Berita Terbaru


Bondowoso Cakrawala  Rabu (14/11-2018) - Pengadilan Negeri Bondowoso telah selesai melakukan Eksekusi atas obyek sebidang tanah pekarangan yang terdiri dari sebuah bangunan.

Di dalamnya bertulis sertifikat Hak Milik (SHM), No. 1530 dengan luas 484 M², atas nama pemohon eksekusi Ahmad Fauzi, yang di kuasakan kepada (LBH API) lembaga bantuan Hukum yaitu Dedy Rahman Hasyim, SH, MH dan Saiful Rijal,SH.I dari kantor DRH AND PATNERS di jalan pelita Nomor 24-25 Tamansari Bondowoso.


Eksekusi akan diselesaikan hari ini juga berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Bondowoso No. 09/pdt.Eks.HT/2018/PN.bondowoso tertanggal 06 November 2018, dan hari ini pelaksanaan eksekusi dari pihak pengadilan di hadiri oleh pihak kelurahan, serta pihak yang tereksekusi, di samping itu pengamanan dikawal oleh enam puluhan kepolisian dari Polres Bondowoso sehingga proses Eksekusi berjalan dengan aman adem ungkapnya kepada media Nasional Cakrawala.


Dedy Rahman menjelaskan bahwa secara resmi sebidang tanah pekarangan yang ada di kota kulon,yang di atasnya berdiri sebuah bangunan, telah resmi menjadi hak Milik dalam penguasaan ahmad fausi" langsung diberikan kunci yang baru oleh pihak Pengadilan Negeri Bondowoso, serta penguasaan dan hak milik secara sah kepada klien kami ahmad fauzi. Pungkasnya (Imam /Heri)


Kecelakaan tunggal telah terjadi di jalan raya kawah ijen sebelah selatan Kantor Desa Gununganyar, Sabtu Malam (10/11/2018) pukul 23.00 WIB, kecelakaan tunggal tersebut dengan korbannya bernama Gilang Romadhon Purbo pengendara sepeda motor vitsen berboncengan bersama rekannya yang belum diketahui identitasnya.


Awal kejadian diduga korban Gilang Romadhon Purbo yang berboncengan bersama rekannya tersebut menaiki sepeda motornya dan diduga setelah sampai ditikungan korban tau-tau langsung terjun ke jurang bersama rekannya juga sepeda motornya, untuk sebab-sebab kecelakaan tersebut belum diketahui.

Kemudian masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong korban bernama Gilang Romadhon Purbo bersama rekannya yang berada didalam jurang, dan saat mengevakuasi kedua korban ke atas, masyarakat sangat kesulitan karena melihat kondisi medannya sangat terjal dan licin, sedangkan untuk kendaraan sepeda motor korban masih berada didalam jurang dan belum dievakuasi oleh masyarakat mengingat medannya sangat terjal dan kondisi malam hari.

Setelah korban dievakuasi dari dalam jurang oleh masyarakat sekitar, kemudian korban Gilang Romadhon Purbo bersama rekannya yang belum diketahui identitasnya menurut info dari masyarakat ditempat kejadian langsung dibawak ke Puskesmas Terdekat. (Suyanto).


Acara Pisah – Sambut Kapolresta Pasuruan digelar di aula polresta Pasuruan, Sabtu (10/11/2018). Bertepatan pada hari pahlawan menambah semangat patriotisme. Pisah – sambut yang dilakukan antara kapolres sebelumnya, yakni AKBP Rizal Martomo, S.IK, S.H dengan kapolres baru AKBP Agus Sudaryanto, S.IK, M.H. tampak dihadiri oleh muspida dan muspika kota dan kabupaten Pasuruan.

Kapolresta Pasuruan, AKBP Agus Sudaryato, S.IK, M.H, selaku kapolres yang baru, mengharapkan dukungan dari seluruh elmen masyarakat kota dan kabupaten Pasuruan. Kapolres juga berharap adanya sinergitas lintas sektoral antara Polresta Pasuruan dengan segenap instansi pemerintahan daerah kota dan kabupaten Pasuruan dan institusi vertikal lainnya. “Kepada bapak ibu, dari sektor yang ada, Saya berharap agar terjalin sinergita, karna saya tidak bisa kerja sendiri tanpa dukungan, bimbingan dan arahan bapak ibu sekalian,” pintas kapolresta Pasuruan dalam sambutannya.


Oleh kareana itu, untuk kedepannya Kapolresta Pasuruan mengaku, siap menerima kritik dan saran ats kinerja institusi yang dipimmpinnya, karena kritik dan saran yang di lontarkan menurutnya merupakan sebuah awal meneuju Pasuruan yang lebih baik kelak. “Semoga jalinan silaturrahim dapat selalu terjalin dengan baik,” harapanya.

Pemerintah daerah, sangat bangga dan menyambut baik serta dapat selalu bersinergi dengan AKBP Agus Sudaryanto,” imbuh pejabat pemerintah daerah Pasuruan.


Sinergi yang baik selama ini dengan jajaran kepolisian di bawah kepimpinan AKBP Rizal Martomo, S.IK, M.H dapat diterus berjalan dengan baik dibawah komando AKBP Agus Sudaryanto, S.IK, M.H. Rangkaian acara pisah – sambut yang juga dijadikan sarana untuk beramah – tamah tersebut, ditutup dengan pemberian cenderamata. (Teguh krisnata)


JAKARTA – Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan penerimaan hadiah dan janji terkait proyek-proyek di lingkungan pemerintah Kota Pasuruan yang menggunakan APBD 2018. Kasus ini  menjerat Wali Kota Pasuruan Setiyono. Pada Kamis (8/11), penyidik KPK memeriksa lima orang saksi dan dua tersangka.

"Para saksi diperiksa untuk tersangka WTH, MB dan SET. Kepada para saksi, penyidik masih terus mendalami terkait pengadaan proyek-proyek di beberapa Dinas di lingkungan Kota Pasuruan dan aliran fee proyek kepada Walikota," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (8/11).

Dalam kasus ini selain Setiyono dan Baqir, KPK juga menjerat pelaksana harian Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahya, Staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto.

Setiyono  diduga menerima hadiah atau janji sekitar 10 persen dari proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Pemkot Pasuruan dengan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2018. Penerimaan suap tersebut dilakukan secara bertahap

Total penerimaan suap yang diterima oleh Setiyono yakni, pada 24 Agustus 2018, M Baqir mentransfer kepada Wahyu Tri Hadiarto sebesar Rp20 juta untuk Pokja sebagai tanda jadi. 

Kemudian, M Baqir kembali menyetorkan uang tunai Setiyono melalui pihak-pihak perantara sebesar 5 persen atau sekira Rp115 juta.

Atas perbuatannya sebagai pihak pemberi suap, M Baqir disangkakan melanggar Pasal ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan‎ UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai penerima suap, Setiyono, Diwi Fitri Nurcahyo, dan Wahyu Tri Hardianto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Syafi'i. SH)


Bondowoso, Cakrawala - Dusun Taman RT.08 Desa Mrawan Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso mengadakan  renovasi Masjid sebagai sarana ibadah ummat Islam khususnya dan hasil konfermasi dengan ketua takmir masjid baitur rahim ustad JUHARI mengatakan diperkirakan membutuhkan biaya kurang lebih 400.juta sedangkan dana yang tersedia sementara sampai saat ini masih terkumpul 137.juta jadi masih banyak kekurangan biaya agar pelaksanaan kegiatan pembangunan Masjid berjalan lancar sesuai harapan masyarakat.

Hasil pantauan wartawan  cakrawala dialokasi ada hal yang menarik dalam kegiatan renovasi Masjid nampak di sana beberapa personil TNI dan POLRI ikut membantu pembongkaran bangunan Masjid yaitu anggota Koramil Tapen Kapten CAJ Anas Nahrawi beserta 5 orang anggotanya yaitu Kopral Satu Suryadi selaku Babinsa Desa Mrawan dan Pelda Alwi selaku Batuud Koramil Tapen dan Serda Kunaidi Kopda Rosidi Sertu Trie.s serta satu anggota kepolisian sektor Tapen BINMAS Desa Mrawan Bripka Mamik Santuso dan hasil konfirmasi dengan tokoh masyarakat yang sekaligus anggota takmir Masjid baitur rahim H.Musattar memang patut diacungi jempol.

Kinerja dan antusias dari anggota TNI juga POLRI khususnya Babinsa dan Binmas Desa Mrawan Kopral Satu Suryadi dan Bripka Mamik Santuso yang selalu turun ke masyarakat setiap ada kegiatan termasuk renovasi Masjid Baitur Rahim selamanya TNI dan POLRI tetap melekat di hati masyarakat khususnya warga Desa Mrawan dan H.Musattar mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya agar pembangunan Masjid berjalan lancar sesuai harapan bersama karena sumber dana renovasi tersebut sebagian besar diperoleh dari penarikan amal di jalan raya Mrawan ke arah Mangliwetan.


Di lain pihak Komentar  Heri Efendi salah satu tokoh masyarakat Desa Mrawan yang sekaligus anggota LSM -  GEPAR Bondowoso mengatakan pemerintah dan dinas terkait jangan menutup mata karena ini menyangkut fasilitas umum dan sarana ibadah diharapkan dapat memberikan bantuan untuk renovasi Masjid Baitur Rahim di dusun taman Desa Mrawan pungkasnya. (Imam Imron).



Depot sate dan ikan bakar Pak Gandi yang terletak jalan pasar hewan kiri jalan dari arah sumber kolak. Depot ini cukup dikenal dg warung Ning Nabila. Dengan Beraneka ragam minuman dan sajian sate kambing ditambah dg ikan bakar dan seafood. 

Pasalnya bukan masalah sekedar sate yang disuguhkan untuk para pelanggan namun yang membuat lidah pelanggan bergoyang adalah rasa dan aroma bumbunya yang benar benar terasa dilidah. Apalagi ikan bakar yang masih segar saat dibakar yang mana proses pemangganganya memang menggunakan cara khas cak MUS  untuk mengontrol jarak antara bara api dan ikan pd saat pemanggngan. Sehingga dapat menghasilkan aroma dan warna ikan bakar begitu pas sesuai dg selera para pelanggan.

Sate kambing menggunakan kambing muda sehingga sangat nyaman dikonsumsi oleh para pelanggan dan terasa empuk pada saat dikuyah (tegas Pak Afandi selaku pelanggan) begitupun dengan Ikan bakar yang mana ikan laut memang diproses dg hati-hati untuk menjaga kualitas kebersihan dan kesegaranya ...cak Mus adalah salasatu koki diwarung Nabila yang  mana dia memang sudah mahir dalam urusan panggang sate dan ikan bakar. 

Pemilik  Warung Nabila adalah bapak Sugandi dari Asembagus, beliaulah yang meracik bumbu rahasia diwarung ning Nabila.

Warung ning Nabila buka jam 8 tutup hingga jam 9 malam.  Barangkali diantara penggemar sate kambing muda dan ikan bakar segar monggo dipersiapkan untuk mampir ke warung Ning Nabila. (Hafid)

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget