Berita Terbaru


Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Terkait soal perampasan kamera Wartawan Kompas TV Sumenep, saat melakukan peliputan peristiwa kebakaran di PT. Panda Coco Charcoal di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, akhirnya korba (Nur Khalis) lapor ke Polres Sumenep, Madura Jawa Timur. Rabu 23/1/2019.

Berdasarkan Laporan Polisi Polres Sumenep / LP/10/1/2019/JATIM/RES SMP. Korban ( Nur Khalis ) resmi melaporkan atas nama Avazbek Ishbaev yang diketahui merupakan warga Negara Uzbekistan.

Dalam laporan tersebut, Nur Khalis ( Abil ) melaporkan terlapor atas perkara tindak pidana dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan peliputan Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Perkara ini berawal saat Nur Khalis (korban) jurnalis kompas TV, sekitar pukul 18.36 Wib dirinya mendapat informasi adanya kebakaran di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep.

Menurut Abil panggilan akrabnya, sesampainya di lokasi, tepatnya di pintu masuk pabrik briket arang batok kelapa milik PT. Panda Coco Charcoal, bertemu dengan anggota Polsek Bluto dan meminta izin untuk mengambil gambar peristiwa kebakaran.

Bahkan, saya sudah menunjukkan ID card dan mohon izin liputan kepada anggota Polsek yang berada di lokasi kebakaran dan Saya diantar oleh anggota ke dalam gudang, tempat api,” terang Nurcholis, di Mapolsek Bluto, Selasa (22/01/2019).

Setelah mengambil gambar sekitar 6-7 take, seseorang memakai kaos tiba-tiba langsung merampas kamera, saya sempat berusaha menjelaskan bahwa dari media Kompastv, namun penjelasan itu tidak dihiraukan.
“Kamera saya tiba-tiba dirampas dan bahkan saya sempat di usir oleh dua orang di dalam di suruh keluar” terang Abil, panggilan sehari-hari Nur Kholis.

Saat melakukan liputan peristiwa kebakaran di dalam pabrik tersebut korban sudah sesuai kode etik jurnalistik, menggunakan Id Card di kalungkan di leher dan mengambil gambar menggunakan kamera Handycam.(Saleh/IWO)


Sumenep, Media nasional cakrawala - Pemegang kartu Nelayan tidak semuanya mendapatkan kartu asuransi di wilayah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

pembagian asuransi Nelayan di Sumenep melebihi dari target adapun target pembagian asuransi 5000 kartu, sedangkan di Kabupaten Sumenep 6680 asuransi

Pembagian asuransi Nelayan tidak di bicarakan per Desa  namun per Kabupaten dan sedangkan Nelayan itu sudah mayoritas memegang kartu Nelayan tapi tidak semuanya memegang kartu asuransi karena asuransi Nilayan terbatas


"Menurut Kepala Dinas Prikanan Arif Rusdi mengatakan bahwa kartu Nelayan ini adalah syarat yang pertama untuk mendapatkan kartu asuransi
Kemudian,KTP dan KK, tetapi tidak semua kartu Nelayan itu otomatis memiliki kartu asuransi karena penentuan tuk mendapatkan asuransi adalah pusat karena pusat sendiri yang menyeleksi."Ungkap Arif

"Karena asuransi Nelayan ini adalah program Pusat dan di buat oleh Pusat kemudian di target oleh Pusat,dan pemberian asuransi tersebut tidak di bicarakan per Desa namun per Kabupaten yang jelas pada tahun 2018 kita di target 5000 asuransi setiap Kabupaten dan tingakat pencapaian di sumenep paling tertinggi 6680 asuransi dan itu semua sudah di berikan kepada pemiliknya kemudian kalau ada Masyarakat yang mendapatkan kartu Nelayan dan mendapatkan asuransi tapi kartu asuransinya tidak di pegang Masyarakat tersebut suru menghadap temui saya dan membawa seorang Media tidak masalah." Lanjutnya

"Namun asuransi tersebut bukan asuransi usaha melainkan asuransi Jiwa jadi kalau ada misalkan perahu yang rusak karena di kenak ombak itu tidak termasuk di asuransi, karena yang mendapatkan asuransi itu jiwa dan biasanya kalau ada yang meninggal dilaut itu mendapatkan 200 juta namun ada peraturan baru Kalo ada yang meninggal di laut itu umurnya dibawah 40 tahun itu mendapatkan 20 sampai 40 juta itupun langsung masuk rekening yang bersangkutan ."Imbuhnya

Dan setelah selesai koordinasi dengan Kepala Dinas prikanan tim IWO (Ikatan Wartawan Online) meminta data bukti pembagian Kartu asuransi kepada Masyarakat, " jika memang kartu asuransi itu sudah di bagikan terhadap Masyarakat mana data pembagiannya pak, karna kami dari media akan sampaikan ke masyarakat nelayan Kata salah satu dari tim IWO
Kemudian Kepala Dinas menjawab nanti aja karena jumlahnya banyak."Paparnya.(Saleh/IWO)


Karo, Media Nasional Cakrawala - Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto,SH didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumut melaksanakan bakti sosial dan peresmian bedah rumah milik Bapak Mulyadi di Kecamatan Payung Kabupaten Tanah Karo, Sabtu (19/01/19).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh PJU Polda Sumut, Kapolres Tanah Karo, Dandim 0205 Tanah Karo, Danyon 125 Sibisa, Ketua DPD Hilmi FPI Sumut, Camat, DanRamin Kecamatan Payung dan seluruh Kepala Desa serta masyarakat Desa Selandi Kecamatan Payung

Bapak Mulyadi selaku pemilik rumah mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak Kapolda Sumut yang telah memberikan bangunan rumah dimana selama ini Bapak Mulyadi dan keluarga hanya bisa menumpang rumah kesana kesini. “Maka dari itu kami hanya bisa membalasnya dengan doa, semoga bapak Kapolda Sumut bisa mendapat berkah dan jabatan yang lebih tinggi lagi”, ujarnya


Beliau juga mengucapkan selamat datang kepada bapak Kapolda Sumut karena telah hadir meringankan langkah warga didesa ini dimana bapak telah memberikan rumah yang sebelumnya tidak layak.

“Terima kasih atas bantuan yang bapak berikan kepada kami, hanya Tuhan yang bisa membalas jasa bapak, dan saat pulang nanti, semoga sehat sehat sampai ditujuan”,ucap Bapak Mulyadi.

Sementara itu, Kapolda Sumut mengungkapkan ide ini muncul dari saudara-saudara DPP FPI yang sedang melaksanakan kegiatan pembangunan rumah korban bencana erupsi gunung sinabung. Beliau juga berencana untuk membangun 20 rumah lagi untuk masyarakat yang menerimanya.

“Bukan hanya warga muslim yang dibantu, namun semua yang ada dan layak mendapatkanya”

DPP FPI sudah membuktikan bahwa kita insan Tuhan yang maha kuasa harus saling membantu satu sama lain.

“Kami atas nama jajaran polda sumut mengucapkan salam hormat kepada seluruh hadirin yang belum datang, dan kita akan melanjutkan kegiatan selanjutnya untuk melakukan renovasi rumah korban erupsi gunung sinabung”, pungkasnya

Kapolda Sumut pun menyerahkan kunci kepada pemilik rumah dan dilanjutkan dengan penyerahan sentuhan tali asih dan sembako kepada masyarakat Sebanyak 200 orang di Kecamatan Payung beserta FPI Sumut. (Leodepari)


Situbondo, Media Nasional Cakrawala - Ramai menjadi pembincangan dan diberitakan sebelumnya, terdakwa FR terkait sidang kasus penganiayaan mantan istri sirrinya di tuntut oleh jaksa penuntut selama 1 tahun penjara karena menurut Jaksa, Terdakwa FR sudah memenuhi pasal yang didakwakan.

Hari ini sudang memasuki sidang pledoi atau pembelaan dakwaan. Sidang dimulai hari Selasa, (22/01/2019) sekitar pukul 11.00 WIB dan dipimpin oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Situbondo, Hj. TOETIK ERNAWATI, S.H.,M.H . Kuasa Hukum Terdakwa FR mengajukan penundaan pembacaan pembelaan dengan alasan belum siap, "Yang mulia, kami selaku kuasa hukum memohon untuk ditundanya sidang pembacaan pembelaan karena kami belum siap", ucap Kuasa Hukum Jayadi.

Namun permohonan penundaan yang diajukan oleh Kuasa Hukum ditolak Majelis Hakim karena sering terjadinya penundaan dan Hakim Ketua mempersilahkan Terdakwa FR untuk melakukan pembelaan langsung secara lisan.

Kepada Majelis Hakim Terdakwa FR mengatakan, "Saya hanya menampar satu kali dan saya menyesal, saya mohon keringanan yang mulia karena saya menjadi tulang punggung keluarga".

Menanggapi pembelaan terdakwa FR Hakim Ketua mengatakan, "Permohonan Terdakwa kami catat dan akan di pertimbangkan untuk sidang putusan akan dilaksanakan tanggal 7 Februari 2019".

Sementara itu Ketum GP Sakera dan sekaligus Pembinan S One mengatakan "Saya apresiasi ketegasan Majelis Hakim untuk tetap melanjutkan sidang dan tentang pembelaan terdakwa bahwa hanya menampar saja itu adalah hak terdakwa", ucap Syaiful Bahri.

Lanjut bang Ipoel panggilan akrabnya, "Namun fakta sidang baik bukti maupun saksi pembelaan terdakwa terbantahkan, semoga saja melalui ketokan palu Hakim, korban yang seorang wanita lemah bisa mendapatkan keadilan dengan putusan yang maksimal".

"Putusan Majelis Hakim tanggal 7 Februari nanti akan menjadi tolak ukur apakah Pengadilan Negeri Situbondo akan memberikan keadilan kepada korban sebagai hak wanita untuk dilindungi", pungkasnya. (St1)


Sumenep, Media Nasional Cakrawala - Hujan lebat disertai angin kencang membuat Gedung Madrasa Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Pulau Sepangkur Besar rata dengan tanah , Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Madrasah Ibtidaiyah Nuris roboh akibat di terjang angin dan hujan begitu deras,terjadi, Selasa (22/1/2019) pukul 03.00 Wib dini hari.

"Kejadiannya sekitar pukul 03.00 pagi tadi, diawali hujan disertai angin kencang," kata KH. Tohayan Nur Masyhuri, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Selasa (22/01) pagi.

KH. Tohayan menambahkan, semua atap gedung habis dan rata dengan tanah akibat terjangan angin. Untungnya peristiwa itu terjadi dimalam hari, sehingga tidak menimpa siswa.


"Bukan hanya atap saja, namun 2 ruang kelas juga rata dengan tanah dari jumlah 4 lokal yang disapu angin, termasuk semua bangku dan kursi siswa hancur akibat kejatuhan kayu dan genting gedung," terang KH Tohayan.

Sementara Syafrawi Salim, Kepala Sekolah MI Nurul Islam menyampaikan, jika pihaknya sudah berkoordinasi dan menyampaikan peristiwa tersebut kepada pihak PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam) kecamatan Sapeken.

"Kami sudah berkordinasi dengan PPAI terkait ambruknya bangunan MI Nurul Islam, untuk sementara proses belajar mengajar akan dilakukan di tempat lain," terangnya.

Atas kejadian ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menangani tanggap darurat musibah ini. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir Rp 200 juta.(Saleh/IWO)


Sumenep,mendia nasional cakrawala.com - Relawan Emak-Emak dikabupaten Sumenep berkomitment dan antusias sekali untuk memenangkan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi dipilpres 17 April mendatang.

Hal tersebut disampaikan dengan tegas oleh Koordinator Relawan Emak-Emak Sahabat Prabowo-Sandi Kabupaten Sumenep, Yuli Handayani bahwa pihaknya telah bertekad mengantarkan paslon nomor urut 02 menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024.

"Kami Emak-Emak di Sumenep sudah berkomitment jiwa raga untuk mengantarkan Bapak Prabowo-Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia", katanya, Minggu (20/01/19).

Terlebih Senin besok (21/01/19), lanjut Yuli, Bang Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan kembali bertemu para pendukungnya di kabupaten ujung timur Madura. Sehingga hal itu semakin memupuk semangat emak-emak untuk terus mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden yang didukung partai Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS.

"Kami sangat antusias menyambut kedatangan Bang Sandi wakil presiden Indonesia 2019-2024 dikabupaten Sumenep yang keduakalinya" tutuenya.

Pihaknya pastikan pasangan capres-cawapres 02 menang telak dikabupaten Sumenep "sebab Indonesia saat ini butuh pemimpin yang tegas dan mengerti situasi ekonomi dunia" imbuhnya..

Ia optimis, ditangan keduanya, Indonesia akan semakin maju dan sejahtera. “Apabila Prabowo-Sandi menang, maka rakyat akan kembali merasakan keadilan dan kemakmuran,” tukasnya.pungkasnya. (Saleh/IWO)

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget