Ini Bantahan Kabid DPMD Terkait Pemberhentian Definitif 4 Kades Situbondo, Salah Satunya Tidak Benar !

Situbondo, Media Cakrawala | Ramai menjadi pemberitaan di beberapa media online terkait diberhentikannya secara definitif oleh Bupati sebanyak empat Kepala Desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur itu salah satunya tidak benar. Hal tersebut dikarenakan terlibat kasus hukum yang telah disebut telah inkrah (berkekuatan hukum tetap) dan kades tersebut tidak memenuhi kewajiban sebagai kepala desa.

Ini kata Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, Yogie Krispian Syah, "Benar, ada pemberhentian kades secara definitif. Namun itu hanya ada 3 kades yang diberhentikan secara definitif yakni Kades Kedunglo, Kades Bloro dan Kades Gadingan karena keputusannya sudah inkrah dan persoalan kedisiplinan. Dan untuk Kades Sumberejo diberhentikan sementara".

Menurut Yogie kepada Tim S One saat ditemui dikantornya, Jumat, (18/01/2019) saat disinggung apakah benar statementnya di salah satu media online mengatakan bahwa, "Statement saya di salah satu media online kurang lengkap, memang ada 4 kades yang diberhentikan. Namun hanya 1 yang tidak diberhentikan secara definitif hanya sementara, karena informasinya kalau kasus tersebut masih proses Kasasi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Selanjutnya kami akan klarifikasi ke Surabaya bagaimana perkembangan kasusnya", terang Yogie.

"Perda No 09 Tahun 2015 tentang Kepala Desa bilamana kades mengindahkan pemberhentian sementara yang dilanjutkan ke pemberhentian secara tetap oleh Surat Keputusan Bupati atas rekomendasi camat itu dasaranya dan camat setempat sudah merekomendasi", imbuh Yogie.

Sementara itu Ketum Gp Sakera (Gerakan Perlawanan Situbondo Anti Korupsi, Edukasi Resistensi dan Advokasi), Jawa Timur, Syaiful Bahri mengatakan bahwa, "Saya menyambut baik ketegasan Pemkab Situbondo dalam menegakkan aturan dan Regulasi, namun perlu di perhatikan pula ketika ada berita yang tidak benar". Sabtu, (19/01/2019).

Bang Ipoel panggilan akrabnya menambahkan, "Hendaknya Pemkab secepatnya mengklarifikasi karena pemberitaan tersebut dapat menggiring opini yang kurang baik bahkan yang lebih parah lagi adalah beban psikologi dari keluarga yang salah dalam pemberitaan sehingga hal ini bisa juga memantik Gugatan oleh pihak yang di rugikan", pungkasnya. (St1)
Label:

Post a Comment

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget