Wisata Religius Sebagai Sarana Teologi


Beberapa minggu yang lalu, para pengunjung ziarah walisongo di pulau Jawa sangat kental dengan tradisi keagamaan dan tiada hentinya untuk kegiatan ritualitas secara rutin khususnya bagi kalangan NU dan masyarakat Islam pada umumnya. Ziarah ini, memiliki niat baik untuk mengetahui letak dan lokasi para walisongo dengan sejarah perjuangan tempo dulu, bahkan para ulama dan walisongo telah memberikan kelebihan karomah oleh Allah untuk membuktikan kebenaran dan kebaikan kedalam kehidupan nyata sehingga umat Islam paham dan mengetahui sejarah kelahiran dan sampai wafatnya walisongo sebagai keberhasilan didalam menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan kebudayaan, pada akhirnya Islam berkembang sampai saat ini. Setiap hari para pengunjung berdatangan untuk berniat keberkahan dengan sarana ritual untuk menghadap kepada Allah Swt dengan harapan sesuai permohonan mereka masing-masing agar ikatan batin mampu mendekatan diri, membersihkan diri, mengingatkan diri, bahwasanya manusia bakal mengalami kematian sebagai hambanya di dunia.



Ziarah Walisongo pada tanggal 19-20 Januari 2019 sebenarnya merupakan keinginan dari al-Marhum Mohammad Irsyad beberapa tahun yang lalu sebelum wafat. Kemudian beberapa bulan yang lalu niat dikabulkan melalui alumni IAIN Jember dengan nama Gruop al-Mujtaba. Gruop al-Mujtaba telah berhasil mengikuti lomba festival Hadrah al-Banjari yang diadakan oleh PEMKAB Jember dengan juara pertama, kemudian di susul oleh saudara-saudara remaja Masjid yang bergabung kedalam Hadrah Muhibbul Mustofah di bawah naungan Takmir IAIN Jember. Keberhasilan festival tersebut di niatkan untuk ziarah walisongo yang bersedia untuk ikut dengan gratis bahkan boleh membawa keluarga besarnya dan diperkirakan yang ikut ziarah sebanyak 101 peserta dengan dua Bus. Dengan demikian, sarana religiusitas seperti ini akan bertambah berkah jika niat dan hati untuk semata-mata karena Allah Swt.

Lokasi pesarean para wali Allah di Jawa khususnya walisongo mengalir terus-menerus didatangi oleh peziarah baik dari pulau Jawa maupun di luar Jawa untuk mendapatkan keberkahan ketenangan hati yang kotor sesuai hajat mereka masing-masing hingga larut malam dengan bacaan ayat-ayat suci al-Quran, baca shalawat dan dzikir. Oleh karena itu, perjalanan keluarga besar Muhibbul Mustofah (KBMM) IAIN Jember terpanggil untuk ziarah ke para Ulama dan walisongo hanya lima para sunan diantaranya Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Maulana Ishaq Sunan Ampel dan Sunan Derajat, mbah Hamid Pasuruan dan mbah khalil Bangkalan Madura. Kegiatan yang baca didalam perjalanan ziarah tiada lain hanya mendekatkan diri kepada Allah melalui bacaan ayat-ayat al-Quran, Tahlil, shalawat dan dzikir dengan khusu’ terhadap sang Ilahi Azza Wajallah.



Dengan demikian, mentradisikan kegiatan religiusitas ke makam para walisongo dan para ulama akan melahirkan nilai-nilai posistif yakni mengingat kita sebagai manusia biasa untuk bisa menyambung ruhani sebagai sarana teologis dengan pendekatan budaya sebagaimana yang berkembang di nusantara sejak turun-temurun bahkan kisah-kisah para wali yang semasa hidupnya telah berjuang demi ajaran Islam dan negeri kita sampai melahirkan negeri yang damai dan tentram menjadi negeri yang mayoritas penduduk muslim tersebar dan terbesar sedunia. Kekuatan spritualitas melalui kebudayaan ini, para kanjeng sunan dan para ulama melihat kesungguhan kita, keikhlasan kita untuk mendoakan beliau walaupun meninggal secara jasmani tetapi beliau tetap hidup secara ruhani dan bahkan membalas mendoakan untuk dihaturkan ke hadirat Allah Swt agar diberikan keberkahan, syafaat, dan rahmatnya.


Harapan saya, jika dikehendaki oleh Allah di lain waktu untuk berziarah kembali ke makam para Walisongo dan para ulama dengan waktu yang longgar dan dihabiskan untuk taqarrub ilahi, maka akan merasakan nikmatnya jiwa-hati bahkan ruhani bersilaturahim langsung dengan senang mendatangi para wali Allah. Atas nama keluarga Muhibbul Mustofah dan alumni IAIN Jember tetap terus-menerus untuk mendokan agar cita-citanya di kabulkan oleh Allah Swt. Tiada putus untuk berusaha dan bekerja keras serta menjalani apa yang menjadi kewajibannya selama statusnya sebagai mahasiswa dan statusnya sebagai alumni IAIN Jember. Kita jangan lupa mendoakan saudara-saudara yang mendahului kita khususnya al-Marhum Mohammad Irsyad asal Besuki Situbondo, al-Marhumah mbak Anis Marwiyah asal Lumajang dan al-Marhumah mbak Nia Nur Fitriana asal Lamongan, semoga saudara al-Marhum dan al-Marhumah akan di ampuni dosa-dosanya dan dimasukkan kesurganya Allah SWT. Amin.(Tauhedi As’ad)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget