January 2019


Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Terkait soal perampasan kamera Wartawan Kompas TV Sumenep, saat melakukan peliputan peristiwa kebakaran di PT. Panda Coco Charcoal di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, akhirnya korba (Nur Khalis) lapor ke Polres Sumenep, Madura Jawa Timur. Rabu 23/1/2019.

Berdasarkan Laporan Polisi Polres Sumenep / LP/10/1/2019/JATIM/RES SMP. Korban ( Nur Khalis ) resmi melaporkan atas nama Avazbek Ishbaev yang diketahui merupakan warga Negara Uzbekistan.

Dalam laporan tersebut, Nur Khalis ( Abil ) melaporkan terlapor atas perkara tindak pidana dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan peliputan Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Perkara ini berawal saat Nur Khalis (korban) jurnalis kompas TV, sekitar pukul 18.36 Wib dirinya mendapat informasi adanya kebakaran di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep.

Menurut Abil panggilan akrabnya, sesampainya di lokasi, tepatnya di pintu masuk pabrik briket arang batok kelapa milik PT. Panda Coco Charcoal, bertemu dengan anggota Polsek Bluto dan meminta izin untuk mengambil gambar peristiwa kebakaran.

Bahkan, saya sudah menunjukkan ID card dan mohon izin liputan kepada anggota Polsek yang berada di lokasi kebakaran dan Saya diantar oleh anggota ke dalam gudang, tempat api,” terang Nurcholis, di Mapolsek Bluto, Selasa (22/01/2019).

Setelah mengambil gambar sekitar 6-7 take, seseorang memakai kaos tiba-tiba langsung merampas kamera, saya sempat berusaha menjelaskan bahwa dari media Kompastv, namun penjelasan itu tidak dihiraukan.
“Kamera saya tiba-tiba dirampas dan bahkan saya sempat di usir oleh dua orang di dalam di suruh keluar” terang Abil, panggilan sehari-hari Nur Kholis.

Saat melakukan liputan peristiwa kebakaran di dalam pabrik tersebut korban sudah sesuai kode etik jurnalistik, menggunakan Id Card di kalungkan di leher dan mengambil gambar menggunakan kamera Handycam.(Saleh/IWO)


Sumenep, Media nasional cakrawala - Pemegang kartu Nelayan tidak semuanya mendapatkan kartu asuransi di wilayah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

pembagian asuransi Nelayan di Sumenep melebihi dari target adapun target pembagian asuransi 5000 kartu, sedangkan di Kabupaten Sumenep 6680 asuransi

Pembagian asuransi Nelayan tidak di bicarakan per Desa  namun per Kabupaten dan sedangkan Nelayan itu sudah mayoritas memegang kartu Nelayan tapi tidak semuanya memegang kartu asuransi karena asuransi Nilayan terbatas


"Menurut Kepala Dinas Prikanan Arif Rusdi mengatakan bahwa kartu Nelayan ini adalah syarat yang pertama untuk mendapatkan kartu asuransi
Kemudian,KTP dan KK, tetapi tidak semua kartu Nelayan itu otomatis memiliki kartu asuransi karena penentuan tuk mendapatkan asuransi adalah pusat karena pusat sendiri yang menyeleksi."Ungkap Arif

"Karena asuransi Nelayan ini adalah program Pusat dan di buat oleh Pusat kemudian di target oleh Pusat,dan pemberian asuransi tersebut tidak di bicarakan per Desa namun per Kabupaten yang jelas pada tahun 2018 kita di target 5000 asuransi setiap Kabupaten dan tingakat pencapaian di sumenep paling tertinggi 6680 asuransi dan itu semua sudah di berikan kepada pemiliknya kemudian kalau ada Masyarakat yang mendapatkan kartu Nelayan dan mendapatkan asuransi tapi kartu asuransinya tidak di pegang Masyarakat tersebut suru menghadap temui saya dan membawa seorang Media tidak masalah." Lanjutnya

"Namun asuransi tersebut bukan asuransi usaha melainkan asuransi Jiwa jadi kalau ada misalkan perahu yang rusak karena di kenak ombak itu tidak termasuk di asuransi, karena yang mendapatkan asuransi itu jiwa dan biasanya kalau ada yang meninggal dilaut itu mendapatkan 200 juta namun ada peraturan baru Kalo ada yang meninggal di laut itu umurnya dibawah 40 tahun itu mendapatkan 20 sampai 40 juta itupun langsung masuk rekening yang bersangkutan ."Imbuhnya

Dan setelah selesai koordinasi dengan Kepala Dinas prikanan tim IWO (Ikatan Wartawan Online) meminta data bukti pembagian Kartu asuransi kepada Masyarakat, " jika memang kartu asuransi itu sudah di bagikan terhadap Masyarakat mana data pembagiannya pak, karna kami dari media akan sampaikan ke masyarakat nelayan Kata salah satu dari tim IWO
Kemudian Kepala Dinas menjawab nanti aja karena jumlahnya banyak."Paparnya.(Saleh/IWO)


Karo, Media Nasional Cakrawala - Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto,SH didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumut melaksanakan bakti sosial dan peresmian bedah rumah milik Bapak Mulyadi di Kecamatan Payung Kabupaten Tanah Karo, Sabtu (19/01/19).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh PJU Polda Sumut, Kapolres Tanah Karo, Dandim 0205 Tanah Karo, Danyon 125 Sibisa, Ketua DPD Hilmi FPI Sumut, Camat, DanRamin Kecamatan Payung dan seluruh Kepala Desa serta masyarakat Desa Selandi Kecamatan Payung

Bapak Mulyadi selaku pemilik rumah mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak Kapolda Sumut yang telah memberikan bangunan rumah dimana selama ini Bapak Mulyadi dan keluarga hanya bisa menumpang rumah kesana kesini. “Maka dari itu kami hanya bisa membalasnya dengan doa, semoga bapak Kapolda Sumut bisa mendapat berkah dan jabatan yang lebih tinggi lagi”, ujarnya


Beliau juga mengucapkan selamat datang kepada bapak Kapolda Sumut karena telah hadir meringankan langkah warga didesa ini dimana bapak telah memberikan rumah yang sebelumnya tidak layak.

“Terima kasih atas bantuan yang bapak berikan kepada kami, hanya Tuhan yang bisa membalas jasa bapak, dan saat pulang nanti, semoga sehat sehat sampai ditujuan”,ucap Bapak Mulyadi.

Sementara itu, Kapolda Sumut mengungkapkan ide ini muncul dari saudara-saudara DPP FPI yang sedang melaksanakan kegiatan pembangunan rumah korban bencana erupsi gunung sinabung. Beliau juga berencana untuk membangun 20 rumah lagi untuk masyarakat yang menerimanya.

“Bukan hanya warga muslim yang dibantu, namun semua yang ada dan layak mendapatkanya”

DPP FPI sudah membuktikan bahwa kita insan Tuhan yang maha kuasa harus saling membantu satu sama lain.

“Kami atas nama jajaran polda sumut mengucapkan salam hormat kepada seluruh hadirin yang belum datang, dan kita akan melanjutkan kegiatan selanjutnya untuk melakukan renovasi rumah korban erupsi gunung sinabung”, pungkasnya

Kapolda Sumut pun menyerahkan kunci kepada pemilik rumah dan dilanjutkan dengan penyerahan sentuhan tali asih dan sembako kepada masyarakat Sebanyak 200 orang di Kecamatan Payung beserta FPI Sumut. (Leodepari)


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Ramai menjadi pembincangan dan diberitakan sebelumnya, terdakwa FR terkait sidang kasus penganiayaan mantan istri sirrinya di tuntut oleh jaksa penuntut selama 1 tahun penjara karena menurut Jaksa, Terdakwa FR sudah memenuhi pasal yang didakwakan.

Hari ini sudang memasuki sidang pledoi atau pembelaan dakwaan. Sidang dimulai hari Selasa, (22/01/2019) sekitar pukul 11.00 WIB dan dipimpin oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Situbondo, Hj. TOETIK ERNAWATI, S.H.,M.H . Kuasa Hukum Terdakwa FR mengajukan penundaan pembacaan pembelaan dengan alasan belum siap, "Yang mulia, kami selaku kuasa hukum memohon untuk ditundanya sidang pembacaan pembelaan karena kami belum siap", ucap Kuasa Hukum Jayadi.

Namun permohonan penundaan yang diajukan oleh Kuasa Hukum ditolak Majelis Hakim karena sering terjadinya penundaan dan Hakim Ketua mempersilahkan Terdakwa FR untuk melakukan pembelaan langsung secara lisan.

Kepada Majelis Hakim Terdakwa FR mengatakan, "Saya hanya menampar satu kali dan saya menyesal, saya mohon keringanan yang mulia karena saya menjadi tulang punggung keluarga".

Menanggapi pembelaan terdakwa FR Hakim Ketua mengatakan, "Permohonan Terdakwa kami catat dan akan di pertimbangkan untuk sidang putusan akan dilaksanakan tanggal 7 Februari 2019".

Sementara itu Ketum GP Sakera dan sekaligus Pembinan S One mengatakan "Saya apresiasi ketegasan Majelis Hakim untuk tetap melanjutkan sidang dan tentang pembelaan terdakwa bahwa hanya menampar saja itu adalah hak terdakwa", ucap Syaiful Bahri.

Lanjut bang Ipoel panggilan akrabnya, "Namun fakta sidang baik bukti maupun saksi pembelaan terdakwa terbantahkan, semoga saja melalui ketokan palu Hakim, korban yang seorang wanita lemah bisa mendapatkan keadilan dengan putusan yang maksimal".

"Putusan Majelis Hakim tanggal 7 Februari nanti akan menjadi tolak ukur apakah Pengadilan Negeri Situbondo akan memberikan keadilan kepada korban sebagai hak wanita untuk dilindungi", pungkasnya. (St1)


Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Hujan lebat disertai angin kencang membuat Gedung Madrasa Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Pulau Sepangkur Besar rata dengan tanah , Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Madrasah Ibtidaiyah Nuris roboh akibat di terjang angin dan hujan begitu deras,terjadi, Selasa (22/1/2019) pukul 03.00 Wib dini hari.

"Kejadiannya sekitar pukul 03.00 pagi tadi, diawali hujan disertai angin kencang," kata KH. Tohayan Nur Masyhuri, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Selasa (22/01) pagi.

KH. Tohayan menambahkan, semua atap gedung habis dan rata dengan tanah akibat terjangan angin. Untungnya peristiwa itu terjadi dimalam hari, sehingga tidak menimpa siswa.


"Bukan hanya atap saja, namun 2 ruang kelas juga rata dengan tanah dari jumlah 4 lokal yang disapu angin, termasuk semua bangku dan kursi siswa hancur akibat kejatuhan kayu dan genting gedung," terang KH Tohayan.

Sementara Syafrawi Salim, Kepala Sekolah MI Nurul Islam menyampaikan, jika pihaknya sudah berkoordinasi dan menyampaikan peristiwa tersebut kepada pihak PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam) kecamatan Sapeken.

"Kami sudah berkordinasi dengan PPAI terkait ambruknya bangunan MI Nurul Islam, untuk sementara proses belajar mengajar akan dilakukan di tempat lain," terangnya.

Atas kejadian ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menangani tanggap darurat musibah ini. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir Rp 200 juta.(Saleh/IWO)


Sumenep,mendia nasional cakrawala.com - Relawan Emak-Emak dikabupaten Sumenep berkomitment dan antusias sekali untuk memenangkan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi dipilpres 17 April mendatang.

Hal tersebut disampaikan dengan tegas oleh Koordinator Relawan Emak-Emak Sahabat Prabowo-Sandi Kabupaten Sumenep, Yuli Handayani bahwa pihaknya telah bertekad mengantarkan paslon nomor urut 02 menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024.

"Kami Emak-Emak di Sumenep sudah berkomitment jiwa raga untuk mengantarkan Bapak Prabowo-Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia", katanya, Minggu (20/01/19).

Terlebih Senin besok (21/01/19), lanjut Yuli, Bang Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan kembali bertemu para pendukungnya di kabupaten ujung timur Madura. Sehingga hal itu semakin memupuk semangat emak-emak untuk terus mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden yang didukung partai Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS.

"Kami sangat antusias menyambut kedatangan Bang Sandi wakil presiden Indonesia 2019-2024 dikabupaten Sumenep yang keduakalinya" tutuenya.

Pihaknya pastikan pasangan capres-cawapres 02 menang telak dikabupaten Sumenep "sebab Indonesia saat ini butuh pemimpin yang tegas dan mengerti situasi ekonomi dunia" imbuhnya..

Ia optimis, ditangan keduanya, Indonesia akan semakin maju dan sejahtera. “Apabila Prabowo-Sandi menang, maka rakyat akan kembali merasakan keadilan dan kemakmuran,” tukasnya.pungkasnya. (Saleh/IWO)


Yayasan insan Madani Indonesia bersatu bersama Tim Sigap Bencana PERSADA JATIM, telah menyalurkan bantuan kepada korban Tsunami di Banten, tepatnya di Dusun Sukarame, Desa Mataram
Kec Carita - Kab  Pandeglang - Banten. 

Batuan yang terkumpul berupa :
~ 30 Sak beras @ 25 kg
~ Mie Instan 40 dus
~ Air Mineral 20 dus
~ Gula 20 kg
~ Minyak Goreng 10 dus
~ Snack 5 dus
~ Pampers 5 dus
~ Sarung 2 lusin
~ Selimut 5 buah
~ Pakaian layak pakai 10 karung & 26 Dus

Secara simbolis telah diterima oleh Bp. Marwan, ketua RT sekaligus koordinator masyarakat terdampak bencana, dengan disaksikan oleh pihak kepolisian dan masyarakat.


Beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada PERSADA JATIM dan para donatur atas kepeduliannya terhadap masyarakat Banten. 

Selanjutnya, bantuan yang diterima langsung didistribusikan ke masyarakat terdampak bencana. Selain kegiatan penyaluran bantuan, Yayasan insan Madani Indonesia bersatu bersama PERSADA JATIM juga melaksanakan trauma healing kepada anak-anak di lingkungan terdampak bencana. Alhamdulillah kehadiran kami membawa keceriaan dan kebahagiaan bagi anak-anak di lingkungan tersebut.


Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya  kepada seluruh donatur dan pihak-pihak yang   terlibat dalam suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, semoga menjadi catatan amal saleh kita semua. Ketua Yayasan Insan Madani Indonesia Bersatu (Saifulloh)


Sumenep - media nasional cakrawala.com - Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bogor Raya mengecam prilaku Icang Alaudin, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Parung Panjang yang diduga memicu jarak dengan awak media dengan menyebut tidak pernah baca online, juga  melecehkan media cetak dengan menyebut buat elap-elap kaca, saat ditemui awak media online B dikantornya kemarin (18/01).

Ditemui di kantornya diwilayah Keradenan Cibinong, Ketua IWO Bogor Raya Didin atau yang sering disapa kang Brodin menyesalkan statemen Sekretaris Kecamatan (Sekcam) tersebut saat awak media datang ke kantornya.

Menurutnya," di era peradaban digital saat ini, dimana media sudah mempunyai segmentasi dan memiliki peran untuk mengabarkan pemberitaan yang benar dan update. Dan awak media lah yang juga turut berperan serta dalam mengisi pembangunan lewat pemberitaan sebagai kontrol sosial. Dengan menyebut demikian, saya menyesalkan dan meminta klarifikasi hal tersebut", ungkapnya Sabtu (20/01/2019).

"Banyak hal dan peristiwa, kami selalu bersinergi dan bekerja sama dengan TNI-Polri juga Pemerintahan  sampai ke desa-desa, banyak sudah dengan pemberitaan jadi bermanfaat dampaknya sangat positif. Berbagai berita kan' media sajikan, sangat tidak elok seorang Sekcam yang notabene berpendidikan tinggi berstatemen sampai sejauh itu", tambah Ketua IWO yang dilantik oleh Jhodi Yudono Kompas.com 2018 lalu.

"Kami sedang gencar mengkampanyekan Think Before Click, No Hoax No Sara ke masyarakat Bogor khususnya muda-mudi, bagaimana sekelas Sekretaris Camat gaptek di era digital ini, padahal disisi lain anak Sekolah Dasar saja sudah pintar mengakses internet," tambahnya.

Lebih lanjut ia pun meminta klarifikasi sekcam atas pernyataannya tersebut yang dinilai mencederai profesi awak media sebagai pilar ke-4 demokrasi di NKRI.(Saleh/IWO)

Situbondo, Media Cakrawala | Ramai menjadi pemberitaan di beberapa media online terkait diberhentikannya secara definitif oleh Bupati sebanyak empat Kepala Desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur itu salah satunya tidak benar. Hal tersebut dikarenakan terlibat kasus hukum yang telah disebut telah inkrah (berkekuatan hukum tetap) dan kades tersebut tidak memenuhi kewajiban sebagai kepala desa.

Ini kata Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, Yogie Krispian Syah, "Benar, ada pemberhentian kades secara definitif. Namun itu hanya ada 3 kades yang diberhentikan secara definitif yakni Kades Kedunglo, Kades Bloro dan Kades Gadingan karena keputusannya sudah inkrah dan persoalan kedisiplinan. Dan untuk Kades Sumberejo diberhentikan sementara".

Menurut Yogie kepada Tim S One saat ditemui dikantornya, Jumat, (18/01/2019) saat disinggung apakah benar statementnya di salah satu media online mengatakan bahwa, "Statement saya di salah satu media online kurang lengkap, memang ada 4 kades yang diberhentikan. Namun hanya 1 yang tidak diberhentikan secara definitif hanya sementara, karena informasinya kalau kasus tersebut masih proses Kasasi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Selanjutnya kami akan klarifikasi ke Surabaya bagaimana perkembangan kasusnya", terang Yogie.

"Perda No 09 Tahun 2015 tentang Kepala Desa bilamana kades mengindahkan pemberhentian sementara yang dilanjutkan ke pemberhentian secara tetap oleh Surat Keputusan Bupati atas rekomendasi camat itu dasaranya dan camat setempat sudah merekomendasi", imbuh Yogie.

Sementara itu Ketum Gp Sakera (Gerakan Perlawanan Situbondo Anti Korupsi, Edukasi Resistensi dan Advokasi), Jawa Timur, Syaiful Bahri mengatakan bahwa, "Saya menyambut baik ketegasan Pemkab Situbondo dalam menegakkan aturan dan Regulasi, namun perlu di perhatikan pula ketika ada berita yang tidak benar". Sabtu, (19/01/2019).

Bang Ipoel panggilan akrabnya menambahkan, "Hendaknya Pemkab secepatnya mengklarifikasi karena pemberitaan tersebut dapat menggiring opini yang kurang baik bahkan yang lebih parah lagi adalah beban psikologi dari keluarga yang salah dalam pemberitaan sehingga hal ini bisa juga memantik Gugatan oleh pihak yang di rugikan", pungkasnya. (St1)


Asahan, Media Nasional Cakrawala - Empat orang pelaku komplotan pembobol kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dengan modus mengganjal slot (tempat kartu ATM) di mesin berhasil di bekuk petugas  Sat Reskrim Polres Asahan . Ke empat pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki mereka , karena berusaha melawan petugas pada saat disergap .

Masing-masing pelaku yakni ” Saparudin (42) warga jalan Brigjen Katamso Medan, Efendi Syahputra (24) warga Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, Abdi Putra (32) warga jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung dan Bob Zulfikar (32) warga Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.

Informasi yang diterima Polres Asahan , komplotan ini melakukan aksi nya Rabu (16/01/2019) di mesin ATM yang ada di kawasan supermarket Desa Aek Loba Kabupaten Asahan. Salah Seorang tersangka terlebih dahulu masuk ke bilik ATM untuk untuk menjalankan aksinya dengan cara mengganjal slot (tempat memasukkan kartu ATM).


Selanjutnya jika ada seseorang yang  hendak mengambil uang dari mesin ATM tersebut dan mengalami kesulitan . tersangka Kemudian datang kebilik ATM yang kerap berpura-pura menjadi teknisi datang dan lansung menawarkan bantuan kepada calon korbanya , dengan modus membantu kesulitan korban nya , dan menyuruh korban memasukkan PIN (Personal Identification Number) ATM nya agar bisa bertransaksi.

Namun kartu ATM milik korban tersangkut sehingga korban melapor ke kantor BRI Aek Loba dan terkejut melihat saldo di rekening nya sudah terkuras 2 juta rupiah. Korban yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Raja Polres Asahan.

Petugas Kepolisian yang menerima laporan, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas para pelaku. Komplotan pembobol kartu ATM dengan modus mengganjal slot kartu ini dibekuk petugas unit Jatanras Polres Asahan dibantu personil Sat Reskrim Polres Labuhan Batu, saat berada di jalan SM. Raja Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara Rabu (16/01/2019) malam.

Ke empat pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki, karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat hendak ditangkap. Ke empat pelaku kemudian dibawa ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kota Kisaran untuk mendapat perawatan medis.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Jatanras Ipda Khomainisaat  menjelaskan , bahwa dari hasil penyelidikan sementara , komplotan ini sudah beraksi di berbagai kota di Sumatera Utara. ” Untuk wilayah Kabupaten Asahan , mereka kerap melakukan aksinya di kawasan Kota Kisaran, Simpang Empat, dan Aek Ledong. Sedangkan kota lain nya yakni Medan, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, dan kemungkinan juga sudah beraksi di Labuhan Batu karena mereka kita tangkap disana”, ungkap Faisal

Dari para tersangka disita barang bukti kartu ATM sebanyak 31 lembar, 4 unit handphone, uang tunai tujuh juta seratus lima puluh ribu rupiah, 1 pack tusuk gigi, serta 1 unit mobil Toyota Calya BK 1991 FB yang digunakan untuk melakukan aksinya.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan bantuan atau yang mengaku sebagai teknisi. “Jika ada kendala saat bertransaksi di mesin ATM, segera lapor dengan mendatangi kantor Bank terdekat. Jangan percaya dengan tawaran bantuan orang yang tidak dikenal, apalagi sampai meminta nomor PIN”, ujar Mantan Kapolres Nias Selatan .

Mantan Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara ini juga memberi peringatan kepada para pelaku kejahatan agar tidak melakukan tindakan kriminal di wilayah hukum nya. “Jangan coba-coba melakukan tindak pidana di Kabupaten Asahan, pasti akan kami kejar dan diberi tindakan tegas”, pungkas Faisal. (Leo depari)


Pasuruan, Media Nasional Cakrawala - Satlantas Polres Pasuruan kota, semarak kegiatan “Sosialisasi Millenia Road Safety Festival” melalui Sosialisasi kepada Pegawai, Pelajar dan masyarakat kota Pasuruan, dengan mewujudkan generasi millenia yang cinta lalu lintas menuju indonesia gemilang. “Patutlah kita berbangga kepada Satlantas Polres Pasuruan Kota dengan adanya semarak sosialisasi millenial Road Safety Festifal ini menjadikan para pelajar ,masyarakat serta generasi muda yang mau maju dan kreatif ini bisa menyalurkan bakatnya untuk memajukan semarak ini,” imbuh AKP Kadek Ary Mahardika., Kamis (17/01/2019).


Kegiatan ini untuk menyemarakkan, serta menumbuhkan budaya tata tertib lalu lintas menuju indonesia gemilang, yang menumbuhkan  kesadaran masyarakat dalam mematuhi lalu lintas, oleh pengguna jalan yang tidak mengerti akan pentingnya keselamatan diri sendiri, maka dengan adanya semarak kegiatan sosialisasi ini bisa menyadarkan masyarakat, akan pentingnya tertib dalam berlalu lintas, serta menyadarkan seluruh elmen masyarakat untuk keselamatan sejak dini dan secara bersama-sama, maka diharapkan angka korban kecelakaan berlalu lintas di kota Pasuruan bisa turun secara perlahan.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini juga bisa membentuk suatu komunitas relawan lalu lintas indonesia  (Relasi), yang bersama –sama mewujudkan cara berlalu lintas dengan baik dan mematuhi aturan berlalu lintas, dan bisa berhubungan baik dengan Polisi  lalu lintas dan komunitas tersebut dengan sasaran menuju generasi millenia.

Semarak festifal ini dilaksanakan serempak seindonesia yang di lakukan pada tanggal 2 februari s/d 31 maret 2019 ,dengan puncak acara tanggal 31 maret 2019 di buka oleh Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo. (Teguh Krisnata/Agus Salim)

Medan, Media Nasional Cakrawala  Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusindwihananto,SIK,MHum bersama Kapolrestabes Medan,Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah dan menyampaikan pesan kamtibmas dimasjid Taufiq di Jalan Masjid Taufiq lingkungan 6 Kelurahan Tegal Rejo Medan,Rabu (16/1/2019).

Kegiatan sholat subuh berjamaah ini dihadiri oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusindwihananto, SIK,MHum, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi,Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin,SH, Camat Medan Perjuangan Fahri Matondang, Wakapolsek medan timur Akp Rosmery,Lurah Tegal Rejo,Bkm Masjid Taufik H Suhardiman Efendi,SE,Kepala Lingkungan 6 Safii tanjung, Kepala Lingkungan 7 Ilham,Personel Polda sumut,Personel Polrestabes Medan,tokoh masyarakat serta jemaah masjid Taufiq yang melaksanakan sholat subuh berjamaah. 

Kegiatan ini diawali temu ramah dengan pengurus BKM Masjid Taufiq Medan,sholat subuh berjamaah, Wakapolda Sumut menyampaikan pesan Kamtibmas dan foto bersama.

Wakapolda Sumut Mengatakan Kegiatan Sholat Subuh berjamaah ini adalahProgram Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi yaitu Menyapa Subuh.

Saya sampaikan Masalah Narkoba saat ini adalah musuh bersama.ada yang ingin pecah belah kita dengan berbagai cara.Salah satunya melalui Narkoba,isu sara,hoax dan ujaran kebencian.

Kita harus pintar dan harus bersama-sama bergandeng tangan.kalau bisa kita datangi kerumah-rumah warga dan ajak sholat bersama.

Dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan Pemilu,Situasi meningkat dan jangan terpengaruh diadu domba dan terpecah belah. jaga kerukunan umat beragama.Walaupun pilihan berbeda tapi kita tetap bersatu.Konten Hoax jangan cepat dipercaya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi dalam pesan Kamtibmasnya mengatakan kegiatan sholat subuh ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Saya berharap masyarakat juga ikut aktif mengawali kegiatan dari masjid supaya masyarakat menjadi baik, sehingga terciptanya memelihara keamanan dan ketertiban. "Ke depan, mari kita gelorakan sambil mengajak keluarga, tetangga dan saudara untuk memelihara keamanan dan ketertiban," ajak Kombes Pol Dadang. (Leo)


Situbondo, Media Cakrawala - Diberitakan sebelumnya Sidang dengan Terdakwa FR atas Kasus Penganiayaan Istri Sirrinya Lailatul, yang sebelumnya digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sidang kali ini memasuki tahap pembacaan tuntutan.


Menurut informasi yang dihimpun saat Gp Sakera yang diwakili oleh Ketua Investigasi, Fatoni Ahmad dan Tim S One yakni Fauzi dan Andaru mendatangi PN Situbondo. Sidang kasus dugaan penganiayaan kembali di tunda, adalah FR pelaku penganiaayaan seorang perempuan yang di nikahi siri hari Kamis, (10/01/2019 ) kembali duduk di kursi sidang sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Situbondo.

Agenda Sidang kali ini adalah pembacaan tuntutan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum), sidang yang di pimpin oleh Hakim Ketua Toetik Ernawati, S.H,M.H yang juga sekaligus Ketua PN Situbondo di mulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Ahmat Fatoni, Ketua Investigasi GP Sakera mengatakan, "Kami merasa kecelek, karena biasanya sidang pidana di mulai pukul 11 tapi sekarang di mulai pukul 09.00 WIB, aneh menurut saya apalagi Sidang kembali di tunda".

Mendengar bahwa Sidang di mulai pukul 09.00 WIB dan di tunda, tim S One mengkonfirmasi kepada petugas piket informasi di Pengadilan, "Iya benar mas, Sidang di mulai pukul 09.00 WIB dan penundaan di lakukan karena Jaksa Penuntut belum siap membacakan tuntutan".

Di konfirmasi terkait penundaan Sidang ini Kasi Intel Kejaksaan Negeri Situbondo membantah Jaksa belum siap, "Bukannya tidak siap mas namun kami akan menyempurnakan tuntutannya terlebih dahulu jadi kami meminta waktu untuk menyempurnakan".

Laila korban pemukulan Terdakwa FR mengatakan, "Sesungguhnya saya berharap sidang ini bisa cepat agar saya bisa segera mendapatkan keadilan yang sudah lama saya tunggu, tapi karena alasan Jaksa ingin menyempurnakan tuntutan saya setuju jika sidang harus di tunda".

Sementara itu Ketum GP Sakera Syaiful Bahri mengatakan, "Saya menghormati permohonan penundaan pembacaan tuntutan untuk menyempunakan tuntutannya, Karena kasus ini cukup menyita perhatian dari kalangan aktivis dan juga kaum wanita, karena jika saudara FR ini sampai tidak mendapatkan imbalan yang setimpal atas perbuatannya akan menjadi preseden buruk bagi perlindungan wanita di Situbondo karena seakan akan ada pembenaran untuk menganiaya wanita".

Bang Ipoel panggilan akrabnya, "Karena faktanya hingga kini FR masih bebas berkeliaran meski sudah berstatus Terdakwa, kita lihat dan tunggu saja apakah Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Situbondo peduli dengan Hak Wanita untuk di lindungi dari hasil tuntutan jaksa dan putusan Hakim nantinya", pungkasnya yang sekaligus Pembina S One. (St1)

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, bukan sekedar sebagai manusia yang cuman bisa melayani suami, kita namun banyak sekali sesuatu yang lebih bermakna yang harus dilakukan oleh seorang wanita, memang tidak dipungkiri meskipun wanita berasal dari tulang rusuk suami, kita tidak boleh merasa selalu lemah. Namun memang benar kodrat kita memang dibawah laki-laki, namun percayalah walau wanita memang makhluk yang lemah, percayalah bahwasannya wanita merupakan makhluk yang paling sempurna dibanding laki-laki.

Kenyataan itu sudah dikatakan dalam kitab suci Alqur’an bahwasannya wanita diciptakan di dunia ini untuk memperbanyak keturunan di dunia ini, namun yang diharapkan-Nya keturunan yang bisa menjadikan isi dunia ini bisa lebih baik dari sebelumnya, bukan bisa melahirkan banyak keturunan hanya cuman keturunan yang bisa merusak alam dunia ini, semua itu merupakan hal yang tidak mudah, mungkin kalau cuman berbicara dan menulis saja sangat mudah sekali untuk kita telaah namun kenyataannya sampai zaman nabi adam dan hawa di turunkan di dunia ini banyak sekali cerita yang sebenarnya tak ingin semua itu bisa terjadi.
Sampai zaman sekarangpun katakanlah zaman ini merupakan zaman akhir yakni zaman nabi Muhammad merupakan zaman akhir dimana manusia yang hidup di zaman akhir ini, terutama dengan umurnya struktur tubuh dan banyak yang lainnya, sudah sangat terlihat sekali matahari mulai tambah pendek untuk kita lihat, itu kelihatan dari mata kita, namun percayalah meskipun kita dilahirkan di zaman akhir ini patutlah harus bersyukur kita masih bisa menjadi makhluk Alloh yang paling sempurna yakni di ciptakan sebagai  manusia, apalagi kalau jenis kelamin kita seorang perempuan sebab di dalam kenyataan hidup ini perempuan merupakan makhluk yang paling di tunggu oleh siapapun sebab bila masih ada banyak perempuan yang lahir meskipun kita hidup di zaman akhir ini kita harus yakin berarti masih banyak sekali keturunan kita nanti.
Bukan cuman sekedar cerita bahwa seorang perempuan yang baik bisa dilihat terutama bila pada waktu dia hamil sampai melahirkan tidak ada keluhan apapun, apalagi wanita itu bisa melahirkan secara normal dan tidak sobek atau apapun dan keadaan bayipun sehat dan ibunya juga sehat, itu merupakan salah satu kenyataan wanita bisa dikatakan sempurna, namun ini bukan hanya sampai di sini saja perjuangan sebagai seorang wanita. Sebab wanita yang bisa menutup rapat rahasia keluarga juga bisa dikatakan wanita sempurna, dan ada lagi wanita yang bisa mendidik anaknya ke jalan yang benar itu juga wanita yang sempurna dan masih banyak lagi kesempurnaan yang ada pada seorang wanita.


Bukti yang paling sangat bisa dilihat pada seorang wanita dikatakan sempurna yang paling mudah yakni wanita yang bisa melahirkan secara normal, sebab wanita yang bisa seperti itu hendaknya mulai sejak proses sebelum hamilpun wanita ini sudah punya rencana untuk selalu mendidik anaknya kelak harus mulai sejak dini, maksudnya wanita seperti ini tidak mau dinikahi seorang calon suami yang tidak soleh, apalagi orang yang tidak bisa jadi imam, pasti yang dicari ya seorang suami yang bisa selain bertanggung jawab hendaknya juga harus bisa jadi imam dalam keluarga,  kelak namun bila kita masih percaya adat daerah, bila kita orang suku jawa ada istilah carilah pasangan bibit,bobot,dan bebetnya. Supaya nanti kamu tidak terjerumus kalau menjalankan hidupmu nanti.

Kenapa saya sebagai seorang penulis bisa menulis seperti ini, kita hidup cuman sekali tidak akan bisa hidup lagi, sebab manusia hidup di dunia cuman sesaat saja. Kelak kita akan lama di akherat nanti, dan kenapa pula saya menulis sosok seorang wanita sempurna, saya contohkan dengan wanita yang bisa melahirkan secara normal sebab secara logika kita di lahirkan dari sosok perempuan yang bernama hawa, dan hawa bisa melahirkan dengan normal tanpa bantuan siapapun kecuali adam sang suamilah yang selalu membantunya, padahal pada saat itu belum ada manusia siapapun yang ada di dunia ini secara logisnya, bahwasannya hawa merupakan manusia yang harus kita contoh kecerdasannya, walau dia di takdirkan untuk melahirkan keturunan manusia yang ada di dunia ini, hawa tidak pernah minta tolong siapapun dan selalu kuat menghadapi apapun.

Nah percayalah wanita merupakan makhluk yang harus di beri dorongan, untuk selalu kuat menghadapi apapun, sebab melahirkan seorang manusia wanita ini sangat berat bahkan nyawanyapun tidak dihiraukan, yang penting bisa melahirkan secara normal, rasanya sudah sangat sempurnalah kita sebagai seorang wanita.
Dan mengapa juga bisa dikatakan pada nabi kita, bahwasanya surga ada pada telapak kaki ibu, itu karena ibu yang melahirkan kita di dunia ini perjuangannya sangat banyak dan bila kita bayar ada yang mengatakan lempengan emas seribu bukitpun tidak bisa membayar perjuangan seorang ibu atau wanita yang melahirkan kita, tetapi kalau wanita yang memiliki surga ada di telapak kakinya itu paling tidak seorang wanita yang bisa melahirkan secara normal.

Sekian cerpen ini kami buat dengan segala kekurangan yang ada pada penulis bila ada salah ucapan atau tulisan yang menyinggung pembaca saya sebagai penulis minta maaf saya menulis bukan untuk menyinggung siapapun ini ,semoga bermanfaat pada seseorang yang membacanya dan bisa dijadikan sebagai pelajaran hidup supaya kita selalu percaya bahwa kesempurnaan itu cuman milik Allah,  tetapi kesempurnaan itu juga bisa kita lakukan bila kita selalu bersyukur dan berusaha dalam menjalani hidup ini,sekian dan terima kasih.
Karya ; Krisna Palupi


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Apabila ada calo atau makelar yang menawarkan jasanya untuk membantu dalam pengurusan sertifikat tanah. Namun tak sedikit masyarakat yang malah terkena tipu, bahkan sertifikat yang diharapkan tak kunjung keluar atau diselesaikan. Berdalih masih proses...!

Hal ini dialami oleh salah seorang warga di Kelurahan Patokan B Riyani yang meminta tolong untuk urus sertifikat tanah kepada Nila dan P Amal yang memberikan uang sebesar Rp. 22.839.000 kepada Nila yang diterimakan oleh P Amal, dua orang tersebut diketahui pegawai di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Karena merasa tidak ada kejelasan, B Riyani terpaksa meminta tolong kepada Tim S One untuk menanyakan kejelasan sertifikat yang sedang diurusi oleh pegawai kelurahan tersebut.

Dengan berbekal kepercayaan, ia pun menyerahkan seluruh pengurusan sertifikat tanahnya kepada P Amal melalui Nila tersebut meskipun ia dimintai sejumlah uang. Kala itu sekitar awal tahun 2018, ia pun memberikan uang untuk biaya pengurusan sertifikat tanah. “Waktu itu sekitar bulan Maret 2018 diberikan uang ke Nila dan ada kwitansinya,” paparnya.

Berselang beberapa bulan lamanya sampai akhir tahun 2018, hal itu tidak ada kabar kejelasan, nyatanya sertifikat tanahnya tak kunjung keluar juga. Bahkan sampai diketahui kalau kepengurusan tersebut muncul program PTSL sehingga dirinya memutuskan untuk mengadu ke Tim S One. “Waktu itu saya juga sempat tanya ke Nila maupun Pak Amal, bagaimana apakah sudah selesai kepengurusan sertifikat saya. (Masih proses....!!) sampai sekarang awal tahun 2019,”


Total Rp 20.839.000 juta uang miliknya sudah diberikan kepada yang bersangkutan, dan setiap ditanya selalu saja ada alasan. Yang ini yang itu, Bahkan hingga sertifikat yang diurus itu diketahui diurus melalui program PTSL. “Harapan saya agar uang saya bisa kembali serta kepengurusam sertifikat tanah diselesaikan, karena uang itu hasil dari meminjam, dan kedepannya agar tidak ada korban lagi dan saya sudah kapok,” ucapan Riyani.

Lurah Patokan, Sugeng saat ditemui oleh Tim S One dikantornya membenarkan hal tersebut, "Benar dua-duanya yang dimaksud adalah pegawai di Kelurahan Patokan". Bahkan salah satunya P Amal baru pensiun di akhir tahun 2018".

Dengan disaksikan Lurah Patokan, Sugeng, Bhabinkamtibmas Patokan, Bagus dikonfirmasi yang bersangkutan P Amal beserta Nila dikantor Lurah Patokan hal itu dibenarkan. Kalau memang benar mengurusi dokumen B Riyani untuk mengurusi sertifikat tanahnya yang ada di Desa Paowan, Kecamatan Kendit. "Ada 3 sertifikat yang sudah di urusi. Dan ada 2 sertifikat yang dimasukkan ke Program PTSL. Namun itu sudah proses panjang". Selasa, (08/01/2018).

Saat disinggung apakah yang bersangkutan sudah terima uang dari B Riyani melalui Nila. "Iya mas, sudah diterima namun saya tidak ingat rinciannya dan itu melalui Nila. Kalau tidak keliru ada tiga kali pembayaran dan sudah belasan juta rupiah yang diterima. Namun saya sanggup mengembalikan sisanya bilamana kepengurusan sertifikat tanah tersebut sudah diselesaikan. Dan untuk kepengurusan sertifikat tersebut saya sanggup bertanggung jawab".

Terkait hal tersebut, Ketua Forum S One, Dwi Atmaka bersama anggotanya Andaru dan M Al Hafiz yang mendatangi Kantor Kelurahan Patokan, mengatakan bahwa adanya informasi dari pengadu saya langsung terjun lapangan untuk dapat berkomunikasi kepada yang bersangkutan, "Benar, yang bersangkutan sudah mengakuinya malahan hal itu sebelumnya hari Jumat, (28/12/2018) yang disampaikan di depan Pak Lurah. Ini pertemuan kedua dan lebih-lebih disaksikan dan untuk kepengurusan sertifikat akan segera diselesaikan. Dan berkasnya sudah selesai hanya tinggal menunggu waktu dekat ini".

Maka dari itu, Aka panggilan akrabnya menjelaskan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar mengurus pembuatan sertifikat sendiri, tanpa melalui pihak ketiga. Tentunya selain untuk mencegah pungli dan penipuan, juga agar masyarakat sendiri tahu biaya-biaya apa saja yang dikenakan dan berapa besarannya. "Biar jelas biayanya berapa, apa saja, agar tidak merasa di kibuli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab", pungkasnya. (St1)

Sumenep, Media Nasional Cakrawala -Seorang kuli tinta kembali dikabarkan dianiaya oleh oknum Pokmas dikabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur saat sedang melakukan tugasnya sebagai seorang jurnalis.

Sebagaimana dilansir dari beberapa media bahwa kejadian penganiayaan tersebut bermula saat Faisol (22), wartawan MEMOonline.co.id yang bertugas di Pamekasan dicekik lehernya oleh oknum Pokmas.

Saat itu Faisol menjalankan tugas meng investigasi lima paket bantuan hibah ke Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Sebab sesuai informasi yang diterima, dari lima paket bantuan hibah yang ditempatkan di Desa Plakpak-Pamekasan tersebut, diduga bermasalah.

Karena, dari lima Paket bantuan hibah yang diterima lima Pokmas, yakni pokmas Kencana, Mutiara, Ispalmisjah, Sehati dan An-Nur, dan ditempatkan di Desa Plakpak, dikabarkan hanya dua yang dikerjakan. Sementara tiga pokmas lainnya, tidak diketahui keberadaannya.

Ditambahkan Faisol, kronologis detail peristiwa pencekikan itu bermula saat dirinya meminta kepada Sekretaris Desa (Sekdes), beberapa perangkat desa dan operator desa Plakpak untuk memfasilitasi dirinya bertemu dengan kedua pokmas yang ada.


Namun, setelah salah seorang ketua pokmas yang datang itu marah-marah dan langsung melakukan tindak kekerasan kepadanya.

"Salah seorang ketua pokmas dari salah satu pokmas tersebut datang marah-marah dan langsung mencekik leher saya. Tak hanya itu, bahkan si Jubri sempat mau memukul saya dengan asbak kayu besar yang dipegangnya itu," tuturnya.

Melihat kejadian menyedihkan tersebut, Ikatan Wartawan Online Kabupaten Sumenep menyayangkan kekerasan terhadap kuli tinta kembali terjadi.

"Kami sangat menyayangkan kekerasan terhadap kuli tinta ini kembali terjadi, seharusnya halayak umum terutama pemerintah setempat tau bahwa para kuli tinta saat bertugas dilindungi oleh undang-undang" tutur Trisno Surya ketua IWO Sumenep. Selasa (08/01/2019).

Pihaknya menyampaikan bahwa Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Wartawan Online (DPD IWO) Kabupaten Sumenep mengecam keras terhadap pelaku kekerasan kepada wartawan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur. 

"Dan kami minta, pihak Polres Pamekasan mengusut tuntas kasus ini, karena jika tidak saya yakin seluruh wartawan akan terpanggil untuk membela sesama wartawan, apalagi kasus ini adalah kasus kekerasan" pungkasnya.(IWO)

Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Pada hari Minggu tgl 6 Januari 2019, telah menangani perkara membawa senjata tajam tanpa hak di Kepulauan Kangean Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Madura Jawatimur 

Atas nama  tersangka Jefri Hermanto,umur 25 th, swasta,Dusun Kalowang Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep

Dasar:
1. Laporan Polisi nomor : 03/I/2019/Jatim/Ressumenep/Sekkangean, tanggal 05 Januari 2019
2. Spindik Nomor : 03/I/2019/Polsek, tanggal 05 Januari 2019.
Sedangkan tempat kejadian di Desa Laok Jang-Jang Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep. 

Manurut Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri Pada hari Sabtu tanggal 05 Januari 2019, sekira pukul 10.00 wib petugas juga mendapatkan informasi bahwa Terlapor sedang mengendarai sepeda motor dari arah timur ke arah barat,yang sebelumnya Terlapor di duga sebagai pelaku curas di Desa Arjasa  Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep."Ungkap Heri

Setelah dilakukan pengejaraan dan telah tertangkap di Desa Laok Jang - jang dan terlapor kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit yang diselipkan di perutnya. 
Adapun terhadap perkara Curas No.lp : 02/I/2019/Sek Kangean, tanggal 5 Januari 2019,pelapor Atmawati alamat Dusun Mangong mangong Desa Arjasa dengan cara diancam mau dibunuh dengan parang,lalu kemudian kalung ditarik se berat 30 gram sampai leher terluka,dan bukan hanya itu saja dia juga uangpun diambil sebesar Rp 450.000,- , ciri ciri pelaku pakai kaos hitam,sarung hitam batik putih,rambut kanan kiri tipis tengahnya panjang,tangan kiri cacat tidak bisa digerakkan." Imbuhnya


Adapun ciri ciri tersebut diatas sesuai dengan ciri ciri tersangka Jefri Hermanto namun tersangka tersebut mungkir terhadap prilakunya sendiri.Untuk kasus Curas akan diberkas lain sambil melengkapi barang bukti dan saksi mengingat tersebut mungkir dan berbelit belit mempersulit proses penyidikan."Pungkasnya 

Namun barang bukti kasus sajam berupa:
- Sebilah Celurit lengkap dengan sarungnya ukuran panjang 54 Cm.
Korban Dedy (Polri)
Kemudian barang bukti kasus curas yaitu berupa:
_ Kaos hitam lengan pendek
_ Sarung hitam batik putih
_ Parang disita di TKP
Korban Atmawati

Dan kemudian Perkara tanpa hak membawa, memiliki atau menguasai senjata tajam berupa sebilah celurit, sebagaimana dimaksud  pasal 2 ayat(1) UU.Nomor : 12/Drt/1951."begitu paparnya.(Saleh)

Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Pada hari Rabu tgl 2 Januari 2019, telah melakukan penangkapan dan di lanjutkan dengan Polres Sumenep Melakukan Penahanan tersangka terkait dengan kasus ILEGAL 
LOGING Sumenep Madura Jawatimur 

Pelaku di tangkap di Jalan setapak Desa Pandeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep,dan barang bukti yang sudah di amankan berupa satu unit mobil Cerry tanpa spanten Plat nomor L 9532 AA yang memuat 30 batang kayu jati bentuk gelondongan.
17 batang kayu jati yang diamankan di TKP kawasan hutan Jati petak 24, RPH Sawah Sumur.

Sedangkan korban kali ini Perhutani RPH Sawah Sumur BKPH Kangean Barat Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep,adapun tersangka bernama HERMAN,umur 29 th,pekerjaan Supir,Dusun Pasar Desa Pandemam Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep.

Menurut info Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri Pada hari Minggu tanggal 30 Desember 2018, sekira pukul 12.00 wib petugas perhutani mendapatkan informasi bahwa ada penebangan kayu jati di dalam kawasan hutan jati di petak 24 RPH sawah sumur Desa Pandeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep."Ungkap Heri

"Setelah dilakukan patroli dan pengecekan benar telah terjadi penebangan kayu jati dan di TKP diketemukan kayu jati sebanyak 17 batang dan 47 tonggak yang masih basah,setelah di lakukan pencurian kayu jati yang lainnya di ketemukan di area perkebunan dalam keadaan ditumpuk,tidak di ketahui siapa pemiliknya." Imbuhnya


Selanjutnya Petugas Perhutani melakukan penyanggongan dan pada pukul 17.50 wib telah datang seseorang yang bernama DULHANNAN dan menunggui kayu tersebut dan tak seberapa lama datang mobil Cerry dan memuat kayu - kayu tersebut.

Setelah mobil berjalan meninggalkan lokasi Petugas Perhutani melakukan penghadangan dan saat mobil berhenti DULHANNAN yang duduk di belakang diatas kayu langsung melarikan diri dan sopir atas nama HERMAN tidak bisa menunjukkan surat keterangan kayu yang diangkutnya tersebut.begitu paparnya. (Saleh)


Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Hari kamis tanggal 3/1/2019 jam 10.50 Wib Bupati Sumenep telah menghadiri acara Pengukuhan,pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrator,Pengawas dan Kepala Sekolah di kabupaten Sumenep Madura Jawatimur 

Acara ini di awali denga lagu kebangsaan Indonesia Raya dan semua undangan berdiri hanya demi menyanyikan lagu kebangsaani Indonesia Raya


kebetulan acara tersebut di hadiri oleh peserta yang akan di lantik sekitar 763 pegawai yang akan di lantik,sedangkan pelantikan tersebut bertempat di Gedung KORPRI Sumenep 
Jalan Dokter Cipto

Kemudian di lanjutkan dengan pengucapan sumpah yang mana di pimpin langsung oleh Bupati Sumenep Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si terus yang terahir Bupati memberi wejangan dalam sambutannya dan memberikan arahan - arahan kepada semua peserta yang telah di diklat tersebut.(Saleh)


Jember - Media Nasional Cakrawala ; Dalam rangka menyambut tahun baru 2019 Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji Kab. Jember Senin 31/12/2018 ( Malam Selasa ), ramai dengan kehadiran warga. Mereka terkonsentrasi di satu titik acara sambut Malam Tahun Baru 2019 yang sebentar lagi akan datang.


Ternyata warga Desa Pecoro tumpah ruah di lapangan bola Pecoro menikmati hiburan rakyat yang sengaja disediakan oleh Pemerintah Desa dalam hal ini Kepala Desa Pecoro H.M.Shobir. Warga dimanjakan dengan sajian musik Dangdut dan pesta kembang api bertambah meriah. Kepala Desa Pecoro (H.M.Shobir) saat berikan sambutan. Pada kesempatan itu Kades H.M.Shobir mengucapkan selamat menyambut tahun baru. Dikatakan bahwa untuk kali pertama Desa Pecoro gelar hiburan rakyat.

” Atas nama Pemerintah Desa saya ucapkan selamat menyambut tahun baru. Semoga di tahun 2019 nanti Desa dan masyarakat Pecoro akan lebih baik. Ini untuk yang pertama kalinya Desa Pecoro gelar hiburan rakyat, ke depannya akan kita usahakan kegiatan yang sama akan kita gelar secara rutin dalam rangka gali potensi – potensi seni budaya yang ada di Desa Pecoro. Mari kita rayakan malam menyambut tahun baru ini dengan tenang, nyaman, dan aman. Semoga bapak ibu sekalian terhibur dengan adanya kegiatan malam ini, “ ungkap Kades Pecoro M Shobir kepada ribuan warganya.


Dikonfirmasi berbeda usai memberikan sambutannya Kades H. M.SHOBIR menuturkan ”Hiburan rakyat ini sengaja kita adakan tepat di malam tahun baru, harapannya agar warga bisa merayakan bersama – sama. Dan terutama untuk anak – anak muda agar tidak merayakan malam tahun baru denga cara – cara lain yang bisa membahayakan dirinya. Dan ini juga sebagai tola ukur bahwa warga Pecoro kompak rukun bersatu mas, “ tuturnya. (AGUS)

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget