March 2018


Lomba-lomba Di Kabupaten Bondowoso

Di bawah ini adalah daftar lomba-lomba yang akan diadakan di Kabupaten Bondowoso yang diselenggarakan mulai bulan februari 2018 hingga mei 2018.

Bagi masyarakat Kota Bondowoso ingin mencari hiburan,  jangan lewatkan event menarik ini. Anda bisa datang dan tonton bersama keluarga anda. Berikut ini adalah daftar lomba yang akan di adakan di kota Bondowoso : 
  1. Gobak Sodor tanggal 25 Pebruari - 15 April 2018 pukul 15.00 Wib, bertempat di Kec. Pujer dan Final di Alun alun RBA Ki Ringgo Bondowoso.
  2. Futsal tanggal 2-9 Maret 2018 pkl 15.00 - 19.00 Wib, bertempat di Gladiator.
  3. Pencak Silat tgl 9-11 Maret 2018 pukul 15.00 - 19.00 Wib, bertempat di GOR Pelita.
  4. Sepak Bola tanggal 20 Maret - 21 April 2018 pukul 15.00 Wib, bertempat di Stadion Magenda.
  5. Bola Basket tanggal 23-28 Maret 2018 pukul 15.00 - 19.00 wib bertempat di Alun alun/GOR Pelita.
  6. Catur tanggal 25 Maret 2018 pukul 08.00 s.d selesai bertempat di Aula SMKN-1 Bondowoso.
  7. Bola Voli tanggal 26 Maret - 21 April 2018 pukul 19.00 Wib, bertempat di Alun alun /GOR Pelita.
  8. Tenis Lapangan tangal 31 Maret - 8 April 2018 pukul 08.00 Wib, bertempat di Lap Tenis Pemda.
  9. Karate tanggal 6-8 April 2018 pkl 15.00 & 19.00 Wib, bertempat di GOR Pelita
  10. Sepatu Roda tgl 7-9 April 2018 pkl 07.00 wib bertempat di Jln.A.Yani depan Kantor KONI.
  11. Bulu Tangkis tanggal 17-19 April 2018 pukul 15.00 & 19.00 Wib, bertempat di GOR Pelita.
  12. Tenis Meja tanggal 27-29 April 2018 pukul 08.00 & 19.00 Wib, bertempat di GOR Pelita.
  13. Atletik tanggal 5-6 Mei 2018 pukul 07.00 Wib, bertempat di Stadion Magenda.
  14. Balap Sepeda tgl 5-6 Mei 2018 pukul 07.00 Wib, bertempat di BMX Stadion & Alun alun.
  15. Renang tanggal 12-13 Mei 2018 pukul 07.00 Wib, bertempat di KR Hotel Palm.
Itulah daftar lomba yang akan diadakan di kota bondowoso hingga bulan mei 2018. Semoga bisa menjadi hiburan bagi anda beserta keluarga.

asap ijen

Efek Terkini Gas Beracun Kawah Ijen BondowosoGunung Ijen yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso mengeluarkan gas beracun pada Rabu Malam (21/3/2018). Gas beracun tersebut muncul dari bualan atau letupan dari kawah Gunung Ijen. PVMBG Gunung Ijen mencatat, bualan atau letupan di Kawah Ijen yang membawa materi gas beracun muncul selama 938 detik atau sekitar 15 menit pada Rabu (21/3/2018) pukul 19.13 WIB. Letupan tersebut kemudian menghantam tebing pinggiran kawah sehingga mengeluarkan suara cukup keras semacam ledakan. Gas beracun tersebut kemudian terbawa air Sungai Kali Pait dan terhirup oleh warga yang tinggal di Watucapil yang dilewati Sungai Kali Pait. Sungai ini berasal dari kawah Gunung Ijen.  

Warga Mengungsi Hal tersebut mengakibatkan sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai harus dilarikan ke beberapa puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Bondowoso. Total, 200 orang di tiga dusun, yakni Watu Capil, Margahayu, Kali Pait, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, diungsikan. Sementara jumlah korban yang terpapar gas beracun mencapai 30 orang. “24 orang dirawat di Puskesmas Ijen, 4 orang dirawat di Puskemas Tlogosari, dan 2 orang harus dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Koesnadi," jelas Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso, Winarto kepada Kompas.com Kamis (22/3/2018). Kepala PVMBG Gunung Ijen Bambang Heri Purwanto menunjukkan rekaman aktivitas Gunung Ijen, Kamis (22/3/2018).(KOMPAS.com/Ira Rachmawati) Pendakian Ditutup Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jatim wilayah V Banyuwangi, Sumpena menjelaskan, fenomena bualan tersebut rutin setiap tahun saat musim hujan. Bualan tersebut muncul karena air hujan membuat permukaan kawah yang panas menjadi dingin. Sehingga, muncul letupan di dalam kawah atau bualan yang membawa material gas vulkanik. 

Pada tahun 2017, menurut Sumpena, bualan juga muncul pada Maret hingga Juni. Hal itu menyebabkan pendakian Gunung Ijen yang biasanya dibuka pukul 01.00 dini hari baru dibuka pukul 03.00 dini hari Advertisment Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, sejak Kamis dini hari pendakian ke Gunung Ijen ditutup, baik untuk wisatawan maupun penambang belerang. "Tadi malam tidak ada pengunjung yang naik. Kita tutup sementara sampai ada evaluasi. Jika dirasa sudah aman, baru kita buka kembali," jelasnya. Ia menambahkan, kemungkinan gas beracun mengarah ke Banyuwangi sangat kecil karena gas mengikuti arah sungai ke Bondowoso. Sementara itu, Heri Purwanto, Kepala PVMBG Gunung Ijen saat ditemui Kompas.com, Kamis (22/3/2018), di Pos Pantau Gunung Ijen mengatakan, selama dua hari terakhir, jumlah gempa vulkanik dangkal meningkat antara 11-22 kali. (Baca juga : Keluarkan Gas Beracun, Pendakian Gunung Ijen Ditutup Sementara)   Bahkan sejak Kamis 22 Maret 2018 tengah malam hingga 22 Maret 2018 pukul 08.00 WIB, gempa vulkanik dangkal terjadi 12 kali. Padahal, normalnya hanya 2-4 kali. "Saat bualan muncul, terlihat gempa ukuran simpangannya hingga 40 mili. Tapi ini bukan letusan. Beda. Untuk karakter Gunung Ijen memang unik, yang berbahaya itu gas beracunnya," jelasnya. Saat ini, suhu permukaan kawah Gunung Ijen 20 derajat, sedangkan normalnya antara 30 hingga 40 derajat. "Jika di bawah 30 bahaya, di atas 40 juga bahaya, normalnya antara itu," jelas laki-laki yang akrab dipanggil Heri tersebut. Pada tahun 1976, menurut Heri, letupan juga muncul pada malam hari dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia di TKP dan empat orang meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. "Sementara yang koma saat itu 32 orang dan semuanya penambang. Bualan muncul pada malam hari. Saat itu saya sudah jaga di sini," ucap Heri.  Paparan belerang terdampak di tujuh dusun yang berada di lereng Gunung Ijen

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2018/03/23/07442331/gas-beracun-gunung-ijen-warga-mengungsi-hingga-pendakian-ditutup

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget