Kasus KDRT Terdakwa FR, Sidang Pembacaan Tuntutan Ditunda

Diberitakan sebelumnya Sidang dengan Terdakwa FR atas Kasus Penganiayaan Istri Sirrinya Lailatul, yang sebelumnya digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sidang kali ini memasuki tahap pembacaan tuntutan


Situbondo, Media Cakrawala - Diberitakan sebelumnya Sidang dengan Terdakwa FR atas Kasus Penganiayaan Istri Sirrinya Lailatul, yang sebelumnya digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sidang kali ini memasuki tahap pembacaan tuntutan.


Menurut informasi yang dihimpun saat Gp Sakera yang diwakili oleh Ketua Investigasi, Fatoni Ahmad dan Tim S One yakni Fauzi dan Andaru mendatangi PN Situbondo. Sidang kasus dugaan penganiayaan kembali di tunda, adalah FR pelaku penganiaayaan seorang perempuan yang di nikahi siri hari Kamis, (10/01/2019 ) kembali duduk di kursi sidang sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Situbondo.

Agenda Sidang kali ini adalah pembacaan tuntutan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum), sidang yang di pimpin oleh Hakim Ketua Toetik Ernawati, S.H,M.H yang juga sekaligus Ketua PN Situbondo di mulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Ahmat Fatoni, Ketua Investigasi GP Sakera mengatakan, "Kami merasa kecelek, karena biasanya sidang pidana di mulai pukul 11 tapi sekarang di mulai pukul 09.00 WIB, aneh menurut saya apalagi Sidang kembali di tunda".

Mendengar bahwa Sidang di mulai pukul 09.00 WIB dan di tunda, tim S One mengkonfirmasi kepada petugas piket informasi di Pengadilan, "Iya benar mas, Sidang di mulai pukul 09.00 WIB dan penundaan di lakukan karena Jaksa Penuntut belum siap membacakan tuntutan".

Di konfirmasi terkait penundaan Sidang ini Kasi Intel Kejaksaan Negeri Situbondo membantah Jaksa belum siap, "Bukannya tidak siap mas namun kami akan menyempurnakan tuntutannya terlebih dahulu jadi kami meminta waktu untuk menyempurnakan".

Laila korban pemukulan Terdakwa FR mengatakan, "Sesungguhnya saya berharap sidang ini bisa cepat agar saya bisa segera mendapatkan keadilan yang sudah lama saya tunggu, tapi karena alasan Jaksa ingin menyempurnakan tuntutan saya setuju jika sidang harus di tunda".

Sementara itu Ketum GP Sakera Syaiful Bahri mengatakan, "Saya menghormati permohonan penundaan pembacaan tuntutan untuk menyempunakan tuntutannya, Karena kasus ini cukup menyita perhatian dari kalangan aktivis dan juga kaum wanita, karena jika saudara FR ini sampai tidak mendapatkan imbalan yang setimpal atas perbuatannya akan menjadi preseden buruk bagi perlindungan wanita di Situbondo karena seakan akan ada pembenaran untuk menganiaya wanita".

Bang Ipoel panggilan akrabnya, "Karena faktanya hingga kini FR masih bebas berkeliaran meski sudah berstatus Terdakwa, kita lihat dan tunggu saja apakah Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Situbondo peduli dengan Hak Wanita untuk di lindungi dari hasil tuntutan jaksa dan putusan Hakim nantinya", pungkasnya yang sekaligus Pembina S One. (St1)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget