February 2019


Pasuruan, Media Nasional Cakrawala - Masyarakat kota pasuruan sangatlah menyayangkan karena melihat Bus yang masih belum tertib melintas di jalur perkotaan(kota Pasuruan). 

Masyarakat di sekitaran jalur tersebut bertanya-tanya, mengapa ini sering terjadi,  padahal sudah ada rambu-rambu larangan peringatan dilarang melintas yang berada di pertigaan, terminal baru kota pasuruan, Melihat kejadian ini sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar, jalur yang bukan tingkat kelas jalan,  mengapa dilewati, yang seharusnya jalur bus dari arah probolinggo masuk ke Terminal baru lalu menuju ke perempatan krampayangan, ini malah melintas ke jalan juanda - veteran, pemkot dan jalan Dr wahidin sudirohusodo.
Sangat tidak layak dan menganggu kenyamanan warga sekitar, ketika Bus melintas di jalur perkotaan. Saat tim Media Cakrawala sedang turun ke lapangan, “imbau salah satu Warga, sangat menyayangkan adanya Bus yang masuk perkotaan dan padatnya kemacetan arus lalulintas”. 

 
Masyarakat memohon Kepada Pemerintah Kota Pasuruan terutama Dinas Perhubungan. Supaya untuk di Kaji ulang, dan ditingkatkan ketertiban demi mengurangi angka kecelakaan kepadatan arus lalulintas.

Arus lalulintas di wilayah Kota Pasuruan sekarang jadi momok masyarakat, yaitu arus lalulintas yang selalu macet, permasalahan ini harus dikaji ulang oleh pemerintah Kota Pasuruan terutama Dinas Perhubungan. Kepadatan arus lalulintas bisa menimbulkan dampak setres pada pengguna jalan, dan bisa menimbulkan hilangnya kosentrasi serta kecelakaan lalulintas (tim Cakrawala Pasuruan)


Media Nasional Cakrawala - Kegiatan rutin kelompok kerja guru (KKG) sekecamatan bungatan gugus.03 pada februari dilaksanakan di SDN 1 Bungatan kabupaten situbondo selasa(19/02/2019) pelaksanaan kegiatan rutin kelompok kerja guru (KKG) itu langsung di pimpin oleh bapak Musariyanto, S.Ag.M.Pd. I dan ketua KKG bapak Haryanto, S.Pd 




Dalam agenda pelaksanaan KKGhari ini adalah evaluasi kegiatan KKG dan pembentukan panitia pembuatan soal sekaligus team pembuat naskah soal PTS semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Kegiatan rutin kelompok kerja guru (KKG) SDN 1 Bungatan yang dihadiri oleh seluruh kepala sekolah beserta semua guru gugus 03 sekecamatan bungatan situbondo dan kegiatan KKG ini dihadiri pengawas SD sekecamatan bungatan bapak subandi S.Pd bapak Haryono S.pd.dan bapak fathor rasid S.Pd.selaku korwil kecamatan bungatan dalam sambutannya bapak fathor rasid beliau selaku korwil kecamatan bungatan berharap agar guru selalu aktif dan antusias Demi Peningkatan mutu pendidikan anak anak bangsa khususnya kabupaten situbondo (ARIS.M)


Jember, Media Nasional Cakrawala - puting beliung terjang desa lengkong ,beberapa dusun mengalami kerusakan parah di antaranya tiga rumah rusak parah sabtu 16/2/2019.pukul  14.00.

Hujan deras di sertai angin kencang mengakibatkan kerusakan parah,pohon pohon tumbang menimpa rumah warga dusun krajan.

Sementara itu, angin puting beliung juga menerjang desa desa lain di kab jember, kurang lebih 3 dusun di desa lengkong yang mengalami kerusakan parah.

Dampak angin puting beliung banyak warung warung serta rumah rumah warga yang rusak parah.

Saking kencannya angin puting beliung sehingga membuat masyarakat panik pada berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.


Saat di temui awak media salah satu warga yang rumahnya rusak parah menyampaikan bahwa rumahnya rusak parah supaya di perhatikan dan ada bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

Harapannya, agar pemerintah desa dan pemerintah daerah memperhatikan nasib mereka yang tertimpa musibah angin puting beliung, ujarnya.

P yuni warga dusun krajan yang rumahnya paling parah rusaknya sangat mengharap bantuan dari pemerintah daerah untuk membangun kembali rumahnya.

Diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta, sampai berita ini di turunkan belum ada satupun perangkat desa yang datang dan memberikan penanganan serta bantuan.(AGUS)


Situbondo, Media Nasional Cakrawala -. Organisasi profesi persatuan wartawan situbondo (PWS) bapak Kaliyanto selaku ketua PWS yang lama pada hari sabtu 16-2-2019 telah menyerahkan jabatan nya kepada bapak Moch. Husen selaku ketua baru persatuan (PWS) dalam jabatan priode (2019-2021) untuk menggantikan ketua sebelumnya bapak kaliyanto.

Pria ini yang murah senyum resmi di percayai sebagai  ketua persatuan wartawan situbondo (PWS) Dalam kongres luar biasa yang di gelar di Cafe/ kolam Renang TW di jl.mangaran kecamatan panji situbondo dan di hadiri semua wartawan situbondo dari bermacam media baik onlen dan cetak sekabupaten situbondo. Sabtu (16/2/2019).


Sementara itu. Pimred Media Nasional Cakrawala (SUYANTO) juga memberikan apresiasi terhadap para jurnalis yang tergabung dalam persatuan wartawan situbondo (PWS) yang telah  ikut hadir dalam terselenggaranya acara dengan lancar tertib dan penuh  kekeluargaan.


Dalam sambutan perdananya ketua PWS yang telah terpilih mengucapkan  terimah kasih kepada seluruh anggota PWS yang telah mempercayainya untuk melanjutkan kepemimpinan PWS kedepan . Dan beliau berharap kepada seluruh pengurus dan anggota PWS untuk senantiasa bekerjasama untuk memajukan PWS. karena organisasi ini bukan organisasi pribadi . Ini adalah organisasi kita bersama jadi mari kita bersama sama menjaga ke eksisan PWS dalam masyarakat dan selalu bersinergi dengan pemda situbondo ,Tni,Polri maupun masyarakat umum lainnya khususnya situbondo. Dan saya berharap agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap jurnalis di Situbondo. Unkapnya. (ARIS.M)


Sumenep - media nasional cakrawala - Atas pemberitaan yang dilakukannya, seorang wartawan di Samosir diancam dan diintimidasi. 

Atas kasus pengancaman tersebut, sang wartawan, Soritua Manurung (41) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Samosir.

Menurut wartawan salah satu TV nasional ini, kejadian terjadi dini hari sekitar pukul 00.30 Wib, pada Kamis (14/2/2019)  di Desa Lumban Suhi, Pangururan.

Rumah Soritua Manurung yang juga aktif di media Online dan tergabung dalam organisasi jurnalis IWO Samosir, didatangi orang tidak dikenal dan mengancam akan membunuhnya.
Awalnya yang mendengarkan langsung itu Nenny Br. Manik yang merupakan istri Soritua Manurung.

Mendengar keributan didepan rumahnya, istrinya membangunkan Soritua Manurung yang sudah tertidur. 

"Sipelaku mengucapkan kata kotor dan ancaman akan membunuh sambil menendang nendang pagar dan menggoyang goyangkan pagar. 
Karena ancaman tersebut, suami saya hendak keluar rumah tetapi saya tahan," ujar Boru Manik yang ikut mendampingi suaminya Soritua Manurung melaporkan ke Polres Samosir, Kamis (14/2/209).

Lebih lanjut, Soritua Manurung mengaku bahwa intimidasi itu dilakukan dengan suara kasar dan mengancam bunuh. 

"Manurung.., keluar kau, kubunuh Kau. Aku putra daerah, keluar kau Soritua Manurung," jelas Soritua meniru perkataan pelaku. 

Saksi mata tetangga melihat ada 2 orang yang turun dari mobil Avanza berwarna Putih.


Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kepala SPKT Polres Samosir melalui Bripda Roberto Manalu, mengaku telah menerima laporan wartawan atas nama Soritua Manurung. 

"Kita telah terima laporan ini dan akan menyampaikan kepada Kapolres Samosir untuk dilakukan disposisi menentukan penyidik nya. Dan siang ini kita akan melakukan cek TKP atas kejadian ini, " ujar Bripda Roberto.Saleh (IWO)



BONDOWOSO -  Media   Nasional Cakrawala - Bunga (24) inisial, warga Kecamatan Tlogosari, Bondowoso, Jawa Timur,  tunawicara korban tindak pidana perkosaan melapor kepada kepolisian resort Bondowoso.

Didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adikara Pancasila Indonesia (API), korban hari ini menjalani proses visum di RS Bhayangkara Bondowoso.

Dedi Rahman Hasyim, ketua tim kuasa hukum korban menyampaikan, hari ini, pihak Polres Bondowoso telah selesai melakukan proses visum terhadap korban di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso

"Hasil visumnya saat ini sudah dikantongi pihak Polres Bondowoso," pungkasnya

Dedi menjelaskan, berdasarkan hasil informasi sementara dari keluarganya, perbuatan asusila itu diduga dilakukan berkali-kali oleh tetangganya.


"Orang tua korban menyampaikan pada kami, tindakan asusila kepada korban setidaknya sudah dilakukan oleh tersangka sebanyak lima kali," sambungnya.

Dalam pendampingan pelaporan kasus tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adikara Pancasila Indonesia (API) berharap Polres Bondowoso menindaklanjuti laporan korban pemerkosaan yang menimpa wanita tunawicara.

"Kami berharap Polres Bondowoso segera menindaklanjuti laporan yang sudah dibuat oleh korban sebagai bentuk perlindungan dan pemenuhan rasa keadilan baginya," kata Dedi Rahman Hasyim, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adikara Pancasila Indonesia (API) kepada wartawan media cakrawala kamis 14 February 2019.(Budi Ariyanto)


Dalam konteks sejarah, kalangan pemikir muslim klasik telah membangun semangat kreativitas ilmiah didalam dunia akademik khususnya di bidang organisasi kelembagaan maupun dalam karya tulis ilmiah. Bahkan menjadi kiblat pengetahuan ke seluruh dunia sehingga banyak di ikuti oleh peradaban Barat sampai ke masa kolonial. Pada abad kejayaan peradaban Islam dengan bangkitnya pemerintahan Dinasti Abbasiyah pada tahun 132H/750 M, merupakan masa berkembangnya para pemikir Islam yang jenius dengan penekanan besar pada ilmu pengetahuan dan masalah dalam negeri. Salah satu karakteristik di era Abbasiyah pada saat itu adalah upaya penerjemahan dan menyerap ilmu pengetahuan dari peradaban lain, termasuk Mesir, Babilonia, Yunani, India, Cina, dan Persia. Peradaban Abbasiyah tersebut telah memberikan pencerahan baru terhadap regenerasi para sarjana muslim.


Dalam kurun waktu tiga fase buku-buku dalam bahasa Yunani, Syiria, Sanskerta, Cina dan Persia. Dan Persia di terjemahkan ke dalam bahasa Arab. Fase pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), pada masa khalifah al-mansur hingga Harun al-Rasyid. Pada fase kedua yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan mantiq. Fase kedua tersebut, berlangsung pada masa khalifah al-Makmun (232 H/847 M-334 H/945 M), buku yang banyak di terjemahkan adalah bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga berlangsung (334 H/945 M-347 H/1005 M), terutama setelah adanya pembuatan kertas, bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas. Setelah gerakan penerjemahan, dimulai tugas sulit dan lama untuk menyaring, menganalisis dan menerima atau menolak ilmu pengetahuan dari peradaban lain. Pada perkembangannya berbagai cabang ilmu pengetahuan dan memunculnya karya tulis para sarjana, berkembang pula produksi kertas yang tersebar luas di seluruh wilayah Islam, kemudian memberikan dorongan besar tidak saja bagi gerakan penulis, penerjemahan dari pengajaran, akan tetapi juga berpengaruh pada gerakan pengumpulan naskah. Kondisi tersebut berlangsung ketika seluruh peradaban muslim dilanda debat hebat, dan buku menyebabkan merebaknya perpustakaan diberbagai penjuru dunia Islam. Mereka berlomba untuk membeli karangan-karangan ilmiah para penulisnya sehingga memberikan komentar dengan cara seksama yang bernuansa baru dalam perkembangan pemikiran Islam yang dimulai dengan dialog kritis transformatif.

Oleh karena itu, para sarjana muslim klasik telah memberikan teladan terbaik khususnya di bidang ilmu pengetahuan untuk di transformasikan kedalam bentuk tulis karya ilmiah. Bagi kalangan intelektual NU dan kaum akademisi mampu menerapkan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu ada tiga komponen yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Di bidang pendidikan, intelektual NU dan kaum akademisi harus mengikuti organisasi kelembagaan akademik untuk memproleh pengajaran ilmu pengetahuan, sedangkan di bidang penelitian akademisi NU sebagai kaum intelektual diwajibkan untuk meneliti terhadap persoalan-persoalan yang ada sehingga bisa menemukan kebenarannya baik penelitian yang bersifat lokal, nasional maupun penelitian internasional. Sementara di bidang pengabdian, intelektual NU dan kaum akademisi NU mampu berperan ditengah-tengah masyarakat dan mengabdi secara tanggung jawab dalam kehidupan sosial untuk membantu dan menolong masyarakat. Kemudian mengambil sasaran dan dokumentasi yang akan dijadikan bahan penelitian dan ditulis kedalam bentuk jurnal penelitian maupun karya ilmiah sebagaimana mbah Wahab mendirikan Jurnal al-Afkar milik NU sendiri.

Bagi kalangan kyai-kyai NU di pesantren dan kaum intelektual NU di dunia perguruan Tinggi agama maupun PTU seharusnya membaca kembali karya-karya sarjana muslim klasik untuk mengambil spirit dan semangat kreatifitas keilmuan yang telah berhasil memberikan nuansa pencerahan terhadap generasi muslim khususnya bagi kalangan santri, pelajar, mahasiswa dan masyarakat di negeri kita. Salah satu keberhasilan para sarjana muslim klasik adalah penekanannya yang besar terhadap penulisan karya ilmiah untuk di analisis, di evalusi, dialog kritis (tabayyun) yang disesuaikan dengan konteks dan masalah-masalah kekinian sehingga melahirkan pemahaman baru. Oleh karenanya, penulisan karya ilmiah sangat penting untuk di kembangkan secara kritis dengan menggunakan pendekatan-pendekatan ilmiah yang ada. Kreatifitas ilmiah seperti inilah masuk pada kategori aktivifis pemikiran di bidang karya tulis ilmiah yang produktif-transformatif. Organisasi kelembagaan yang berhubungan dengan akademik non akademik seperti unit kemahasiswaan (UKM) dengan lembaga organisasi lain mampu menampung sebagai sarana aktifitas dan gerakan pemikiran intelektual NU dan mahasiswa untuk membangun kreatifitas kritis dan kemandirian berpikir dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan pedoman organisasi (PO) dan anggaran dasar rumah tangga (ADRT). Sedangkan visi misi organisasi tersebut di sesuaikan dengan orientasi dan tujuan organisasi yang di sepakati secara konstitusional sehingga melahirkan karakteristik dan corak organisasi itu sendiri. Sementara organisasi pesantren dan kemahasiswaan yang terjun kedunia gerakan aksi mampu mewarnai kehidupan masyarakat kampus dan masyarakat pada umumnya sehingga melahirkan kreatifitas berpikir kritis transformatif untuk memecahkan persoalan yang ada di masyarakat. Maka kreatifitas ini, santri NU dan mahasiswa masuk kategori aktifis-ilmiah dan organisatoris-transformatif. (Tohedi as,ad)


Sumenep - media nasional cakrawala - Upaya Peningkatan Managemen Puskesmas sesuai dengan amanat SKN 2004, dimana Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan tingkat pertama, yang dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas Kangean Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya. Sehingga perlu didukung oleh kemampuan manajemen yang baik. Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. 

Penerapan manajemen pergerakan pelaksanaan dilakukan melalui forum pertemuan yang dikenal dengan Mini Lokakarya atau Lokakarya Mini. Salah satu mini loka karya yang dilakukan Puskesmas adalah Mini Loka karya Lintas program yang berfungsi untuk memantau pelaksanaan kegiatan Puskesmas berdasarkan perencanaan dan memecahkan masalah yang dihadapi serta tersusunnya rencana kerja baru pada  Sabtu, 9/2/2019

Kemudian dilanjutkan dengan materi (PHBS) oleh Suryati, diteruskan dengan Posyandu Puri (purnama Mandiri), dan penyampaian tindak lanjut kader Triwisada
oleh Ainurrasid, terakhir Program (KIYA) 2018 di persentasikan oleh urwartus zuhra

Pukesmas Arjasa, H.D.Musaid,S.Kep,Ners menyampaikan dalam penerangannya bahwa dilansir dari laman MCA-Indonesia, 8,9 juta anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan. Itu artinya ada satu dari tiga anak di Indonesia bertubuh pendek karena mengalami stunting. Kasus stunting di Indonesia bahkan lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%). Namun, ada banyak cara mencegah stunting yang bisa dilakukan oleh ibu sejak masih dalam masa kehamilan dan seterusnya.Ungkap H.Musaid

"Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, jauh dari rata-rata anak lain di usia sepantaran. Tanda-tanda stunting biasanya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun.Imbuhnya

Lanjutnya Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

"Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu karena tidak diberikan ASI eksklusif, atau MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas — termasuk zink, zat besi, serta protein.Paparnya.(Saleh)


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Kali ini pembacaan tuntutan Hakim terhadap terdakwa FR terkait kasus kekerasan terhadap Istri Sirrinya yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Situbondo Jalan Pb. Sudirman, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Menurut info yang dihimpun Sidang dilaksanakan hari Kamis, (07/02/2019) dimulai pukul 12.30 wib, dan dipimpin oleh Hakim Ketua Hj. Toetik Ernawati, S.H.,M.H. Pembacaan tuntutan untuk Terdakwa FR di dampingi Kuasa Hukumnya Badrus dan Jay. Menyatakan secara sah melakukan penganiayaan menjatuhkan pidana selama 6 bulan masa percobaan 2 Tahun dengan bersyarat haru berkelakuan baik. Dalam sidang terdakwa FR menerima putusan Hakim selama 6 bulan masa percobaan 2 tahun, dan menunggu selama 7 hari sampai jaksa menyatakan sikap banding atau tidak.


"Jaksa sudah  berkoordinasi dengan pimpinan yang sebelumnya tuntutan pidana penjara 1 tahun dan diputus hakim masa percobaan. Kita akan lakukan upaya hukum banding", ujar Kasi Intel Kejaksaan Bebry.

Sementara itu Ketum GP Sakera Syaiful Bahri, "Saya hormati keputusan dan pertimbangan Hakim, saya mendukung upaya Banding yang akan di lakukan Jaksa penuntut".

Lanjut Bang Ipoel panggilan akrabnya, "Dan saya sebagai lembaga yang selalu mengikuti setiap putusan Hakim yang kebetulan juga Ketua Pengadilan Negeri Situbondo ini akan berkirim surat atau mungkin akan langsung ke KY (Komisi Yudisial) untuk melaporkan agar dilakukan penyidikan terkait dengan beberapa vonis yang di jatuhkan yang jauh dari tuntutan Jaksa sehingga sering di Banding".

Bang Ipoel menambahkan, "Termasuk putusan dari laporan saya sendiri yang di vonis tepat dengan hari Putusan sehingga langsung bebas, padahal di PT tervonis 1,6 Tahun makanya akan saya uji di KY apakah vonis ketua sudah sesuai dengan aturan yang mengikat Hakim".

Menurut Bang Ipoel, "Alasan lain saya akan melapor ke KY adalah dari tuntutan jaksa 1 Tahun Kurungan, Majelis yang diketuai  oleh Ketua Pengadilan Negeri hanya memvonis 6 bulan dengan masa percobaan 2 tahun sangat jauh dari keadilan korban seorang wanita yang mendapatkan penganiayaan dari mantan suami sirinya". (St1)


Bondowoso, Media Nasional Cakrawala - Desa Sukosari kidul Kecamatan Sumber Wringin terletak di pinggiran kota berjarak  25.kilo meter dari pusat kota dengan jumlah penduduk kurang lebih 3.500 jiwa yang mayoritas penduduknya petani dan pekebun yang terbagi di sembilan dusun dan salah satunya adalah Wisata Tirta agung yang menyuguhkan pemandangan alam yg Sejuk alami dan indah dengan karcis masuk yang relatif murah, hasil pantauan dilokasi jika hari-hari biasa pengunjung berkisar kurang lebih 200 sampai 300 orang  dan kalau hari libur bisa mencapai 500 sampai 750 orang bahkan menurut warga sekitar lokasi wisata Tirta agung mengatakan pada momen acara tahun 2019 digelar acara musik dan pengunjung mencapai lebih dari sepuluh ribu orang di lihat dari karcis masuk yg terjual dan saya selaku warga merasa bangga dan berterima kasih kepada pemerintah desa hususnya kepala desa TOLAK ABDUL ASIS karena bisa membuat desa saya terkenal dengan adanya tempat wisata ini bahkan kalau warga Sukosari kidul sendiri bebas karcis untuk masuk ke lokasi dan harapan saya kedepannya mudah - mudahan wisata Tirta agung ini bisa lebih berkembang dan menjadi kebanggaan desa juga kebanggaan kabupaten Bondowoso pungkasnya.


Komentar SUGIONO aktivis LSM TEROPONG yg sekaligus tokoh pemuda desa Sukosari kidul mengatakan dirinya sangat salut dan bangga kepada sosok figur kepala desa Sukosari kidul atas perjuangan nya yang bisa banyak membawa perubahan dan kemajuan pembangunan baik infra struktur fisik juga sektor - sektor lain termasuk sektor wisata dan keagamaan mudah-mudahan bisa berkelanjutan dan wisata Tirta agung ini bisa dikenal di seluruh Indonesia bahkan manca negara sehingga dapat menciptakan lapangan kerja untuk warga sekitar dan menambah incam  masyarakat pungkasnya.(Hery/red)

Di era kontemporer, media sosial dan digitalime sangat berdampak baik dan buruk sehingga masyarakat mendapatkan hidangan beragam kejadian dan peristiwa yang berhubungan dengan keadaan beragama kita. Kekerasan yang terjadi di masyarakat kita karena faktor cara memahami teks keagamaan yang keliru, cara pandang mereka seringkali digunakan untuk membasmi terhadap pandangan yang berbeda sehingga menimbulkan tindakan kekerasan baik kekerasan wacana maupun kekerasan fisik. Tidak sedikit kondisi beragama merasa terancam karena adanya peristiwa akhir-akhir ini terjadi, seperti bom bunuh diri, bersikap intorelansi, dan klaim paling suci, yang lain kufur serta pantas masuk neraka. Ajaran agama seharusnya menjadi kedamian untuk manusia, akan tetapi faktanya dalam sejarah agama-agama seringkali terjadi tindak kekerasan dan banyak korban jiwa disebabkan cara memahami keagamaan kurang benar.

karya buku ini, Dari Membela Tuhan ke Membela Manusia, bahwa Aksin Wijaya menjelaskan alasan menggunakan tindakan kekerasaan atas nama agama dan Tuhan yakni cara dalam menalar dan nalar Islam yang mengeideologi. Sedangkan cara menalar Islam dengan memahami yang benar, sementara nalar Islam yang mengeideologi membuat sekte dan aliran bagi golongan menyakini sebagai satu-satunya cara memahami Islam yang paling benar. Tentunya Islam sebagai ajaran agama yang damai berubah menjadi sektarian dan sakral didalam memahami Islam itu sendiri, akhirnya berimplikasi terhadap fanatisme golongan atau menjadi kelompok pemikiran garis keras didalam beragama yang ditandai dengan dirinya yang paling suci dan lain sebagainya. (hlm. XII).

Menalar Islam yang mengeideologi akan berdampak terhadap cara penafsiran mereka khususnya penggunakan kata Jihad yang maknanya semakin kabur. Penafsiran mereka atas jihad disesuaikan dengan ideologi mereka sendiri, doktrin kekerasan ditanamkan, keyakinan pemahaman kekerasan mejadi jihad bahkan jihad kekerasan atas nama agama dan Tuhan menjadi perbincangan publik sehingga berdampak terhadap kondisi bangsa dan negara kita. Kesalahan berpikir mereka diakibatkan karena doktrinisasi keagamaan jalan pintas tanpa adanya pemahaman agama yang mendalam dan benar, bahkan mereka bersedia menjadi pengantin tindakan kekerasan untuk menyerang generasi muda dengan iming-iming bidadari di surga maka mereka diberikan label syahid.

Didalam buku ini menyatakan, cara berpikir yang dikotomis akan melahirkan dua kutub perlawan yaitu mengklaim diantara baik-buruk, putih-hitam, benar-salah dan suci-kotor. Artinya cara berpikir mereka berpikir antagonis terhadap sebuah kebenaran tunggal sehingga seringkali mereka menyalahkan dan menyesatkan atau menghabiskan yang dinggap berbeda ideologi, memposisikan musuh yang harus dilawan secara radikal. Radikalisme muncul karena dari tindakan kekerasan wacana sebagai sebuah pemahaman keagamaan doktriner menjadi ke tindakan kekerasan fisik sebagai bentuk aksi dengan jihad fi sabilillah. Dengan demikian, tructh-claim menjadi pilihan mereka diyakini sebagai pemilik kebenaran absolut yang harus di ikuti oleh pihak musuh.

Perlu diketahui bahwa, ada dua perasaan yaitu perasaan memusuhi yang lahir dari dimensi tanah-jazadnya dan perasaan mencintai yang lahir dari dimensi ruh-ilahiyah. Sedangkan perasaan memusuhi mendorong orang untuk melakukan agresi sehingga melahirkan kekerasan, sementara perasaan mencintai mendorong orang untuk saling mencintai sehingga melahirkan kedamaian. Kedua perasaan manusia itu mengalami pergumulan terus-menerus, dan manusia senantiasa ditarik untuk lebih condong pada salah satu dari kedua perasaan tersebut. (hlm. 166). Menurut penulis, menolak tindakan kekerasaan apapun demi tegaknya kedamain, baik kekerasaan wacana melalui pernyataan, pengetahuan yang berhubungan dengan kekusaan untuk mengendalikan negara dan masyarakat. Kekerasan fisik dilakukan secara fisik melalui tindakan kekerasan atau menindas, dan pada umumnya dilakukan dua jalur baik jalur ideologi dan budaya.

Refresif bagi penguasa untuk mempertahankan kekuasaan dan kebijakan akan melahirkan tindakan kekerasaan fisik karena masyarakat bertindak kekerasan dalam rangka menuntut-mencari keadilan dan pemerataan sosial-ekonomi. Karena itu, sejatinya Islam lahir ke dunia untuk kedamaian manusia sebagaimana makna Islam itu sendiri bermakna damai-selamat dan disebutkan didalam teks al-Quran. Kata Islam identik kata salam bermakna damai dan sebanyak 157 kali dengan rincian 79 kali berbentuk kata benda, 50 kali benbentuk kata sifat dan berbentuk kata kerja sebanyak 28 kali. Jadi kata salam bermakna damai dalam bentuk kata benda lebih banyak daripada kata kerja dan kata sifat karena kata salam menunjukkan untuk menerapkan dan mengamalkan nilai-nilai Islam didalam kehidupan sosial-politik dan budaya yang pluralistik. (Tauhedi As’ad)



Medan, Media Nasional Cakrawalaaaa - 152 Prajurit Paskhas dengan menggunakan pesawat Hercules C-130, melakukan terjun payung penyegaran (Jungar) statik dan Free fall  pada Rabu(6/2/19) di Drop Zone Lanud Soewondo Medan.

Kegiatan terjun payung tersebut dilaksanakan dua (2) tahap penerbangan  , sortie pertama penerjunan statik oleh 82 personel, sortie kedua 70 personel,  yang langsung di pimpinan oleh Danwing III Paskhas  Kolonel Pas Bambang Hariyono.

Ribuan  masyarakat beserta para anak sekolah didampingi gurunya  turut hadir memeriahkan acara kegaitan terjung payung di Lanud Soewondo  tersebut . 

Salah seoang anak sekolah dasar dari salah satu sekolah di Medan bernama “ Ardi “ saat ditanya mengaku datang ke Lanud Soewondo untuk melihat atraksi terjun payung , dirinya mengaku bahwa belum pernah melihat atraksi terjung payung makanya dia datang untuk melihatnya .

Komandan Wing III Paskhas Kolonel Pas Bambang Hariyono  sesaat setelah Mendarat di Drop Zone mengatakan “ bahwa pelaksanaan Jungar tersebut, merupakan agenda rutin latihan yang secara bertahap, bertingkat , berkelanjutan dan berkesinambungan dengan tujuan untuk melaksanakan penyegaran bagi para prajurit yang mempunyai kualifikasi terjun statik.


“Selain  itu, terjun statik maupun Free Fall ini juga dilaksanakan untuk memelihara kemampuan tempur sebagai prajurit para komando , sehingga nantinya dapat dijadikan bekal dalam melaksanakan operasi dan latihan serta tugas yang diembannya baik pada Operasi Militer Perang , maupun Operasi Militer Selain Perang“  sebut AKABRI alumni 93 ini .

Sesaat sebelum melaksanakan terjun statik dan free fall , prajurit harus terlebih dahulu  memenuhi kualifikasi , salah satunya yakni  umur tidak boleh lebih dari 50 Tahun,  Serta dalam kondisi sehat prima pada saat akan melakukan terjun 

Komandan Wing III Paskhas Kolonel Pas Bambang Hariyono menambahkan bahwa selain terjung payung pada pagi hari , kegiatan tersebut juga akan  dilaksanakan pada malam ini (6/2/19)  sekira  Pukul 19.00 WIB (Malam )  dengan titik muat di Bandara Kuala namu Deli Serdang.


Penerjun Free Fall anggota Wara ( wanita angkatan udara ) Sertu Ria Wiyanti  mengatakan “ ia bersama 16 rekannya  yang merupakan atlit free fall  TNI angkatan udara , Saat ini  melakukan latihan penerjunan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi lomba terjun baik di event nasional maupun internasional.

Kata Sertu Ria didampingi Serda Ase (Penerjun Wanita) dan 15 kru penerjun wanita lain nya mengatakan“ Hari ini kami melakukan terjun “free fall” bersama 16 orang rekan saya di sini, selain latihan terjun payung kami juga berlatih untuk  penyegaran bagi para prajurit yang mempunyai kualifikasi terjun statik sebutnya mengakhiri sembari menyebutkan yel yel mereka .

Ditempat yang sama “ Komandan Lanud Soewondo “ Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey ketika di jumpai awak media di sela sela kegaitan terjun payung tersebut  mengatakan, mendukung kegiatan tersebut serta mempersiapkan pelaksanaan kegiatan penerjunan penyegaran dari Paskhas yang tiap tahun telah dilakukan. Kami tentunya telah mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan kegiatan ini mulai dari tenaga medis dan lain sebagainya guna mensukseskan kegiatan penerjunan ," ungkapnya.(Leodepari)


Sumenep, Media nasional cakrawala  - Tiga tahanan penjara Sumenep Kelas II B  berhasil kabur lewat dinding Masjid Penjara Sumenep Madura Jawa Timur

Kaburnya tiga tahanan Penjara Sumenep kabur waktu para tahanan dikeluarkan pada saat solat subuh dan ketiganya kabur melewati dinding tembok Masjid pada jam 04.09 WIB 

Adapun kasus tiga tahana tersebut yang kabur dia antaranya 1.kasus Narkoba atas Nama Hasan Basri umur (27) tahun Kecamatan Batu Putih
2.kasuspenganiayaan atas Nama Matrawi umur (37) Kecamatan Batu Putih
tahun  3. Kasus pencurian atas Nama Riyanto umur (15) tahun Kecamatan Rubaru

Kepala Penjara Rutan Sumenep Beni Hidayat Kelas II B membenarkan adanya tentang kaburnya tiga tahanan tersebut bahwa tiga tahanan itu kabur di saat dikeluarkan untuk solat berjemaah waktu mau solat subuh dan waktu terlihat di CCTV mereka tidak masuk kedalam masjid." Ungkap Beni

"Kemudian mereka menghilang dan mereka kabur melewti dinding tembok masjid di tempat Imam ketiganya melewati di dinding tersebut meloncat keatas dan mereka lari melewati genting kemudian loncat kebawah dan lari ke arah barat." Imbuhnya

"Adapaun dari ketiga tahanan tersebut salah satunya sudah tertangkap pada hari Senin tanggal 4 Februari 2019 pukul 09.00 WIB bertempat di Kecamatan Ambunten telah dilakukan penangkapan oleh anggota Polsek Ambunten dan nama yang telah tertangkap yaitu Riyanto umur (15) tahun alamat Desa Batu Putih Laok Kecamatan Batu Putih Sumenep kasus pencurian sanyo, sedangkan 2 orang lainnya masih dalam pengejaran.(Saleh)


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Tepat pukul 16.00 wib, Minggu, (03/02/2019) bertempat di Jalan Gunung Arjuna RT 03 RW 13, Situbondo, Kecamatan Mimbaan, Jawa Timur. 7 Kecamatan berkumpul tim relawan sebanyak 20 orang untuk deklarasi mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin untuk periode 2 di tahun 2019-2024.

Gelombang dukungan untuk pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin terus bergulir di Jawa Timur. Bersatu mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan paslon yang diusung koalisi sembilan partai ini. Tak hanya mendeklarasikan dukungan, mereka juga membuat sejumlah relawan untuk membantu langkah pemenangan ini.

Kami Tim Relawan SKJM yang bergabung di 7 kecamatan di situbondo ini menyatakan sikap sedia memenangkan Ir. Hj. Joko Widodo sebagai Presiden RI 2019-2024 "

" Kami Tim Relawan SKJM dan semua yang hadir di sini percaya bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang  memperjuangkan rakyatnya lebih sejahtera, damai, dan bermartabat dengan menggandeng Ulama".


" Jokowi Ma'ruf 2 periode. Mantap !!! Untuk Indonesia maju"
"Situbondo Kota Santri, saatnya Ulama Memimpin Bangsa" kata Sugiarto koordinator Tim relawan SKJM yang diikuti oleh peserta lainnya.

Pada deklarasi ini membahas langkah pemenangan Jokowi-Ma'ruf, harapan dipertemuan ini para relawan bergerak untuk kemenangan pasangan di masing-masing Kab/Kec/Desa Panji Situbondo.

Menurutnya, beberapa alasan mendukung Jokowi-Ma'ruf karena adanya kerja nyata dan memperjuangkan rakyatnya untuk menjadi sejahtera, dan makmur.

Alasan lain, dukungan diberikan karena adanya sosok Kiai Ma'ruf Amin yang dinilai akan mampu mendukung kepemimpinan Jokowi untuk memajukan bangsa dan mensejahterakan warga NU dan pesantren. Dan lagi, Kiai Ma'ruf Amin yang merupakan mantan Rais Aam PBNU yang juga menjadi representasi perwakilan ulama. (St1)


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Minggu ( 3/2) bertempat di ruang SPKT Polsek Panarukan, warga Dusun Dam RT 03 RW 01 Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan melaporkan dugaan Pemalsuan Dokumen. 

Syaiful Bahri yang lebih dikenal dengan Ketum GP Sakera kali ini langsung melaporkan sendiri dugaan pemalsuan tersebut dan di terima SPKT Polsek Panarukan dengan no STPL/09/II/2019/Polsek  pasal 263 dengan ancaman 6 Tahun Penjara.

Bang Ipoel panggilan akrabnya mengatakan, "Kasus yang saya laporkan ini sesungguhnya adalah kasus kasus umum yang terjadi di Situbondo dimana dengan kebijakan yang di buat oleh pejabat seringkali merugikan pihak lain".

"Dalam kasus ini kebetulan terjadi pada keluarga besar saya sendiri, dimana karena kesembronoan dari Perangkat Desa yang melakikan pengukuran tanah di tahun 2006 tanpa menggunakan dasar Karawangan sehingga J dan H yang juga saya laporkan melakukan pengukuran yang mengambil hak tanah keluarga saya hingga kurang lebih 4 meter, di karawangan tanah J hanya 18.8 meter namun di AJB tertera 22.8 meter".

Akibat ketidak becusan perangkat desa ini akhirnya terjadi konflik beberapa keluarga sehingga seluruh Muspika Panarukan turun ke lapangan dan akhirnya AJB milik J dan H pada tanggal 29 April 2006 oleh mantan Camat Dj di batalkan. 

Ketika akan di lakukan pengukuran untuk program PTSL ternyata AJB yang semula di batalkan oleh mantan Camat Dj disahkan kembali oleh mantan Camat Dj berdasarkan Surat Kades Sumberkolak S yang isinya mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan padahal menurut Pihak yang bersengketa belum ada musyawarah apalagi ada kesepatan.

Surat pengesahan kembali tersebut di tunjukkan Terlapor J kepada Tim S One sambil berujar " Ini AJB saya sudah di sahkan kembali oleh Camat".

Sementara itu Kades Sumberkolak H Sukarto mengatakan, "Saya sudah berulangkali datang ke dua belah pihak yang berselisih, namun ternyata pihak J selalu berubah keputusan sehingga saya mengembalikan kembali kepada pihak Syaiful".

Bang Ipoel melanjutkan, "Semoga dengan kasus yang saya laporkan ini bisa menjadi pelajaran kepada semua pihak terutama Pejabat untuk berhati hati dalam mengambil kebijakan karena akan merugikan pihak lain dari Kebijakan yang di buat".

Sementara itu Petugas Piket Aiptu Ridowi membenarkan adanya Laporan warga Sumberkolak, "Benar mas, sekitar pukul 15.00 WIB ada warga yang melaporkan dugaan Pemalsuan Dokumen". (St1)



Sumenep, Media nasional cakrawala.com - Ikatan Pemuda AT - ATAUFIQIYAH (IPMA) mengadakan kegiatan Semenar Nasional, Indonesia Kuat Tanpa Hoax yang bertempat di Hotel Safari Sumenep Madura Jawa Timur

Seminar tersebut disponsori Oleh IWO, Ikatan Wartawan Online yang mana acara ini telah di adakan IPMA, Ikatan Pemuda AT - TAUFIQIYAH yang bertema INDONESIA KUAT TANPA HOAX di Kabupaten Sumenep berjalan dengan lancar dan sukses 2/01/2019


Seminar kegiatan yang sebelumnya hanya ditargetkan 150 peserta tersebut dihelat di Aula Hotel Safari Kabupaten Sumenep ternyata dihadiri 250 peserta Muda - mudi dan terutama dari kalangan Siswa - Siswi Kabupaten Sumenep Jawa Timur dari kegiatan yang bertujuan untuk menguatkan peran pemuda dalam membangun Indonesia kuat tanpa hoax 

Sedangkan kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Tego Maryoto, SH,. Dewan Kehormatan IWO Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, ST,.MT,. Perwakilan Dinas Kominfo Sumenep, Ketua IWO Sumenep, Trisno Surya, dan segenap Alumni senior At-Taufiqiyah.

Dalam sambutannya zaen, ketua IPMA menyampaikan bahwa tujuan digelarnya kegiatan tersebut tidak lain selain menguatkan peran dan akal sehat pemuda menyongsong Indonesia kedepan.


Seiring perkembangan teknologi yang mulai tak terbendung, perlu dilakukan pencegahan-pencegahan dalam memastikan berita Hoax dan Fakta supaya akal sehat kita tidak terjebak dalam berita bohong, yang menyebabkan perpecahan. Lanjutnya.

"Marilah momentum ini kita menfaatkan dengan baik, dan satukan tekad kita bahwa pemuda hari ini tidak dikontrol oleh orang lain tapi kita bergerak untuk Indonesia lebih baik."paparnya.(Saleh)

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget