Berita Terbaru



PASURUAN,Media Nasional Cakrawala

Kopi darat merupakan momen yang terpenting untuk saling berbagi cerita dan mencari inspirasi bersama khususnya untuk Kota Pasuruan yang lebih baik,acara di selenggarakan oleh Group forum Padang Howo pada malam hari, Minggu (25/8/19) di kediaman H.Zubaidi

Acara di hadiri oleh Tokoh masyarakat, Ketua Dpc Partai, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Anggota DPRD Kota Pasuruan, Lsm, Media dan para senior Kota Pasuruan. 

Pembukaan awal di sampaikan oleh H Zubaidi selaku tuan rumah, sambutan  hangat yang di sampaikan ”Terima kasih atas kehadiran dari Ketua Dpc Partai, Ketua DPRD, Anggota DPRD, Tokoh Masyarakat Senior, Lsm dan Media.Semoga acara ini merupakan acara terbaik untuk saling sharing berbagi pendapat khususnya untuk kebaikan Kota Pasuruan”Ujar H.Zubaidi

Sambutan juga di sampaikan oleh Admin Group Padang Howo Amin Suprayitno “momen Kopdar merupakan hal yang sangat penting untuk saling berbagi pendapat dengan ada nya kritikan positif dan kritikan negatif,karena dengan adanya kumpul bersama merupakan wujud sinegritas dalam wujud kebaikan Kota Pasuruan,group Padang Howo merupakan arti dan peran aktif berbagai kritikan positif Pemerintah untuk kebaikan Kota Pasuruan yang lebih baik”.

Adanya isi pertemuan ini pembahasan mengenai Retribusi Makam,JLU,Cagar Budaya dan Reklame, menurut wujud pertemuan ini semoga inti pokok pembahasan bisa secepatnya terealisasi positif,karena sebagian itu adalah argumen dari masyarakat, dengan hadirnya Ketua DPRD serta Anggota DPRD, Tokoh masyarakat, Lsm, Media dan para Senior. semoga bisa mewujudkan hasil positif untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih baik,Kritikan negatif bukan menjadi segi kejelekan namun fungsi dari kritikan merupakan membangun kebaikan untuk mewujudkan yang lebih baik.

Sebagai penutup acara, Ketua Dewan Kota Pasuruan H.Ismail juga menyampaikan “Kira nya di forum yang terhormat ini Padang Howo dan lain nya merupakan bentuk dari segi positif,dan saya yakin kalau ini kita galih semuanya akan punya sisi positif karena tanpa adanya galih akan ada segi negatif,Karena sesuatu kalau di awali dari sisi negatif tidak akan pernah selesai”.(Natha)



Pasuruan-Media nasional cakrawala

24/08/2019 jam 16.00
Kegiatan Aksi demo kemarin yang di lakukan oleh Lpk Barata & Lembaga suwadaya masyarakat (LSM) kota pasuruan,yang telah melakukan aksi demo kemaren di PT.Tirta Investama,  di desa tenggilis kecamatan Gondang Wetan kabupaten pasuruan, kini telah menjadi bahan pembicaraan semua warga sekitar,karna tlah di anggap hanya  demi Kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. Bukan Demi kepentingan masyarakat,
 "Misbah"selaku ketua LPKSM GAJAH MADA  ungkab pada awak media cakrawala nasional indonesia,  Memprotes terkait Aksi demo yang telah  di lakukan oleh LPK Barata  dan LSM-LSM  kota pasuruan, itu, 

Karna semua yang di lakukan itu di anggap hanya untuk kepentingan  pribadi dan kepentingan golongan, bukan demi untuk kepentingan  masyarkat  sekitar.

karna semua LSM-LSM   itu  dari kota pasuruan,sedangkan masyarakat setempat tidak ada gejolak atau tuntutan ke pihak PT.
 Tirta Investama tersebut, 

sedangkan yang di permasalahkan itu tidak ada sama sekali.

 Adapun dari PT.Tirta Investama semua kebutuhan masyarakat sekitar dan pengajuan permohonan profosal Dari Lsm apapun  sudah terpenuhi semua. Tuturnya

MISBAH" ketua LPKSM GAJAH MADA  memprotes  dengan adanya kegiatan LPK BARATA  dan semua LSM yang ada di kota pasuruan, yang  kemarin telah melakukan Aksi demo Di PT.Tirta Investama, yang berada dilokasi 
desa  Tenggilis kecamatan Gondang wetan kabupaten pasuruan,

Itu semua hanya untuk kepentingan pribadi dan kepentingan golongan  dan tidak ada kepentingan untuk masyarakat.

Terkait sumur bor yang ada di dalam PT Tirta Investama tersebut, yang jelas perusahaan itu sudah memenuhi semua ijin-ijinnya atau sudah sesuai dengan aturan- aturan pemeritahan kota atau kabupaten pasuruan ini.

dalam arti apa teman teman LPK barata dan semua LSM kota pasuruan yang datang kemarin,apa sudah
 menguasai Teksnik kayak gitu,

Jadi saya mengharapkan kepada LPK barata  ataupun dari LSM yang ada di kota  pasuruan ini, harus berjalan sesuai dengan Reilnya,dan memang betul sesuai dengan Lembaga suwadaya masyarakat (LSM),dan memang betul betul   demi kepentingan masyarakat.bukan karana materi atau kepentingan pribadi dan golongan pungkas misbah selaku ketua LPKSM Gajah mada.(Shodikin)



Bondowoso-Media Nasional Cakrawala
Ucapan selamat atas di lantiknya sebagai anggota DPRD Bondowoso Deni kurniawati, SP,d. terus di ucapakan oleh kepala desa yang ada di Kecamatan Wringin.Saptu 24/8/2019 

Kepala desa Sumber malang Holek, Kepala Desa Ambulu Ahmad Hainur dan kepala Desa Gelingseran. Mengucapkan Selamat atas di lantiknya Deni Kurniawati, SP,d. Sebagai Anggota DPRD Bondowoso. 

Harapan kepala desa yang ada di kecamatan wringin,kepala desa Sumber malang Holek. Untuk memajukan bondowoso dan kecamatan wringin selama 5 tahun kedepan. Dan semoga menjadi pemimpin yang amanah.

"Supaya memanjukan Bondowoso dan kecamatan wringin selama 5 tahun kedepan dan semogan menjadi pemimpin yang jujur dan amanah rakyat." Ucapnya

Di ketahui, Deni Kurniawati. Resmi di lantik sebagai anggota DPRD Bondowoso dari partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Dapil 5 yang terdiri dari Kec:Wringin, Kec:Pakem,Kec:Curahdami, Kec:Binakal, Kec:Tamankrocok dan Kec: Tegalampel

Dengan itu, Deni Kurniawati, SP,d. Mengucapkan banyak terima kasih kepada kepala desa yang ada di kawasan dapil 5 dan masyarakat sudah mendung saya untuk menjadi anggota DPRD Bondowoso. 

"Saya terima kasih atas ucapannya kepala desa dan masyarakat yang ada di dapil 5."ucapnya

Dengan itu semua Deni Kurniawati SP,d akan menjalankan tugas sesuai amanah yang di berikan, sebagai wakil rakyat. Demi memajukan Bondowoso   5 tahun kedepan.

"Saya sekali lagi banyak terima kasih kepada masyarakat yang mempercayai saya menjadi wakil rakyat. Insa'Allah saya akan menjalankan tugas sesuai apa yang di berikan untuk rakyat, jujur dan amanah."tambahnya (eds)


Oleh Gus Din (Syafrudin Budiman SIP) Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP).

JAKARTA,MEDIA NASIONAL CAKRAWALA
Masyarakat Papua bisa mengilhami perjuangan masyakat Madura. Madura dulu sudah pernah menjadi negara bagian Republik Indonesia Serikat (RIS). Madura juga akhirnya bergabung ke Jawa Timur.

Kenapa begitu? Masyarakat Madura sangat tau RIS adalah bagian pecah belah belanda dan adu domba. Karena itulah negara Madura melebur menjadi bagian di Propinsi Jatim tidak menuntut menjadi Propinsi Madura. 

Kalau mau merdeka Madura dari dulu bisa, akan tetapi tak pernah dilakukan dan diteriakkan, sebab Madura adalah sebuah daerah atau suatu suku yang memahami peradaban dan kebebasan, bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Madura sebagai pemasok gas terbesar untuk Jawa Bali, pemasok gas untuk Semen Gresik, Petro Gresik dll. Di Madura ada Key, Exxon, Shell, Santos, EMP dll yang mengeplorasi migas. 

Pertanyaannya apakah masyarakat Madura sejahtera atau merdeka seutuhnya, tentu tidak dan masih banyak kemiskinan dan ketimpangan. 

Kenapa masyarakat Madura tidak meneriakkan kata Merdeka atau Referendum, karena kecintaan masyarakat Madura kepada bangsa Indonesia. Harta kekayaan dikuras pusat masuk ke APBN, dialirkan dalam bentuk DAU, DAK, DBH, CSR dll yang tak seberapa dibandingkan hasilnya. Lain lagi pajak cukai tembakau, pajak garam dan pajak lainnya yang bisa dikelola sendiri. Bahkan bisa menjadi negara kaya dan lebih maju dari Malayasia dan Brunai Darussalam, apalagi timor-timor (Timor Leste) yang tidak ada apa-apanya.

Mengapa warga Madura ikhlas bergabung dan menjadi bagian NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, padahal suku tersendiri, bahasa tersendiri, letak tersendiri, pengakuan internasional sebagai negara bagian RIS tertuang dalam perjanjian Linggar Jati antara Van Mook pihak Belanda dan Sutan Sjahrir pihak Indonesia. Keikhlasan ini karena suatu pemahaman, taat kepada pemimpin dan taat pada ulama adalah ciri-ciri orang beriman dan berakal.

Kalau mau Madura bisa jadi negara merdeka dan keluar dari RIS atau Belanda. Sehingga menjadi daerah yang merdeka sepenuh-penuhnya dan seutuhnya. Hal itu tidak terucap dan takkan pernah terucap, karena warga Madura setia pada pemimpin waktu itu Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Sjahrir, Syafrudin Prawiranegara dll.

Sangat miris melihat fenomena saat ini, banyak daerah-daerah seperti Aceh dan Papua terucap kalimat tuntutan referendum, merdeka dan terprovokasi dengan gerakan sapartis yang ingin memisahkan diri. Mereka tak  sadar bahwa, semua penggunaan anggaran dari hasil daerah masuk ke pusat dan dibagi ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Mauruke.

Jadi kedepan ayo singsingkan lengan baju, bahu membahu menegakkan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika tanpa egois kedaerahan, kesukuan dan keagamaan. Rajut persaudaraan nasional, perkuat solidaritas dan gotong royong membangun bangsa Indonesia yang lebih baik dan lebih maju.

Kata D. Zawawi Imron seorang budayawan dan pernyair terkenal. "Tak ada kegagalan yang ada kecemasan," katanya mengingatkan bangsa Indonesia jangan cemas dan ragu, serta kedepan dengan tangan terkepal dan maju kemuka. D. Zawawi Imron juga mengatakan dalam puisinya, Madura Adalah Darahku, Indonesia Adalah Negeriku.

Hal ini bisa menjadi slogan yang sama buat orang-orang Papua dan Papua Barat. "Papua Adalah Darahku, Indonesia Adalah Negeriku".

Kekurangan pemimpin dalam mengelola bangsa Indonesia yang besar, harus kita pahami dan kita support agar menjadi lebih baik. Apapun kita sebagai warga Indonesia dan bangsa Indonesia harus hidup secara kolektif kolegial dan saling memahami kekurangan masing-masing.

Dalam Film Bumi Manusia 2019 karya sutradara terkenal Hanum Bramantyo, ada pemeran antagonis bernama Darsim dengan logat dan karakter Maduranya yang keras. Darsim menunjukkan kesetiaannya sebagai kusir dan pekerja Robert Mellema ekspatriat Belanda dan selirnya, Nyai Sanikem atau Nyai Ontosoroh.

Dia ikut membantu Nyai Ontosoroh Nyonyanya yang memperjuangkan perebutan harta benda warisan suaminya, karena vonis hakim yang menerapkan hukum kolonial berdasarkan hukum eropa, bukan hukum kesetaraan.

Darsim terlibat menjadi orang yang loyalis dan seorang yang agitatif mengorganisir golongan ulama, para buruh tani dalam aksi perlawanan di pengadilan, yang menganggap hukum kolonial tidak adil dan bertentangan dengan hukum Islam dan budaya Jawa.

Sosok Darsim sebagai seorang Madura setia pada tuannya, setia pada agamanya dan setia pada bangsanya untuk melawan ketidakadilan kolonial yang menindas.

Karena itu jika kita ambil pelajaran dari sosok Darsim sebagai orang Madura, terlihat jelas orang Madura sangat setia kepada NKRI dan mau melawan penjajah Belanda dengan gagah berani.

Kesadaran inilah yang perlu kita belajar kepada orang Madura yang sangat setia kepada NKRI. Walaupun sebelumnya menjadi negara tetapi tidak sombong, mengusungkan dada kedepan. Tidak mau juga menjadi Propinsi dan cukup menjadi bagian Jawa Timur, sebagai wujud persatuan agar tidak mudah dipecah belah Belanda, Asing, Eropa dan bahkan Amerika.


Salam Solidaritas, 
NKRI Harga Mati.

25 Agustus 2019.



Situbondo | Media Nasional Cakrawala - Kasus yang tergolong sulit akhirnya menemukan titik terang. Kasus Akta Otentik, tak terkecuali profesi Notaris dan PPAT yang menjadi pelaporan Ketua Umum Gp Sakera (Gerakan Perlawan Situbondo Anti Korupsi, Edukasi, Resistensi dan Advokasi). Maka hal itu akan dilanjutkan ke jalur hukum baik itu Perdata di Pengadilan maupun Pidana di Polres Situbondo.

Baca juga (http://www.mediacakrawala.com/2019/08/dalam-tahapan-penyidikan-terkait.html)

Kasus Sengketa Tanah Toko Gunung Ringgit di Asembagus yang banyak kejanggalan, karena BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Situbondo membuat record pengurusan proses tercepat pemindahan hak atas tanah (balik nama) yang hanya di butuhkan waktu beberapa jam dari pendaftaran hingga rampung menjadi Sertifikat tanpa Catatan dimana masih dalam status terblokir karena masih berstatus sengketa (Peninjauan Kembali).

Kejanggalan ini di telusuri oleh Gp Sakera hingga team Investigasi menemukan tindakan pidana dalam pembuatan Akta Jual Beli dan Akta Pernyataan yang di kerjakan di Notaris dan PPAT terkenal di Situbondo berinisial S yang beralamat kantor di depan Kodim Situbondo.

"Atas perintah Ketum, kami mengadakan penelusuran dan mengumpulkan Barang bukti yang akhirnya kami temukan kejanggalan di AJB yang di sebut pasal 2 bahwa tanah yang di lakukan pendaftaran balik nama tidak ada sengketa, sedang di Akta Pernyataan yang di tanda tangani pembeli yakni H dengan jelas di katakan masih bersengketa", ujar Ahmat Fatoni kepada Team S One.

Dari temuan tersebut akhirnya pada tanggal 08 Januari 2018 Ketum GP Sakera Syaiful Bahri melaporkan ke SPKT Polres Situbondo dengan Nomor LP/K /07/I/2018/JATIM/RES SITUBD sebagai terlapor S, H, I. Selama setahun lebih kasus ini bergulir akhirnya dinaikkan menjadi Penyidikan.

Pelapor Syaiful Bahri, Korban Sabarbudi dan Pudji A menghadiri panggilan penyidik Unit Pidum (Pidana Umum) sebagai saksi untuk di mintai keterangannya dalam tahap Penyidikan. Kurang lebih 1 jam memberikan keterangan di depan Penyidik, saksi Pudji menuturkan kepada team S One. Jumat, (23/08/2019).

"Kami datang sebagai saksi karena memang secara fakta akibat pemalsuan ini kami yang di rugikan, semoga saja keadilan dapat kami rasakan sebagai warga Indonesia, Kami juga berterima kasih kepada GP Sakera yang membantu kami tanpa pamrih dan tidak memungut biaya sepeserpun dari kami", jelasnya.

Sementara itu Ketum GP Sakera Syaiful Bahri sebagai Saksi Pelapor mengatakan, "Kasus ini saya laporkan karena bagaimanapun produk  Notaris dan PPAT ini adalah Akta Otentik yang di atur oleh Undang undang".

Lanjut Bang Ipoel panggilan akrabnya, "Sangat berbahaya jika Notaris dan PPAT mengakali hukum apalagi sampai berbuat kecurangan dengan mengatur pemalsuan dokumen seperti yang di atur dalam pasal 263, 264 dan 266 tentang Pemalsuan".

Bang Ipoel menambahkan, "Hal ini juga bentuk peringatan kepada Notaris dan PPAT lain agar tidak melakukan tindakan tidak terpuji dan merugikan orang lain, juga jangan sampai ada warga yang karena kekuasaan keuangannya bisa mempermainkan hukum terutama di Kabupaten Situbondo ini".

Bang Ipoel mengaku, "Saya yakin Polres Situbondo di bawah kepemimpinan Kapolres Awan akan bertindak profesional dalam menangani kasus ini".

"Untuk selanjutnya kami akan melakukan pemanggilan kepada saksi lain dan saksi Terlapor sebelum kami tentukan Tersangka dalam gelar nanti. Percayakan kepada kami karena kami akan mengerjakan dengan tanggung jawab", ujar Penyidik yang tidak mau disebutkan namanya kepada Team S One (Berlanjut untuk menunggu panggilan Saksi Terlapor). (St1)



Situbondo | Media Nasional Cakrawala -
Penuh keakraban dengan kumpul bersama dalam satu meja. Dandim 0823 Situbondo Gelar Coffe Break bersama Pers Situbondo. Komandan Kodim 0823 Situbondo Letkol Inf Akhmad Juni Toa SE MI Pol mengajak puluhan rekan media di Situbondo kumpul bersama ‎di halaman belakang Makodim Situbondo, Kamis (22/08/2019) malam.

Acara yang bertajuk profesionalisme TNI bersama rakyat. Diawali dengan sambutan Dandim 0823 Situbondo, menyampaikan tentang ucapan terima kasihnya kepada para awak media yang telah membantu Kodim 0823 Situbondo, dalam menyampaikan program-programnya terhadap anggota dan masyarakat secara luas.

"Dari situ, akan muncul sebuah komunikasi yang baik sehingga akan meningkatkan sinergitas antara Kodim dengan para wartawan", imbuh Dandim.

Dirinya berharap hubungan keakraban antara TNI dan insan pers tidak sekedar kepentingan profesi semata, tapi bisa lebih intens.

Dandim menambahkan, ke depan Situbondo juga akan menghadapi event ataupun momen Nasional seperti Pilkades Serentak 2019 yang berpotensi terjadinya dinamika cukup tinggi.

"Jadi peran rekan media sangat kuat untuk membangun dari segi sosial jika melihat fungsi dari media itu sendiri", jelas Dandim.

Dandim Situbondo ucapkan terima kasih kepada semuanya, "Karena kami sudah mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur dalam lomba gapura tingkat Kodam V/BRW. Hal tersebut bisa tercapai atas kerjasama seluruh personil Kodim 0823 Situbondo dan mitra media kodim 0823 Situbondo, dengan mengemas semenarik mungkin, sehingga Kodim 0823 Situbondo meraih juara 1 (satu)", jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, 
Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, SH SIK MH yang juga turut hadir bersama perwira perwiranya menyampaikan menyampaikan bahwa" "Saya ucapkan terima kasih atas undangan Bapak Dandim Situbondo beserta jajarannya. Dengan acara silaturahim ini dapat terjalin sinergitas yang baik antara TNI Polri dengan para wartawan yang bertugas di Situbondo".

Kapolres juga berharap dengan menghadapi tahun politik ini, "Situbondo agar dijaga kondusifitasnya, karena kalau sudah tidak aman dan kondusif itu akan merugikan kita semua. Mari kita jaga bersama kondusifitas kamtibmas khususnya Kabupaten Situbondo", pungkasnya. (St1)


Teks: Acara Diskusi Publik dengan tema 'Membongkar Inflintrasi Dakwah HTI Melalui Rekrutmen Mahasiswa di Kampus. Acara ini diselenggarakan Kaukus Muda Indonesia (KMI), Kamis (22/08/2019) di Hotel Central, Jakarta Timur. Foto: BP / Syafrudin Budiman.

Jakarta - Mantan aktivis Jamaah Islamiyah Nasir Abbas mengatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah cara dan bentuk lain dalam radikalisme Islam. Katanya, HTI sama saja sepertiNegara Islam Indonesia (NII), Darul Islam (DI) dan gerakan radikalisme Islam lainnya yang menginginkan tegaknya Islam dalam bentuk negara, bahkan khilafah di dunia.

"HTI termasuk kelompok radikalisme karena secara difinisi radikalisme adalah politik agama, hanya saja mereka anti demokrasi. Dan mereka punya ideologi yang ekstrem yang harus dicapai," kata Nasir Abbas Mantan Jamaah Islamiyah (JI) dalam Diskusi Publik dengan tema 'Membongkar Inflintrasi Dakwah HTI Melalui Rekrutmen Mahasiswa di Kampus. Acara ini diselenggarakan Kaukus Muda Indonesia (KMI), Kamis (22/08/2019) di Hotel Central, Jakarta Timur.

Menurut Nasir sapaan akrabnya, gerakan NII, Darul Islam dan Jamaah Islamiyah, semuanya mereka sama saja dengan khilafah. Mereka mempunyai tujuan yang sama walaupun mereka beda organisasi.

"Proses rekrutmen kelompok radikal ini, salah satunya menyiarkan syi'ar Islam. Biasanya mereka membandingkan ciptaan tuhan dan manusia sehingga pikirannya dirasuki. HTI cara rekrutnya juga melalui bumbu kebencian terhadap salah satu sistem di negara," ungkapnya.

Kata Nasir dengan logat Melayunya mengatakan, sasaran rekrutmennya bukan hanya mahasiswa tapi juga dosennya dan stafnya. Dimana mereka selalui ingin menguasai kampus, fakultas-fakultas, kegiatan-kegiatan ke-Islaman di kampus dan bahkan masjid kampus.

"Terkadang infaq juga bisa dijadikan kesempatan kelompok radikal untuk amunisi untuk membeli senjata. contoh infaqnya seperti infaq muslim rohingya bisa jadi infaqnya bisa digunakan untuk membeli sanjata, karena itu juga masuk infaq sabilillah," terangnya.

Selain itu kata Nasir, mereka sekarang memanfaatkan medsos dengan menyebarkan opini, sehingga mereka mengajak masyarakat menjadi bagian dari mereka. Perekrutannya itu juga menggunakan syair-syair Islam, sehingga nantinya bisa dijadikan bahan untuk melawan pemerintah yang sah.

Nasir menguraikan, proses HTI menegakkan awalnya daulah-daulah, setelah itu khilafah. Mereka menegakkan jamaah baru dan merekrut SDM yang unggul dalam melakukan dakwah, dengan mengajak mahasiswa, dosen, pegawai kampus dan bahkan sekarang masuk institusi pemerintah, TNI dan Polri.

"Unsur HTI membuat negara, yaitu ada rakyat mendukung, ada wilayah yang dikuasai dan ada dukungan militer. Karena HTI juga bisa merekrut aparat seperti TNI dan Polri untuk memperkuatnya. Hal itu merupakan salah satu strategi mereka," tandasnya.

Kata Nasir, tanda-tanda orang yang sudah terpengaruh radikalisme ada beberapa ciri. Yaitu, mudah menjatuhkan vonis kafir, menutup celah perbedaan, tidak mau malakan sembelihan orang lain, menikah tanpa wali orangtua dan tidak mau sholat di masjid pemerintah dengan alasan masjid dhirar. Bahkan mereka mau tabayyun dan tawaquf, kalau sudah setuju dengan khilafah. 

"Cara untuk menghindari diri sendiri dari paham radikalisme, harus ada respon kritis dari luar seperti isu negara dan lainnya. Selalu sharing dengan orang lain, agar mendapatkan pemahaman Islam yang sebenar-benarnya," pungkasnya.

Sementara itu, Dr. Bakir Ihsan, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) mengajak, mari kita jaga NKRI bersama-sama, walapun ada sebagian ada kelompok yang mencoba untuk menseragamkan. Saat ini katanya, memang HTI sudah masuk ke semua lini terutama kampus-kampus sebagai tempat rekrutmen.

Bakir menceritakan mahasiswanya yang terang-terangan mengatakan adalah seorang HTI. Mahasiswa itu memberikan buletin-buletin dan lainnya. Akan tetapi pada akhirnya, mereka ada yang insaf dengan hal itu.

"Semakin luasnya wawasan itu bisa membuat kita memilih jalan yg baru. Saya tidak khawatir meskipun mahasiswa saya memberikan buletin dan majalah tapi  yanlng penting bagaimana kita mengisi literasi yang seimbang dengan yang kita punya," ujarnya.

Menurutnya, kalau kampus tidak diisi dengan modernisasi agama, bisa jadi mahasiswa terpapar dengan paham radikalisme. Karenanya, kita harus menggunakan peluang semaksimal mungkin sesuai dengan ruang kita masing-masing, karena HTI juga memanfaatkan yang demikian.

"Gerakan HTI adalah gerakan ideologi lewat literasi, maka harus dilawan dengan literasi-literasi yang imbang tentang pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang benar," tandasnya.

Selain itu Imanuddin Rahmat, Direktur Eksekutif Said Aqil Institute (SAI) mengatakan, saat ini sangat susah melawan dederadikaliasi, karena indroktinasinya masih berjalan. Menurutnya, solusinya pemerintah harus membuat gerakan tersebut dihambat karena pemerintah punya hak dan wewenang hal itu.

"Saya pikir juga HTI ini juga ada yg membiayai dan pembiayaan gerakan ini harus dihambat. Pemerintah memiliki kewenangan membatasi dan menghambat gerakan ini," ujar Imaduddin.

Katanya, paham radikalisme sangat berbahaya terhadap NKRI, namun meskipun HTI dibubarkan tapi ideologinya masih berjalan. Oleh karena itu lanjut Imaduddin, pemerintah harus mengatakan dan memberikan sanksi terhadap aktor-aktor HTI tersebut.

"Pemerintah juga perlu memberikan wawasan terhadap anak muda bahwa paham radikalisme sangat mengancam keutuhan NKRI. Pemerintah berperan dan dapat menjauhkan anak muda dari paham radikalisme," tegas Imaduddin.

Selanjutnya Ainur Rofiq, Mantan HTI dalam pemaparannya mengatakan HTI khususnya di tahun-tahun ajaran penerimaan mahasiswa baru, pasti akan semakin gencar untuk melakukan rekrutmen terhadap mahasiswa baru. Karena mereka merasa berjuang untuk mempertahankan eksistensinya agar dapat ikut mempengaruhi kebijakan publik.

"Ujung tombak HTI adalah masuk ke kampus-kampus untuk menarik minat mahasiswa baru. HTI melakukan gerakan dakwah di kampus untuk mempengaruhi mahasiswa baru," tandasnya.

Menurut Ainur Rofik, HTI juga menjadi pressure group untuk mempengaruhi opini publik akan tujuan-tujuan dan cita-cita HTI. Dimana caranya mereka tidak memakai baju HTI, tetapi memakai nama-nama organ taktis, seperti forum-forum kajian dan diskusi.

"Hal ini adalah langkah paling efektif yang dilakukan HTI dalam proses dakwah Khilafah Islamiyah di kampus-kampus melalui lembaga dakwah kampus (LDK) atau forum-forum kajian diskusi keIslaman," terangnya. 

(Syafrudin Budiman)



Bondowoso media 
nasional cakrawala 
SD Muhammadiah Bondowoso yang 
terletak di Jl MT Haryono No 10, Bondowoso menggelar gerakan sabar (Sarapan Bersama), dalam kegiatan yang rencananya akan rutin di lakukan di sekolah Guna mempererat hubungan emosional antara Guru dan Anak didiknya. (Jumat 23/08)
Kepala SD Muhammadiah Bondowoso ACH. Dahlan S. Pd menjelaskan "Gerakan SABAR ini di adakan tidak luput dari analisa guru terhadap siswa Anak sering sekali lupa sarapan dirumah  sehingga mengganggu konsentrasi belajar anak, Gerakan sabar dilaksanakan karena ingin menambahkan kedekatan antara guru dan siswa, Gerakan sabar dilaksanakan karena ingin merekatkan hubungan orang tua dengan anak walaupun dengan hal yang sederhana, Gerakan sabar dilakukan sebagai edukasi dalam praktek ibadah harian seperti cara makan yang benar sesuai dengan anjuran Rosulullah". Jelasnya. 


Masih Keterangan ACH. Dahlan S. Pd "Adapun manfaat sarapan untuk anak yaitu Meningkatkan fokus dan konsentrasi anak, Menjaga kesehatan anak, Menambah kecerdasan, Mengembalikan metabolisme tubuh, Menjaga mood anak, Membuat anak bisa berhemat, Meningkatkan ikatan emosional angota keluarga." Imbuhnya. 
Gerakan Sabar ini yang rencananya akan di gelar rutin setiap hari Jumat, dengan menggelar Sabar harapan kedepannya istikomah dan selalu menjaga komonikasi yang baik antara Guru pengajar dan orang tua Wali murid. (Red)



Bondowoso-Media Nasional Cakrawala

Sebuah proyek irigasi yang berada di RT:2/RW:1 Dusun Karang Anom,Desa Merawan, Kecamatan Tapen, Bondowoso,jawa timur. Kini mulai jelas Dinasnya dan rekanan yang mengerjakan.

Dari pemberitaan sebelumnya proyek tersebut, menjadi sorotan lembaga swadaya masyarakat(LSM) Gepar.

LSM Gepar, menyoroti tentang tidak terpasangnya papan nama yang sudah tercantum dalam aturan perpres.

Namun kali ini, masih dengaan proyek irigasi yang ada di Desa Merawan. LSM Gepar.menyoroti tentang pekerjaan yang diduga kurang bagus dan kurangnya pengawasan dari dinas Pengerjaan umum dan penataan ruang(PUPR) tidak maksimal ini yang harus dipertanyakan

Hery Efendi selaku LSM Gepar menyebutkan. Papan nama baru di pasang. Sudah jelas dinasnya dari dinas PUPR dan rekannya dari cv sofa marwah.

"Saya menduga dari pertama saya bilang ke sampean selaku media. Bahwa dinas terkait yang saya maksud itu ada permainan, terhadap rekanan.Buktinya pemasangan papan nama baru di pasang" dan dari segi campuran PC ( pasir semen ) diduga terlihat kurang semennya serta galian pondasi plengsengan juga diduga sangat minim ucapnya Hery Efendi saat di temui di lokasi proyek irigasi

Namun hal itu di bantah oleh salah satu pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Dodik. Dodik yang sempat di hubungi dengan terpisah oleh media ini. Langsung di ambil alih oleh salah satu pegawai dari Dinas PUPR yang atas nama Beli. Dari hasil pembicaraan dengan cara terpisah. Bahwa pekerjaan itu rekaannya sudah di tegur.

"Sudah mas, sudah saya tegur kalau papan nama tersebut."ucap singkatnya

Masih dalam tahap pembicaraan dengan terpisah. Beli, memerintahkan media ini untuk bertemu salah satu pegawai dari dinas PUPR. Atas nama pak Wisnu. Untuk menemui Wisnu yang di maksut Beli. Nantik lewat Dodik, biar jelas. Setelah itu, hingga berita ini tayangkan Dodik Tidak menghubungi baik dari media ini dan LSM GEPAR.

"Nantik sampean ketemu pak Wisnu iya mas. Untuk ketemu pak Wisnu sampean biar di hubungi pak Dodik. Biar enak, biar jelas."tambahnya.(Eds,red)



Jakarta, Media Nasional Cakrawala

Terkait rusuh yang baru-baru saja terjadi di tanah Papua, Kamtibmas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Harry Kurniawan dan Dandim Jakarta Pusat Letkol Inf. Wahyu Yudhayana dengan Warga Papua yang berada di Jakarta menggelar acara silaturahmi Kamtibmas.

Silaturahmi kamtibmas ini salah satunya membahas terkait kejadian rusuh di Papua. Dalam hal ini Kapolres Jakpus, Harry Kurniawan mengatakan, bahwa ciri khas masyarakat Indonesia adalah keramah-tamahan dan saling memaafkan.

“Daerah Timika Waktu itu terjadi konflik Ternyata masyarakat yang ada didaerah Konflik, baik Ambon Aceh atau Papua tidak mau ada konflik dan bertanya bagaimana konflik ini cepat berakhir karena mereka khawatir dengan keluarganya,” ujar Kapolres Harry Kurniawan mengatakan dalam kata sambutannya saat gelar silaturahmi di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat, Rabu (21/08/2019)

Lanjutnya lagi, terkait hal tersebut karenanya sebenarnya lebih banyak warga papua yang menginginkan menjadi rakyat Indonesia seutuhnya.

“Mari berdoa mudah-mudahan apa yang terjadi di Papua cepat selesai dan kembali bersatu dan damai kembali,” pungkasnya.

Kapolres juga menjelaskan, apabila ada intimidasi khususnya di Jakarta Pusat laporkan segera kepada TNI dan Polri. “Dan kami akan selalu siap hadir untuk menjaga rasa aman semua warga negara Indonesia,” paparnya.

Senada akan hal tersebut, Dandim Letkol Inf.Wahyu mengatakan dalam kata sambutannya, bahwa Papua itu indah tempat dan warganya. Apalagi katanya, pemerintahan yang sekarang melakukan pembangunan di Papua menjadi lebih maju dan lebih indah lagi.

“Warga Papua cinta damai, kita mempunyai hak dan Kewajiban yang sama, Warga Papua bebas beraktifitas di Jakarta Pusat, karena ini rumah kita bersama,” terangnya.

Sementara itu, Feri Fernando Yensenem selaku Ketua Nelayan Se-Papua menjelaskan bahwa Ia merasa kecewa dengan semua konflik yang terjadi di Papua “Kami sesali pelaku-pelaku yang ingin memecah belah NKRI ini, karena kami ingin Papua Aman dan damai,” pungkasnya.

Dia pun berharap agar silaturahmi jangan hari ini saja tapi agar terus berkelanjutan, jangan ada dusta diantara kita.
Dalam hal ini, Jhon Maury putra asli dari Papua ini pun menyambut serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara silaturahmi Kamtibmas ini.

“Terima kasih atas Inisiatif diadakanya pertemuan ini oleh Bapak Kapolres Jakarta pusat dan Bapak Dandim Jakarta pusat, kami adalah masyarakat asli Indonesia dan kita penduduk asli NKRI, kalau ada yg kurang paham dengan Pancasila tanya pada kami,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, tampak Kapolres Jakpus Kombes Pol. Harry Kurniawan, Dandim Jakpus, Let Inf. Wahyu Yudhayana, Kapolsek Senen Kompol Ewo Samono, Danramil Senen Mayor Inf. Todi Imansyah, Camat Senen dan Roni Jarpiko Mewakili Walikota Jakpus.

Selain itu hadir Ketua Perintis PKRI Provinsi Papua dan Papua barat, serta kepala suku Adat, Tokoh Intelektual Stevanus Wetipo, Feri Fernando Yensenem Ketua Nelayan Se Papua dan Jhon Maury, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kenari Aiptu Wardi Jien, SH serta Aiptu Adrian yang membantu menkoordinasi serta mengundang beberapa warga papua, untuk hadir di acara silaturahmi kamtibmas ini. (red)



Situbondo,media nasional cakrawala
Media Nasional Cakrawala – Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI Ke 74 PAUD Se Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, turut memeriahkannya dengan Dasar dan Landasan berjiwa Pancasila dan semangat jiwa Kebangsaan yang sangat dijunjung tinggi oleh Generasi penerus anak Bangsa ini. Selasa, (20/08/2019).

HUT Kemerdekaan RI Ke 74, Dimeriahkan dengan acara karnaval yang diikuti khususnya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Se Kecamatan Panji, sejak usia dini anak bangsa ini harus benar-benar mendapatkan pendidikan serta ilmu wawasan dengan baik dan benar dari Pahlawan tanpa tanda jasa yaitu Guru.

Memeriahkan HUT Kemerdekaan kali ini dengan  bertujuan agar anak didik usia dini KB Kelompok (Bermain), TK (Taman Kanak – Kanak), dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) untuk bisa belajar menjiwai dan agar bisa menghormati Para Pejuang Pahlawan yang telah gugur dimedan perang demi mempertahankan Tanah air Indonesia tercinta ini dari penjajah hingga titik darah penghabisan sampai tercapainya suatu Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peserta karnaval tingkat PAUD ini sangat antusias menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke 74, Walaupun masih usia dini untuk berjalan beberapa kilo dari Start sampai ke Finish (Kantor Kecamatan Panji), mereka didampingi Guru dan para Orang tua, sangat terlihat jelas tetap semangat, dengan bermacam – macam seragam pakaian suku adat yang digunakannya, yang  bertopik Patriot dan ke Pahlawannan. (St1)


Teks Foto: Syafrudin Budiman SIP Kordintor Persatuan Relawan Jokowi-Amin (PRJA) yanng juga Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) bersama Abdurrahman Ketua Umum DPP Laskar Macan Asia (LMA) mengantar surat dukungan kepada H. Bustan Pinrang sebagai Menteri Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jokowi melalui Kementerian Setneg, Selasa (20/08/2019). 

Jakarta,media nasional cakrawala 
Persatuan Relawan Jokowi-Amin (PRJA) yang menjadi wadah berhimpun organisasi relawan Jokowi-KH Ma'ruf Amin mengirim surat kepada Presiden Jokowi. Surat itu berisi usulan dan dukungan kepada H. Bustan Pinrang menjadi Menteri Koperasi dan UKM, atau Staf Ahli Presiden Bidang Ekonomi Mikro.

"Kami sudah mengantar surat kepada Presiden Jokowi lewat Kementerian Setneg RI pada Selasa, (20/08/2019). Surat itu berisi pernyataan dukungan dan usulan kepada Presiden Jokowi untuk memilih Bustan sebagai Menteri Koperasi dan UKM atau Staf Ahli Presiden Bidang Ekonomi Mikro," kata Syafrudin Budiman SIP Koordinator PRJA, Rabu (21/08/2019) di Restoran Padang Merdeka Jl. KH. Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) Syafrudin Budiman menjelaskan, Bustan juga adalah sosok loyalis terhadap Jokowi-Amin dari timur. Sudah banyak waktu, tenaga dan hartanya disumbangkan pada perjuangan memenangkan Jokowi pada periode kedua ini.

“Kecintaannya kepada Jokowi yang sangat pro UKM dan koperasi membuatnya total mendukung Jokowi-Amin. Harapan dan padangan Bustan tentang arus baru ekonomi Indonesia yang lebih baik menjadi cita-citanya pada negeri ini,” ujar pria yang biasa disapa Gus Din ini.

Selain itu, Gus Din mengatakan, sebagai pendukung dan relawan Jokowi PRJA akan  senantiasa mengawal dan membantu Presiden Jokowi saat ini dan periode kedua  mendatang.

“Semoga masukan dan usulan H. Bustan Pinrang diterima pak Jokowi sebagai menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II Jokowi-Amin,” seru Gus Din mendoakan.

Selain itu Abdurrahman Ketua Umum DPP Laskar Macan Asia yang juga menyampaikan surat dukungan tertulis kepada Presiden Terpilih RI mengatakan, surat ini sebagai langkah awal agar Bustan dipilih sebagai menteri oleh Jokowi.

“Kami juga akan melakukan lobi-lobi politik ke istana dan parpol pengusung Jokowi-Amin agar H. Bustan Pinrang dipilih sebagai menteri,” tegas Abdurrahman.

Katanya, urusan memilih menteri menjadi hak preogratif presiden. Menurutnya sebagai pengusaha muda yang sukses, Bustan bisa menjalankan visi Indonesia Maju untuk terus membangun infrastruktur dan ekonomi umat. Serta meningkatkan kapasistas sumber daya manusia Indonesia, khususnya kawasan Timur.

”Kalau bangsa Indonesia banyak diisi orang-orang yang handal seperti Bustan, bukan tidak mungkin Indonesia akan bertambah maju dan lebih sejahtera,” puji Abdurrahman.

Selain mendapat dukungan dari relawan Jokowi Amin, Bustan juga mendapatkan  dukungan dari H. Kalfin Gantare SH, Direktur Utama PT Alovera Papua, seorang pengusaha asal tanah Papua menyatakan mengusulkan H. Bustan Pinrang tokoh penggerak ekonomi kerakyatan untuk menjadi Menteri di Kabinet Jokowi-Amin.

Bustan dinilai oleh H. Kalfin Gantare sangat mumpuni dalam bidang ekonomi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Beliau (red-H. Kalfin Gantare) memberikan dukungan politik dan moral kepada Bustan Pinrang agar menjadi menteri di bidang ekonomi kerakyatan. Dukungan ini sebagai aspirasi masyarakat Indonesia timur,” terang H. Bustan Pinrang saat ditemui di Restoran Padang Merdeka Jl. KH. Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu sore (21/08/2019).

Ditemani Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum Presidum Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) relawan nasional Jokowi-Amin dan Abdurrahman Suhu, SH Ketua Umum DPP Laskar Macan Asia (LMA) Bustan menjelaskan, bahwa dukungan kepada dirinya untuk menjadi Menteri Koperasi dan UKM atau Staf Ahli Bidang Ekonomi Mikro semakin mengalir jauh. Katanya, kemarin ada 15 organisasi relawan Jokowi-Amin sudah memberikan dukungan tertulis.

“Alhamdulillah sudah ada laporan yang masuk ke Kementerian Setneg RI ada 15 organ relawan yang memberikan dukungan menjadi menteri. Rencananya ada 100 lebih organ relawan yang akan memberikan dukungan resmi,” tandas Bustan. (red)



BONDOWOSO-MEDIA NASIONAL CAKRAWALA
Mahasiswa KKN kelompok 108 Universitas Jember Menggelar Sosialisasi dan demontrasi proses pengolahan kopi pasca panen dan produk olahan daun kopi di kediaman bapak Kepala desa Brambang Darussalam (Mulyadi). Sosialissasi dan Demonstran yang mengangkat tema " Optimalisasi Sumber daya lokal secara mandiri dan guna meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat Desa Brambang Darussalam, di hadiri kurang lebih 40 peserta yang terdiri perangkat Desa , kelompok tani, ibu ibu,serta tokoh pemuda Desa Brambang Darussalam.

Fachrizal Zulfikar Ilmi , yang merupakan koordinator Kelompok KKN 108 Desa Brambang Berharap , kegiatan ini dapat meningkat pengetahuan Masyarakat mengenai proses pengolahan kopi yang sesuai dengan standar kualita pasar sehingga meningkat nilai jualnya selain itu , kegiatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun kopi sebagai produk Inovasi berupa minuman seduhan yang berpotensi menjadi proses penggerak pertumbuhan ekonomi desa disamping hanya bertumpu pada hasil jual biji kopi yang merupakan komoditas utama dari Desa Brambang Darussalam.

Kepala Desa Brambang Darussalam ( Mulyadi ), dalam sambutanya mengatakan " pemanfaatan daun kopi sebagai produk minuman seduhan ini merupakan sebuah inovasi yang luar biasa kedepanya ketika produk ini sudah mempunyai pasaranya sendiri pasti perekonomian Desa Brambang Darussalam akan lebih baik dan tentunya berdampak positif bagi peningkatan kesejahtraan masyarakat.

Disisi lain, kegiatan ini juga bertujuan untuk bentuk kades masyarakat Desa yang kedepanya akan menjadi inisiator dalam mengembangkan ilmu yang telah didapatkan sosialisasi dan demonstran ini juga melahirkan produk olahan daun kopi yang dinamakan "KawaSae" yang berarti seduhan daun kopi yang sehat serta produk kopi yang kemudian di namakan "Kobra" akronim dari kopi brambang. Semoga dengan lahirnya kawasae dan kobra bisa menjadi titik awal dari perubahan ek onomi Masyarakat Desa Brambang menjad i lebih baik. katanya kadas brambang ( Mul yadi )



Situbondo | Media Nasional Cakrawala 
Sidang gugatan Citizen Law Suit (CLS) yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Situbondo Rabu (21/08/2019) dimulai sekitar pukul 13.00 Wib yang sebelumnya pihak Penggugat Ketum Gp Sakera Situbondo, Syaiful Bahri SP dan kawan-kawan menunggu cukup lama sekitar 4 jam lebih. Namun harapan itu pudar setelah Hakim Ketua memutuskan sidang kali ini ditunda hingga 2 (dua) pekan, dikarenakan pihak (Tergugat IV) tidak hadir yakni Pimpinan DPRD Kabupaten Situbondo. Sementara itu (Turut Tergugat II) Kodim 0823 Situbondo harus melengkapi administrasi kelengkapan beracara.

Pantauan Tim S One dalam ruang sidang dihadiri Penggugat yakni Syaiful Bahri, Fatoni Ahmad dan Sumyadi serta semua Forum S One turut hadir dalam persidangan. Kuasa Hukum Tergugat, Reno, SH yang mewakili Bupati, Wabup, Kasat Pol PP dan Kapolres Situbondo. Dan juga hadir turut (Tergugat II) Kodim 0823 Situbondo. 

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua I Ketut Suarta, SH MH. Hakim Anggota I Made Aditya Nugraha, SH MH. Hakim Anggota Dwi Elyarahma., S, SH serta Panitera Khuzdaifah, SH.

Dalam acara persidangan tersebut Hakim Ketua Pengadilan Negeri Situbondo memutuskan untuk menunda sidang perdana gugatan CLS terkait Perda (Peraturan Daerah) No 27 tahun 2004 tentang larangan prostitusi dan pelacuran. Dikarenakan kurang berkas atau administrasi dan pihak tergugat IV yakni Pimpinan DPRD Kabupaten Situbondo tidak menghadiri sidang.

Hakim Ketua I Ketut Suarta, SH. MH mengatakan tidak mengetahui alasan dari pihak tergugat tidak hadir dalam acara persidangan.

"Dikarenakan dalam persidangan ini ada tergugat tidak hadir, maka sidang ini ditunda sampai hari Rabu, (04/09)", ujarnya.

Hakim Ketua menambahkan, "Nanti kita akan kirim surat lagi yang kedua kalinya namun jika masih tidak hadir maka persidangan akan tetap kita lanjutkan", ucapnya.

Bupati, Wabup, Kasat Pol PP dan Polres Situbondo diwakili Kuasa Hukumnya, Reno membenarkan bahwa, "Saya datang hari ini di PN Situbondo untuk menghadiri sidang, karena mendapat surat kuasa khusus untuk persidangan atas gugatan Saudara Syaiful Bahri dkk yaitu gugatan Cetizen Law Suit (CLS) mewakili Bupati, Wabup, Kasat Pol PP dan Kapolres Situbondo".

Dan untuk jawaban atas gugatan tersebut Reno mengaku, "Untuk jawaban tidak bisa meng expose sekarang karena itu proses persidangan dan yang jelas materi gugatan ini sebenarnya sudah dilaksanakan semua dan mudah mudahan di mediasi nanti semuanya bisa selesai dengan baik". (St1)


Papua,media nasional cakrawala
Pendiv2 – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad melaksanakan pembinaan teritorial berupa anjangsana di Kampung Yabinggo, Distrik Arso Tami, Kab. Keerom, Papua. Selasa (20/8).

Kegiatan dipimpin Serda Samun bersama 5 orang anggota, kegiatan anjangsana dimaksudkan untuk menyerap aspirasi dan menampung keluhan warga yang mengalami kesulitan untuk mencari solusi yang terbaik.

Prajurit Satgas Yonif Raider 509 Kostrad juga berupaya dalam anjangsana ini, untuk memberi masukkan kepada warga agar tidak terpengaruh dan ikut dalam kejadian demonstrasi yang berada di Sorong maupun Jayapura beberapa waktu yang lalu.

“Kami berupaya memberikan pengertian kepada masyarakat disini agar tidak ikut turun ke jalan, kami juga memberi masukkan agar tidak terpengaruh berita hoax yang ada di media sosial”, terang Wadansatga Kapten Inf Rhetorica Tiertha Amandica, S.IP.

“Semoga konflik beberapa waktu yang lalu dapat segera mereda, kami siap membantu Pemerintahan dengan memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya di Distrik Arso Tami”, imbuhnya.

Kegiatan semacam ini dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Satgas Yonif Raider 509 Kostrad dalam rangka melaksanakan tugas pokok pembinaan teritorial. Hal ini juga selaras dengan tugas Pokok TNI yang termuat dalam UU RI No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, yakni membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan.(Red)

SUMENEP, MEDIA CAKRAWALA - Sebanyak 50 anggota DPRD Sumenep dilantik dan diambil sumpahnya pada Rabu (21/08/2019). Rapat Paripurna dengan agenda pengucapan sumpah/ janji anggota DPRD Kabupaten Sumenep periode 2019-2024 tersebut digelar di Pendopo Agung Sumenep.

Pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Sumenep dipandu langsung Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sumenep. Sebelum dilantik, Sekretaris DPRD Sumenep membacakan SK (Surat Keputusan) Gubernur Jawa Timur tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD baru.

Sidang paripurna istimewa tersebut dipimpin Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma. Pada kesempatan itu juga digelar serah terima jabatan pimpinan DPRD Sumenep kepada pimpinan sementara, yakni dari Herman Dali Kusuma kepada KH. Hamid Ali Munir dan Indra Wahyudi.

Usai menerima penyerahan palu sidang, Hamid Ali Munir pun melanjutkan memimpin sidang paripurna. “Dengan menerima palu sidang, berarti ada peralihan tugas dan tanggung jawab kepada pimpinan sementara DPRD Sumenep. Tugas pimpinan sementara diantaranya memimpin rapat-rapar, memfasilitasi terbentuknya fraksi, dan menyusun tata tertib (tatib), hingga terbentuknya pimpinan definitif,” kata Hamid Ali Munir.

Hadir dalam rapat paripurna tersebut, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Wakil Bupati, Achmad Fauzi, Ketua DPRD, Herman Dali Kusuma, Forum Pimpinan Daerah, Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan camat se - Kabupaten Sumenep. (Lizie)



Situbondo | Media Nasional Cakrawala - Situbondo ini merupakan kota yang berpotensi, sebagaimana bentuk sinergitas nantinya bisa bersatu dengan membangun sistem pelaku usaha yang baik untuk para pelaku konsumen sehingga bisa menjadi pertanggung jawaban bersama.

Silaturahim sangatlah dianjurkan sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. "Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambungkan silaturahim" (HR. Bukhari).

Konsep yang dikemas oleh HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) Kabupaten Situbondo Silahturahim dengan pemantapan usaha kedepan dan rencana ikut andil untuk kemajuan Situbondo, yang sebelumnya sudah berjalan dibawah naungan HIPSI diantaranya produksi Sandal, Jamur Tiram, Hidroponik, Ternak Lele, dan NU Jek.

Pantauan Tim S One dalam acara tersebut dihadiri kurang lebih 48 simpatisan dan beberapa mentor di bidang pertanian yang juga didatangkan dari luar kota maupun Dinas terkait. Selasa, (20/08/2019) pukul 19.00 Wib. Bertempat di Sekretariat HIPSI Gang Nusantara, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.

Kyai Hamim selaku Pembina HIPSI dalam sambutannya menjelaskan, "Terima kasih sudah menghadiri acara kami, kita mengundang semua kalangan hanya untuk bergabung bersama kami, dan memajukan bersama apa saja potensi-potensi yang ada di Situbondo. Untuk kegiatan ini jika ingin bergambung mari kita bersama, manis bersama, untung bersama", katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri mengatakan, "Saya sangat apresiasi pada HIPSI. Memberikan edukasi bagi usaha dan kreatif. Intinya ambil satu titik satu proyek dan kembangkan dengan baik serta kami siap untuk membantu," ucapnya.

"Kita ingin tumbuh dan berkembang bersama serta bisa bersinergi untuk kemajuan Situbondo, salah satunya HIPSI untuk menjadi organisasi yang solit dalam sebuah kemajuan", pungkas Bang Ipoel panggikan akrabnya.

Saiful Hosni yang bertugas di BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Jatim Kementerian Pertanian dalam penyampaiannya berkata, "Upayakan jika mau berbisnis atau mau hidup dimasyarakat kita harus fokus pada kontribusi, ini kesempatan kita untuk belajar sehat, itu saja," katanya.

Acara berlangsung dengan diskusi dan saling tukar ide masing-masing dari para simpatisan. (St1)



Jakarta, Media Nasional Cakrawala

Social Media for Civic Education (SMCE) akan mengadakan diskusi media sebagai bagian dari upaya memaknai 74 rahun kemerdekaan Indonesia.

“Tema yang diangkat menyoal Medsos, Rekonsiliasi Nasional dan Ancaman Radikalisme,” kata Wakil Ketua SMCE Wasil melalui keterangan tertulisnya, Selasa (20/8/2019).

Wasil menyebut tema diskusi ini menarik perhatian pelbagai kalangan dan sangat relevan dengan kondisi teraktual saat ini. 

“Pemilihan tema di atas juga untuk menjelaskan kondisi terkini terutama kaitannya dengan realitas media sosial yang kerap kali salah digunakan seperti memproduksi berita hoaxs, menyebarkan konten-konten radikal,” jelasnya.

“Tentu bila dibiarkan mengancam integrasi (keutuhan) dan persatuan Indonesia. Artinya, potensi ancaman terbesar penyalahgunaan media sosial oleh kelompok radikal - transnasional adalah memanfaatkan media sosial untuk kepentingan penyebaran konten radikal,” papar Wasil.

Maka dari itu, kata Wasil, Social Media for Civic Education (SMCE) memandang perlu untuk melakukan diskusi bersama insan media dan kalangan Warganet.

“Demi memaknai kemerdekaan dalam melawan berbagai konten negatif hoax dan radikalisme serta bersama mewujudkan rasa persatuan nasional melalui upaya rekonsilasi menuju kemajuan bangsa,” kata dia.

Diskusi Media ini, kata Wasil akan diadakan pada hari Selasa, 27 Agustus 2019 jam 13.30 wib sd. Selesai. Bertempat di Hotel Central, Jakarta Pusat.

Ada beberapa narasumber yang akan dihadirkan, di antaranya; Prof. Dr. Indria Samego, MA (Analis politik LIPI), Arteria Dahlan (Politisi PDI Perjuangan), Hafiz Marshal (Pemred Kata Indonesia.com / Kordinator FPMSI), Abdul Kadir Karding (Politisi PKB), Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P, dan (Kepala Staf Kepresidenan RI) yang masih dalam konfirmasi.(red)

AND1 Design

{facebook#https://web.facebook.com/AND1streetballer}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget