Pukesmas Arjasa Mengadakan Kegiatan (Minklok) Meni Loka Karya Februari 2019


Sumenep - media nasional cakrawala - Upaya Peningkatan Managemen Puskesmas sesuai dengan amanat SKN 2004, dimana Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan tingkat pertama, yang dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas Kangean Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya. Sehingga perlu didukung oleh kemampuan manajemen yang baik. Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. 

Penerapan manajemen pergerakan pelaksanaan dilakukan melalui forum pertemuan yang dikenal dengan Mini Lokakarya atau Lokakarya Mini. Salah satu mini loka karya yang dilakukan Puskesmas adalah Mini Loka karya Lintas program yang berfungsi untuk memantau pelaksanaan kegiatan Puskesmas berdasarkan perencanaan dan memecahkan masalah yang dihadapi serta tersusunnya rencana kerja baru pada  Sabtu, 9/2/2019

Kemudian dilanjutkan dengan materi (PHBS) oleh Suryati, diteruskan dengan Posyandu Puri (purnama Mandiri), dan penyampaian tindak lanjut kader Triwisada
oleh Ainurrasid, terakhir Program (KIYA) 2018 di persentasikan oleh urwartus zuhra

Pukesmas Arjasa, H.D.Musaid,S.Kep,Ners menyampaikan dalam penerangannya bahwa dilansir dari laman MCA-Indonesia, 8,9 juta anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan. Itu artinya ada satu dari tiga anak di Indonesia bertubuh pendek karena mengalami stunting. Kasus stunting di Indonesia bahkan lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%). Namun, ada banyak cara mencegah stunting yang bisa dilakukan oleh ibu sejak masih dalam masa kehamilan dan seterusnya.Ungkap H.Musaid

"Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, jauh dari rata-rata anak lain di usia sepantaran. Tanda-tanda stunting biasanya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun.Imbuhnya

Lanjutnya Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

"Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu karena tidak diberikan ASI eksklusif, atau MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas — termasuk zink, zat besi, serta protein.Paparnya.(Saleh)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget