Pengaduan Warga Asal Kelurahan Patokan, Situbondo Tim S One Tindak Lanjuti Terkait Pengurusan Sertifikat Tanah


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Apabila ada calo atau makelar yang menawarkan jasanya untuk membantu dalam pengurusan sertifikat tanah. Namun tak sedikit masyarakat yang malah terkena tipu, bahkan sertifikat yang diharapkan tak kunjung keluar atau diselesaikan. Berdalih masih proses...!

Hal ini dialami oleh salah seorang warga di Kelurahan Patokan B Riyani yang meminta tolong untuk urus sertifikat tanah kepada Nila dan P Amal yang memberikan uang sebesar Rp. 22.839.000 kepada Nila yang diterimakan oleh P Amal, dua orang tersebut diketahui pegawai di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Karena merasa tidak ada kejelasan, B Riyani terpaksa meminta tolong kepada Tim S One untuk menanyakan kejelasan sertifikat yang sedang diurusi oleh pegawai kelurahan tersebut.

Dengan berbekal kepercayaan, ia pun menyerahkan seluruh pengurusan sertifikat tanahnya kepada P Amal melalui Nila tersebut meskipun ia dimintai sejumlah uang. Kala itu sekitar awal tahun 2018, ia pun memberikan uang untuk biaya pengurusan sertifikat tanah. “Waktu itu sekitar bulan Maret 2018 diberikan uang ke Nila dan ada kwitansinya,” paparnya.

Berselang beberapa bulan lamanya sampai akhir tahun 2018, hal itu tidak ada kabar kejelasan, nyatanya sertifikat tanahnya tak kunjung keluar juga. Bahkan sampai diketahui kalau kepengurusan tersebut muncul program PTSL sehingga dirinya memutuskan untuk mengadu ke Tim S One. “Waktu itu saya juga sempat tanya ke Nila maupun Pak Amal, bagaimana apakah sudah selesai kepengurusan sertifikat saya. (Masih proses....!!) sampai sekarang awal tahun 2019,”


Total Rp 20.839.000 juta uang miliknya sudah diberikan kepada yang bersangkutan, dan setiap ditanya selalu saja ada alasan. Yang ini yang itu, Bahkan hingga sertifikat yang diurus itu diketahui diurus melalui program PTSL. “Harapan saya agar uang saya bisa kembali serta kepengurusam sertifikat tanah diselesaikan, karena uang itu hasil dari meminjam, dan kedepannya agar tidak ada korban lagi dan saya sudah kapok,” ucapan Riyani.

Lurah Patokan, Sugeng saat ditemui oleh Tim S One dikantornya membenarkan hal tersebut, "Benar dua-duanya yang dimaksud adalah pegawai di Kelurahan Patokan". Bahkan salah satunya P Amal baru pensiun di akhir tahun 2018".

Dengan disaksikan Lurah Patokan, Sugeng, Bhabinkamtibmas Patokan, Bagus dikonfirmasi yang bersangkutan P Amal beserta Nila dikantor Lurah Patokan hal itu dibenarkan. Kalau memang benar mengurusi dokumen B Riyani untuk mengurusi sertifikat tanahnya yang ada di Desa Paowan, Kecamatan Kendit. "Ada 3 sertifikat yang sudah di urusi. Dan ada 2 sertifikat yang dimasukkan ke Program PTSL. Namun itu sudah proses panjang". Selasa, (08/01/2018).

Saat disinggung apakah yang bersangkutan sudah terima uang dari B Riyani melalui Nila. "Iya mas, sudah diterima namun saya tidak ingat rinciannya dan itu melalui Nila. Kalau tidak keliru ada tiga kali pembayaran dan sudah belasan juta rupiah yang diterima. Namun saya sanggup mengembalikan sisanya bilamana kepengurusan sertifikat tanah tersebut sudah diselesaikan. Dan untuk kepengurusan sertifikat tersebut saya sanggup bertanggung jawab".

Terkait hal tersebut, Ketua Forum S One, Dwi Atmaka bersama anggotanya Andaru dan M Al Hafiz yang mendatangi Kantor Kelurahan Patokan, mengatakan bahwa adanya informasi dari pengadu saya langsung terjun lapangan untuk dapat berkomunikasi kepada yang bersangkutan, "Benar, yang bersangkutan sudah mengakuinya malahan hal itu sebelumnya hari Jumat, (28/12/2018) yang disampaikan di depan Pak Lurah. Ini pertemuan kedua dan lebih-lebih disaksikan dan untuk kepengurusan sertifikat akan segera diselesaikan. Dan berkasnya sudah selesai hanya tinggal menunggu waktu dekat ini".

Maka dari itu, Aka panggilan akrabnya menjelaskan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar mengurus pembuatan sertifikat sendiri, tanpa melalui pihak ketiga. Tentunya selain untuk mencegah pungli dan penipuan, juga agar masyarakat sendiri tahu biaya-biaya apa saja yang dikenakan dan berapa besarannya. "Biar jelas biayanya berapa, apa saja, agar tidak merasa di kibuli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab", pungkasnya. (St1)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget