PEJABAT



Media Nasional Cakrawala-Pasuruan
Rapat paripurna hari Jum'at 17 Mei 2019 penyampaian hak interpelasi DPRD Kota Pasuruan tentang sengkarut mutasi pejabat menjadi ajang pembelejetan kebijakan wakil wali kota Pasuruan (wawali).Di awal hendak dimulai acara sempat terjadi kericuhan dikarenakan dari elemen Masyarakat tidak diperbolehkan masuk kedalam ruang sidang, Hak interpelasi yang baru pertama terjadi ini bahkan menjadi forum pengadilan bagi Wawali Raharto Teno Prasetyo.
Langka ini juga memantik reaksi elemen masyarakat. Mereka berbondong-bondong hadir dan masuk di ruang rapat untuk mengikuti rapat. Sayangnya mereka harus menelan kekecewaan karena tidak diizinkan berada di ruang persidangan.
Dari berbagai fraksi-fraksi di dewan mengupas celah proses mutasi pejabat yang dianggap amburadul. Mulai dari ketidak sesuaian kepangkatan hingga sinyalemen setoran uang upeti dari jual beli jabatan.
“Ada banyak kejanggalan dan lompatan pejabat yang tidak sesuai kepangkatan. Mereka juga tidak sesuai kompetensi dan pendidikan yang linier,” kata Farid Misbah.
Interpelasi adalah satu satunya solusi solutif untuk mencari titik kebenaran apa kebijakan mutasi itu konstitusional apa inkonstitusional,Terjadinya pembatalan dan pencabutan SK mutasi juga dianggap sebagai bentuk kebohongan publik yang dilakukan wawali Pasuruan. Surat persetujuan tertulis dari mendagri yang menjadi landasan mutasi pejabat, faktanya baru terbit seusai mutasi dilakukan.

Wawali Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menyatakan apresiasinya atas saran dan koreksi yang disampaikan anggota dewan. Menurut dia, proses mutasi yang unprosedural tersebut sudah dievaluasi dan dilakukan mutasi ulang.
“Kami tidak ada asal mencabut SK mutasi. Kami juga sudah konsultasi Biro Hukum Pemprov Jatim,” kata Teno Prasetyo.
Menurut dia, proses mutasi yang diusulkan Baperjakat tersebut ditujukan agar para ASN bekerja profesional. Mutasi tidak semata mengedepankan senioritas dan pengalaman, tetapi pada kualitas dan profesionalisme.
“Saya garansi 100 persen tidak ada duit upeti. Sekalipun demit, gondoruwo yang minta, saya tidak peduli. Saya lebih mengedepankan profesional, kerja dan kerja,” tegas Teno.(Team Pasuruan)

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget